Sabtu, 10 Januari 2015

Harta dan Kekuasaan

Allah menegur umat-Nya, baik di Israel maupun Yehuda yang sedang mabuk kekuasaan.  Mereka menikmati kemewahan dan hak istimewa. Mata mereka silau oleh kemilau harta kekayaan. Mereka menyelenggarakan pemerintahan dengan tangan besi dan memutarbalikkan keadilan.  Namun mereka tidak peduli pada krisis yang dialami oleh bangsanya. Mereka memiliki sumberdaya untuk menolong orang lain, namun mereka enggan mengulurkan tangannya.

Mereka menyangka bahwa kedudukan dan kekayaan adalah jaminan  masa depan mereka. Mereka merasa aman dari terpaan krisis. Namun mereka jelas keliru besar. Kedudukan dan kekayaan itu seperti rumput kering yang bisa hangus dalam sekejap. Tuhan menggerakkan bangsa lain untuk menundukkan mereka. Dan  para pemimpin inilah yang akan pertama kali merasakan penghukuman itu.
“Celaka atas orang-orang yang merasa aman di Sion, atas orang-orang yang merasa tenteram di gunung Samaria” (Amos 6:1)

Tindakan penghukuman Allah untuk bangsa Israel menjadi peringatan keras bagi kita, orang percaya masa kini. Kita sering mengandalkan  kekuasaan, kekayaan dan kecerdasan kita sendiri. Karena merasa mencapainya dengan kekuatan sendiri, maka kita menjadi abai pada penderitaan orang lain. Kita bahkan bersyukur bisa kalis dari bencana karena merasa lebih saleh daripada orang yang terkena bencana. Kita enggan menolong orang yang sedang menderita.

Saatnya untuk merenung. Apakah kekayaan dan kedudukan telah melenakan Anda? Allah mempercayakan kekuasaan agar Anda memerintah dengan adil dan menyejahterakan orang banyak. Allah melimpahkan kekayaan agar Anda menjadi saluran berkat bagi sesama.

 

SMS from God: Harta dan kedudukan hanya alat untuk mengabdi Allah dan menjadi saluran berka bagi sesama.
Read More

Jumat, 09 Januari 2015

Ibadah karena Cinta

Ibadah itu seharusnya berasal  "hati." Allah tidak ingin bahwa upacara agama yang formal menggantikan kasih yang sepenuh meluap dari hati umat. Mungkin saja kita membaca Alkitab, berdoa, selalu hadir di gereja, dan ambil bagian dalam Perjamuan Kudus, tetapi semua itu dilakukan tanpa dorongan kasih dan pengabdian sepenuh hati kepada Allah. Inilah yang dimaksud dengan legalisme, yaitu sekadar memenuhi kewajiban.
“Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.” (Ulangan 10:12)

Ketaatan lahiriah berupa pelaksanaan upacara-upacara keagamaan akan memiliki keabsahan dan makna hanya jika dilandaskan pada pengenalan akan Yesus Kristus. Kesalehan ini tidak hanya berhenti di ruang-ruang ibadah, namun juga mewarnai dalam segala kehidupan setelah ibadah. Perhatikanlah bahwa “takut akan Tuhan” mengantar kepada “kasih akan Tuhan.” Yang menarik bahwa kata “mengasihi” disejajarkan” dengan “beribadah.” Hal ini menekankan bahwa ibadah itu dilaksanakan bukan atas dasar ketakutan, melainkan karena cinta.

Kata “ibadah” juga memiliki akar kata yang sama dengan “ebed” atau hamba. Hal ini mengandung makna bahwa seorang hamba memusatkan segenap potensinya demi kepentingan tuannya, serta berusaha menyimak segala perkataan tuannya demi melaksanakan kehendak tuannya. Ibadah adalah cara yang dipakai oleh hamba untuk mengarahkan segenap hati dan jiwa dalam mengabdi kepada tuannya.

