Kamis, 31 Desember 2015

Ibadah Akhir Tahun GKI Klaten

Read More

Selasa, 29 Desember 2015

Hikmah Natal oleh Pdt. Phan Bien Ton dan Doa Berkat oleh Pdt. Iwan K Kos...

Read More

Minggu, 27 Desember 2015

Drama Musikal "Journey of Hope" bagian [5]









Dalam perayaan Natal GKI Klaten, panitia mempersembahkan drama musikal bertajuk "Journey of Hope" di aula SD Kristen 3 Klaten, 25 Desember 2015.



Berikut ini segmen PARA GEMBALA mendapat berita NATAL dari para malaikat


Read More

Drama Musikal "Journey of Hope" bagian [5]









Dalam perayaan Natal GKI Klaten, panitia mempersembahkan drama musikal bertajuk "Journey of Hope" di aula SD Kristen 3 Klaten, 25 Desember 2015.



Berikut ini segmen PARA GEMBALA mendapat berita NATAL dari para malaikat


Read More

Drama Musikal "Journey of Hope" bagian [4]





Dalam perayaan Natal GKI Klaten, panitia mempersembahkan drama musikal bertajuk "Journey of Hope" di aula SD Kristen 3 Klaten, 25 Desember 2015.



Berikut ini segmen Malaikat menemui Yusuf dalam Mimpi dan perjalanan ke Betlehem
Read More

Drama Musikal "Journey of Hope" bagian [2]





Dalam perayaan Natal GKI Klaten, panitia mempersembahkan drama musikal bertajuk "Journey of Hope" di aula SD Kristen 3 Klaten, 25 Desember 2015.



Berikut ini segmen KEJATUHAN MANUSIA. Menampilkan kisah Adam dan Hawa taman Eden. Iblis menggoda Hawa untuk mekan buah pengetahuan baik dan jahat. Manusia jatih dalam dosa
Read More

Sabtu, 26 Desember 2015

Drama Musikal "Journey of Hope" bagian [1]



endofvid[starttext] belum ada keterangan [endtext]
Read More

Rabu, 23 Desember 2015

Aksi Sosial Pembuatan Sumur Bor





Puji Tuhan!

Setelah mengebor sedalam 100 meter lebih, maka ditemukanlah sumber air dengan debit air yang cukup untuk kebutuhan 150 keluarga di dusun Dawung.
Read More

Selasa, 22 Desember 2015

O Come All Ye Faithful by Christ One Choir





Persembahan pujian dari SMP Kristen 1 Klaten
Read More

Minggu, 13 Desember 2015

Vocal Group Putri Sion



Vocal Group Putri Sion memberikan persembahan pujian pada ibadah minggu adven III di bakal jemaat Pesu, 13 Desember 2015
Read More

Vocal Group Bonacanto





Vocal Group Bonacanto memberikan persembahan pujian pada ibadah minggu adven III di bakal jemaat Pesu, 13 Desember 2015
Read More

Senin, 27 Juli 2015

Jagalah Hati

Restoran siap saji di Thailand membuat blunder di Facebook. Saat gempa di sekitar Aceh pada tanggal 12 April 2012, yang memicu peringatan tsunami, restoran ini mengirim pesan agar masyarakat bergegas ke rumah untuk memantau berita dan memesan satu kotak menu ayam goreng.

Ketika warga Negeri Gajah Putih itu diminta menjauhi kawasan pantai, restoran ini menulis pesan di Facebook resmi mereka: “Ayo lekas pulang dan mengikuti berita soal gempa. Dan jangan lupa memesan menu favorit Anda.”

Akibat pesan itu, restoran berlogo seorang kolonel ini diterjang ‘tsunami’ kecaman. Masyarakat menuding restoran ini tidak peka dan egois.
 Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang. (Matius 15:11)

Yesus mengecam perilaku orang Farisi dan ahli Taurat yang munafik. Mereka sangat teguh menjalankan perintah agama dan mematuhi hukum Taurat. Akan tetapi hati mereka sebanarnya jauh dari Tuhan. Mereka dengan patuh menolak makanan yang dianggap najis, tapi hati mereka sebenarnya telah menajiskan dirinya sendiri.

Inilah yang dikecam oleh Tuhan Yesus. Hati mereka dipenuhi dengan kedengkian, sehingga perkataan yang keluar dari mulut mereka bagaikan pisau tajam  yang menyayat hati orang lain.

Kita pun bisa terpeleset seperti yang dialami oleh restoran siap saji itu. Karena itu hendaknya kita selalu memelihara hati kita tetap murni, sehingga kata-kata yang meluap dari hati kita adalah kata-kata yang menghibur, membangun dan memberi pengharapan pada orang lain [purnawan].

 

SMS from God: Jagalah hatimu supaya tidak menjadi najis. Berilah telinga kepada bisikan Roh Kudus.
Read More

Minggu, 26 Juli 2015

Rahasia

Robert Louis Stevenson menulis, “Kebohongan yang paling kejam itu adalah kebohongan yang dikatakan dengan diam-diam.” Pada zaman dengan teknologi komunikasi yang canggih ini mudah sekali membuat rumor atau informasi bohong. Saya sering menemukan informasi palsu yang beredar luas secara diam-dial melalui SMS, email atau broadcast di blackberry message. Kadang informasi itu merugikan pihak tertentu, namun yang bersangkutan tidak dapat membantah atau memberikan penjelasan yang benar karena semuanya bersifat diam-diam.
“Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.” (Markus 4:22)

Berbicara secara langsung adalah kebiasaan baik yang perlu dipupuk dalam pernikahan. Jika kita masih membicarakan orang lain secara diam-diam, maka ada kemungkinan terjadi distorsi komunikasi karena ada sebagian dari kebenaran yang sengaja disimpan sebagai rahasia. Akibatnya, pihak lain kemudian menafsirkan, menghubung-hubungkan dan membuat kesimpulan yang  justru bertolak belakang dengan kebenaran.

Pada kasus tertentu, terlalu lugas berbicara memang dapat mengganggu relasi yang baik. Akan tetapi terlalu banyak menyimpan rahasia juga tidak baik. Nats hari ini menyatakan bahwa pada akhirnya nanti semua rahasia akan disingkapkan. Tidak akan ada misteri yang terselubung. Untuk itulah sebaiknya kita mulai jujur dan mengungkapkan rahasia kita di depan Allah. Tuhan tidak pernah mengkhianati kita dengan menggosipkan rahasia pribadi kita. Dia dapat dipercaya. Demikian juga hendaknya kita juga bisa menjaga kepercayaan ketika orang lain, terutama pasangan kita, menceritakan rahasianya.

SMS from God: Hidup yang terbuka di depan Allah dan pasangan kita adalah kunci untuk hidup yang tenteram
Read More

CLBK

Pernah dengar CLBK? Itu singkatan dari “Cinta Lama Bersemi Kembali.” Fenomena ini marak akhir-akhir ini seiring dengan semakin banyaknya pengguna media sosial lewat internet. Dengan fasilitas teknologi informasi, si pengguna dapat menemukan kembali teman-temannya yang sudah puluhan tahun berpisah. Termasuk di antaranya berhubungan kembali dengan orang yang pernah menjadi teman istimewa di masa lalu. Maka cinta lama yang sudah pupus itu bersemi kembali. Akibatnya, hal ini mengguncang kehidupan pernikahan karena pasangannya menjadi cemburu.

Kecemburuan dalam pernikahan ternyata setua dengan umur peradaban manusia. Pada zaman Musa bahkan ada peraturan yang harus dilakukan jika seorang suami merasa cemburu pada isterinya. Bagaimana caranya supaya tidak muncul fenomena CLBK?

Kita harus selalu mendoakan kehidupan pernikahan kita. Tidak seorang pun orang yang kebal terhadap godaan dosa perzinahan. Bahkan seorang pendeta pun bisa terjerat ke dalamnya. Dengan menyadari hal ini, maka kita sudah membangun benteng pertahanan.

Setelah itu, kita perlu menjalin komunikasi yang terbuka dengan pasangan kita. Kita perlu membuka pintu sehingga pasangan kita mengenal kehidupan pribadi kita. Misalnya dengan memberikan akses kepada pasangan kita untuk membaca SMS yang ada di HP kita, memberikan password kepada pasangan kita untuk mengecek email atau akun media sosial kita. Dengan demikian, kita sedang mencegah diri sendiri agar tidak bertindak sembunyi-sembunyi. Pasangan kita pun terhindar dari kecemburuan karena mengetahui setiap saat dapat mengecek kehidupan pribadi kita [Purnawan].
“Maka haruslah orang itu membawa isterinya kepada imam. Dan orang itu harus membawa persembahan karena perempuan itu sebanyak sepersepuluh efa tepung jelai, yang ke atasnya tidak dituangkannya minyak dan yang tidak dibubuhinya kemenyan, karena korban itu ialah korban sajian cemburuan, suatu korban peringatan yang mengingatkan kepada kedurjanaan.” (Bilangan 5:15)

SMS from God: Hati-hati dalam menggunakan alat komunikasi. Jangan sampai Anda membuat Anda tidak setia lagi pada pasangan Anda.
Read More

Jumat, 24 Juli 2015

Persembahan dalam Pernikahan

“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik.” (Mikha 6:8)

Dalam bacaan ini, Allah merasa muak dengan semua bentuk pengorbanan yang diberikan oleh bangsa Israel. Mereka melakukannya bukan sebagai bentuk cinta kepada Allah, melainkan sebagai semacam penyuapan agar Allah tidak memurkai mereka. Nabi Mikha mengatakan bahwa Allah tidak berkenan dengan “ribuan domba jantan” dan “puluhan ribu curahan minyak.”

Daripada menerima persembahan berupa benda-benda tersebut, Allah lebih berkenan menerima persembahan berupa perbuatan yang adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati.

Demikian juga dalam pernikahan kita dipanggil untuk mengasihi dan memberi hormat (Ef 5:33). Kita juga perlu berperilaku yang menunjukkan adanya belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran (Kol 3:12). Selain itu, kita juga perlu menghindar supaya tidak menjadi hamba uang dengan cara mencukupkan diri dengan apa yang kita miliki (Ibr 13:5).

Kita juga berusaha agar tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri (Flp 2:3-4). Itulah yang disebut dalam Mikha sebagai “apa yang baik.” Hendaknya itu juga menjadi persembahan yang hidup di dalam kehidupan pernikahan [Purnawan].

 

SMS from God: Dalam Alkitab, Allah telah memberitahukan hal-hal baik yang patut dilakukan oleh manusia. Itu akan membuat-Nya berkenan
Read More

Kamis, 23 Juli 2015

Identitas

Di galangan kapal, seorang kapten naik ke kapal yang baru saja dibuat. Sayup-sayup dia mendengar suara-suara: “Aku adalah baling-baling”, “Aku adalah lunas”, “Aku adalah papan kayu”, “Aku adalah lampu.” Masing-masing bangga dengan identitasnya.

Ketika kapal itu mulai melaut, badai besar menghantamnya. Masing-masing bagian kapal berusaha menyelamatkan diri dari badai ganas itu. Lalu sang kapten segera mengambil kendali. Dia memerintahkan semua bagian kapal untuk bekerja sama. Di tengah deru angin topan, sayup-sayup sang kapten mendengar kembali suara-suara dari bagian kapal. Kali ini suara mereka seragam, “Aku adalah kapal!”
Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. (Daniel 6:10)

Daniel adalah orang yang berada di negeri asing, dan penguasa berusaha untuk mengubah identitasnya. Akan tetapi Daniel menampakkan identitasnya dengan jelas sebagai orang yang menyembah Allah. Daniel tidak akan “menjual” keyakinannya itu meskipun berada di dalam tekanan yang berat. Dia tetap menyembah Tuhan sebanyak 3 kali dalam sehari dan melakukan ibadah seperti biasanya meskipun ada ancaman terhadap nyawanya.

Kapten di dalam kapal pernikahan kita adalah Tuhan Yesus. Dia memanggil kita untuk menanggalkan identitas lama dan mengenakan identitas yang baru yaitu sebagai suami atau isteri. Bersama pasangan kita, Yesus memerintahkan kita untuk bekerja sama di dalam bahtera pernikahan. Sebagaimana yang telah dilakukan Daniel, hendaknya kita juga mengetahui dan mempertahankan identitas kita sebagai suami atau isteri yang menyembah Allah. Dan bersama dengan sang Kapten, kita akan mampu mengarungi samudera pernikahan yang ganas [purnawan].

