Selasa, 31 Maret 2015

Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu

Saat menjadi pelatih Manchester City, Roberto Mancini sering mendapat kritikan pedas dari Mark Hughes. Mancini adalah pelatih yang menggantikan Hughes. Meski sering dikecam, Mancini tenang-tenang saja. Ia bahkan mengaku senang dengan kritikan tersebut.

"Setiap manajer memiliki metode dan perilaku sendiri. Saya menghormati setiap pendapat. Saya tidak punya masalah apapun dengan pelatih lain," kata  Mancini kalem. Alih-alih membalas cacian, Mancini memilih untuk bekerja meningkatkan prestasi timnya.
Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (Markus 2:16)

Dalam pelayanan dan pekerjaan, selalu saja ada orang-orang yang ceriwis semacam ini.  Mereka gemar mengevaluasi dan mengritik hasil kerja orang lain.

Yesus pernah menjadi korban orang seperti ini. Apa pun yang dikerjakan oleh Yesus, selalu dianggap salah oleh ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi. Ketika Yesus makan bersama orang berdosa, ketika Yesus menyembuhkan pada hari Sabat, ketika Yesus diurapi perempuan sundal, orang Farisi itu melontarkan kecaman.

Apakah Anda pernah mengalami situasi seperti ini: Anda sudah bekerja sekuat tenaga dan melayani dengan tulus, tetapi alih-alih mendapat pujian, Anda malah menuai kecaman? Jika 'ya', marilah kita belajar dari Tuhan Yesus. Dia sangat memahami tujuan pelayanannya, yaitu menyelamatkan orang berdosa.  Itu sebabnya, Dia tidak terpengaruh meskipun ada banyak orang yang menyerang pekerjaan-Nya. Jika Anda meyakini bahwa pelayanan Anda berada pada jalur pelayanan, go ahead! Maju terus!  (Purnawan)

 

SMS from God: Seorang pembajak, jika menginginkan hasil bajakan yang baik, harus bergerak dan memandang ke depan.
Read More

Senin, 30 Maret 2015

Kekhawatiran dan Kekayaan

Seorang jutawan asal Austria mendonasikan seluruh uangnya karena uangnya tidak membuatnya bahagia. Karl Rabeder menjual perusahaannya, rumah dan mobil mewahnya, pesawat pribadinya, dan mendonasikan seluruh uangnya ke sebuah yayasan. Yayasan tersebut akan memberikan pinjaman dana kepada masyarakat di negara-negara miskin yang ada di belahan dunia ini.

“Saat ini saya bahagia. Cinta, sinar matahari, dan udara segar, itulah yang saat ini membuat saya bahagia,” ujar Karl, seperti dikutip Orange.  “Memiliki sedikit uang merupakan hal yang sangat membahagiakan bagi saya. Ketika saya melihat foto saya dahulu, saya tampak sedih,” tambahnya.
Lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.” (Markus 4:19)

Kekhawatiran bukan hanya monopoli orang miskin. Orang kaya juga selalu khawatir tentang hartanya.Setiap hari dia memikirkan bagaimana cara mengamankan, menginvestasikan dan melipatgandakan. Dia telah menjadi hamba uang (Mat.6:24).

Dalam bahasa Yunani, kata “kekhawatiran” juga berarti “terbagi.”  Kekhawatiran membuat hati dan pikirannya terbagi. Dia sibuk memikirkan apakah saham akan turun? Bagaimana suku bunga besok? Apakah penjualan bulan ini memenuhi target? Dalam situasi seperti ini, dia kesulitan untuk membangun kehidupan doa, membiasakan diri bersaat-teduh atau melakukan pelayanan. Lalu, apa yang harus dilakukan? “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Ptr.5:7) (purnawan)

SMS from God: Babatlah semak berduri di sekitar Anda, maka Anda akan bertumbuh dengan pesat
Read More

Minggu, 29 Maret 2015

Belas Kasihan

Biasanya pengemis akan menyimpan duitnya untuk dirinya sendiri, tapi tidak dengan Wang Zhiyou. Dia mengemis untuk disumbangkan untuk orang yang lebih membutuhkan.Pria berusia 41 ini telah mengemis selama 15 tahun dan dijuluki sebagai "Pengemis Dermawan dari Timur Laut".

Biasanya dia tinggal di satu tempat selama satu bulan hingga akhirnya pindah tempat lainnya."Setelah satu bulan mengemis, saya langsung menyumbangkan uang tersebut kepada orang yang membutuhkan.," ujarnya pada China Daily.