Mari kita merenungkan. Kita adalah hamba dari penguasa alam semesta ini. Sudahkah kita sungguh-sungguh dalam beribadah kepada-Nya? Sudahkah kita menapaki jalan yang dikehendaki-Nya? [Purnawan]

 

SMS from God: Kita beribadah adalah karena cinta, bukan karena kewajiban atau paksaan.
Read More

Kamis, 08 Januari 2015

Menjamu Malaikat

Pada zaman alkitab ditulis, alat transportasi belum maju. Orang harus menempuh perjalanan selama berhari-hari dengan berjalan kaki. Jika hari mulai gelap, maka orang tersebut harus menginap di mana pun dia berada saat itu. Tidak setiap desa memiliki rumah penginapan. Maka biasanya mereka akan menumpang tidur di rumah penduduk.

Itu sebabnya, dalam hukum Taurat, orang Yahudi wajib memberi tumpangan kepada orang asing. Alasannya karena orang Israel sendiri selama bertahun-tahun telah menjadi orang asing di negeri orang saat melakukan perjalanan ke tanah perjanjian.
“Jangan lupa bersikap ramah terhadap orang yang tidak dikenal, sebab dengan berbuat demikian ada beberapa orang yang telah menjamu malaikat di luar pengetahuan mereka.” (Ibr 13:2 FAYH)

Penulis kitab Ibrani kembali mengingatkan hal ini kembali kepada pembacanya. Surat ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang menjadi pengikut Kristus. Meski mereka telah meninggalkan agama Yahudi, namun hal-hal yang baik dari agama semula tidak harus ditinggalkan. Maka penulis surat menyinggung kembali hal-hal yang sudah diketahui oleh mereka. Akan tetapi dalam pelaksanannya dilakukan dengan motivasi yang berbeda. Sebelumnya, mereka menerima dan menjamu orang asing semata-mata karena melakukan kewajiban. Akan tetapi dalam terang Kristus, orang Kristen menerima orang asing dengan semangat mengasihi sesama.

Ketika mereka menjamu orang asing, sesungguhnya mereka sedang menjamu malaikat Tuhan. Mereka melakukannya untuk Tuhan. Anda pun juga dapat menjamu malaikat. Caranya? Sambutlah orang asing dengan keramahan [Purnawan].

 

SMS from God: Praktik nyata dari mengasihi sesama adalah membuka pintu bagi orang yang membutuhkan bantuan.

 
Read More

Rabu, 07 Januari 2015

Menoleh

Masih ingatkah Anda pada lagu Sekolah Minggu ini?

Larilah, cepatlah Lot dan k'luarga

Api Tuhan turun Sodom Gomora

Janganlah menoleh melihat harta

Istri Lot lupa dan menoleh ke belakang

Hei! Jadi tiang garam

Apakah Allah begitu kejam? Masa’ hanya menoleh saja lantas dihukum menjadi tiang garam? Itu tergantung dari jenis “menolehnya.” Dalam satu hal, kita perlu menengok kembali kehidupan di masa lalu untuk merenungkan dan mensyukuri anugerah Tuhan. Juga untuk melihat kesalahan di masa lampau sehingga dapat diperbaiki di masa depan.

Akan tetapi “menoleh” juga memiliki makna yang berbeda. Ketika bangsa Israel berkelana di padang gurun, mereka “menoleh” kembali pada kehidupan di Mesir. Mereka lalu bersungut-sungut. Mereka menihilkan tangan Tuhan yang bekerja secara kasat mata. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri saat Allah membelah laut agar dapat dilalui. Mereka juga mengalami pemeliharaan selama di padang gurun. Akan tetapi mereka justru menoleh dan ingin pada kehidupan saat diperbudak oleh bangsa Mesir.
“Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.” (Kejadian 19:26 )

Isteri Lot juga menoleh pada kehidupan lama. Seolah-olah dia berkata, “Aku memilih tinggal di Sodom dan Gomora daripada mengikuti malaikat Tuhan.” Ini adalah kesalahan fatal isteri Lot. Allah merencanakan untuk menyelamatkan keluarga Lot dari godaan dosa-dosa warga kota Sodom dan Gomora. Akan tetapi isteri Lot lebih terpikat pada kehidupan lama.

