Jumat, 26 Desember 2014

Takut pada Tuhan

Obaja adalah kepala istana. Dia melayani raja Ahab yang punya isteri yang sangat kejam, Izebel. Sang permaisuri ini memerintahkan pembantaian terhadap nabi-nabi Allah. Jabatan yang dipegang Obaja sangat prestisius karena bertanggung jawab atas semua operasional di istana.

Meski begitu, Obaja adalah orang yang takut akan Tuhan. Maka dengan diam-diam dia menyembunyikan seratus nabi Tuhan di dalam gua. Dia membagi mereka ke dalam dua kelompok besar dan menyuplai kebutuhan mereka. Tindakan ini tentu saja bukan tanpa risiko.  Jika sampai Ahab dan Izabel tahu, maka dia pasti akan kehilangan kursi yang empuk itu. Tidak hanya itu saja. Ahab pasti akan menghukum mati, tidak hanya Obaja, tetapi juga seluruh keluarganya.
“Hambamu ini dari sejak kecil takut akan TUHAN.” (1 Raja-raja 18:12)

Apakah Obaja termasuk orang yang pemberani dan tidak takut mati? Tidak juga. Itu terbukti dari keberatannya Elia menyuruhnya memberitahukan Ahab tentang pertemuan mereka ini. Sudah bertahun-tahun Elia menjadi buronan Ahab dan Izabel. Apa reaksi Obaja? Dalam bahasa terkini, kira-kira dia berkata begini: "Apa Anda sudah gila? Anda ini sudah menjadi buronan nomor wahid. Kalau saya memberitahu raja tentang keberadaan Anda, lalu ternyata Anda tidak lagi ada di sini, maka saya pasti dihukum mati." Namun setelah Elia berjanji akan menemui Ahab, maka Obaja patuh pada perintah itu.

Mengapa Obaja berani melakukan tindakan yang berbahaya itu? Karena dia adalah orang yang takut pada Tuhan. Hal ini tidak terjadi dengan sekejap. Sejak masih kecil dia telah dididik untuk takut pada Tuhan. Didiklah anak Anda untuk takut pada Tuhan sejak dari kecil [Purnawan].

SMS from God: Sikap takut pada Tuhan itu tidak dapat diimpartasikan dengan sekejap. Harus melalui proses yang panjang.
Read More

Kamis, 25 Desember 2014

Apalah Arti Sebuah Nama?

"Apalah arti sebuah nama?" demikian tulis William Shakespear. Menurutnya, disebut dengan nama apa pun, mawar tetaplah bunga yang indah dan berbau harum. Bagaimana dengan nama manusia?

Pada beberapa masyarakat, ada kebiasaan memberi nama anak sesuai dengan nama bapaknya. Contohnya adalah di Eropa. Jika bapaknya bernama Ben, maka anak laki-lakinya akan diberi nama Benson [Son=Anak laki-laki]. Nama anak kadang juga mencerminkan doa orang tua. Contohnya, anak kami bernama "Prasadha Iswara Narya Kirana" yang bermakna doa supaya dia menjadi anak perempuan anugerah Allah yang menjadi terang.

Nama-nama yang tertulis dalam Alkitab juga memiliki arti. Ishak berarti "tertawa"; Musa="diangkat dari air"; Hawa = "hidup"; Daud = "yang dikasihi." Allah juga memiliki banyak nama. Contohnya: Jehovah Jireh ("Allah yang menyediakan" Kej. 22:14), dan Jehovah Rohi ("Tuhan adalah Gembalaku", Mzm. 23:1)
“Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama” (Filipi 2:9)

Apakah nama Anda memiliki makna tertentu?  Siapa pun atau apa pun nama Anda, sesungguhnya tidak menjadi masalah, sebab kita adalah umat tebusan. Kita adalah manusia yang telah dipilih untuk diselamatkan oleh Allah, di dalam Yesus.

SMS from God: Nama Allah begitu mulia dan ditinggikan di seluruh bumi, tapi kita boleh memanggil-Nya: "Bapa."

 
Read More

Rabu, 24 Desember 2014

Lahir dari Perempuan

“Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan.” (Galatia 4:4)

Ayat nas kita hari ini mengandung dua makna. Pertama, Allah mengutus Putra-Nya dengan cara dilahirkan. Ini sebenarnya adalah hal yang biasa karena semua manusia menjadi ada di dunia ini dengan cara dilahirkan. Namun yang tidak biasa adalah yang lahir itu adalah Anak Allah.