SMS from God: Kita adalah pasangan suami-isteri Kristen. Itu adalah identitas kita. Hendaknya kita hidup sesuai dengan identitas kita itu.
Read More

Rabu, 22 Juli 2015

Kacamata Hitam

Dalam sebuah acara persekutuan, saya meminta setiap orang untuk menuliskan kekurangan dirinya. Ada banyak hasil yang didapatkan dalam sekejap. Namun ketika mereka diminta untuk menuliskan kelebihan yang dimiliki, ternyata hasil yang didapat lebih sedikit.  Demikianlah, manusia cenderung mudah menemukan sisi buruk daripada sisi baik.

Yesus mengajarkan, jika kita memandang orang lain dengan kacamata hakim, maka kita akan melihat orang lain sebagai tersangka, bukan sebagai teman. Akan tetapi ketika kita mulai menaruh hormat dan memandang orang lain sebagai citra Allah, maka kita memasuki hubungan antar manusia yang hangat.

Dampak kacamata ini sangat kuat di dalam pernikahan. Dua orang yang hidup bersama dalam waktu yang lama akan mulai saling mengenal. Termasuk mengetahui sisi kekurangan dari pasangannya. Mereka mudah sekali berubah menjadi hakim bagi pasangannya.
“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Matius 7:1-2)

Yesus mengingatkan kita agar tidak mudah menghakimi orang lain. Itu bukan berarti kita harus menutup mata pada kesalahan atau kekurangan pasangan kita. Ajaran Yesus ini adalah mengajak kita supaya kita tidak puas dan berhenti saat ada orang lain berbuat salah, namun kita lalu mencari cara untuk membantunya agar hidupnya menjadi lebih baik. Sama seperti kasih dan pengampunan yang telah ditunjukkan oleh Kristus, demikian juga kita hendaknya memperlakukan pasangan kita.  [purnawan].

SMS from God: Menilai seseorang menggunakan kacamata hakim, membuat kita memandangnya sebagai terdakwa. Kristus memandang manusia sebagai citra diri Allah.
Read More

Tertuduh oleh Masa Lalu

Ada suami-isteri yang sudah menikah selama 40 tahun lebih. Mereka mendatangi seorang hamba Tuhan untuk konseling. Mereka mengaku dihantui oleh dosa seksual yang mereka lakukan sebelum menikah. Saat itu mereka belum menjadi Kristen. Setelah menikah, mereka hidup dalam kekudusan, namun dosa masa lalu itu selalu membuat mereka merasa tertuduh,

Hamba Tuhan itu berpikir sejenak, lalu menanyakan lagu favorit masing-masing. Dengan serempak pasutri ini menyebutkan judul lagu yang sama, yaitu “Kendati Hidupku Tent’ram (It Is Well With My Soul). Hamba Tuhan menyuruh pasutri ini menyanyikan lagu itu bersama-sama sebelum tidur.

Seminggu kemudian, pasutri mendatangi hamba Tuhan ini lagi. “Kami melakukan saran Anda. Sebelum tidur, kami bersama menyanyi, “kata sang suami dengan mata berkaca-kaca, “kami merasa terberkati saat menyanyikan syair, “Yesusku mengangkat di salib kejam, dosaku dan aib sepenuh. Hutangku dibayar dan aku lepas, puji Tuhan, wahai jiwaku.’”
“Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah.” (Yeremia 33:6)

Kitab Yeremia menyebutkan tentang akibat dari dosa. Saat sang nabi mengucapkan nubuat ini, Yerusalem sedang dikepung oleh tentara Babilonia. Akibat ketidaksetiaan Israel, maka kota ini akan dipenuhi oleh tubuh orang mati.

Akan tetapi cerita tak berhenti di sini. Murka Allah tidak berlangsung selamanya. Allah berjanji akan menyembuhkan dan memulihkan Israel. “Dan kota ini akan menjadi pokok kegirangan: ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku di depan segala bangsa di bumi yang telah mendengar tentang segala kebajikan yang Kulakukan kepadanya” ( ay.9) [purnawan].

 

SMS from God: Jangan sampai masa lalu Anda menghantui masa kini Anda. Allah memberikan pengampunan dan pemulihan.
Read More

Selasa, 21 Juli 2015

Kekasih yang Lain

Nabi Yeremia sering disebut sebagai “nabi yang menangis” karena sering mengungkapkan kesedihannya melihat kehancuran moral kaum Yehuda. Dia menggambarkan kebejatan Yehuda itu seperti orang yang sedang berselingkuh.

Perselingkuhan Yehuda ini dalam rupa-rupa penyembahan berhala, perilaku tak bermoral dan ketidakadilan. Bangsa Israel menaati peraturan agama, namun mereka tidak memberi tempat bagi Tuhan di hati mereka. Allah memandang bahwa keputusan umat untuk mengandalkan diri sendiri dan tidak lagi bergantung pada Allah adalah setara dengan  perzinahan. Hal ini karena umat Israel tidak setia lagi kepada Allah.

Kita pasti tidak pernah membayangkan akan memiliki hubungan perselingkuhan di dalam pernikahan. Kebanyakan perselingkuhan tidak terjadi secara tiba-tiba, namun dimulai dengan ketidaksetiaan yang kecil. Mula-mula dianggap remeh karena hanya ketidaksetiaan kecil, namun tanpa disadari perlahan-lahan membesar sehingga meledak dan menggoncang pernikahan.
“Engkau telah berzinah dengan banyak kekasih, dan mau kembali kepada-Ku? demikianlah firman TUHAN.” (Yeremia 3:1)

Jika kita ingin menjaga kekudusan pernikahan, maka kita harus menolak setiap godaan ketidaksetiaan. Kita mesti kerap bertanya pada diri sendiri: Apakah penggunaan uangku untuk kepentingan keluargaku atau hanya memenuhi keinginanku? Apakah aku lebih banyak memikirkan kepentingan diri sendiri daripada pasanganku? Apakah aku sering mengorbankan  waktu yang mestinya untuk keluarga demi pekerjaanku?

“Kekasih yang lain” itu tidak hanya berupa manusia saja, tetapi bisa juga pekerjaan, minat, hobi, uang atau benda yang dapat mengalihkan kesetiaan kita dari pasangan hidup kita. [purnawan]

SMS from God: Ada banyak godaan untuk membuat kita tidak setia. Hendaknya kita jangan menganggap remeh terhadap godaan-godaan kecil
Read More

Minggu, 19 Juli 2015

Manis atau Masam?

Dalam bacaan ini, Allah menggambarkan diri-Nya sebagai pemilik kebun anggur dan Israel sebagai kebun anggirnya. Dia telah menetapkan lahan untuk menanam anggur, mengolah tanah dan melindungi kebun itu. Tetapi yang buah yang dihasilkan ternyata tidak sesuai dengan harapan. Tentu saja pemilik kebun anggurnya menjadi kecewa. Israel telah gagal memenuhi harapan Allah. Meskipun mereka masih melakukan ritual-ritual ibadah bagi Allah itu tidak ada artinya. Israel telah mengabaikan hal-hal yang dipandang lebih luhur seperti memelihara orang miskin, yatim piatu dan para janda.  Mereka menghasilkan panenan yang mengecewakan.
“Apa lagi yang harus Kulakukan terhadap kebun anggur itu? Aku mengharapkan kebun itu menghasilkan buah anggur yang manis, tetapi mengapa hasilnya buah anggur yang masam?” (Yes 5:4 FAYH)

Dalam pernikahan, Allah juga melakukan seperti petani anggur. Dia menyiapkan lahan, menyingkirkan batu dan memasang pagar pengaman. Allah menanam Anda pada ladang pernikahan yang subur untuk menghasilkan buah yang baik. Akan tetapi petani anggur tidak melakukan semuanya. Pohon anggur itu juga harus melakukan bagiannya yaitu bertumbuh dan menghasilkan buah.

Akhir-akhir ini semakin banyak pernikahan yang menghasilkan buah anggur yang asam. Buah yang mengecewakan petani anggur. Selain itu, ada juga pasangan yang menebas kehidupan “pohon anggur” itu dengan pisau perceraian.

Pernikahan itu tidak dinilai berdasarkan tingkat romantismenya tetapi berdasarkan buah yang dihasilkannya. Allah telah mempersiapkan segala sesuatunya, namun kita juga harus melakukan bagian kita: Saling mendukung, saling mengampuni, saling melayani, saling mengasihi dll. Dengan begitu maka pernikahan kita akan menghasilkan buah lebat dan manis yang memuaskan Allah sebagai pengusaha kebun anggur [purnawan].

 

SMS from God: Hidup pernikahan yang menghasilkan buah saja belum cukup. Pernikahan Anda harus menghasilkan buah yang manis.
Read More

Pengalaman dan Mengandalkan Tuhan

Seorang perempuan berusia 80 tahun berhasil melakukan pendaratan darurat di Wisconsin setelah sang pilot, yang juga suaminya, meninggal di udara. Helen Collins tetap tenang ketika dia mendaratkan pesawat kecil Cessna di bandara Cherryland, bahkan saat itu dia sudah mengetahui bahwa suaminya sudah meninggal.

Menurut James Collins, putranya, ibunya pernah mengambil kursus dasar penerbangan, yakni lepas landas dan mendarat, 30 tahun lalu. Itu pun atas permintaan ayahnya untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu terhadapnya saat dia mengajak istrinya terbang.

Helen Collins tidak pernah mendapat lisensi terbang. Tetapi, dia sudah ratusan kali mendampingi suaminya, John Collins, mengemudikan pesawat. Secara tidak sengaja, dia belajar dari mengamati suaminya. Hal ini sama dengan Daud. Dia belum pernah maju perang, namun dia sudah punya pengalaman melawan hewan yang tubuhnya lebih besar daripada dirinya.
“Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup” (1 Samuel 17:36)

Daud juga menyadari bahwa memiliki sumber kekuatan yang dahsyat yaitu dari Allah pencipta langit-bumi. Kombinasi antara pengalaman dan penyerahan diri pada Allah menjadi modal utama Daud untuk menjadi pahlawan Israel pada hari itu [purnawan].
SMS from God: Apa saja yang menjadi “Goliat” Anda hari ini? Dengan kekuatan dari Allah, beranikah Anda melawannya?
Read More

Sabtu, 18 Juli 2015

Nilai Keluarga

 

Ketika gempa dan tsunami menghantam Jepang, Hideaki Akaiwa (43 thn) sedang bekerja. Satu-satunya yang ada di pikirannya adalah menyelamatkan istri (20 thn) dan ibunya. Akaiwa tidak mau menunggu kedatangan tim penyelamat. Dia segera menyambar baju dan perlengkapan menyelam.

Akaiwa berenang sekuat tenaga melawan arus air laut untuk mencapai rumahnya. “Airnya dingin, gelap dan menakutkan,” kenang Akaiwa, ‘saya berenang di antara puing-puing.” Dia berhasil menyelamatkan istrinya.

Berikutnya dia mencari kabar ibunya. Berhari-hari dia mengecek setiap tempat pengungsian. Tapi hasilnya nihil. Suatu hari, tetangganya mengaku melihat ibu Akaiwa mengungsi di sebuah rumah. Akaiwa merenangi air sedalam leher manusia. Dia berhasil menemukan ibunya yang terjebak di lantai 2 sebuah rumah. Kondisinya panik karena selama 4 hari belum mendapat bantuan.

Setelah memastikan keluarganya selamat, Akaiwa tidak berhenti. Dia kembali terjun ke lokasi bencana untuk menyelamatkan orang-orang yang kalis dari musibah.
“Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.” (Yohanes 19:27)

Jepang adalah negara yang maju dan modern. Meski begitu, mereka tetap memegang teguh nilai-nilai dalam keluarga. Yesus juga menghargai keluarga. Itu sebabnya, sebelum wafat, Dia masih memikirkan ibu-Nya. Dia ingin memastikan bahwa ibunya tetap berada di dalam keluarga. Seberapa besar arti keluarga Anda? [Purnawan]

SMS from God: Keluarga seharusnya menjadi tempat paling hangat dan benteng paling kokoh bagi anggotanya.
Read More

Kamis, 16 Juli 2015

Setia Kawan

Video tentang dua ekor anjing yang tersesat setelah gempa dan tsunami di Jepang telah membantu para korban mengatasi kedukaan mereka. Dailymail melaporkan, dalam kondisi gemetar dan kotor, salah satu dari kedua anjing itu menjaga temannya yang terluka di antara puing-puing sebuah desa di timur laut Jepang. Kesetiaan sang anjing pada temannya ini menjadi sumber inspirasi masyarakat Jepang untuk saling menguatkan dalam menghadapi tragedi tersebut.
“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.” (Efesus 4:2)

Dalam situasi kehidupan yang sulit, manusia sering memilih untuk mengutamakan diri sendiri. Saya menjadi relawan di dua bencana, yaitu gempa bumi dan erupsi Merapi. Saat bantuan minim, muncul sikap egois di kalangan para pengungsi. Warga desa yang ada berada di ujung menghentikan semua bantuan yang datang. Bantuan itu mereka gunakan sendiri. Warga desa yang bermukim di wilayah lebih dalam tidak mendapat bagian dari bantuan tersebut.