SMS from God: Arahkanlah pandang kepada Yesus. Jangan menoleh dan menginginkan untuk kembali ke kehidupan lama yang bergelimang dosa.
Read More

Selasa, 06 Januari 2015

Terlibat dalam Rencana Allah

Rasul Paulus dibawa berlayar ke Roma untuk diadili sebagai warga negara Roma. Di tengah laut, kapal mereka dihantam oleh badai “Timur Laut.” Kapal mereka terombang-ambing tak berdaya. Muatan sudah dibuang ke laut untuk meringankan beban kapal. Selama berhari-hari langit tampak gelap. Mereka tidak dapat melihat matahari pada siang dan bintang pada malam hari. Padahal benda-benda di langit ini menjadi  navigasi penting dalam pelayaran.

Di tengah keputus-asaan, malaikat menjumpai Paulus untuk menyampaikan kabar baik bahwa tidak ada seorang pun dari mereka yang akan binasa. Tapi ada juga kabar buruknya, yaitu bahwa kapal mereka tidak akan terselamatkan.
“Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.” (Kisah Para Rasul 27:22)

Setelah penampakan malaikat ini, para penumpang dan awak kapal tidak secara otomatis diselamatkan. Mereka masih harus melakukan upaya-upaya penyelamatan. Setelah dua minggu terlantar di lautan, Paulus mengajak semua orang untuk makan kenyang. Setelah itu melemparkan semua perbekalan ke laut untuk meringankan kapal. Ini adalah sebuah tindakan iman. Mereka mengambil risiko besar. Jika keputusan ini salah, maka mereka akan mati kelaparan.

Akan tetapi janji Tuhan itu pasti. Menjelang siang, mereka melihat daratan. Kapal diarahkan ke daratan tersebut. Karena menabrak busung pasir, kapal kandas dan hancur. Akan tetapi seluruh orang yang ada di kapal itu selamat.

Allah membuat rencana penyelamatan bagi rombongan Paulus. Dia melibatkan manusia dalam implementasinya. Demikian juga dalam kehidupan kita. Saat Allah merencanakan sesuatu dalam hidup kita, maka Dia juga memberi peran kepada kita di dalam-Nya. [Purnawan]

SMS from God: Adalah sebuah kehormatan karena Allah mengajak manusia terlibat dalam pekerjaan-Nya
Read More

Tumbuh Alami

Dalam delapan pasal Kidung Agung, sebanyak tiga kali Salomo mengucapkan seruan agar tidak “membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya” (2:7; 3:5; 8:4). Secara keseluruhan, kitab Kidung Agung ini mengumandangkan gairah percintaan antara sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Namun demikiandia juga memperingatkan kepada anak-anak muda agar berhati-hati.

Allah memang memberikan perintah kepada manusia untuk “beranak-cucu dan bertambah banyak.” Bahkan mukjizat pertama Tuhan Yesus dilakukan pada pesta perkawinan di Kana. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan seks memang diciptakan oleh Allah bagi manusia. Akan tetapi manusia harus melakukannya dengan bertanggungjawab. Manusia tidak boleh melakukannya dengan sembarangan. Janganlah dengan sengaja membangkitan dan menggerakkan cinta sebelum waktunya tiba.

