Minggu, 30 November 2014

Kesabaran

Selama 2 tahun dan 8 bulan, tante Tek Gin harus menghadapi kenyataan pahit. Anak perempuannya yang berusia 38 tahun terkulai di tempat tidur. Ketika berangkat bekerja, Ida, anak bungsunya ini, mengalami kecelakaan. Penabraknya melarikan diri. Sejak itu, Ida mengalami koma.

Tante Gin merawat anaknya dengan kesabaran. Dia tidak menyimpan dendam terhadap penabrak anaknya. Saat saya tanya apakah dia marah kepada Tuhan atas musibah itu, tante Gin menggeleng dengan mantap. Dia tidak pernah kehilangan imannya pada Tuhan. Dia tetap rajin mengikuti kegiatan-kegiatan di gereja.

Akhirnya Ida dipanggil menghadap Tuhan. “Tugas saya di dunia ini sudah selesai. Sekarang saya siap jika Tuhan juga memanggil saya,” kata tante Gin. Dua tahun kemudian, pada Sabtu sore, tante Gin masih berangkat ke gereja dengan naik sepeda. Keesokan harinya, Tuhan memanggilnya.
“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kolose 3:13)

 

Dalam Gal 5:22-23 disebutkan salah satu buah roh adalah kesabaran. Kesabaran memampukan tante Gin untuk mengampuni orang lain (Kol 3:13) Tante Gin tidak menyimpan dendam pada orang yang menabrak anaknya.

Kesabaran juga berwujud dalam daya tahan saat menghadapi persoalan hidup. Orang yang telah menghasilkan buah kesabaran memiliki kemampuan menguasai dirinya saat berada dalam situasi yang sulit. “Janganlah melarikan diri dari persoalan yang Saudara hadapi. Karena, apabila kesabaran Saudara telah berkembang sepenuhnya, maka Saudara akan sanggup menghadapi segala sesuatu” (Yak 1:4 FAYH). Supaya menghasilkan buah kesabaran, maka kita justru tidak boleh melarikan diri dari masalah hidup. Sebab dari situlah kesabaran kita akan ditempa [Purnawan].

 

SMS from God:  Persoalan hidup dapat membentuk karakter kesabaran pada seseorang?

 
Read More

Sabtu, 29 November 2014

Rahmat Allah

Dokter mengatakan pada Jennifer bahwa anaknya yang berusia 14 bulan, Alice, tak ada harapan lagi untuk hidup. Ia koma akibat meningitis selama sebulan. Penyakit ini telah memicu gagal ginjal danstroke. Hidupnya bergantung pada dialisis dan ventilator.

Jennifer mengangguk ketika dokter meminta izin untuk melepas semua alat bantu hidup untuk anaknya. Hanya satu yang diminta Jennifer saat itu, perpisahan terakhir untuk gadis kecilnya dengan menggendong dan menciumnya.

Ketika Jenifer mengecup dahi anaknya, ia merasakan ikatan batin yang kuat dengan anaknya. Apa yang terjadi berikutnya adalah sebuah keajaiban. Ketika hidup mesin dukungannya dimatikan, ia mulai bernapas sendiri. Para perawat yang keheranan segera menelepon dokter. Sekarang 2,5 tahun sejak Alice berbaring di ambang kematian, bocah ini segar bugar dan ceria.
“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:16)

Tuhan bekerja melalui berbagai cara. Tuhan memberikan kecerdasan kepada manusia untuk menemukan ilmu pengobatan. Namun kuasa Tuhan tidak hanya dibatasi oleh ilmu kedokteran. Tuhan punya otoritas untuk bekerja menurut kehendak-Nya.

Nats hari ini mengajak kita untuk menghampiri Allah untuk menerima pertolongan Allah. Namun semua itu tergantung pada rahmat dan kasih karunia Allah. Kita tidak bisa mendikte Allah. [Purnawan].