Kedua, Allah mengutus Putra-Nya datang ke dunia ini dengan cara "lahir dari seorang perempuan.” Ini pun hal yang biasa pula, karena semua manusia juga lahir melalui rahim perempuan.  Namun ada hal yang tidak biasa. Kalau manusia lain lahir hasil dari pembuahan benih laki-laki terhadap benih perempuan, maka Putra Allah ini hanya lahir dari rahim perempuan.  Bukan karena dibuahi oleh benih laki-laki, melainkan karena pekerjaan Allah yang maha tinggi.

Itu sebabnya Yesus Kristus merupakan pribadi yang unik. Yesus adalah manusia sejati. Sama dengan manusia lain, Dia juga ada di dunia ini dengan lahir dari seorang perempian. Akan tetapi juga Allah sejati. Dia lahir ke dunia ini karena kuasa Allah. Dua sisi ini bersatu di dalam diri Yesus.

Inilah makna Natal yang sesungguhnya. Natal adalah merayakan kedatangan sang Putra Allah yang lahir dari seorang perempuan.  Kelahiran Kristus adalah pusat dari semua perayaan Natal [Purnawan].

SMS from God: Jangan sampai Kristus hanya menjadi tempelan dari semua perayaan Natal yang kita selenggarakan
Read More

Selasa, 23 Desember 2014

Tradisi Natal

Di Irak, Natal dirayakan dengan membacakan kisah kelahiran menggunakan Alkitab berbahasa Arab. Setelah itu, mereka menyalakan api unggun di halaman rumah dan mengelilinginya sambil menyanyikan lagu dari Mazmur.

Tradisi Natal di Rusia adalah dengan puasa selama 39 hari, sampai dengan tanggal 6 Januari.  Pada hari Natal, mereka berkumpul dan menyanyi bersama di gereja yang dihiasi dengan meriah, Setelah itu mengadakan perjamuan makan istimewa.

Di Meksiko ada tradisi "La Posada," sebuah prosesi yang menggambarkan Yusuf dan Maria yang sedang mencari penginapan. Pada hari Natal, anak-anak mengumpulkan permen-permen yang tersimpan di dalam piƱata, sebuah hiasan berbentuk binatang yang diisi permen. Untuk mendapatkannya, anak-anak harus memukulnya hingga pecah dengan mata tertutup.

Di kampung saya, waktu saya masih kecil, Natal dirayakan dengan memasak secara bersama-sama. Kayu bakar dikumpulkan bersama. Setiap jemaat juga menyetor daun pisang sebagai pembungkus nasi. Perayaan Natal diakhiri dengan menyantap nasi dibungkus daun pisang secara bersama-sama. Kebersamaan yang tercipta saat itu sungguh mengesankan.

Bagaimana dengan tradisi Natal di tempat Anda? Apa pun tradisi perayaan Natal di tempat Anda, sekarang saatnya untuk bersukacita. Malaikat di Sorga merayakan kelahiran sang Kristus. Demikian pula sebaiknya manusia yang telah tertebus.

SMS from God: Berbagai bangsa, dengan berbagai tradisi Natal. Namun yang dirayakan hanya satu, yaitu Yesus Kristus.

 
Read More

Senin, 22 Desember 2014

Yohanes Pembaptis Modern

Selama berabad-abad, Allah telah menjanjikan Penyelamat kepada bangsa Israel. Sebelum itu, Allah akan mengirimkan seorang utusan yang akan menyiapkan jalan bagi Anak-Nya Allah berkata di dalam Yesaya: “Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, ... Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! ....maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya” (40:1-5). Sesuai dengan rencana itu, maka Allah mengutus Yohanes Pembaptis untuk menyiapkan jalan bagi Yesus.
“Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya"

Sebelum kelahiran Yesus, bangsa Yahudi sudah menanti-nantikan kedatangan Mesias yang dijanjikan itu. Para nabi dan guru-guru agama telah menekankan perlunya menanti-nantikan kedatangan sang Penyelamat itu. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa sang Mesias itu telah datang.  Jika Anda hidup pada zaman itu, apakah kira-kira Anda juga akan mengenali Yesus sebagai Mesias? Apakah Anda sudah siap menyambut kedatangan-Nya?

Berapa banyak orang di sekitar Anda yang sedang menantikan Mesias? Mungkin mereka tidak secara eksplisit menyatakan sedang menantikan Juruselamat. Tapi dalam kesepian dan kekosongan hidup, sesungguhnya tanpa disadari mereka sedang menantikan Mesias. Jadilah "Yohanes Pembaptis" zaman sekarang. Tunjukkanlah bahwa Penyelamat itu telah datang. Bagikan kepada mereka bagaimana Mesias itu telah mengubah hidup Anda. Maka Anda akan merasa takjub mengetahui bahwa selama ini mereka menantikan sang Penyelamat itu [Purnawan].

