Jumat, 02 Januari 2015

Tuhan Memegang

Thomas Dorsey punya talenta bermusik.  Pada tahun 1932, Dorsey terpilih sebagai presiden National Convention of Gospel Choirs and Choruses. Pada bulan Agustus pada tahun itu, Dorsey harus menghadiri konvensi musik gospel di St. Louis. Dia sebenarnya merasa berat hati meninggalkan Nettie, isterinya, yang sedang hamil tua. Akan tetapi karena panggilan pelayanan, maka Dorsey pun berangkat ke luar kota.

Saat konser musik sedang berlangsung, Dorsey menerima sepucuk telegram. Isinya permintaan agar segera pulang karena isterinya akan melahirkan dan sedang dalam kondisi yang kritis. Dorsey merampungkan penampilannya lalu bergegas pulang.

Sayangnya, nyawa Nettie tidak terselamatkan, namun putra pertama mereka lahir dalam keadaan hidup. Pada malam itu, anak sulungnya itu menyusul ibunya menghadap Tuhan.Dorsey benar-benar mengalami kepahitan dengan Tuhan. Beberapa hari kemudian, saat berjalan santai dengan seorang teman, dia menghampiri sebuah sekolah. Dia duduk di depan piano dan meluncurlah syair-syair lagu "Precious Lord, Take My Hand." Syairnya diterjemahkan sebagai berikut:

“Tuhanku, pimpinlah, tanganku peganglah; 'ku letih, 'ku lesu, 'ku lemah. Lewat malam gelap ke terang yang tetap, Tuhanku, pimpinlah ke seb'rang.”

Dalam bacaan, pemazmur sempat cemburu pada orang fasik karena mereka kelihatan hidup enak, sementara dia sengsara. Di dalam hidup ini dengan segala persoalannya, yang terbaik bagi kita adalah hubungan yang intim dengan Allah (ayat 28). Biarlah orang fasik menjadi makmur; tetapi Allah senantiasa bersama kita, menuntun kita dengan firman dan Roh-Nya, menopang kita dengan kuasa-Nya (ayat 23-24). Akhirnya Dia menerima kita dalam kemuliaan sorga. [Purnawan].

SMS from God: Orang Kristen tidak akan luput dari penderitaan seperti yang dialami sesamanya. Bedanya, Allah memegang tangannya.
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It