 

SMS from God: Allah bekerja dalam bekerja cara untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang percaya.
Read More

Jumat, 28 November 2014

Belum Berpengalaman

Mahasiswa Biologi Universitas Nasional Singapura (NUS) ditemukan meninggal di meja belajarnya. Pria berusia 25 tahun itu tewas setelah bermain game komputer selama seharian penuh.

Ini adalah contoh ekstrim tentang bahaya game. Anak teman saya juga menjadi korban game on-line ini. Karena sudah kecanduan, maka dia dengan sembunyi-sembunyi bermain di warung internet, meski sudah dilarang orangtuanya. Yang lebih memprihatinkan lagi, dia sampai berani mencuri uang dari orangtuanya untuk membayar sewa internet dan membeli voucher.
Kulihat di antara yang tak berpengalaman, kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi (Amsal 7:7)

Salomo mengamati anak muda yang belum punya pengalaman hidup memadai, namun sudah berkeliaran di wilayah yang banyak sekali godaannya. Akibatnya mereka terjerat di dalam rayuan pekerja seks komersial. Selain tak berpengalaman, anak juga belum terbiasa untuk mengambil keputusan menggunakan akal sehat. Pertimbangan mereka masih dipengaruhi oleh perasaan dan situasi di luar dirinya.

Selain godaan seksual, anak muda juga bisa terjerat narkotika dan game on-line. Itu sebabnya orangtua harus benar-benar memberi bekal sebelum mempercayakan anak melakukan atau memiliki sesuatu. Jika mereka belum siap, maka orangtua harus berani tegas berkata: "Tidak!" [Purnawan].

 

SMS from God: Membiarkan anak mengikuti kesenangannya bukan berarti Anda sayang anak. Bisa jadi Anda sedang menjerumuskannya pada bahaya.
Read More

Kamis, 27 November 2014

Minum dari Sumurmu Sendiri

Brian tidak beda dengan kakek lain di Inggris. Yang sedikit membedakannya adalah sepedanya. Selama 58 tahun dia tetap setia menggunakan sepeda yang ia dapatkan sebagai kado ulang tahunnya yang ke-12.

Sang ayah, Les, membelikannya sepeda bekas merek Claud Butler. Sejak  saat itu, dia selalu menggowes sepeda itu setiap hari. Sampai saat ini sepeda itu terawat dengan sangat baik. Sepeda berkelir turquoise biru dengan sepuhan krom yang masih mengkilat itu bahkan jauh lebih awet ketimbang kehidupan rumah tangga Brian. Ia sudah dua kali bercerai dalam dua dekade terakhir.
Minumlah dari sumurmu sendiri, Anakku—tetaplah setia kepada istrimu sendiri. (Amsal 5:15 FAYH)

Kegemaran akan benda-benda tertentu kadang dapat menyita perhatian seseorang sehingga tidak punya waktu lagi untuk menjaga keutuhan rumah tangganya. Kesetiaan dalam pernikahan juga dapat dirusak oleh hadirnya pihak ketiga.

Dalam nats hari ini, Salomo mengkiasakan isteri itu seperti sumur.  Jika sang suami merasa haus tempat lain, hendaknya dia menahan dahaganya itu hingga dia sampai di sumurnya sendiri. Di situ dia boleh memuaskan dahaganya. Pernikahan adalah suatu lembaga persekutuan yang disucikan oleh Allah. Itulah sebabnya pernikahan merupakan perwujudan janji setia di hadapan Allah. Melalui pernikahan kudus ini dimaksudkan agar persekutuan pernikahan itu tetap langgeng, harmonis dan menciptakan kehidupan yang sejahtera [Purnawan].