Sebagai orangtua, kita perlu memberikan kesadaran kepada anak-anak kita yang mulai bertumbuh dewasa. Akhir-akhir ini, ada kecenderungan peningkatan jumlah remaja yang melakukan hubungan seks sebelum menikah. Bahkan di negara barat, remaja yang masih perawan atau perjaka menjadi bahan olok-olokan karena dianggap kuper alias kurang pergaulan. Hubungan seks pada usia dini dapat menimbulkan beberapa ganguan kesehatan dan gangguan psikologis. Cita-cita mereka juga kandas karena mereka harus menikah lebih cepat.
“Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!” (Kidung Agung 2:7)

Biarkanlah cinta itu tumbuh secara alami, hingga ketika saatnya untuk mekar dan berbuah, maka Allah akan meneguhkan hubungan itu dalam sebuah pernikahan kudus [Purnawan]

 

SMS from God: Romanntisme dan asmara akan tumbuh dengan alami dan indah jika kita ikuti aturan mainnya
Read More

Senin, 05 Januari 2015

Solidaritas Nehemia

Nehemia itu punya pekerjaan impian pada zaman itu. Dia hidup mewah di istana karena menjadi juru minuman sang raja. Tidak sembarang orang dapat menduduki jabatan ini. Hanyah orang yang sangat dipercaya raja yang dapat mendapatkannya. Pada zaman dulu, para musuh sering berusaha meracuni sang raja. Ibarat kata, Nehemia memegang nyawa sang raja.

Saat sedang menikmati kehidupan yang enak itu, Nehemia mendengar kabar menyedihkan di Yerusalem: Tembok-temboknya dihancurkan, pintu gerbangnya terbakar, seisi kota menjadi puing-puing. Nehemia tercenung. Tubuhnya serasa lemah sehingga tubuhnya terduduk. Dia menangisi situasi ini selema berhari-hari dan meratap kepada Allah.

Akan tetapi Nehemia tidak berlarut-larut dalam perkabungan. Dia kemudian bangkit dan mengambil tindakan. Pertama, dia meminta izin kepada raja agar diizinkan pergi ke Yerusalem untuk membangun kembali kota suci itu. Kedua, dia meminta bantuan biaya.

Barangkali Anda sekarang ada dalam kehidupan yang enak. Bagaimana perasaan Anda saat mendengar gereja-gereja yang ditutup oleh kelompok massa intoleran? Apakah Anda seperti Nehemia yang turut bersimpati kepada saudara-saudara seiman? Apakah Anda juga melakukan aksi nyata untuk membantu mereka? Jemaat GKI Bapos Yasmin bertahun-tahun ibadah di trotoar karena gereja mereka disegel walikota Bogor. Jika ada kesempatan, saya ikut ibadah mereka. Ternyata kehadiran saudara seiman dapat menghangatkan kembali semangat mereka. Pedulilah seperti Nehemia [Purnawan]

SMS from God: Bersyukurlah jika hidup Anda nyaman. Pedulilah jika melihat penderitaan orang lain.
Read More

Minggu, 04 Januari 2015

Kesempatan Kedua

Manusia itu tempatnya kesalahan. Melakukan kesalahan adalah hal yang manusiaai. Itu sebabnya ada yang namanya kesempatan kedua. Orang yang gagal dalam ujian diberi kesempatan untuk mengulang lagi.  Para penjahat dihukum penjara supaya mereka dapat dibina dan merenungi kesalahannya. Jika masa hukuman selesai, maka dia dibebaskan dan diberi kesempatan untuk memulai hidup yang baru.
“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23)

Nats hari ini diserukan oleh nabi Yeremia untuk memberikan penghiburan kepada bangsa Israel. Pada masa itu, Israel sedang menerima penghukuman dari Allah. Karena ketidaktaatan bangsa Israel, maka Allah mencurahkan murka-Nya. Akan tetapi Allah memberikan kesempatan kedua kepada mereka.

Murka Tuhan itu hanya berlangsung untuk sesaat saja. Kasih-Nya yang besar tidak pernah berakhir (ayat 22). Allah tidak menolak Yehuda selaku umat perjanjian-Nya dan Dia masih mempunyai rencana bagi mereka. Selanjutnya Yeremia menyatakan bahwa Tuhan itu baik dan pemurah kepada orang-orang yang menantikan Dia dalam kerendahan hati dan penyesalan (ayat 24-27).