Paulus mendorong jemaat di Efesus untuk saling membantu. Ini menjadi pertanda bahwa mereka saling mengasihi. Selain itu, mereka juga harus menunjukkan sikap yang selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Perhatikan kata “selalu.” Itu artinya, sikap dan perbuatan itu dilakukan sepanjang waktu dalam segala situasi  [Purnawan].

SMS from God: Suka membantu adalah ciri khas yang melekat pada orang Kristen.
Read More

Rabu, 15 Juli 2015

Rela Berbagi

Seorang polisi Jepang yang merupakan imigran Vietnam menulis surat kepada temannya di kampung halaman. Dia bertugas di Fukushima saat terjadi gempa. Surat ini dimuat di New America Media. Dia menceritakan kerasnya kehidupan paska gempa. “Kami hidup tanpa air dan listrik, dan ransum makanan mendekati nol,” tulisnya.

Suatu hari, dia ditugasi mengawal pembagian makanan di sebuah tempat pengungsian. Antreannya sangat panjang. “Aku melihat seorang anak kecil sekitar 9 tahun. Dia hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek dalam suhu yang sangat dingin. Dia berdiri di akhir antrean. Aku khawatir bahwa pada saat gilirannya tiba tidak ada makanan yang tersisa.” Anak ini yatim piatu. Ayah, ibu dan adiknya tersapu tsunami.

Terdorong oleh belas kasihan, polisi melepas jaketnya dan mengenakannya pada anak ini. Dia juga menyerahkan ransum makanan kepada anak ini. Alih-alih segera menyantapnya, anak ini justru meletakkan pemberian itu di tumpukan makanan yang akan dibagikan. "Aku lihat banyak orang yang lebih lapar dari aku Jika aku menaruhnya di sana, maka mereka akan membagikan makanan secara merata, " kata anak kecil itu.
“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (Yohanes 6:9)

Kerelaan berbagi juga ditunjukkan oleh seorang anak ketika ada lebih dari 5 ribu orang yang kelaparan. Sikap yang rela berbagi ini tidak muncul begitu saja. Pasti keluarganya telah mendidik dan membiasakan sikap yang mulia ini. Bagaimana dengan keluarga Anda? [purnawan].

 

SMS from God: Semua berkat yang kita dapatkan merupakan pemberian Allah. Kita wajib membagikan sebagian ke orang lain.
Read More

Selasa, 14 Juli 2015

Pemimpin

Sopir taksi di Vietnam diserang penumpangnya karena tak mau jalan terus saat lampu merah. Yang ironis, penumpangnya adalah Mayor Bui Minh Thang, orang nomor dua di divisi lalu lintas kepolisian provinsi Hau Giang, Vietnam. Ketika sopir itu tetap berhenti, Thang merebut kendali setir, mengancam akan menembaknya, dan menyerangnya menggunakan sabuk.

Kebetulan insiden itu terjadi di depan kantor polisi di kota Can Tho sehingga keduanya diminta masuk untuk ditanyai. Ceritanya belum berakhir karena Thang juga mengancam polisi yang memeriksa dan meminta seorang polisi untuk berlutut dan minta maaf. Usut punya usut, ternyata Thang mabuk berat setelah minum anggur dan bir sebelum naik taksi (harian Tuoi Tre).
“Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.” (Lukas 22:26)

Pemimpin itu posisi atau mandat? Banyak orang masih memahami pemimpin adalah orang yang berposisi lebih tinggi daripada orang lain. Itu sebabnya, ketika menjabat sebagai pemimpin maka mereka meminta keistimewaan dan hak khusus. Maka muncul istilah VIP (Very Important Person), sebuah layanan khusus yang diberikan kepada pemimpin. Ada konvoi khusus yang dikawal oleh mobil polisi jika pemimpin pergi jauh. Mereka boleh melanggar aturan lalu lintas.

Yesus membalikkan paradigma ini. Menurut Yesus, pemimpin adalah seorang pelayan. Pemimpin adalah sebuah mandat untuk melayani pengikutnya. Seorang pemimpin adalah orang memberikan diri untuk menyejahterakan pengikutnya. Kalau perlu mengurbankan diri demi pengikutnya [purnawan].

SMS from God: Menjadi pemimpin berarti harus siap untuk merendahkan diri dan melayani para pengikutnya.
Read More

Minggu, 12 Juli 2015

Berperilaku Utuh

Gereja Katolik Polandia menggelar Hari Doa nasional bagi pengemudi negara itu sebagai upaya untuk menggunakan semangat Kristen dalam meredam kemarahan di jalanan. Gereja juga menyelenggarakan dua hari retret bagi para pengemudi. Dalam retret itu mereka dapat merefleksikan sikap mereka ketika berada di belakang kemudi.

Cara mengemudi yang agresif dan buruk berkontribusi signifikan pada tingkat kematian yang tinggi di jalan-jalan Polandia, yang merupakan salah satu yang terburuk di negara maju. "Banyak di antara kami berperilaku seperti orang tidak percaya ketika sedang mengemudi," kata Pastor Marian Midura, penyelenggara hari doa itu. "Meski kami menggantung rosario, membawa gambar orang-orang kudus di dalam mobil, kami tetap tidak menghormati pengemudi lain."
“Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37)

Yesus menghendaki kita memiliki integritas. Integritas itu artinya “utuh.”  Antara pikiran, ucapan dan tindakan menjadi satu kesatuan yang utuh. Jika di gereja, kita diajar untuk “saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat” (Rm 12:10), itu artinya di jalan pun ajaran ini juga berlaku.

Jalan raya adalah tempat yang berbahaya. Ada banyak orang kehilangan nyawa di jalan. Sebagai orang Kristen, kita harus mengembangkan sikap yang bertanggungjawab. Tidak mengemudi ugal-ugalan, taat aturan, dan santun berkendara. Itu adalah aplikasi dari perintah “mengasihi” dan ‘memberi hormat” [Purnawan].

 

SMS from God: Orang yang santun di gereja, mestinya juga santun ketika ada di jalan.
Read More

Sabtu, 11 Juli 2015

Prahara Egoisme

Pasangan pengantin baru ini mengalami enam kali bencana alam saat bulan madu. Stefan dan Erika Svanstrom dari Swedia berbulan madu di Munich, Jerman, tapi terjebak badai salju terburuk di Eropa. Mereka beralih ke Cairns, Australia yang kemudian dilanda salah satu badai paling ganas dalam sejarah Australia. Mereka lalu pindah Brisbane, tetapi kota itu mengalami banjir besar. Mereka pergi ke Perth, tapi harus meloloskan diri dari amukan kebakaran hutan.

Saat mendarat di airport Christchurch, Selandia Baru, kota itu baru saja diguncang gempa berkekuatan 6,3. Karena kota itu hancur, mereka terbang ke Tokyo, Jepang. Di sana mereka diguncang gempa terbesar dalam sejarah Jepang.

Stefan Svanstrom mengatakan, meski mengalami semua itu, pernikahan mereka tetap kokoh. "Saya tahu perkawinan harus melewati sejumlah rintangan. Namun, saya pikir, kami telah melalui sebagian besar dari rintangan itu. Kami sudah mengalami sejumlah bencana, tetapi hal terpenting adalah bahwa kami tetap bersama-sama dan bahagia," kata Svanstrom kepada harian Swedia, Expressen.
“Para istri, hendaklah Saudara menaklukkan diri kepada suami masing-masing, karena itulah yang telah direncanakan Allah bagi Saudara. Dan para suami, hendaklah Saudara mengasihi istri dan bersikap baik kepadanya serta janganlah berlaku kasar terhadap dia.” (Kolose 3:18-19 FAYH)

Di luar bencana alam, ada prahara yang lebih dahsyat yang dapat menghempaskan biduk pernikahan yaitu badai egoisme. Masing-masing pihak merasa paling benar. Tidak ada yang mau mengalah. Maka, mereka masuk masa-masa yang sulit. Jalan keluarnya adalah istri yang  menundukkan diri dan suami yang mengasihi istri [Purnawan].

SMS from God: Dalam pernikahan, dua pribadi bisa menjadi satu jika masing-masing pihak mau merendahkan diri di hadapan pasangannya
Read More

Belajar dari Hewan

Seekor rusa selama beberapa hari telah menjaga angsa betina yang sedang mengerami telur di sebuah kompleks pemakaman di New York, bak adegan yang biasanya muncul di film anak-anak. Selama sedikitnya empat hari, rusa jantan itu berdiri dan berjaga-jaga di dekat sarang angsa betina Kanada sementara angsa tersebut mengerami telurnya.

Pegawai pemakaman baru sadar mengenai keadaan itu setelah rusa itu menghalangi saat mereka berusaha menangkap dan menempatkan kembali angsa liar itu. Rusa tersebut, yang menempatkan dirinya sebagai pelindung dari setiap mobil atau pejalan kaki yang mendekati sarang angsa itu.
“Hai pemalas, belajarlah dari semut. Belajarlah dari cara hidupnya dan jadilah bijaksana!” (Amsal 6:6 FAYH)

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang tertinggi dan mulia. Meski begitu, penulis amsal mendorong manusia untuk belajar kepada hewan. Dalam Amsal dituliskan supaya kita belajar kerajinan dan keuletan kepada semut. Inilah kelebihan manusia, yaitu bisa “belajar.” Sebagian besar hewan berperilaku menuruti naluri. Memang ada beberapa hewan yang bisa belajar, namun tidak bisa mempelajari hal yang kompleks.

Dengan belajar maka manusia dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Belajar itu tidak harus dengan bersekolah atau ikut kursus. Belajar bisa dilakukan dengan membaca, mengamati, menirukan, mendengarkan, mencicipi dll. Sepanjang otak dan panca indra masih berfungsi, kita masih bisa belajar. Dan belajar itu adalah hal yang menyenangkan. Apa yang Anda pelajari hari ini? [purnawan].

 

SMS from God: Tingkatkan kapasitas Anda dengan belajar hal-hal yang baru. Itu akan membuat hidup Anda bergairah.
Read More

Jumat, 10 Juli 2015

Mimpi Besar

Pelaut Inggris berusia 85 tahun mewujudkan mimpinya semasa kecil dengan berlayar melintasi Samudra Atlantik. Seperti diberitakan Associated Press, Anthony Smith dan tiga temannya mendarat di Philipsburg, St Maarten, di Karibia,  setelah berlayar selama dua bulan. ”Sebagian orang bilang ini gila. Tetapi, apa lagi yang akan Anda lakukan pada usia seperti ini?” kata Smith. Dia ingin membuktikan, orang tua bisa menjalani petualangan yang berbahaya.

Mereka juga ingin mengumpulkan dana untuk lembaga nonprofit WaterAid yang menyediakan air layak minum bagi masyarakat tak mampu. Uniknya, modal mereka berlayar diperoleh karena Smith ditabrak mobil hingga pinggangnya patah. ”Saya dapat uang ganti rugi. Apa yang akan Anda lakukan dengan uang itu? Saya sih membeli perahu layar,” katanya.
“Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini” (Yosua 14:10)

Semangat yang sama juga dimiliki oleh Kaleb. Pada waktu Kaleb berusia 40 tahun, Musa berjanji akan memberikan tanah Hebron kepadanya. Namun sampai Kaleb berusia 85 tahun dan Musa sudah digantikan oleh Yosua, janji itu belum digenapi. Meski demikian selama 45 tahun, mata Kaleb selalu tertuju ke Hebron itu. Meski tubuhnya tidak sekuat dulu, namun tekadnya masih kuat. Dia meminta izin Yosua untuk merebut tanah yang dijanjikan kepadanya itu.

Apa mimpi besar Anda hari ini? Mimpi akan memberi tenaga kepada kita untuk menjalani kehidupan ini dengan bergairah. Jika mimpi belum terwujud juga, jangan cepat menyerah. Banyak orang butuh waktu puluhan tahun untuk mengubah mimpinya menjadi nyata. Jangan menyerah! [Purnawan].

 

SMS from God: Untuk bermimpi besar itu tidak membutuhkan biaya. Bermimpilah! Tapi jangan lupa untuk bangun dan mewujudkan mimpi itu.
Read More

Kamis, 09 Juli 2015

Keluarga yang Rukun

 

Sesekali waktu, keluarga kami mencari makan malam di luar. Sebelum berangkat kami biasanya mendiskusikan akan makan di mana. Bagi Kirana (4,5 tahun), anak kami, kriteria utama tempat makan adalah jarak. Dia selalu memilih tempat makan yang jauh. Semakin jauh, dia merasa semakin senang, meski masakannya biasa saja. Sebaliknya, walau masakannya enak, tapi kalau jaraknya dekat rumah, maka bagi Kirana tempat itu tidak asyik.