Sepanjang “karirnya” sebagai pengemis, Wang sudah menyumbangkan dana sebesar Rp57 juta.
“Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.” (Lukas 10:33)

Dalam perikop kita, sang imam memiliki alasan yang sah untuk tidak memberikan pertolongan. Sebagai imam, dia punya tugas "konstitusional" yang besar. Demikian pula orang Lewi. Ada tugas penting yang menunggunya.

Secara hukum, kedua orang ini tidak dapat disalahkan.  Akan tetapi ada satu aspek yang mereka abaikan, yaitu belas kasihan (compassion).  Dalam perumpamaan ini, Yesus menghendaki supaya kita memprioritaskan untuk memberikan belas kasihan. Sama seperti Wang, si pengemis, orang-orang tidak berharap bahwa orang Samaria itu untuk memberi pertolongan. Namun orang Samaria menyingkirkan alasan itu. Dia tetap memberi pertolongan.

Mari kita singkirkan ”alasan-alasan” yang menghalangi kita untuk berbelas kasihan.(purnawan)

 

SMS form God: Dahulukan yang utama. Yang terutama di antara segala hukum adalah kasih.
Read More

Sabtu, 28 Maret 2015

Saling Membantu

Robin Lim,seorang warga negara Amerika yang membantu ribuan warga miskin Indonesia untuk mendapatkan kehamilan dan persalinan yang sehat. Atas jasanya ini, dia dinobatkan sebagai  CNN Hero of the Year 2011.

Melalui klinik kesehatan Yayasan Bumi Sehat, wanita berusia 54 tahun ini, memberikan perawatan pascapersalinan, layanan persalinan, dan bantuan medis gratis di Indonesia.“Tiap nafas pertama bayi di bumi ini adalah perdamaian dan cinta. Tiap ibu seharusnya sehat dan kuat.Tiap kelahiran seharusnya aman dan menyenangkan.”

Di dalam setiap orang tersimpan perasaan altruisme, yaitu hasrat untuk menolong orang lain. Ada bermacam-macam kadar altruisme. Ada yang menolong orang lain, disertai dengan pamrih, tapi ada juga orang yang menolong secara ikhlas. Dia tidak mengharapkan balasan apa-apa. Apapun motifnya, semangat altruisme ini perlu dikembangkan.
“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.” (Efesus 4:2)

Yesus menghendaki setiap murid-Nya untuk bertumbuh dan berbuah. Jika kita tidak berbuah, nasibnya sudah jelas, yaitu "dipotong" (Yoh.15:2). Salah satu bentuk dari buah itu, menurut Paulus adalah "kemurahan"(Gal.5:22). Nah, jika ada di antara orang Kristen yang tidak mau menunjukkan kemurahan dalam membantu orang lain, maka dapat dikatakan orang itu belum berbuah.

Ada banyak kesempatan bagi kita untuk menunjukkan kemurahan hati.  Yang perlu kita lakukan adalah memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar kita (purnawan).

 

SMS from God: Berilah kemurahan pada orang lain, karena Anda sudah lebih dulu mendapat kemurahan dari Tuhan.

 
Read More

Jumat, 27 Maret 2015

Setia

Seorang perempuan yang ternyata kaya raya mewariskan harta bendanya untuk suster yang telah merawatnya. Tidak lupa, dia juga menyisihkan dana untuk kucing kesayangannya.

Orang kaya murah hati yang hanya disebut nama depannya saja, Maria Assunta, memberikan warisan kepada suster dan kucingnya karena merasa tidak ada rumah penampungan hewan yang cukup baik untuk kucingnya. Maria Assunta masih muda dan belum memiliki anak ketika suaminya, pengusaha real estate, meninggal.

Susternya, Stefania, mengatakan, Maria kesepian hampir sepanjang hidupnya. Empat tahun lalu, dia menyelamatkan seekor kucing hitam dari jalanan. Pengacara Maria, Il Messagiero, mengatakan, Maria menulis surat wasiat dan meninggalkan kekayaan sebesar 10 juta euro.

”Saya berjanji akan menjaga kucing itu setelah dia meninggal,” kata Stefania yang tak sadar jika pasien yang dirawatnya kaya raya.
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10)

Setiap orang memiliki tanggungjawab masing-masing.  Jika kita setia terhadap tanggungjawab yang dipercayakan kepada kita, maka Allah akan memberikan tanggungjawab yang lebih besar lagi.

Ukuran keberhasilan tidak ditentukan dari besarnya peran yang kita miliki, tetapi berdasarkan kesetiaan kita terhadap tanggungjawab itu.  Seorang yang setia menjalankan tanggungjawabnya akan mendapat kepercayaan untuk tugas yang lebih besar.. Lakukan tugasmu dengan setia. [Purnawan].

 

SMS from God:

Setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.  Bagaimana dengan hidupmu? Sudahkah bertanggungjawab?
Read More