Dengan memberi hukuman, Allah ingin mendidik dan memurnikan umat Tuhan. Jika tujuan ini sudah tercapai maka Allah akan menunjukkan belas kasihan-Nya. Penghiburan Yeremia ini juga masih berlaku pada zaman kita. Jika kita melakukan kesalahan, maka masih ada kesempatan kedua dari Allah. Allah itu murah hati dan panjang sabar kepada orang yang menyesal dan kembali kepada-Nya. Dia menerima kembali kita dan siap untuk melimpahkan rahmat-Nya yang tidak pernah habis [Purnawan]

SMS from God: Rahmat Tuhan itu tidak pernah basi. Setiap hari Allah memberkannya yang baru. Bukan sisa kemarin yang tidak habis.
Read More

Anugerah Allah

Bagaimana Anda mengasihi Allah? Apakah karena Dia itu Allah atau karena perbuatan-Nya yang telah dilakukan pada Anda? Apakah Anda menerima berkat dari Allah karena Anda telah berbuat baik? Apakah kesalehan Anda menjadi faktor penentu seberapa besar Allah mengasihi Anda?

Setan mengira bahwa satu-satunya alasan mengapa Ayub tetap mengasihi dan tunduk kepada Allah karena dia diberi berkat yang berlimpah dan dilindungi oleh Allah. Setan percaya jika tudung perlindungan Allah disingkirkan dan semua kekayaan Ayub dilenyapkan, maka Ayub pasti akan mengutuki Allah dan mati. Allah mengizinkan setan merampas semua milik Ayub, kecuali nyawanya.

Ketika Ayub mendengar kabar kematian 10 anaknya dalam satu hari, Ayub berujar, “TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (ay. 21). Orangtua mana tidak berduka kehilangan anak? Dalam hal ini, Ayub tidak hanya kehilangan satu anak, tetapi 10 anak sekaligus! Pasti ini pukulan yang berat. Akan tetapi Ayub tidak mengutuki Allah seperti yang disangka oleh setan. Ayub justru memuji Tuhan.

Apakah Ayub tidak mengasihi anak-anaknya? Pasti! Buktinya, dia selalu menguduskan anak-anaknya usai mereka berpesta. Setelah itu Ayub mempersembahkan korban bakaran untuk memohonkan pengampunan dosa bagi anak-anaknya. Meski Ayub sangat mengasihi anak-anaknya, namun Ayub menyadari bahwa segala miliknya adalah anugerah dari Allah. Dia lahir dengan telanjang. Sejak itu Allah memberikan berbagai macam berkat. Allah yang telah memberi, Allah pula yang berhak untuk menariknya kembali [Purnawan]

SMS from God: Kita tidak membawa apa-apa datang ke dunia, dan tidak akan membawa apa-apa saat kembali ke sorga kecuali iman kita. Terpujilah Tuhan
Read More

Sabtu, 03 Januari 2015

Penghargaan dalam Pelayanan

Pada Perang Dunia II, negara Inggris kekurangan pekerja tambang batubara. Pekerjaan ini dianggap kurang bergengsi. Para pemuda lebih memilih masuk dinas ketentaraan yang lebih menjanjikan kehormatan.

Melihat hal ini, Winston Churchill, sang perdana menteri, merasa perlu memberikan motivasi, Di hadapan ratusan pekerja tambang batubara, Churchill mengajak mereka membayangkan parade besar yang digelar jika kemenangan diraih. Barisan paling depan adalah Angkatan Laut yang menjadi kebanggaan Inggris. Lalu diikuti Angkatan Udara yang berjasa menghadang pesawat pengebom Jerman. Selanjutnya, pasukan Angkatan Darat. Barisan terakhir adalah para pekerja tambang.