Rupanya bagi Kirana, acara makan malam itu bukan sekadar mengisi perut yang kosong. Perjalanan yang jauh dan lama merupakan kesempatan untuk berinteraksi di dalam keluarga. Acara makan malam adalah kesempatan bagi keluarga untuk bercengkerama.  Saat makan, Kirana hanya menyantap beberapa sendok. Namun itu sudah cukup memuaskannya.
“Betapa mengagumkan dan betapa menyenangkan apabila kaum keluarga hidup dalam kerukunan.” (Mazmur 133:1 FAYH)

Pemazmur mengatakan keluarga yang hidup dalam kerukunan memiliki suasana yang menyenangkan. Tidak hanya itu, keluarga yang rukun juga membuat orang lain kagum. Keluarga yang hidup rukun membuat anggota keluarganya selalu merasa rindu untuk pulang ke rumah. Theodore Roosevelt, mantan Presiden AS berkata,"Aku lebih suka melewatkan waktu bersama dengan keluargaku daripada dengan petinggi-petinggi dunia manapun.”

Di dalam keluarga yang rukun ini, Allah berjanji akan mencurahkan berkat-berkat-Nya dengan deras. Sederas embun yang mengalir dari gunung-gunung di Hermon menuju Sion. Setelah pulang bekerja, ke manakah Anda pergi? Apakah tak sabar untuk pulang ke rumah? [Purnawan]

 

SMS from God: tempat perteduhan yang paling menyenangkan adalah keluarga. Di sini kita bisa berperilaku apa adanya. Kita tidak perlu berpura-pura.
Read More

Rabu, 08 Juli 2015

Hidup dalam Kasih

Seorang perempuan di Solo ditinggalkan suaminya yang menikah lagi. Dia harus mengurus enam anak yang masih kecil, padahal penghasilannya pas-pasan. Berkat kegigihan dan keuletannya, akhirnya semua anaknya bisa mandiri meski hidup sederhana.

Menjelang usia  senja, mantan suaminya ini sakit parah dan ditinggal pergi oleh istrinya dalam keadaan sekarat. Tidak ada yang merawatnya. Mendengar kabar ini, perempuan Solo ini membuat keputusan yang mengejutkan. Dia menjemput mantan suaminya ini dan membawanya pulang ke rumah. Banyak orang yang tidak habis mengerti perbuatannya. Bahkan anak-anaknya pun memprotes ibunya karena mereka masih sakit hati atas tingkah bapaknya. Namun perempuan ini tetap kokoh pada pendiriannya. Dia merawat pria yang pernah mengkhianati dirinya dengan penuh kasih sampai akhirnya mantan suaminya meninggal dunia.

“Mengapa ibu melakukan itu?” tanya pendetanya kagum.

“Entahlah pak. Saya hanya merasa harus melakukannya saja,” jawabnya.
“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” (Yohanes 15:12)

Setiap pengikut Kristus pasti mengasihi orang lain. Ini adalah sebuah keniscayaan karena setiap pengikut Kristus pasti berada dalam lingkup kasih-Nya.  Perempuan Solo ini tidak bisa menjawab dengan kata-kata mengapa dia memutuskan untuk merawat pria yang menyakiti hatinya. Itu adalah sebuah tindakan kasih. Sebuah perbuatan yang didorong oleh kasih sudah cukup untuk menunjukkan bahwa dia adalah pengikut Kristus.

Tengoklah sekitar Anda! Apakah ada yang sedang membutuhkan kasih? Ulurkan tangan Anda untuk merengkuhnya [Purnawan].

 

 

 

SMS from God: Hukum “mata diganti mata” hanya akan membuat dunia ini menjadi buta—Mahatma Gandhi
Read More

Selasa, 07 Juli 2015

Doa Bertiga

Suatu hari seorang pendeta mengadakan perjalanan ke sebuah pulau terpencil. Dia ingin memberitakan Injil ke sana.  Ternyata pulau itu hanya dihuni tiga orang dan semuanya sudah mengenal Kristus.  Pendeta terkesima dan ingin menjajaki pengetahuan rohani mereka.

“Yang kami tahu hanya berdoa,” kata penduduk asli.

“Tolong tunjukkan kalau kalian berdoa,” pinta pendeta.

“Kami berdoa begini: ‘Hey, Engkau bertiga, ampunilah kami bertiga.’ Itu saja,” jawab mereka.

Maka pendeta memutuskan untuk memberikan pengajaran, termasuk mengajarkan Doa Bapa Kami, kepada mereka.

Setahun kemudian, pendeta naik sampan untuk mengunjungi pulau itu kembali. Saat mendekati pantai, tiga penduduk asli bergegas menghampiri pendeta. “Maaf pendeta, kami melupakan Doa Bapa Kami yang Anda ajarkan. Bisakah Anda mengajari kami lagi,” seru mereka sambil berjalan di atas air.

Pendeta terdiam sejenak. “Kalian tidak perlu lagi belajar berdoa pada saya. Apa pun doa kalian, pasti didengarkan Tuhan,” seru pendeta takjub.

 
“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” (Roma 8:26)

Dalam doa, bahasa dapat digunakan untuk menyampaikan keinginan kita kepada Tuhan. Akan tetapi rumusan kata-kata tidak menjadi syarat utama untuk berdoa. Sekali pun kita sudah tidak bisa berkata-kata lagi, Roh Kudus akan membantu kita menyampaikan keluhan-keluhan kita kepada Allah.  Allah kita adalah Tuhan yang maha tahu. Dia mengenal hati anak-anakNya dan mendampingi dalam pergumulan mereka[Purnawan].

 

SMS from God: Saat kita angkat tangan dan berserah kepada Allah, maka Allah segera turun tangan.
Read More

Kamis, 28 Mei 2015

Pemulihan

Umat pilihan Allah itu tercerai menjadi 2 kelompok, yaitu Israel (bagian utara) dan Yudea (bagian selatan). Kedua kelompok sama-sama memberontak kepada Allah dan berbuat dosa, sehingga Allah membiarkan mereka diasingkan ke negeri lain. Selama berada di pengasingan ini, Allah tidak meninggalkan mereka sama sekali. Allah mengutus para nabi untuk menyempaikan firman-Nya.

Yeremia adalah nabi yang diutus untuk menyampaikan sabda Tuhan kepada bangsa Yudea. Dia menyampaikan kabar yang menimbulkan pengharapan. “Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel dan Yehuda.” Ini adalah kabar tentang pemulihan. Allah akan mengembalikan kedua bangsa itu kembali ke negerinya dan memulihkan mereka kembali. Allah akan menjadi Tuhan mereka, dan bangsa Israel akan menyembah Allah.
“Sebab, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel dan Yehuda — firman TUHAN — dan Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya.” (Yeremia 30:3)

Mungkinkah kita mengalami pemulihan setelah melakukan perbuatan dosa yang menjijikkan di hadapan Allah? Tentu saja mungkin. Kerinduan Tuhan adalah memulihkan dan membangun kembali puing-puing di hati manusia. Itu sebabnya Allah mengutus Anak-Nya untuk menjemput kita dari negeri pengasingan. Allah selalu ingin bertahta di hati Anda. Maka izinkanlah Allah membangun kembali bait Allah di dalam diri Anda, sehingga Anda hanya menyembah Allah, bukan yang lain. Daud berseru: “Kembalikan kepadaku sukacita keselamatan yang daripada-Mu, dan jadikanlah aku rela menaati Engkau.” (Mzm 51:12 FAYH). Untuk mengalami pemulihan sukacita dan keselamatan, kita juga harus menaati Allah.

 

SMS from God: Tuhan rindu untuk memulihkan Anda. Bukalah hati Anda supaya Allah memulihkan sukacita Anda.
Read More

Rabu, 27 Mei 2015

Dengarkan Sentuhan-Nya

Banyak orang yang sudah tahu bahwa musisi Ludwig van Beethoven mulai tuli pada usia 20 tahun. Namun tidak banyak yang tahu bagaimana caranya dia menciptakan mahakarya musik klasik dengan pendengaran yang tidak sempurna itu. astounds me. Dia meyentuhkan ujung tongkat kayu pada kotak suara piano, lalu dia menggigit ujung tongkat yang lain. Dengan demikian dia merasakan getaran atau vibrasi suara. Beethoven mendengarkan dengan cara sentuhan.
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. (Lukas 5:12-13)

Dalam bacaan renungan, di tengah kerumunan dan kegaduhan banyak orang, Yesus “mendengar” ada seorang perempuan sakit yang menyentuhnya. Perempuan ini percaya bahwa dengan menyentuh saja maka dia akan sembuh. Sementara itu Yesus menyadari “bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya” (Mrk 5:30 ).  Yesus tidak mengabaikan ini. Dia tahu bahwa perempuan ini memiliki iman yang besar. Maka Yesus pun meneguhkan iman perempuan ini.

Dalam berbagai kesempatan Yesus mendengarkan dan melayani  “sentuhan.” Bahkan ketika orang kusta meminta kesembuhan, Yesus pun tak segan-segan mengulurkan tangan dan menyentuh tubuh orang kusta itu.

Yesus juga “menyentuh” hati kita yang terdalam. Percayalah kepada-Nya dan rasakan jamahan tangan-Nya.

 

SMS from God: Tuhan Yesus selalu ingin mendekat, menjamah dan memulihkan Anda
Read More

Kamis, 09 April 2015

Semua Pekerjaan adalah Ladang Pelayanan

Cara pandang atas dunia kerja modern ini banyak dipengaruhi oleh pemikiran Yunani yang berusia hampir 3000 tahun. Pemikiran mereka berpusat pada manusia dan berusaha menjauhkan diri dari Allah. Protragoras melemparkan pepatah bahwa, “manusia adalah tolak ukur segala hal.”

Pola pikir orang Yunani tidak dapat dipisahkan dari konsep “dualisme”, yaitu gagasan tentang tingkatan yang lebih tinggi dan lebih rendah. Tingkatan lebih tinggi disebut “bentuk” yang terdiri dari  ide, gagasan dan pikiran yang tidak pernah mati. Sedangkan tingkatan yang lebih rendah bersifat rendah dan sementara. Hal yang bersifat rohani dianggap lebih mulia dan lebih tinggi daripada hal bersifat jasmani. Dari sini muncullah pemisahan bidang pekerjaan antara yang sekuler dan rohani. Pekerjaan duniawi atau sekuler lebih rendah daripada pekerjaan rohani.

Pandangan ini menyebabkan orang yang bekerja di sektor biasa atau pemerintah merasa belum melayani Tuhan. Mereka menganggap pekerjaannya itu masih kalah berharga di mata Tuhan dibandingkan dengan pekerjaan di lembaga pelayanan atau gereja.

Akan tetapi pandangan alkitabiah tidak dualistik. Tidak ada yang “lebih tinggi” atau “lebih rendah.” Pemazmur berkata, “Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya” (24:1). Dalam Perjanjian Lama memang ada perbedaan yang jelas antara pekerjaan yang suci dan sekuler, namun perbedaan itu sudah dihapus dalam Perjanjian Lama.

Larry Peabody menulis (Secular Work is Full-Time Service), dalam Perjanjian Baru Allah tidak menggambarkan kehidupan kristiani sebagai kehidupan yang terbagi dua: yang suci dan yang sekuler. Sebaliknya, Dia menunjukkannya sebagai kehidupan yang menyatu, menyeluruh, sehingga kita dapat melayani-Nya dengan sepenuh hati, bahkan dalam pekerjaan kita sehari-hari.

Dalam kebenaran yang mulia dan membebaskan ini, yakni kebenaran di dalam Kristus, Allah telah menunjukkan kebenaran yang seakan mustahil. Dalam Kristus, apa dulu sekuler telah disucikan. Tembok pemisah telah dirobohkan. Semua yang yang diciptakan Allah itu baik dan satu pun tidak ada yang haram, jika semuanya diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh Firman Allah dan oleh doa ( 1 Timotius 4:4-5).

Dengan demikian semua pekerjaan itu suci. Semua jenis pekerjaan itu adalah ladang pelayanan kita kepada Tuhan. Tolak ukurnya adalah apakah jenis pekerjaan Anda itu selaras dengan rancangan Allah atau tidak. Jika ya, maka selamat, Anda telah melayani Allah sepenuh waktu [purnawan].

