Selasa, 02 September 2014

Kesepian

Sebuah perusahaan makanan di Jepang, Takasaki, merekam suara wanita untuk menjelaskan produk-produk mereka. Rekaman suara ini dapat diakses melalui telepon bebas pulsa.

Adalah Riroyuki Namoto (38 th), salah satu orang yang menggunakan fasilitas ini. Dia telah menelepon sebanyak lebih dari 500 kali. Dia sebenarnya tidak berminat membeli produk itu, tapi hanya terobsesi pada suara wanita dalam rekaman itu. Akibatnya, perusahaan Takasaki harus membayar tagihan telepon sekitar Rp. 330 juta, dengan total panggilan 3.100 jam.

“Kesepian” itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kehidupan Riroyuki. Karena kesibukan kerja, dia tidak punya kesempatan untuk bersosialisasi. Hampir seluruh waktunya tersita untuk pekerjaan. Hal ini mengingkari kodrat dasar manusia sebagai makhluk sosial. Pada dasarnya, setiap manusia memiliki naluri alami untuk berhubungan dengan manusia yang lain.

Itu sebabnya, pusat-pusat hiburan ramai dikunjungi pada akhir pekan. Tujuan utamanya sebenarnya adalah untuk bertemu dan berteman dengan manusia yang lain. Inilah peluang bagi gereja yang ada di kota-kota besar. Gereja sebaiknya menjadi tempat untuk mencari teman dan menjalin persahabatan.

Sayangnya, kebanyakan jemaat buru-buru pulang begitu ibadah telah selesai. Hanya sedikit orang yang masih tinggal agak lama untuk sekadar bercakap-cakap. Hari ini, cobalah untuk memikirkan inovasi apa yang dapat Anda buat untuk gereja Anda. Jadikan gereja Anda sebagai pusat hiburan yang sehat [purnawan].

SMS from God: Hilangkan kesan bahwa gereja itu dingin dan angker. Buatlah jadi hangat dan ramah.
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It