"Ketika pekerja tambang melintas, para penonton ada yang berteriak, 'dimana saja kalian selama perang ini?'" kata Churchill,"Dan kalian akan menjawab dengan bangga,'kami ada di bawah bumi, menggali batu bara untuk kejayaan Inggris!'"
“Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan” (1 Korintus 12:22).

Pelayanan tidak selamanya menjanjikan ketenaran dan kehormatan dunia. Di balik sebuah pertunjukkan, selalu saja ada orang yang bekerja di balik layar. Mulai dari penata panggung, penata kursi, pengatur lampu, penarik tirai layar, dll. Mereka tidak dikenali oleh penonton. Meski begitu, pertunjukkan tidak akan sukses jika mereka tidak ada.

Organ seperti hati, jantung, paru-paru dan limpa adalah anggota tubuh yang paling lemah. Namun mereka memiliki fungsi yang vital. Orang masih bisa hidup jika kehilangan tangan, tapi pasti akan meninggal jika kehilangan jantung. Allah menuntut kesetiaan dari Anda (Lukas 16:10) [purnawan].

SMS from God: Di dalam proyek besar kerajaan Allah, dibutuhkan orang yang setia pada perannya masing-masing.
Read More

Taat Aturan

Kecelakaan pesawat AirAsia mengingatkan saya pada pengalaman perjalanan pulang dari Hanoi ke Singapura. Kami mengalami cuaca yang buruk. Kami mengalami turbulensi. Badan pesawat terguncang hebat. Rasanya seperti tiba-tiba anjlok dari ketinggian tertentu. Seorang pramugari jatuh duduk terduduk di lantai pesawat. Namun dia tetap tenang dan penuh penguasaan diri. Ini adalah pertanda crew yang sudah terlatih. Dia tidak menjadi panik sehingga penumpang pun ikut merasa tenang.

Karena mengenakan sabuk pengaman, maka saya terikat aman saat terjadi goncangan. Inilah gunanya mematuhi anjuran keselematan penerbangan. Biasanya setelah lampu tanda sabuk pengaman dimatikan, para penumpang buru-buru melepas sabuk pengaman meski tidak akan kemana-mana. Padahal ada himbauan untuk tetap mengenakan sabuk pengamanan selama duduk. Gunanya supaya tetap aman jika tiba-tiba pesawat terguncang. Masih banyak orang yang tidak paham hal ini sehingga mereka menganggap kewajiban mengenakan sabuk pengamanan itu sebagai sebuah beban.
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. ....Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:37,39)

Aturan dan hukum itu dibuat untuk kebaikan umat manusia. Ketika Allah menurunkan hukum taurat kepada umat Israel, itu dimaksudkan agar mereka memiliki rambu-rambu yang jelas. Dengan demikian mereka dapat berbakti kepada Allah dan mengasihi manusia dengan lebih baik. Sayangnya mereka salah mengerti. Mereka menganggap hukum itu sebagai beban.  Akibatnya mereka lalai untuk mengasihi Allah dan sesama.

Itu sebabnya, Yesus meringkas hukum Taurat itu menjadi 2 bagian saja, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Dua rambu ini dapat menjadi pedoman bagi kita. Ketika kita melakukan sesuatu kita bertanya, apakah dengan melakukan ini aku mengasihi Allah dan sesamaku? Kalau ya, teruskan. Kalau tidak, stop![Purnawan]

SMS from God: Yesus menyederhanakan perintah Tuhan, agar manusia mudah mengasihi Allah dan sesama. Kita jangan malah mempersulit diri dengan membuat aturan baru.
Read More

Jumat, 02 Januari 2015

Siapakah Aku?

Telepon berdering di sebuah landasan udara militer. Seorang prajurit mengangkat telepon itu. "Segera siapkan helikopter!" kata suara di seberang telepon, "Aku akan main golf di Bali."

"Maaf pak. Menurut peraturan, fasilitas militer tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi," jawab prajurit itu.