 
Read More

Rabu, 08 April 2015

Sungguh-sungguh

Lima pegawai dinas pajak daerah di China dijatuhi skors karena ketahuan tidur atau membaca koran saat berlangsung konferensi jarak jauh dengan atasan mereka di Beijing. Ironisnya, isi konferensi jarak jauh itu adalah soal memberantas kemalasan saat jam kerja. Kantor berita Xinhua melaporkan, kelima orang itu menempati posisi penting di dinas pajak Provinsi Shanxi, China utara. Tidak dijelaskan berapa lama skors yang mereka terima. Mereka seharusnya berpartisipasi dalam pertemuan jarak jauh itu sebagai bagian dari kampanye mendorong peningkatan disiplin kerja. Kampanye itu digelar untuk mengingatkan pegawai negeri dan pejabat pemerintah bahwa mereka tak boleh meninggalkan pos mereka, bermain kartu atau komputer, atau ”menghadiri aktivitas rekreatif” selama jam kerja.

Banyak orang bekerja karena keterpaksaan. Kepada jemaat di Kolose, Paulus menasihati supaya mereka melakukan segala sesuatu dengan segenap hati. Kata “segenap hati” dalam bahasa aslinya adalah ek psuches yang berarti “berasal dari jiwa.” Itu artinya mereka harus mengerjakan dengan sungguh-sungguh sebagaimana mengerjakan untuk Tuhan, yang mengetahui hati dan jiwa setiap manusia.
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)

Segala tindakan dan ucapan manusia itu berasal dari dorongan hati. Jika hatinya mencintai pekerjaan itu, maka dia akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Hal itu tercermin dari wajah yang ceria. “Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik”(Kej. 4:7).

Pekerjaan apa yang sedang Anda kerjakan hari ini? Apakah hati Anda berada dalam pekerjaan itu? Apakah Anda sudah bekerja dengan muka berseri-seri?[purnawan]

SMS from God: Orang yang mencintai pekerjaannya biasanya sangat termotivasi oleh antusiasmenya sendiri untuk terus memperbaiki kemampuan diri dan meningkatkan prestasinya
Read More

Senin, 06 April 2015

Permainan

Dua anak Amerika menggunakan pistol mainan untuk merampok permen dan keripik dari rekan-rekan sekelas mereka.  Kelima korban tengah berjalan pulang saat salah satu anak mencabut pistol mainan dan menodong mereka.Para korban yang berusia antara 7 dan 11 tahun mengaku mengenal orang yang merampok mereka. "Pelaku menodongkan pistol ke kepala salah satu korban mereka dan bertanya, 'Mana uangnya?”Kedua bandit kecil itu mengambil permen dan keripik kentang dari tas para korban mereka

Alat permainan dapat membahayakan anak-anak. Untuk itu kita perlu cermat dalam membeli mainan. Misalnya, apakah suaranya terlalu bising? Apakah cat-nya mengandung racun? Apakah ukurannya terlalu kecil sehingga mudah tertelan anak-anak? Waktu kecil, ayah saya menemukan sebutir peluru. Didorong rasa ingin tahu, dia membakarnya dan meledak. Untung, proyektil peluru lewat di antara kedua kakinya.
“Janganlah segan-segan mendidik anakmu. Jika engkau memukul dia dengan rotan, ia tak akan mati,” (Amsal 23:13 BIS)

Bermain adalah hak anak. Permainan memberikan banyak keterampilan pada anak-anak. Namun orangtua punya kewajiban memastikan bahwa permainan itu bermanfaat dan tidak membahayakan anak. Penulis Amsal menegaskan perlunya ketegasan dalam mendidik anak. Ada kalanya kita harus bertindak tegas [rotan] ketika anak bermain hal yang membahayakan[Purnawan].

SMS from God: Ketegasan berbeda dengan kekerasan. Ketegasan diperlukan untuk menyelamatkan anak.

 
Read More

Minggu, 05 April 2015

Kebiasaan

Sarah sudah lama menunggu sebelum akhirnya ada orang yang akan mendonorkan ginjalnya. Namun dia tidak menyangka yang mendonorkan ginjal adalah Melody, putrinya sendiri. Tanpa memberitahu ibunya, Melody (18 tahun) pun langsung menjalankan tes di rumah sakit untuk sebelum mendonorkan ginjalnya.

"Ini merupakan pengorbanan dari seorang remaja, saya hampir tak mempercayai ini. Saya tidak pernah merasakan rasa cinta dari putri saya yang seperti ini," ujar Sarah.

Mengapa Melody melakukan itu? Melody mengatakan, dirinya teringat akan ibunya yang saat itu mengandung adiknya, Ernie. Perjuangan pun dihadapi ibunya saat mengandung. Setelah Ernie lahir, ibunya kembali mengalami masalah yaitu pada ginjalnya.
“Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.” (Mazmur 71:17)

Patut mendapat pujian di sini tidak hanya Melody saja, tapi ibunya juga. Dia berhasil mendidik anaknya untuk mau peduli pada orang lain. Sikap hidup seperti ini tidak dibangun dalam sekejap, tapi dibiasakan secara terus-menerus sejak kecil. Hal yang sama dialami oleh pemazmur. Sejak kecil dia telah diajar untuk memuji Allah. Pendidikan itu membuat iman yang diterimanya menjadi keyakinan yang teguh: Allah adalah dasar kehidupan yang tahan uji. Sekalipun timbul tantangan dan kesulitan, ia mempercayakan diri pada Tuhan [purnawan].

 

SMS from God: kebiasaan baik memerlukan waktu bertahun-tahun, tidak dapat dibentuk secara instan.

 
Read More

Sabtu, 04 April 2015

Mengukur Dua Kali

Seorang wanita Amerika tertabrak mobilnya sendiri ketika mencoba menolong seorang pria tua mengejar anjingnya yang melarikan diri. Anjing terrier milik Jack Russel, mengunyah tali sebelum berhasil melarikan diri. Perempuan itu pun langsung menolong Russel yang saat mengejar anjingnya.

Saat menolong Jack, perempuan itu tampaknya lupa menarik rem tangan saat memarkir mobilnya. Mobil itu pun langsung meluncur dengan pintu terbuka dan menghantamnya. Perempuan itu terluka ringan dan mulai membaik.
“Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan” (Amsal 21:5)

Sebuah kisah konyol, sekaligus tragis. Kita pun mungkin pernah mengalami hal serupa. Penyebabnya karena kita tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu. Kita tidak menyediakan waktu yang cukup untuk menyusun rencana dengan baik. Akibatnya, keinginan kita tidak tercapai dengan optimal. Bahkan bisa jadi malah gagal total.

Sebuah kesuksesan dimulai dari perencanaan. Perencanaan yang baik adalah separuh jalan menuju kesuksesan. Bagi tukang kayu, berlaku hukum ini: “Mengukur dua kali, menggergaji sekali.”  Sebelum memotong kayu, tukang kayu harus mengukur dengan cermat. Jika tidak, maka jika terlanjur terpotong, maka kayu itu tidak dapat disatukan kembali.

Jangan tergesa-gesa jika akan melakukan sesuatu. Buatlah rencana dengan matang. Maka menurut penulis Amsal akan menghasilkan kelimpahan[purnawan].

 

SMS from God: Jika Anda tidak membuat perencanaan saat melakukan sesuatu yang besar, maka Anda telah membuat rencana untuk gagal.
Read More

Kamis, 02 April 2015

Semangat yang Patah

Para peneliti mengatakan bahwa walaupun pola hidup berubah lebih sehat seperti, makan makanan yang bergizi, memulai olah raga, tidur 6-8 jam setiap malam, berpantang pada alkohol, rokok dan obat-obat berbahaya lainnya, tapi jika tingkat stress tetap tinggi, maka untuk menjadi lebih sehat sangatlah lambat.

Dalam versi New King James, “semangat yang patah”, berarti “roh/jiwa yang hancur.” Kata ini digunakan untuk melukiskan keadaan manusia yang telah kehilangan gairah hidup. Dia merasakan kesusahan, kekecewaan, kekuatiran, kepedihan hati, kepahitan dll. Terhadap situasi ini, raja Salomo menyebutkan akibatnya, yaitu dapat mengeringkan tulang alias mengganggu kesehatan tubuh.
 “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” (Amsal 17:22)

Apa yang kita pikirkan dan rasakan, dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. E G White, seorang penulis terkenal menulis: “Penyakit pikiran terjadi dimana-mana. Sembilan dari sepuluh penyakit yang diderita manusia berasal dari pikiran.” Memang, tidak semua penyakit diakibatkan secara langsung oleh pikiran kita.  Contohnya, karena berhubungan seks dengan berganti-ganti pasangan maka seseorang ber-risiko tertular penyakit kelamin, bahkan AIDS.

Situasi pikiran dan batin kita juga berpengaruh terhadap hasil pekerjaan kita. Salomo menulis, “Hari orang berkesusahan buruk semuanya” (Ams.15:15). Orang yang suasana hatinya sedang buruk, biasanya melakukan banyak kesalahan. Untungnya, kita diberi kemampuan untuk mengendalikan suasana hati dan pikiran Anda. Itu artinya, ketika menghadapi kenyataan yang tidak menyenangkan, Anda punya pilihan: patah semangat atau tegar. Saya berharap Anda sepakat dengan saya, yaitu pilihan kedua. [Purnawan]

 

Manusia bukan robot. Dia diberi hikmat dan kehendak bebas untuk mengendalikan pikiran dan perasaannya.
Read More

Rabu, 01 April 2015

Daya Pengampunan

Seorang pria yang mengaku mencuri di toko Seattle Sears berpuluh-puluh tahun lalu mengembalikan uang curian dengan bunganya. Pria paruh baya memberikan sebuah amplop yang ditujukan kepada manajer toko. "Pada tahun 40-an, saya mencuri uang dari mesin kasir sejumlah USD20. Saya ingin mengembalikan uang tersebut sebesar USD100," demikian tulis surat tersebut

Yang menarik, sebenarnya pihak toko memergoki aksi pencurian itu, tapi mereka memutuskan untuk mengampuni dan tidak melapor polisi. Kesabaran itu tidak sia-sia. Ternyata sang pria itu mengakui kesalahannya. Uang itu pun rencananya akan diberikan untuk membantu para keluarga yang tidak mampu.
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9)

Mengampuni bukan sebuah saran, melainkan perintah Tuhan. Tidak mau mengampuni justru akan merugikan diri sendiri.  Dalam batin kita akan selalu tersimpan sebuah kepahitan yang merusak. Tubuh kita juga ikut terpengaruh: kita terjangkit sakit kepala; pencernaan terkena sembelit, maag dan diare; jantung berdegub kencang dll. Mengetahui hal ini, Allah menwajibkan kita untuk mengampuni. Jika kita tidak mau mengampuni, maka sama seperti hamba itu, kita akan mendapat murka Allah.

Kita mampu mengampuni karena Tuhan telah mengampuni kita. Kita tidak akan kesulitan dalam mengampuni karena Tuhan telah memberi contoh yang indah tentang pengampunan dan memberi kekuatan untuk mengampuni. Mengizinkan pengampunan Tuhan meresap ke dalam hidup kita dan memperbarui kita merupakan langkah pertama menjadi orang yang penuh pengampunan. [purnawan]

SMS from God: Mengampuni itu seperti mengeluarkan racun dalam tubuh kita. Kita terhindar dari bahaya.
Read More

Selasa, 31 Maret 2015

Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu

Saat menjadi pelatih Manchester City, Roberto Mancini sering mendapat kritikan pedas dari Mark Hughes. Mancini adalah pelatih yang menggantikan Hughes. Meski sering dikecam, Mancini tenang-tenang saja. Ia bahkan mengaku senang dengan kritikan tersebut.

"Setiap manajer memiliki metode dan perilaku sendiri. Saya menghormati setiap pendapat. Saya tidak punya masalah apapun dengan pelatih lain," kata  Mancini kalem. Alih-alih membalas cacian, Mancini memilih untuk bekerja meningkatkan prestasi timnya.
Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (Markus 2:16)

Dalam pelayanan dan pekerjaan, selalu saja ada orang-orang yang ceriwis semacam ini.  Mereka gemar mengevaluasi dan mengritik hasil kerja orang lain.

Yesus pernah menjadi korban orang seperti ini. Apa pun yang dikerjakan oleh Yesus, selalu dianggap salah oleh ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi. Ketika Yesus makan bersama orang berdosa, ketika Yesus menyembuhkan pada hari Sabat, ketika Yesus diurapi perempuan sundal, orang Farisi itu melontarkan kecaman.