 

SMS from God: Persekutuan pernikahan harus diisi dengan cinta murni, saling berbagi, saling menguatkan lahir dan batin, dan kesatuan hati.
Read More

Rabu, 26 November 2014

Alat Kristus

Biola Stradivarius yang diduga bernilai jutaan dollar AS tertinggal di kereta api di Bern, Swiss.Polisi kemudian mengeluarkan imbauan agar penemu biola tadi menyerahkan alat musik mahal tadi ke kantor stasiun. Beruntung, seorang penumpang,Pascal Tretola, menyelamatkan biola mahal tadi dan kemudian mengembalikan biola itu kepada pemiliknya.

Sejauh ini hanya ada sekitar 600 biola dari semua biola yang dibuat oleh pembuat biola terkemuka asal Italia, Antonio Stradivari. Sebuah biola buatan Stradivari terjual sekitar Rp 120 miliar dalam sebuah lelang tahun 2011.

Mengapa bola Stardivari mahal? Karena biola ini berkwalitas tinggi. Baik dari bahan-bahan pembuatnya maupun cara pembuatannya. Selain itu, jumlahnya juga terbatas. Maka biola ini telah menjadi legenda.
Jika engkau menjauhi dosa, engkau akan menjadi seperti piring mangkuk dari emas murni, yang terbaik di dalam rumah, sehingga Kristus sendiri dapat memakai engkau untuk tujuan-Nya yang termulia. (2 Timotius 2:21 FAYH)

Ada gereja yang tiap minggu dipenuhi jemaat. Tapi jumlah orang yang melayani di gereja itu hanya sedikit. Ada banyak jemaat yang tidak tahu  tugasnya dalam pembangunan gereja Tuhan.

Paulus mengambil ilustrasi perabot di dalam rumah. Tiap perabot punya fungsi masing-masing. Bagaimana caranya agar kita dapat dipakai untuk maksud yang mulia? Pertama, dengan menyucikan diri dari hal-hal jahat (ay. 21-22). Kedua, dengan menghindarkan diri dari perkataan kosong dan pertengkaran (ay. 23-24). Ketiga, membimbing orang dengan sabar agar bertobat (ay.25-26).

Sudahkah Anda menjadi perabot yang berkualitas terbaik untuk dipakai Allah demi tujuan mulia? [Purnawan].

SMS from God: Bila kita benar-benar serius bersedia dipakai Tuhan di dalam rumah-Nya, maka kita tentu akan memperoleh pertolongan-Nya.
Read More

Selasa, 25 November 2014

Api Asmara

Cinta itu buta. Mungkin ini pepatah yang tepat untuk menggambarkan pengorbanan seorang perempuan Rusia ini. Perempuan muda itu telah salah jatuh cinta kepada seorang pria berusia 25 tahun. Dia benar-benar jatuh cinta dan mengira telah menemukan pasangan sejati sampai-sampai dia memutuskan tunangannya. Padahal, mereka selangkah lagi menuju altar. Saking percaya, dia juga menyerahkan kunci mobil dan mengajak lelaki yang baru dikenal ini pindah ke apartemennya.

Suatu hari ketika dia pulang dari tempat kerjanya, dia mendapatkan lelaki itu menghilang. Hilang pula perhiasan, uang, komputer, dan benda-benda berharga lainnya. Apartemen itu jadi kosong melompong. Polisi kemudian melacak lelaki penipu itu yang ternyata telah menikah dan memiliki seorang anak. Dia sedang mengalami kesulitan keuangan.
“Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.” (Kidung Agung 8:7)

Nats  hari ini diucapkan oleh mempelai perempuan. Di sini mempelai perempuan menyatakannya dengan kata tandas, tegas lagi indah: Cinta mempunyai kekuatan tak terkalahkan; ia tidak tertahan dan nilainya tidak bertara.

Berusaha membeli cinta dengan uang adalah tindakan yang dipandang hina; itu tidak dapat dilakukan. Demikian pula, setiap pernikahan yang berlandaskan daya tarik harta milik duniawi dari suami atau istri pasti mengalami kegagalan.

