Sabtu, 09 Agustus 2014

Aku Haus

Ucapan Aku haus ini menunjuk pada dua ayat Mazmur. “Kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku” (22:15) dan  “ Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam” (69:2).

Dalam Markus 15:23 diceritakan Yesus menolak anggur bercampur mur yang diberikan kepada-Nya. Campuran ini dapat digunakan untuk meringankan rasa sakit. Yesus telah menetapkan hati untuk mati dengan pikiran yang jernih. Namun ketika diberi anggur asam, Yesus menerimanya. Anggur asam adalah minuman pahit yang biasa diminum oleh pekerja di ladang dan para tentara dari kelas rendah. Tentara Romawi yang berasal dari Italia merasakan udara yang sangat panas di Israel. Karena itu, ketika menjalankan tugas penyaliban itu, mereka membawa bekal air minum, yaitu air putih yang dicampur dengan anggur asam.

Ucapan Yesus ini menunjukkan bahwa Yesus tidak hanya Allah yang sejati, tetapi juga manusia yang sejati. Dia mengalami rasa sakit dan kelemahan dalam tubuh-Nya. Setelah disiksa dan dipanggang di bawah terik matahari selama berjam-jam, tubuh Yesus mengalami dehidrasi (kekurangan cairan). Yesus mengalami penderitaan sebagai manusia. Itu sebabnya, penulis kitab Ibrani dengan sukacita menyatakan bahwa kita memiliki Imam Besar yang dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita (Ibrani 4:15). Dia dapat berempati pada keluhan dan tangisan penderitaan kita, karena Dia pernah mengalaminya [purnawan].

SMS from God: Yesus dapat memahami penderitaan manusia, karena Dia pernah menjadi manusia.
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It