SMS from God: Bagaimana mereka bisa tahu kalau Juruselamat itu telah datang kalau tidak ada yang memberitahukannya.
Read More

Minggu, 21 Desember 2014

Cara Mudah

Jangan terlalu tergiur pada iming-iming hadiah uang dan janji soal ketenaran di televisi. Sembilan perempuan muda terjebak tipuan. Mereka dikatakan akan tampil pada acara reality show di televisi Turki. Seperti acara televisi sungguhan, perempuan muda yang ingin tampil di layar kaca itu mengikuti audisi setelah mereka menanggapi iklan dari salah satu koran.

Iklan itu menyebutkan mereka menyelenggarakan acara reality show yang mengharuskan para kontestan tidak berhubungan dengan keluarga selama beberapa bulan. Para kontestan itu dikumpulkan di sebuah vila di Istanbul dan dipantau 24 jam dengan kamera. Dua bulan telah berlalu, keluarga salah seorang kontestan merasa kehilangan anak mereka dan meminta polisi mencari. Ternyata, penyelenggara reality show palsu itu menjual film kegiatan para perempuan muda itu melalui internet.
“Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” (Yakobus 1:3-4)

"Easy come, easy go" demikian bunyi pepatah. Segala sesuatu yang didapatkan dengan mudah, akan hilang dengan mudah pula. Program reality show menjanjikan ketenaran dalam sekejap. Akan tetapi banyak pemenang kontes-kontesan seperti ini tidak dapat bertahan lama. Hal itu karena mereka tidak menghayati proses menjadi sukses.

Kesulitan adalah salah satu anak tangga menuju kesuksesan. Jika menapaki anak tangga itu dengan ketekunan, maka pada akhirnya kita akan sampai ke puncaknya. Kita akan menjadi manusia yang sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun [Purnawan].

SMS from God: Berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Read More

Sabtu, 20 Desember 2014

Pakaian Renang

Seorang pemain catur Perancis yang cukup terkenal tidak dapat menyelesaikan pertandingannya di India. Bukan karena tidak mampu mengalahkan lawannya, melainkan karena dia tidak mampu mengalahkan rasa kantuknya yang amat sangat.

Karena mabuk dan mengantuk, Vladislav Tkachiev tidak dapat konsentrasi di kursinya dan tiba-tiba merasa sangat mengantuk. Dia lalu tertidur dengan kepala beralaskan tangan di atas meja caturnya, tepat di hadapan lawan mainnya. Panitia sudah berupaya membangunkan dia dengan cara mengguncang-guncangkan tubuhnya, tetapi dia tetap tidak terjaga. Akhirnya, permainan itu dimenangi oleh lawannya.

Kesalahan Vladislav adalah meremehkan pertandingan itu. Dia tidak mempersiapkan diri dengan beristirahat secukupnya. Akibatnya dia harus menelan kekalahan dengan memalukan. Setiap orang yang akan maju perang harus menggunakan seluruh perlengkapan perang. Jika dia hanya melakukan persiapan seadanya, maka dia telah kalah sebelum maju perang.
“Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.” (Efesus 6:13)

Paulus menyarankan jemaat di Efesus supaya memperlengkapi diri dari semua serangan si Iblis. Dia menyebutkan berbagai senjata dan pelindung yang diperlukan oleh orang Kristen. Iblis adalah musuh yang kejam dan licik, namun dengan kuasa dari Allah kita dapat mengalahkannya. Persiapkan diri Anda baik-baik. Jangan sampai kalah sebelum bertarung [Purnawan].

SMS from God: Persiapan yang matang adalah separo perjalanan menuju kemenangan.

 
Read More

Kamis, 18 Desember 2014

Keluarga yang Utuh

Saat menikah Kim Clijsters memutuskan meninggalkan ingar-bingar gemerlap panggung tenis. Dia mencurahkan hidupnya sebagai ibu rumah tangga. Dua setengah tahun kemudian, Clijsters menerima panggilan telepon dari salah satu petinggi All England Club. Suara dari seberang telepon itu ”menantang” Clijsters ikut pertandingan ekshibisi. Dia dipasangkan dengan Tim Henman akan melawan pasangan suami-istri Andre Agassi-Steffi Graf. Clijsters langsung setuju.