"Apakah kamu tahu siapa aku?!!"terdengar suara di seberang dengan nada marah.

"Tidak, Anda siapa?" tanya prajurit polos.

"Aku adalah Jenderal bintang empat!"

"Apakah Jendral tahu siapa saya?" prajurit itu ganti bertanya.

"Tidak!!"

"Kalau begitu, terbang saja sendiri ke Bali," kata prajurit sambil menutup teleponnya.

Kalau Anda bertanya kepada semua orang: "Tahukan kamu, siapakah kamu?", maka akan ada dua kemungkinan: (1) Anda dianggap sebagai orang yang sombong, atau (2) Anda dianggap terkena sindrom amnesia (kehilangan ingatan).
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" (Matius 16:15)

Ketika Yesus mengajukan pertanyaan ini, Dia ingin menguji seberapa dalam pengenalan para murid terhadap diri-Nya. Simon Petrus menjawab: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Mesias berarti "orang yang diurapi." Mesias adalah gelar untuk Raja besar yang dinantikan bangsa Israel atas dasar nubuatan Perjanjian Lama. Menurut Nubuatan, Raja itu akan menguasai seluruh dunia dan akan membawa keselamatan. Dia tokoh tertinggi di dunia, tidak seorang pun yang dapat melebihi Dia[purnawan].

 

SMS from God: Siapakah Yesus? Jawaban Anda atas pertanyaan ini sangat mempengaruhi masa depan kehidupan Anda
Read More

Tuhan Memegang

Thomas Dorsey punya talenta bermusik.  Pada tahun 1932, Dorsey terpilih sebagai presiden National Convention of Gospel Choirs and Choruses. Pada bulan Agustus pada tahun itu, Dorsey harus menghadiri konvensi musik gospel di St. Louis. Dia sebenarnya merasa berat hati meninggalkan Nettie, isterinya, yang sedang hamil tua. Akan tetapi karena panggilan pelayanan, maka Dorsey pun berangkat ke luar kota.

Saat konser musik sedang berlangsung, Dorsey menerima sepucuk telegram. Isinya permintaan agar segera pulang karena isterinya akan melahirkan dan sedang dalam kondisi yang kritis. Dorsey merampungkan penampilannya lalu bergegas pulang.

Sayangnya, nyawa Nettie tidak terselamatkan, namun putra pertama mereka lahir dalam keadaan hidup. Pada malam itu, anak sulungnya itu menyusul ibunya menghadap Tuhan.Dorsey benar-benar mengalami kepahitan dengan Tuhan. Beberapa hari kemudian, saat berjalan santai dengan seorang teman, dia menghampiri sebuah sekolah. Dia duduk di depan piano dan meluncurlah syair-syair lagu "Precious Lord, Take My Hand." Syairnya diterjemahkan sebagai berikut:

“Tuhanku, pimpinlah, tanganku peganglah; 'ku letih, 'ku lesu, 'ku lemah. Lewat malam gelap ke terang yang tetap, Tuhanku, pimpinlah ke seb'rang.”

Dalam bacaan, pemazmur sempat cemburu pada orang fasik karena mereka kelihatan hidup enak, sementara dia sengsara. Di dalam hidup ini dengan segala persoalannya, yang terbaik bagi kita adalah hubungan yang intim dengan Allah (ayat 28). Biarlah orang fasik menjadi makmur; tetapi Allah senantiasa bersama kita, menuntun kita dengan firman dan Roh-Nya, menopang kita dengan kuasa-Nya (ayat 23-24). Akhirnya Dia menerima kita dalam kemuliaan sorga. [Purnawan].

SMS from God: Orang Kristen tidak akan luput dari penderitaan seperti yang dialami sesamanya. Bedanya, Allah memegang tangannya.
Read More

Pelajaran dari Anak Saya [2]

Suatu hari, kami sekeluarga berjalan-jalan di pusat perbelanjaan untuk mencari jaket jeans bagi Kirana,  anak kami. "Kamu pilih yang mana?" kata saya pada Kirana.