Apakah Anda pernah mengalami situasi seperti ini: Anda sudah bekerja sekuat tenaga dan melayani dengan tulus, tetapi alih-alih mendapat pujian, Anda malah menuai kecaman? Jika 'ya', marilah kita belajar dari Tuhan Yesus. Dia sangat memahami tujuan pelayanannya, yaitu menyelamatkan orang berdosa.  Itu sebabnya, Dia tidak terpengaruh meskipun ada banyak orang yang menyerang pekerjaan-Nya. Jika Anda meyakini bahwa pelayanan Anda berada pada jalur pelayanan, go ahead! Maju terus!  (Purnawan)

 

SMS from God: Seorang pembajak, jika menginginkan hasil bajakan yang baik, harus bergerak dan memandang ke depan.
Read More

Senin, 30 Maret 2015

Kekhawatiran dan Kekayaan

Seorang jutawan asal Austria mendonasikan seluruh uangnya karena uangnya tidak membuatnya bahagia. Karl Rabeder menjual perusahaannya, rumah dan mobil mewahnya, pesawat pribadinya, dan mendonasikan seluruh uangnya ke sebuah yayasan. Yayasan tersebut akan memberikan pinjaman dana kepada masyarakat di negara-negara miskin yang ada di belahan dunia ini.

“Saat ini saya bahagia. Cinta, sinar matahari, dan udara segar, itulah yang saat ini membuat saya bahagia,” ujar Karl, seperti dikutip Orange.  “Memiliki sedikit uang merupakan hal yang sangat membahagiakan bagi saya. Ketika saya melihat foto saya dahulu, saya tampak sedih,” tambahnya.
Lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.” (Markus 4:19)

Kekhawatiran bukan hanya monopoli orang miskin. Orang kaya juga selalu khawatir tentang hartanya.Setiap hari dia memikirkan bagaimana cara mengamankan, menginvestasikan dan melipatgandakan. Dia telah menjadi hamba uang (Mat.6:24).

Dalam bahasa Yunani, kata “kekhawatiran” juga berarti “terbagi.”  Kekhawatiran membuat hati dan pikirannya terbagi. Dia sibuk memikirkan apakah saham akan turun? Bagaimana suku bunga besok? Apakah penjualan bulan ini memenuhi target? Dalam situasi seperti ini, dia kesulitan untuk membangun kehidupan doa, membiasakan diri bersaat-teduh atau melakukan pelayanan. Lalu, apa yang harus dilakukan? “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Ptr.5:7) (purnawan)

SMS from God: Babatlah semak berduri di sekitar Anda, maka Anda akan bertumbuh dengan pesat
Read More

Minggu, 29 Maret 2015

Belas Kasihan

Biasanya pengemis akan menyimpan duitnya untuk dirinya sendiri, tapi tidak dengan Wang Zhiyou. Dia mengemis untuk disumbangkan untuk orang yang lebih membutuhkan.Pria berusia 41 ini telah mengemis selama 15 tahun dan dijuluki sebagai "Pengemis Dermawan dari Timur Laut".

Biasanya dia tinggal di satu tempat selama satu bulan hingga akhirnya pindah tempat lainnya."Setelah satu bulan mengemis, saya langsung menyumbangkan uang tersebut kepada orang yang membutuhkan.," ujarnya pada China Daily.

Sepanjang “karirnya” sebagai pengemis, Wang sudah menyumbangkan dana sebesar Rp57 juta.
“Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.” (Lukas 10:33)

Dalam perikop kita, sang imam memiliki alasan yang sah untuk tidak memberikan pertolongan. Sebagai imam, dia punya tugas "konstitusional" yang besar. Demikian pula orang Lewi. Ada tugas penting yang menunggunya.

Secara hukum, kedua orang ini tidak dapat disalahkan.  Akan tetapi ada satu aspek yang mereka abaikan, yaitu belas kasihan (compassion).  Dalam perumpamaan ini, Yesus menghendaki supaya kita memprioritaskan untuk memberikan belas kasihan. Sama seperti Wang, si pengemis, orang-orang tidak berharap bahwa orang Samaria itu untuk memberi pertolongan. Namun orang Samaria menyingkirkan alasan itu. Dia tetap memberi pertolongan.

Mari kita singkirkan ”alasan-alasan” yang menghalangi kita untuk berbelas kasihan.(purnawan)

 

SMS form God: Dahulukan yang utama. Yang terutama di antara segala hukum adalah kasih.
Read More

Sabtu, 28 Maret 2015

Saling Membantu

Robin Lim,seorang warga negara Amerika yang membantu ribuan warga miskin Indonesia untuk mendapatkan kehamilan dan persalinan yang sehat. Atas jasanya ini, dia dinobatkan sebagai  CNN Hero of the Year 2011.

Melalui klinik kesehatan Yayasan Bumi Sehat, wanita berusia 54 tahun ini, memberikan perawatan pascapersalinan, layanan persalinan, dan bantuan medis gratis di Indonesia.“Tiap nafas pertama bayi di bumi ini adalah perdamaian dan cinta. Tiap ibu seharusnya sehat dan kuat.Tiap kelahiran seharusnya aman dan menyenangkan.”

Di dalam setiap orang tersimpan perasaan altruisme, yaitu hasrat untuk menolong orang lain. Ada bermacam-macam kadar altruisme. Ada yang menolong orang lain, disertai dengan pamrih, tapi ada juga orang yang menolong secara ikhlas. Dia tidak mengharapkan balasan apa-apa. Apapun motifnya, semangat altruisme ini perlu dikembangkan.
“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.” (Efesus 4:2)

Yesus menghendaki setiap murid-Nya untuk bertumbuh dan berbuah. Jika kita tidak berbuah, nasibnya sudah jelas, yaitu "dipotong" (Yoh.15:2). Salah satu bentuk dari buah itu, menurut Paulus adalah "kemurahan"(Gal.5:22). Nah, jika ada di antara orang Kristen yang tidak mau menunjukkan kemurahan dalam membantu orang lain, maka dapat dikatakan orang itu belum berbuah.

Ada banyak kesempatan bagi kita untuk menunjukkan kemurahan hati.  Yang perlu kita lakukan adalah memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar kita (purnawan).

 

SMS from God: Berilah kemurahan pada orang lain, karena Anda sudah lebih dulu mendapat kemurahan dari Tuhan.

 
Read More

Jumat, 27 Maret 2015

Setia

Seorang perempuan yang ternyata kaya raya mewariskan harta bendanya untuk suster yang telah merawatnya. Tidak lupa, dia juga menyisihkan dana untuk kucing kesayangannya.

Orang kaya murah hati yang hanya disebut nama depannya saja, Maria Assunta, memberikan warisan kepada suster dan kucingnya karena merasa tidak ada rumah penampungan hewan yang cukup baik untuk kucingnya. Maria Assunta masih muda dan belum memiliki anak ketika suaminya, pengusaha real estate, meninggal.

Susternya, Stefania, mengatakan, Maria kesepian hampir sepanjang hidupnya. Empat tahun lalu, dia menyelamatkan seekor kucing hitam dari jalanan. Pengacara Maria, Il Messagiero, mengatakan, Maria menulis surat wasiat dan meninggalkan kekayaan sebesar 10 juta euro.

”Saya berjanji akan menjaga kucing itu setelah dia meninggal,” kata Stefania yang tak sadar jika pasien yang dirawatnya kaya raya.
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10)

Setiap orang memiliki tanggungjawab masing-masing.  Jika kita setia terhadap tanggungjawab yang dipercayakan kepada kita, maka Allah akan memberikan tanggungjawab yang lebih besar lagi.

Ukuran keberhasilan tidak ditentukan dari besarnya peran yang kita miliki, tetapi berdasarkan kesetiaan kita terhadap tanggungjawab itu.  Seorang yang setia menjalankan tanggungjawabnya akan mendapat kepercayaan untuk tugas yang lebih besar.. Lakukan tugasmu dengan setia. [Purnawan].

 

SMS from God:

Setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.  Bagaimana dengan hidupmu? Sudahkah bertanggungjawab?
Read More

Sabtu, 10 Januari 2015

Harta dan Kekuasaan

Allah menegur umat-Nya, baik di Israel maupun Yehuda yang sedang mabuk kekuasaan.  Mereka menikmati kemewahan dan hak istimewa. Mata mereka silau oleh kemilau harta kekayaan. Mereka menyelenggarakan pemerintahan dengan tangan besi dan memutarbalikkan keadilan.  Namun mereka tidak peduli pada krisis yang dialami oleh bangsanya. Mereka memiliki sumberdaya untuk menolong orang lain, namun mereka enggan mengulurkan tangannya.

Mereka menyangka bahwa kedudukan dan kekayaan adalah jaminan  masa depan mereka. Mereka merasa aman dari terpaan krisis. Namun mereka jelas keliru besar. Kedudukan dan kekayaan itu seperti rumput kering yang bisa hangus dalam sekejap. Tuhan menggerakkan bangsa lain untuk menundukkan mereka. Dan  para pemimpin inilah yang akan pertama kali merasakan penghukuman itu.
“Celaka atas orang-orang yang merasa aman di Sion, atas orang-orang yang merasa tenteram di gunung Samaria” (Amos 6:1)

Tindakan penghukuman Allah untuk bangsa Israel menjadi peringatan keras bagi kita, orang percaya masa kini. Kita sering mengandalkan  kekuasaan, kekayaan dan kecerdasan kita sendiri. Karena merasa mencapainya dengan kekuatan sendiri, maka kita menjadi abai pada penderitaan orang lain. Kita bahkan bersyukur bisa kalis dari bencana karena merasa lebih saleh daripada orang yang terkena bencana. Kita enggan menolong orang yang sedang menderita.

Saatnya untuk merenung. Apakah kekayaan dan kedudukan telah melenakan Anda? Allah mempercayakan kekuasaan agar Anda memerintah dengan adil dan menyejahterakan orang banyak. Allah melimpahkan kekayaan agar Anda menjadi saluran berkat bagi sesama.

 

SMS from God: Harta dan kedudukan hanya alat untuk mengabdi Allah dan menjadi saluran berka bagi sesama.
Read More

Jumat, 09 Januari 2015

Ibadah karena Cinta

Ibadah itu seharusnya berasal  "hati." Allah tidak ingin bahwa upacara agama yang formal menggantikan kasih yang sepenuh meluap dari hati umat. Mungkin saja kita membaca Alkitab, berdoa, selalu hadir di gereja, dan ambil bagian dalam Perjamuan Kudus, tetapi semua itu dilakukan tanpa dorongan kasih dan pengabdian sepenuh hati kepada Allah. Inilah yang dimaksud dengan legalisme, yaitu sekadar memenuhi kewajiban.
“Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.” (Ulangan 10:12)

Ketaatan lahiriah berupa pelaksanaan upacara-upacara keagamaan akan memiliki keabsahan dan makna hanya jika dilandaskan pada pengenalan akan Yesus Kristus. Kesalehan ini tidak hanya berhenti di ruang-ruang ibadah, namun juga mewarnai dalam segala kehidupan setelah ibadah. Perhatikanlah bahwa “takut akan Tuhan” mengantar kepada “kasih akan Tuhan.” Yang menarik bahwa kata “mengasihi” disejajarkan” dengan “beribadah.” Hal ini menekankan bahwa ibadah itu dilaksanakan bukan atas dasar ketakutan, melainkan karena cinta.

Kata “ibadah” juga memiliki akar kata yang sama dengan “ebed” atau hamba. Hal ini mengandung makna bahwa seorang hamba memusatkan segenap potensinya demi kepentingan tuannya, serta berusaha menyimak segala perkataan tuannya demi melaksanakan kehendak tuannya. Ibadah adalah cara yang dipakai oleh hamba untuk mengarahkan segenap hati dan jiwa dalam mengabdi kepada tuannya.

Mari kita merenungkan. Kita adalah hamba dari penguasa alam semesta ini. Sudahkah kita sungguh-sungguh dalam beribadah kepada-Nya? Sudahkah kita menapaki jalan yang dikehendaki-Nya? [Purnawan]

 

SMS from God: Kita beribadah adalah karena cinta, bukan karena kewajiban atau paksaan.
Read More

Kamis, 08 Januari 2015

Menjamu Malaikat

Pada zaman alkitab ditulis, alat transportasi belum maju. Orang harus menempuh perjalanan selama berhari-hari dengan berjalan kaki. Jika hari mulai gelap, maka orang tersebut harus menginap di mana pun dia berada saat itu. Tidak setiap desa memiliki rumah penginapan. Maka biasanya mereka akan menumpang tidur di rumah penduduk.

