Kamis, 28 Mei 2015

Pemulihan

Umat pilihan Allah itu tercerai menjadi 2 kelompok, yaitu Israel (bagian utara) dan Yudea (bagian selatan). Kedua kelompok sama-sama memberontak kepada Allah dan berbuat dosa, sehingga Allah membiarkan mereka diasingkan ke negeri lain. Selama berada di pengasingan ini, Allah tidak meninggalkan mereka sama sekali. Allah mengutus para nabi untuk menyempaikan firman-Nya.

Yeremia adalah nabi yang diutus untuk menyampaikan sabda Tuhan kepada bangsa Yudea. Dia menyampaikan kabar yang menimbulkan pengharapan. “Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel dan Yehuda.” Ini adalah kabar tentang pemulihan. Allah akan mengembalikan kedua bangsa itu kembali ke negerinya dan memulihkan mereka kembali. Allah akan menjadi Tuhan mereka, dan bangsa Israel akan menyembah Allah.
“Sebab, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel dan Yehuda — firman TUHAN — dan Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya.” (Yeremia 30:3)

Mungkinkah kita mengalami pemulihan setelah melakukan perbuatan dosa yang menjijikkan di hadapan Allah? Tentu saja mungkin. Kerinduan Tuhan adalah memulihkan dan membangun kembali puing-puing di hati manusia. Itu sebabnya Allah mengutus Anak-Nya untuk menjemput kita dari negeri pengasingan. Allah selalu ingin bertahta di hati Anda. Maka izinkanlah Allah membangun kembali bait Allah di dalam diri Anda, sehingga Anda hanya menyembah Allah, bukan yang lain. Daud berseru: “Kembalikan kepadaku sukacita keselamatan yang daripada-Mu, dan jadikanlah aku rela menaati Engkau.” (Mzm 51:12 FAYH). Untuk mengalami pemulihan sukacita dan keselamatan, kita juga harus menaati Allah.

 

SMS from God: Tuhan rindu untuk memulihkan Anda. Bukalah hati Anda supaya Allah memulihkan sukacita Anda.
Read More

Rabu, 27 Mei 2015

Dengarkan Sentuhan-Nya

Banyak orang yang sudah tahu bahwa musisi Ludwig van Beethoven mulai tuli pada usia 20 tahun. Namun tidak banyak yang tahu bagaimana caranya dia menciptakan mahakarya musik klasik dengan pendengaran yang tidak sempurna itu. astounds me. Dia meyentuhkan ujung tongkat kayu pada kotak suara piano, lalu dia menggigit ujung tongkat yang lain. Dengan demikian dia merasakan getaran atau vibrasi suara. Beethoven mendengarkan dengan cara sentuhan.
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. (Lukas 5:12-13)

Dalam bacaan renungan, di tengah kerumunan dan kegaduhan banyak orang, Yesus “mendengar” ada seorang perempuan sakit yang menyentuhnya. Perempuan ini percaya bahwa dengan menyentuh saja maka dia akan sembuh. Sementara itu Yesus menyadari “bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya” (Mrk 5:30 ).  Yesus tidak mengabaikan ini. Dia tahu bahwa perempuan ini memiliki iman yang besar. Maka Yesus pun meneguhkan iman perempuan ini.

Dalam berbagai kesempatan Yesus mendengarkan dan melayani  “sentuhan.” Bahkan ketika orang kusta meminta kesembuhan, Yesus pun tak segan-segan mengulurkan tangan dan menyentuh tubuh orang kusta itu.

Yesus juga “menyentuh” hati kita yang terdalam. Percayalah kepada-Nya dan rasakan jamahan tangan-Nya.

 

SMS from God: Tuhan Yesus selalu ingin mendekat, menjamah dan memulihkan Anda
Read More