Rabu, 10 September 2014

Mukjizat di Depan Mata

Salah satu anggota jemaat kami terserang penyakit demam berdarah. Jumlah trombosit dalam darahnya terus menurus dengan drastis. Pertama kali masuk rumah sakit, jumlah trombositnya hanya 50 ribu. Padahal angka minimalnya adalah 150 ribu.

Dia harus banyak minum jus buah jambu merah yang dipercaya dapat meningkatkan kadar trombosit. Akan tetapi belum terlihat perubahan yang berarti. Mengetahui hal ini, orangtua pasien mengirim SMS ke banyak anggota jemaat untuk meminta dukungan doa. Tengah malam itu, kami bersama-sama berdoa.

Beberapa jemaat yang bergolongan darah B dikontak untuk bersiap-siap, jika sewaktu-waktu diminta mendonorkan darahnya. Sehari kemudian kadar tombositnya semakin melorot ke angka 25 ribu, 19 ribu, bahkan sampai hanya 12 ribu.

Pada situasi ini, orangtua pasien sempat panik dan cemas. Mereka sudah bersungguh-sungguh meminta mukjizat dari Tuhan, tapi kadar trombosit anaknya malah terus menurun. Hingga suatu saat mereka menerima SMS ini: “Ambang batas minimal untuk kadar trombosit adalah 150 ribu. Anak Anda masih dapat bertahan dengan angka 12 ribu, bukankah itu sebuah mukjizat?” Mereka mendapat penguatan dari SMS ini.

Setelah ditransfusi, kadar trombosit pasien ini mulai naik dan sekarang sudah sembuh. Dalam acara persekutuan, orangtua pasien bersaksi: “Ketika kita minta mukjizat, kita sering memintanya harus sesuai dengan kehendak kita. Ketika mukjizat itu datang dalam bentuk yang tidak sesuai dengan keinginan kita, maka kita sering menganggapnya bukan sebagai mukjizat.

Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." (Yohanes 4:48)

[Purnawan]

 

SMS from God: Tuhan itu maha kreatif dan punya banyak cara untuk menyatakan kuasa-Nya. Diperlukan kepekaan rohani untuk mengetahuinya.

 
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It