Kiranya kita juga masih memiliki cinta yang menyala-nyala kepada pasangan Anda [purnawan].

 

SMS from God: Nyalakan lagi api cinta yang mulai redup, kepada pasangan Anda, bukan kepada orang lain.
Read More

Senin, 24 November 2014

Kemerdekaan

Siapa bilang hidup di luar penjara lebih enak? Bagi Rodney Dwayne Valentine, kehidupan di balik jeruji lebih menyenangkan. Rodney baru saja dibebaskan dari penjara di Rockingham, tetapi dia menolak meninggalkan penjara.

Polisi lalu menangkap dia dengan tuduhan memasuki lahan orang, lalu mengirimnya kembali ke sel penjara. Ketika dibebaskan awal pekan ini, dia menolak meninggalkan penjara setelah petugas menolak permintaannya untuk diantar ke motel terdekat. Petugas menyarankan agar dia naik taksi saja ke motel tersebut.
Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. (Galatia 5:13)

Kalau kita percaya pada karya keselamatan Yesus, maka kita seperti narapidana yang baru saja dikeluarkan dari penjara. Sebagian besar orang akan memutuskan untuk melanjutkan hidup baru. Mereka menyesal telah melakukan kejahatan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Namun demikian, ada orang Kristen yang jatuh-bangun di dalam dosa. Mereka seperti penjahat yang keluar-masuk penjara karena berkali-kali melakukan kejahatan. Sebagaimana Rodney, mereka belum menemukan kenikmatan sebagai orang merdeka.

Bagaimana caranya agar tidak masuk penjara dosa lagi? Nats kita mengungkap rahasianya, yaitu hidup dalam komunitas yang saling melayani. Di dalam komunitas yang peduli ini, kita akan diingatkan setiap kali tergoda untul berbuat dosa lagi. Nah, sudahkah Anda memiliki komunitas yang saling mengasihi? [purnawan].

 

SMS from God: Cari dan temukan kenikmatan sebagai orang merdeka. Maka Anda tidak mudah jatuh dalam dosa.
Read More

Titik Pendaratan

Letkol Elisa Manueke belum lama dalam menekuni olahraga paralayang. Sebelumnya, dia lebih lama menekuni cabang gantole. Saat mengikuti kejuaraan dunia di Montenegro, dia merasa grogi karena merasa seperti anak kemarin sore. Lawan-lawannya sudah sangat berpengalaman dan punya jam terbang tinggi. Dia ikut kejuaraan ketepatan mendarat.

“Bagaimana cara mengatasi grogi ini?” katanya dalam hati saat mengudara. Dia lalu ingat prinsip dalam bedah mata. Selain atlet, Elisa adalah dokter mata. Dalam membedah mata,  dokter harus memusatkan pandangan matanya kepada mata pasien dan mengkoordinasikan tangannya untuk membedah.

“Saya harus fokus pada titik pendaratan. Saya tidak memusingkan apakah bisa juara atau tidak. Tugas saya adalah mendarat di sasaran,” tekatnya dalam hati. Dengan kiat ini, akhirnya dia menempati ranking empat. Hanya berselisih 1 cm dengan juara III.

Elisa meneladani Yesus yang fokus pada tugas yang diberikan oleh Bapa-Nya. Mata-Nya tertuju ke kota Yerusalem, yaitu untuk menderita di atas kayu salib. Orang banyak sebenarnya ingin mengangkat Yesus sebagai pemimpin politik untuk melawan penjajah Romawi. Tetapi Yesus tidak tergoda. Tujuan-Nya sudah jelas.

Demikian juga kita, hendaknya mengetahui titik pendaratan kita. Jika kita tidak tahu di mana target kita, maka parasut kita akan melayang-layang tanpa arah. Hal itu menguras tenaga kita. Akibatnya kita menjadi lelah dan mudah menyerah [Purnawan].

 [fruitful_sep]
Read More