Itu sebabnya, dalam hukum Taurat, orang Yahudi wajib memberi tumpangan kepada orang asing. Alasannya karena orang Israel sendiri selama bertahun-tahun telah menjadi orang asing di negeri orang saat melakukan perjalanan ke tanah perjanjian.
“Jangan lupa bersikap ramah terhadap orang yang tidak dikenal, sebab dengan berbuat demikian ada beberapa orang yang telah menjamu malaikat di luar pengetahuan mereka.” (Ibr 13:2 FAYH)

Penulis kitab Ibrani kembali mengingatkan hal ini kembali kepada pembacanya. Surat ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang menjadi pengikut Kristus. Meski mereka telah meninggalkan agama Yahudi, namun hal-hal yang baik dari agama semula tidak harus ditinggalkan. Maka penulis surat menyinggung kembali hal-hal yang sudah diketahui oleh mereka. Akan tetapi dalam pelaksanannya dilakukan dengan motivasi yang berbeda. Sebelumnya, mereka menerima dan menjamu orang asing semata-mata karena melakukan kewajiban. Akan tetapi dalam terang Kristus, orang Kristen menerima orang asing dengan semangat mengasihi sesama.

Ketika mereka menjamu orang asing, sesungguhnya mereka sedang menjamu malaikat Tuhan. Mereka melakukannya untuk Tuhan. Anda pun juga dapat menjamu malaikat. Caranya? Sambutlah orang asing dengan keramahan [Purnawan].

 

SMS from God: Praktik nyata dari mengasihi sesama adalah membuka pintu bagi orang yang membutuhkan bantuan.

 
Read More

Rabu, 07 Januari 2015

Menoleh

Masih ingatkah Anda pada lagu Sekolah Minggu ini?

Larilah, cepatlah Lot dan k'luarga

Api Tuhan turun Sodom Gomora

Janganlah menoleh melihat harta

Istri Lot lupa dan menoleh ke belakang

Hei! Jadi tiang garam

Apakah Allah begitu kejam? Masa’ hanya menoleh saja lantas dihukum menjadi tiang garam? Itu tergantung dari jenis “menolehnya.” Dalam satu hal, kita perlu menengok kembali kehidupan di masa lalu untuk merenungkan dan mensyukuri anugerah Tuhan. Juga untuk melihat kesalahan di masa lampau sehingga dapat diperbaiki di masa depan.

Akan tetapi “menoleh” juga memiliki makna yang berbeda. Ketika bangsa Israel berkelana di padang gurun, mereka “menoleh” kembali pada kehidupan di Mesir. Mereka lalu bersungut-sungut. Mereka menihilkan tangan Tuhan yang bekerja secara kasat mata. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri saat Allah membelah laut agar dapat dilalui. Mereka juga mengalami pemeliharaan selama di padang gurun. Akan tetapi mereka justru menoleh dan ingin pada kehidupan saat diperbudak oleh bangsa Mesir.
“Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.” (Kejadian 19:26 )

Isteri Lot juga menoleh pada kehidupan lama. Seolah-olah dia berkata, “Aku memilih tinggal di Sodom dan Gomora daripada mengikuti malaikat Tuhan.” Ini adalah kesalahan fatal isteri Lot. Allah merencanakan untuk menyelamatkan keluarga Lot dari godaan dosa-dosa warga kota Sodom dan Gomora. Akan tetapi isteri Lot lebih terpikat pada kehidupan lama.

SMS from God: Arahkanlah pandang kepada Yesus. Jangan menoleh dan menginginkan untuk kembali ke kehidupan lama yang bergelimang dosa.
Read More

Selasa, 06 Januari 2015

Terlibat dalam Rencana Allah

Rasul Paulus dibawa berlayar ke Roma untuk diadili sebagai warga negara Roma. Di tengah laut, kapal mereka dihantam oleh badai “Timur Laut.” Kapal mereka terombang-ambing tak berdaya. Muatan sudah dibuang ke laut untuk meringankan beban kapal. Selama berhari-hari langit tampak gelap. Mereka tidak dapat melihat matahari pada siang dan bintang pada malam hari. Padahal benda-benda di langit ini menjadi  navigasi penting dalam pelayaran.

Di tengah keputus-asaan, malaikat menjumpai Paulus untuk menyampaikan kabar baik bahwa tidak ada seorang pun dari mereka yang akan binasa. Tapi ada juga kabar buruknya, yaitu bahwa kapal mereka tidak akan terselamatkan.
“Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.” (Kisah Para Rasul 27:22)

Setelah penampakan malaikat ini, para penumpang dan awak kapal tidak secara otomatis diselamatkan. Mereka masih harus melakukan upaya-upaya penyelamatan. Setelah dua minggu terlantar di lautan, Paulus mengajak semua orang untuk makan kenyang. Setelah itu melemparkan semua perbekalan ke laut untuk meringankan kapal. Ini adalah sebuah tindakan iman. Mereka mengambil risiko besar. Jika keputusan ini salah, maka mereka akan mati kelaparan.

Akan tetapi janji Tuhan itu pasti. Menjelang siang, mereka melihat daratan. Kapal diarahkan ke daratan tersebut. Karena menabrak busung pasir, kapal kandas dan hancur. Akan tetapi seluruh orang yang ada di kapal itu selamat.

Allah membuat rencana penyelamatan bagi rombongan Paulus. Dia melibatkan manusia dalam implementasinya. Demikian juga dalam kehidupan kita. Saat Allah merencanakan sesuatu dalam hidup kita, maka Dia juga memberi peran kepada kita di dalam-Nya. [Purnawan]

SMS from God: Adalah sebuah kehormatan karena Allah mengajak manusia terlibat dalam pekerjaan-Nya
Read More

Tumbuh Alami

Dalam delapan pasal Kidung Agung, sebanyak tiga kali Salomo mengucapkan seruan agar tidak “membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya” (2:7; 3:5; 8:4). Secara keseluruhan, kitab Kidung Agung ini mengumandangkan gairah percintaan antara sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Namun demikiandia juga memperingatkan kepada anak-anak muda agar berhati-hati.

Allah memang memberikan perintah kepada manusia untuk “beranak-cucu dan bertambah banyak.” Bahkan mukjizat pertama Tuhan Yesus dilakukan pada pesta perkawinan di Kana. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan seks memang diciptakan oleh Allah bagi manusia. Akan tetapi manusia harus melakukannya dengan bertanggungjawab. Manusia tidak boleh melakukannya dengan sembarangan. Janganlah dengan sengaja membangkitan dan menggerakkan cinta sebelum waktunya tiba.

Sebagai orangtua, kita perlu memberikan kesadaran kepada anak-anak kita yang mulai bertumbuh dewasa. Akhir-akhir ini, ada kecenderungan peningkatan jumlah remaja yang melakukan hubungan seks sebelum menikah. Bahkan di negara barat, remaja yang masih perawan atau perjaka menjadi bahan olok-olokan karena dianggap kuper alias kurang pergaulan. Hubungan seks pada usia dini dapat menimbulkan beberapa ganguan kesehatan dan gangguan psikologis. Cita-cita mereka juga kandas karena mereka harus menikah lebih cepat.
“Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!” (Kidung Agung 2:7)

Biarkanlah cinta itu tumbuh secara alami, hingga ketika saatnya untuk mekar dan berbuah, maka Allah akan meneguhkan hubungan itu dalam sebuah pernikahan kudus [Purnawan]

 

SMS from God: Romanntisme dan asmara akan tumbuh dengan alami dan indah jika kita ikuti aturan mainnya
Read More

Senin, 05 Januari 2015

Solidaritas Nehemia

Nehemia itu punya pekerjaan impian pada zaman itu. Dia hidup mewah di istana karena menjadi juru minuman sang raja. Tidak sembarang orang dapat menduduki jabatan ini. Hanyah orang yang sangat dipercaya raja yang dapat mendapatkannya. Pada zaman dulu, para musuh sering berusaha meracuni sang raja. Ibarat kata, Nehemia memegang nyawa sang raja.

Saat sedang menikmati kehidupan yang enak itu, Nehemia mendengar kabar menyedihkan di Yerusalem: Tembok-temboknya dihancurkan, pintu gerbangnya terbakar, seisi kota menjadi puing-puing. Nehemia tercenung. Tubuhnya serasa lemah sehingga tubuhnya terduduk. Dia menangisi situasi ini selema berhari-hari dan meratap kepada Allah.

Akan tetapi Nehemia tidak berlarut-larut dalam perkabungan. Dia kemudian bangkit dan mengambil tindakan. Pertama, dia meminta izin kepada raja agar diizinkan pergi ke Yerusalem untuk membangun kembali kota suci itu. Kedua, dia meminta bantuan biaya.

Barangkali Anda sekarang ada dalam kehidupan yang enak. Bagaimana perasaan Anda saat mendengar gereja-gereja yang ditutup oleh kelompok massa intoleran? Apakah Anda seperti Nehemia yang turut bersimpati kepada saudara-saudara seiman? Apakah Anda juga melakukan aksi nyata untuk membantu mereka? Jemaat GKI Bapos Yasmin bertahun-tahun ibadah di trotoar karena gereja mereka disegel walikota Bogor. Jika ada kesempatan, saya ikut ibadah mereka. Ternyata kehadiran saudara seiman dapat menghangatkan kembali semangat mereka. Pedulilah seperti Nehemia [Purnawan]

SMS from God: Bersyukurlah jika hidup Anda nyaman. Pedulilah jika melihat penderitaan orang lain.
Read More

Minggu, 04 Januari 2015

Kesempatan Kedua

Manusia itu tempatnya kesalahan. Melakukan kesalahan adalah hal yang manusiaai. Itu sebabnya ada yang namanya kesempatan kedua. Orang yang gagal dalam ujian diberi kesempatan untuk mengulang lagi.  Para penjahat dihukum penjara supaya mereka dapat dibina dan merenungi kesalahannya. Jika masa hukuman selesai, maka dia dibebaskan dan diberi kesempatan untuk memulai hidup yang baru.
“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23)

Nats hari ini diserukan oleh nabi Yeremia untuk memberikan penghiburan kepada bangsa Israel. Pada masa itu, Israel sedang menerima penghukuman dari Allah. Karena ketidaktaatan bangsa Israel, maka Allah mencurahkan murka-Nya. Akan tetapi Allah memberikan kesempatan kedua kepada mereka.

Murka Tuhan itu hanya berlangsung untuk sesaat saja. Kasih-Nya yang besar tidak pernah berakhir (ayat 22). Allah tidak menolak Yehuda selaku umat perjanjian-Nya dan Dia masih mempunyai rencana bagi mereka. Selanjutnya Yeremia menyatakan bahwa Tuhan itu baik dan pemurah kepada orang-orang yang menantikan Dia dalam kerendahan hati dan penyesalan (ayat 24-27).

Dengan memberi hukuman, Allah ingin mendidik dan memurnikan umat Tuhan. Jika tujuan ini sudah tercapai maka Allah akan menunjukkan belas kasihan-Nya. Penghiburan Yeremia ini juga masih berlaku pada zaman kita. Jika kita melakukan kesalahan, maka masih ada kesempatan kedua dari Allah. Allah itu murah hati dan panjang sabar kepada orang yang menyesal dan kembali kepada-Nya. Dia menerima kembali kita dan siap untuk melimpahkan rahmat-Nya yang tidak pernah habis [Purnawan]

SMS from God: Rahmat Tuhan itu tidak pernah basi. Setiap hari Allah memberkannya yang baru. Bukan sisa kemarin yang tidak habis.
Read More

Anugerah Allah

Bagaimana Anda mengasihi Allah? Apakah karena Dia itu Allah atau karena perbuatan-Nya yang telah dilakukan pada Anda? Apakah Anda menerima berkat dari Allah karena Anda telah berbuat baik? Apakah kesalehan Anda menjadi faktor penentu seberapa besar Allah mengasihi Anda?

Setan mengira bahwa satu-satunya alasan mengapa Ayub tetap mengasihi dan tunduk kepada Allah karena dia diberi berkat yang berlimpah dan dilindungi oleh Allah. Setan percaya jika tudung perlindungan Allah disingkirkan dan semua kekayaan Ayub dilenyapkan, maka Ayub pasti akan mengutuki Allah dan mati. Allah mengizinkan setan merampas semua milik Ayub, kecuali nyawanya.

Ketika Ayub mendengar kabar kematian 10 anaknya dalam satu hari, Ayub berujar, “TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (ay. 21). Orangtua mana tidak berduka kehilangan anak? Dalam hal ini, Ayub tidak hanya kehilangan satu anak, tetapi 10 anak sekaligus! Pasti ini pukulan yang berat. Akan tetapi Ayub tidak mengutuki Allah seperti yang disangka oleh setan. Ayub justru memuji Tuhan.