Sepulang dari Wimbledon, Clijsters meminta izin suaminya, Brian Lynch, untuk kembali menekuni tenis profesional. Suaminya memberi lampu hijau. Di sela-sela kesibukannya menimang Jada, anaknya, Clisters berlatih keras mengembalikan stamina dan kebugarannya.

Sama seperti dua tahun lalu saat memutuskan pensiun dari tenis untuk membina rumah tangga, Clijsters mengabdikan diri sepenuhnya untuk keluarga. Saat memutuskan kembali ke tenis, Clijsters pun tak melangkah setengah hati. Totalitasnya tak sia-sia. Trofi AS Terbuka digaetnya.

”Sebagai perempuan, saya juga menapaki tahap penting kehidupan saat memutuskan menikah. Kami memulai sebuah keluarga dan saya begitu gembira,” papar Clijsters. ”Menjadi ibu dan istri tetap menjadi prioritas. Saya hanya beruntung mampu mengombinasikan kehidupan keluarga dan tenis. Semua ini terjadi hanya karena keluarga mendukung.”
“Dan kalau dalam satu keluarga tidak ada persatuan dan anggota-anggotanya saling bermusuhan, keluarga itu akan hancur.” (Markus 3:25 BIS)

Kunci kesuksesan adalah keluarga yang bersatu dan saling mendukung. Ini adalah benteng yang ampuh dari serangan perpecahan rumah tangga [Purnawan].

SMS from God: Keluarga yang utuh tak akan pernah rapuh. Benteng mereka cukup ampuh menangkal serangan musuh.
Read More

Rabu, 17 Desember 2014

Pengalaman Hidup

Suatu sore, kami sekeluarga bercengkerama di alun-alun. Di situ ada banyak penjual makanan. Kirana [3 thn], anak kami, ingin makan jagung bakar.

Nih, uangnya. Beli sendiri, ya!” kata saya sambil memberikan uang Rp. 5 ribu.

Dia tampak ragu-ragu sejenak, tapi tak urung berjalan menuju ke pedagang jagung bakar. Kami mengawasi dari jauh.

“Tanya dulu, berapa harganya!!” kata saya sambil berteriak kepada Kirana.

Kirana menurut. Dia bertanya harga setongkol jagung bakar.

“Harganya dua ribu, pa” kata Kirana sambil berlari ke arah kami.

“Oke, beli satu saja,” sahut saya, “nanti minta kembaliannya ya!”

Kirana mengangguk lalu berbalik lagi menuju penjual jagung bakar.

Setelah menerima jagung bakar dan uang kembaliannya, dia bergabung bersama kami. Dia hanya makan beberapa gigitan, setelah itu merasa bosan. Dia memberikan sisanya kepada kami. Bagi saya, itu tidak menjadi masalah karena yang penting adalah memberikan pengalaman kepadanya untuk bertransaksi jual-beli.
“Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.” (1 Samuel 17:34-35)

Kita tidak dapat membelikan pengalaman kepada anak. Anak harus melakukan sendiri untuk mendapatkan sebuah pengalaman. Itu sebabnya pengalaman itu berharga mahal karena tidak dapat dialihkan kepada orang lain.

Pengalaman sebagai gembala memberikan keberanian kepada Daud untuk melawan Goliat. Berikan pengalaman hidup pada anggota keluarga Anda [Purnawan].

 

SMS from God: Karakter dibentuk dari butiran-butiran pengalaman setiap hari. Berikan pengalaman terbaik kepada anggota keluarga Anda.
Read More

Selasa, 16 Desember 2014

Setia Pada Panggilan

Di tengah penderitaan, iman justru tumbuh dan merekah. Inilah kesan Herlin Pirena saat mengunjungi korban gempa. Meskipun rumah mereka luluh lantak digoncang bumi dan gereja mereka rata dengan tanah, tetapi jemaat itu tidak kehilangan pengharapan. Mereka justru semakin rajin beribadah di bawah bangunan darurat. Penyanyi dengan ciri khas rambut panjang tergerai ini menghibur para penyintas gempa di desa Pesu, Wedi, Klaten.

Dalam kesaksiannya, Herlin mengaku pernah seperti Yunus yang mencoba lari dari panggilan pelayanan. "Kalau Yunus terhilang selama tiga hari, maka saya terhilang selama empat tahun," ujar Herlin. Dia sempat meninggalkan pelayanan sebagai pemuji dan membuka usaha di bidang lain.

Akan tetapi Allah itu memang penyabar. Sama seperti Allah memberkan kesempatan kedua kepada Yunus, Allah juga memberikan kesempatan lagi pada Herlin."Saya bersyukur karena masih diberi waktu dan kesempatan. Saya tidak akan menyia-nyiakannya lagi," papar Herlin dengan mantap.

