Sabtu, 11 Juli 2015

Belajar dari Hewan

Seekor rusa selama beberapa hari telah menjaga angsa betina yang sedang mengerami telur di sebuah kompleks pemakaman di New York, bak adegan yang biasanya muncul di film anak-anak. Selama sedikitnya empat hari, rusa jantan itu berdiri dan berjaga-jaga di dekat sarang angsa betina Kanada sementara angsa tersebut mengerami telurnya.

Pegawai pemakaman baru sadar mengenai keadaan itu setelah rusa itu menghalangi saat mereka berusaha menangkap dan menempatkan kembali angsa liar itu. Rusa tersebut, yang menempatkan dirinya sebagai pelindung dari setiap mobil atau pejalan kaki yang mendekati sarang angsa itu.
“Hai pemalas, belajarlah dari semut. Belajarlah dari cara hidupnya dan jadilah bijaksana!” (Amsal 6:6 FAYH)

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang tertinggi dan mulia. Meski begitu, penulis amsal mendorong manusia untuk belajar kepada hewan. Dalam Amsal dituliskan supaya kita belajar kerajinan dan keuletan kepada semut. Inilah kelebihan manusia, yaitu bisa “belajar.” Sebagian besar hewan berperilaku menuruti naluri. Memang ada beberapa hewan yang bisa belajar, namun tidak bisa mempelajari hal yang kompleks.

Dengan belajar maka manusia dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Belajar itu tidak harus dengan bersekolah atau ikut kursus. Belajar bisa dilakukan dengan membaca, mengamati, menirukan, mendengarkan, mencicipi dll. Sepanjang otak dan panca indra masih berfungsi, kita masih bisa belajar. Dan belajar itu adalah hal yang menyenangkan. Apa yang Anda pelajari hari ini? [purnawan].

 

SMS from God: Tingkatkan kapasitas Anda dengan belajar hal-hal yang baru. Itu akan membuat hidup Anda bergairah.
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It