Apakah Ayub tidak mengasihi anak-anaknya? Pasti! Buktinya, dia selalu menguduskan anak-anaknya usai mereka berpesta. Setelah itu Ayub mempersembahkan korban bakaran untuk memohonkan pengampunan dosa bagi anak-anaknya. Meski Ayub sangat mengasihi anak-anaknya, namun Ayub menyadari bahwa segala miliknya adalah anugerah dari Allah. Dia lahir dengan telanjang. Sejak itu Allah memberikan berbagai macam berkat. Allah yang telah memberi, Allah pula yang berhak untuk menariknya kembali [Purnawan]

SMS from God: Kita tidak membawa apa-apa datang ke dunia, dan tidak akan membawa apa-apa saat kembali ke sorga kecuali iman kita. Terpujilah Tuhan
Read More

Sabtu, 03 Januari 2015

Penghargaan dalam Pelayanan

Pada Perang Dunia II, negara Inggris kekurangan pekerja tambang batubara. Pekerjaan ini dianggap kurang bergengsi. Para pemuda lebih memilih masuk dinas ketentaraan yang lebih menjanjikan kehormatan.

Melihat hal ini, Winston Churchill, sang perdana menteri, merasa perlu memberikan motivasi, Di hadapan ratusan pekerja tambang batubara, Churchill mengajak mereka membayangkan parade besar yang digelar jika kemenangan diraih. Barisan paling depan adalah Angkatan Laut yang menjadi kebanggaan Inggris. Lalu diikuti Angkatan Udara yang berjasa menghadang pesawat pengebom Jerman. Selanjutnya, pasukan Angkatan Darat. Barisan terakhir adalah para pekerja tambang.

"Ketika pekerja tambang melintas, para penonton ada yang berteriak, 'dimana saja kalian selama perang ini?'" kata Churchill,"Dan kalian akan menjawab dengan bangga,'kami ada di bawah bumi, menggali batu bara untuk kejayaan Inggris!'"
“Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan” (1 Korintus 12:22).

Pelayanan tidak selamanya menjanjikan ketenaran dan kehormatan dunia. Di balik sebuah pertunjukkan, selalu saja ada orang yang bekerja di balik layar. Mulai dari penata panggung, penata kursi, pengatur lampu, penarik tirai layar, dll. Mereka tidak dikenali oleh penonton. Meski begitu, pertunjukkan tidak akan sukses jika mereka tidak ada.

Organ seperti hati, jantung, paru-paru dan limpa adalah anggota tubuh yang paling lemah. Namun mereka memiliki fungsi yang vital. Orang masih bisa hidup jika kehilangan tangan, tapi pasti akan meninggal jika kehilangan jantung. Allah menuntut kesetiaan dari Anda (Lukas 16:10) [purnawan].

SMS from God: Di dalam proyek besar kerajaan Allah, dibutuhkan orang yang setia pada perannya masing-masing.
Read More

Taat Aturan

Kecelakaan pesawat AirAsia mengingatkan saya pada pengalaman perjalanan pulang dari Hanoi ke Singapura. Kami mengalami cuaca yang buruk. Kami mengalami turbulensi. Badan pesawat terguncang hebat. Rasanya seperti tiba-tiba anjlok dari ketinggian tertentu. Seorang pramugari jatuh duduk terduduk di lantai pesawat. Namun dia tetap tenang dan penuh penguasaan diri. Ini adalah pertanda crew yang sudah terlatih. Dia tidak menjadi panik sehingga penumpang pun ikut merasa tenang.

Karena mengenakan sabuk pengaman, maka saya terikat aman saat terjadi goncangan. Inilah gunanya mematuhi anjuran keselematan penerbangan. Biasanya setelah lampu tanda sabuk pengaman dimatikan, para penumpang buru-buru melepas sabuk pengaman meski tidak akan kemana-mana. Padahal ada himbauan untuk tetap mengenakan sabuk pengamanan selama duduk. Gunanya supaya tetap aman jika tiba-tiba pesawat terguncang. Masih banyak orang yang tidak paham hal ini sehingga mereka menganggap kewajiban mengenakan sabuk pengamanan itu sebagai sebuah beban.
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. ....Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:37,39)

Aturan dan hukum itu dibuat untuk kebaikan umat manusia. Ketika Allah menurunkan hukum taurat kepada umat Israel, itu dimaksudkan agar mereka memiliki rambu-rambu yang jelas. Dengan demikian mereka dapat berbakti kepada Allah dan mengasihi manusia dengan lebih baik. Sayangnya mereka salah mengerti. Mereka menganggap hukum itu sebagai beban.  Akibatnya mereka lalai untuk mengasihi Allah dan sesama.

Itu sebabnya, Yesus meringkas hukum Taurat itu menjadi 2 bagian saja, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Dua rambu ini dapat menjadi pedoman bagi kita. Ketika kita melakukan sesuatu kita bertanya, apakah dengan melakukan ini aku mengasihi Allah dan sesamaku? Kalau ya, teruskan. Kalau tidak, stop![Purnawan]

SMS from God: Yesus menyederhanakan perintah Tuhan, agar manusia mudah mengasihi Allah dan sesama. Kita jangan malah mempersulit diri dengan membuat aturan baru.
Read More

Jumat, 02 Januari 2015

Siapakah Aku?

Telepon berdering di sebuah landasan udara militer. Seorang prajurit mengangkat telepon itu. "Segera siapkan helikopter!" kata suara di seberang telepon, "Aku akan main golf di Bali."

"Maaf pak. Menurut peraturan, fasilitas militer tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi," jawab prajurit itu.

"Apakah kamu tahu siapa aku?!!"terdengar suara di seberang dengan nada marah.

"Tidak, Anda siapa?" tanya prajurit polos.

"Aku adalah Jenderal bintang empat!"

"Apakah Jendral tahu siapa saya?" prajurit itu ganti bertanya.

"Tidak!!"

"Kalau begitu, terbang saja sendiri ke Bali," kata prajurit sambil menutup teleponnya.

Kalau Anda bertanya kepada semua orang: "Tahukan kamu, siapakah kamu?", maka akan ada dua kemungkinan: (1) Anda dianggap sebagai orang yang sombong, atau (2) Anda dianggap terkena sindrom amnesia (kehilangan ingatan).
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" (Matius 16:15)

Ketika Yesus mengajukan pertanyaan ini, Dia ingin menguji seberapa dalam pengenalan para murid terhadap diri-Nya. Simon Petrus menjawab: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Mesias berarti "orang yang diurapi." Mesias adalah gelar untuk Raja besar yang dinantikan bangsa Israel atas dasar nubuatan Perjanjian Lama. Menurut Nubuatan, Raja itu akan menguasai seluruh dunia dan akan membawa keselamatan. Dia tokoh tertinggi di dunia, tidak seorang pun yang dapat melebihi Dia[purnawan].

 

SMS from God: Siapakah Yesus? Jawaban Anda atas pertanyaan ini sangat mempengaruhi masa depan kehidupan Anda
Read More

Tuhan Memegang

Thomas Dorsey punya talenta bermusik.  Pada tahun 1932, Dorsey terpilih sebagai presiden National Convention of Gospel Choirs and Choruses. Pada bulan Agustus pada tahun itu, Dorsey harus menghadiri konvensi musik gospel di St. Louis. Dia sebenarnya merasa berat hati meninggalkan Nettie, isterinya, yang sedang hamil tua. Akan tetapi karena panggilan pelayanan, maka Dorsey pun berangkat ke luar kota.

Saat konser musik sedang berlangsung, Dorsey menerima sepucuk telegram. Isinya permintaan agar segera pulang karena isterinya akan melahirkan dan sedang dalam kondisi yang kritis. Dorsey merampungkan penampilannya lalu bergegas pulang.

Sayangnya, nyawa Nettie tidak terselamatkan, namun putra pertama mereka lahir dalam keadaan hidup. Pada malam itu, anak sulungnya itu menyusul ibunya menghadap Tuhan.Dorsey benar-benar mengalami kepahitan dengan Tuhan. Beberapa hari kemudian, saat berjalan santai dengan seorang teman, dia menghampiri sebuah sekolah. Dia duduk di depan piano dan meluncurlah syair-syair lagu "Precious Lord, Take My Hand." Syairnya diterjemahkan sebagai berikut:

“Tuhanku, pimpinlah, tanganku peganglah; 'ku letih, 'ku lesu, 'ku lemah. Lewat malam gelap ke terang yang tetap, Tuhanku, pimpinlah ke seb'rang.”

Dalam bacaan, pemazmur sempat cemburu pada orang fasik karena mereka kelihatan hidup enak, sementara dia sengsara. Di dalam hidup ini dengan segala persoalannya, yang terbaik bagi kita adalah hubungan yang intim dengan Allah (ayat 28). Biarlah orang fasik menjadi makmur; tetapi Allah senantiasa bersama kita, menuntun kita dengan firman dan Roh-Nya, menopang kita dengan kuasa-Nya (ayat 23-24). Akhirnya Dia menerima kita dalam kemuliaan sorga. [Purnawan].

SMS from God: Orang Kristen tidak akan luput dari penderitaan seperti yang dialami sesamanya. Bedanya, Allah memegang tangannya.
Read More

Pelajaran dari Anak Saya [2]

Suatu hari, kami sekeluarga berjalan-jalan di pusat perbelanjaan untuk mencari jaket jeans bagi Kirana,  anak kami. "Kamu pilih yang mana?" kata saya pada Kirana.

"Kirana mau jaket yang ada bulunya,"jawab Kirana sambil menunjuk jaket yang ada bulunya di bagian leher dan ujung lengannya. Warnanya merah muda alias pink! Aduh nak, pilihan warnamu kok norak banget, sih! Kata saya dalam hati.

"Pilih ini saja ya, yang bulunya berwarna putih," bujuk saya. Menurut saya model dan warnanya lebih elegan.

"Nggak mau. Kirana mau yang ini saja," katanya sambil mencoba jaket pink itu. Kami pun membayar jaket itu. Jaket itu langsung dipakai Kirana dengan bangga dan percaya diri. Kami justru yang malu, karena menjadi pusat perhatian di pusat perbelanjaan itu.

Lalu tiba-tiba suara batin saya berkata, "Kamu itu bagaimana sih? Kamu tadi menyuruh anakmu memilih sendiri. Tapi begitu anakmu menentukan pilihannya, kamu menolaknya. Itu namanya tidak konsisten."
Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” (Matius 20:32)

Para orangtua kadang merasa benar sendiri dan tidak mau mendengar suara anak. Namun dalam bacaan Alkitab, kita belajar bahwa Yesus mau mendengar dua orang buta. Sebagai Tuhan, Dia pasti tahu apa yang terbaik bagi mereka. Meski begitu, Dia tetap ingin mendengar keinginan mereka.

Sepanjang keputusan itu tidak menyangkut prinsip iman dan tidak membahayakan hidupnya, maka kami berusaha memberi kesempatan kepada anak untuk menentukan pilihannya sendiri. Inilah pelajaran yang didapat dari anak saya [purnawan].

 

SMS from God: Bagaimana anak dapat membuat keputusan dengan baik jika dia tidak pernah diberi kesempatan untuk belajar melakukannya?
Read More

Kamis, 01 Januari 2015

Pelajaran dari Anak Saya [1]

Sudah lama Kirana (2,5 thn), mengidamkan sepatu yang bergambar "Snow White". Sayangnya belum ada yang ukurannya pas. Ketika kami berjalan-jalan, dia melihat sepatu idamannya itu. Setelah dicoba, ternyata ada yang pas dengan kakinya. Harganya murah.

Kami menawarkan sepatu model lain lain, tapi Kirana menolak. Kami coba membujuk dia dengan alasan bahwa sepatu ini lebih bagus dan harganya lebih mahal. Namun Kirana tak goyah. Dia menghendaki sepatu "Snow White", persis seperti yang diinginkannya sejak lama.

Keteguhan Kirana memberi pelajaran kepada saya tentang hidup yang berfokus pada tujuan. Fokus membuat hidup kita berdampak dan efesien. Jika punya fokus, maka kita tidak mudah tergoda berbagai hal yang dapat membuat kita melenceng dari tujuan hidup kita. Yesus pun memiliki fokus yang jelas dalam pelayanannya, yaitu melaksanakan kehendak Bapa-Nya (Yoh. 6:38).
Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita.” (1 Samuel 7:12)

Fokus juga berfungsi sebagai tonggak-tonggak perjalanan untuk mengukur seberapa jauh capaian kita. Meski tujuan hidup belum sepenuhnya tercapai, namun kita tetap bersyukur karena ada kemajuan. Tonggak ini seperti batu yang dipancangkan Samuel Mizpa dan Yesana. Ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita” (1 Sam. 7:12).

Awal tahun seperti ini adalah saat yang tepat untuk berhenti sejenak dan memancangkan tonggak batu. Apakah selama ini Allah menyertai Anda? Apakah Anda memiliki tujuan hidup yang hendak diraih? Apakah jalur hidup Anda sudah benar? [Purnawan]

 

SMS from God: Fokus membuat hidup Anda terarah. Tanpa fokus membuat hidup berputar-putar
Read More