Periksalah diri Anda: Dimanakah posisi Anda saat ini? Apakah dalam perjalanan ke Tarsis? Apakah di dalam perut ikan? Atau sudah ada di Niniwe? [Purnawan].

SMS from God: Masing-masing orang percaya mendapat panggilan. Biarlah kita setia dengan panggilan masing-masing.
Read More

Selasa, 02 Desember 2014

Seperti Anak Kecil

Ketika Tuhan memerintahkan Musa supaya memimpin umat-Nya keluar dari Mesir, Musa mengelak. "Siapakah aku ini? Saya tidak pandai berbicara,"kata Musa memberi alasan. Hal ini berbeda sekali dengan bocah kecil yang menawarkan lima roti dan dua ikan kepada Yesus untuk memberi makan lima ribu orang. Maka tak heran kalau Yesus lalu berkata, "  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.  (Lukas 18:17)

Bayangkan situasinya: Ada 5.000 orang kelaparan.  Para murid bertanya pada Yesus apa yang harus diperbuat untuk mengatasi situasi ini.  Lalu ada anak kecil datang untuk menawarkan bekal makan siangnya. Kalau Anda menjadi murid Yesus mungkin akan tertawa geli melihat kepolosan bocah itu.  Mana mungkin makanan satu orang cukup untuk dibagi dan bisa mengenyangkan ribuan orang? Tetapi Yesus menghargai iman bocah ini.

Saya punya teman yang susah kalau diajari komputer.  Lalu saya beri nasihat,"Sudahlah, berlaku seperti anak kecil saja.  Coba saja semuanya lalu lihat apa yang terjadi.  Yang penting jangan takut pada mesin ini." Bukankah kita juga sering begitu. "Saya tidak punya talenta mengajar Sekolah Minggu", "Rumah kami tidak layak untuk tempat Persekutuan","Saya ini pengusaha, saya tidak bisa berkhotbah." Belajarlah pada anak kecil ini.  Dengan penuh iman dia menawarkan apa yang cuma sedikit yang dipunyainya, tetapi Tuhan melipatgandakan untuk memberkati banyak orang. (purnawan)

SMS from God: Sediakan dirimu untuk menjadi alat Tuhan. Selanjutnya Allah yang akan memampukanmu.
Read More

Senin, 01 Desember 2014

Muna

Tuhan membenci kemunafikan. Jika kita melayani Dia, maka semestinya ucapan kita selaras dengan perbuatan kita. Bagaimana caranya melayani Tuhan dengan ketulusan?

Pertama, kita harus melayani dengan sungguh-sungguh. Kita telah ditebus untuk melakukan kehendak Tuhan. Ayat nats kita malam ini merupakan kutipan dari Perjanjian Lama. Orang Israel berjanji melayani Tuhan sebagai ucapan syukur karena Tuhan telah menyelamatkan mereka dari perbudakan di Mesir.

Kedua, kita melayani secara eksklusif. Seorang hamba tidak bisa mengabdi pada dua tuan secara bersamaan. Kita tidak bisa melayani Tuhan, sambil melayani pada hal yang lain(Mat. 6:24; Kel. 20:2,3).  Meski begitu, kita bisa melayani orang lain untuk memuliakan Tuhan Yesus. Tujuan kita melayani adalah untuk menyenangkan Tuhan. Semua kekuatan kita, pengetahuan kita dan rencana kita, hanya berasal dari Tuhan.

Ketiga, kita melayani dengan sukacita. Kadangkala kita seperti anak sulung dalam perumpamaan Anak yang Hilang. Kita mungkin melakukan pekerjaan pelayanan tetapi hati kita tidak diserahkan pada Tuhan. Tuhan jelas tidak menghendaki pelayanan kita menjadi membosankan atau dikerjakan dengan bersungut-sungut. Ketika kita melayani Dia, maka kita harus melayani dengan penuh sukacita dan kita menikmati pertumbuhan rohani kita.

Periksalah pelayanan Anda saat ini.  Apakah Anda melayani Tuhan dengan sukacita, ataukah Anda mengerjakannya sekadar karena menjalankan tugas Anda?  Jangan sampai pada hari penghakiman nanti, kita termasuk orang yang "bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat demi nama Tuhan", tetapi Tuhan berkata terus terang: "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"(lihat Matius 7:22-23).[Purnawan]

SMS from God: Percuma saja berpura-pura di hadapan Tuhan. Dia tahu isi hati manusia.
Read More