Sabtu, 03 Januari 2015

Taat Aturan

Kecelakaan pesawat AirAsia mengingatkan saya pada pengalaman perjalanan pulang dari Hanoi ke Singapura. Kami mengalami cuaca yang buruk. Kami mengalami turbulensi. Badan pesawat terguncang hebat. Rasanya seperti tiba-tiba anjlok dari ketinggian tertentu. Seorang pramugari jatuh duduk terduduk di lantai pesawat. Namun dia tetap tenang dan penuh penguasaan diri. Ini adalah pertanda crew yang sudah terlatih. Dia tidak menjadi panik sehingga penumpang pun ikut merasa tenang.

Karena mengenakan sabuk pengaman, maka saya terikat aman saat terjadi goncangan. Inilah gunanya mematuhi anjuran keselematan penerbangan. Biasanya setelah lampu tanda sabuk pengaman dimatikan, para penumpang buru-buru melepas sabuk pengaman meski tidak akan kemana-mana. Padahal ada himbauan untuk tetap mengenakan sabuk pengamanan selama duduk. Gunanya supaya tetap aman jika tiba-tiba pesawat terguncang. Masih banyak orang yang tidak paham hal ini sehingga mereka menganggap kewajiban mengenakan sabuk pengamanan itu sebagai sebuah beban.
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. ....Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:37,39)

Aturan dan hukum itu dibuat untuk kebaikan umat manusia. Ketika Allah menurunkan hukum taurat kepada umat Israel, itu dimaksudkan agar mereka memiliki rambu-rambu yang jelas. Dengan demikian mereka dapat berbakti kepada Allah dan mengasihi manusia dengan lebih baik. Sayangnya mereka salah mengerti. Mereka menganggap hukum itu sebagai beban.  Akibatnya mereka lalai untuk mengasihi Allah dan sesama.

Itu sebabnya, Yesus meringkas hukum Taurat itu menjadi 2 bagian saja, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Dua rambu ini dapat menjadi pedoman bagi kita. Ketika kita melakukan sesuatu kita bertanya, apakah dengan melakukan ini aku mengasihi Allah dan sesamaku? Kalau ya, teruskan. Kalau tidak, stop![Purnawan]

SMS from God: Yesus menyederhanakan perintah Tuhan, agar manusia mudah mengasihi Allah dan sesama. Kita jangan malah mempersulit diri dengan membuat aturan baru.
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It