"Kirana mau jaket yang ada bulunya,"jawab Kirana sambil menunjuk jaket yang ada bulunya di bagian leher dan ujung lengannya. Warnanya merah muda alias pink! Aduh nak, pilihan warnamu kok norak banget, sih! Kata saya dalam hati.

"Pilih ini saja ya, yang bulunya berwarna putih," bujuk saya. Menurut saya model dan warnanya lebih elegan.

"Nggak mau. Kirana mau yang ini saja," katanya sambil mencoba jaket pink itu. Kami pun membayar jaket itu. Jaket itu langsung dipakai Kirana dengan bangga dan percaya diri. Kami justru yang malu, karena menjadi pusat perhatian di pusat perbelanjaan itu.

Lalu tiba-tiba suara batin saya berkata, "Kamu itu bagaimana sih? Kamu tadi menyuruh anakmu memilih sendiri. Tapi begitu anakmu menentukan pilihannya, kamu menolaknya. Itu namanya tidak konsisten."
Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” (Matius 20:32)

Para orangtua kadang merasa benar sendiri dan tidak mau mendengar suara anak. Namun dalam bacaan Alkitab, kita belajar bahwa Yesus mau mendengar dua orang buta. Sebagai Tuhan, Dia pasti tahu apa yang terbaik bagi mereka. Meski begitu, Dia tetap ingin mendengar keinginan mereka.

Sepanjang keputusan itu tidak menyangkut prinsip iman dan tidak membahayakan hidupnya, maka kami berusaha memberi kesempatan kepada anak untuk menentukan pilihannya sendiri. Inilah pelajaran yang didapat dari anak saya [purnawan].

 

SMS from God: Bagaimana anak dapat membuat keputusan dengan baik jika dia tidak pernah diberi kesempatan untuk belajar melakukannya?
Read More

Kamis, 01 Januari 2015

Pelajaran dari Anak Saya [1]

Sudah lama Kirana (2,5 thn), mengidamkan sepatu yang bergambar "Snow White". Sayangnya belum ada yang ukurannya pas. Ketika kami berjalan-jalan, dia melihat sepatu idamannya itu. Setelah dicoba, ternyata ada yang pas dengan kakinya. Harganya murah.

Kami menawarkan sepatu model lain lain, tapi Kirana menolak. Kami coba membujuk dia dengan alasan bahwa sepatu ini lebih bagus dan harganya lebih mahal. Namun Kirana tak goyah. Dia menghendaki sepatu "Snow White", persis seperti yang diinginkannya sejak lama.

Keteguhan Kirana memberi pelajaran kepada saya tentang hidup yang berfokus pada tujuan. Fokus membuat hidup kita berdampak dan efesien. Jika punya fokus, maka kita tidak mudah tergoda berbagai hal yang dapat membuat kita melenceng dari tujuan hidup kita. Yesus pun memiliki fokus yang jelas dalam pelayanannya, yaitu melaksanakan kehendak Bapa-Nya (Yoh. 6:38).
Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita.” (1 Samuel 7:12)

Fokus juga berfungsi sebagai tonggak-tonggak perjalanan untuk mengukur seberapa jauh capaian kita. Meski tujuan hidup belum sepenuhnya tercapai, namun kita tetap bersyukur karena ada kemajuan. Tonggak ini seperti batu yang dipancangkan Samuel Mizpa dan Yesana. Ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita” (1 Sam. 7:12).

Awal tahun seperti ini adalah saat yang tepat untuk berhenti sejenak dan memancangkan tonggak batu. Apakah selama ini Allah menyertai Anda? Apakah Anda memiliki tujuan hidup yang hendak diraih? Apakah jalur hidup Anda sudah benar? [Purnawan]

 

SMS from God: Fokus membuat hidup Anda terarah. Tanpa fokus membuat hidup berputar-putar
Read More