Minggu, 13 Juli 2014

Kejujuran

Talon Curtis boleh jadi adalah wanita yang paling jujur di Amerika. Suatu siang dia menemukan selembar cek yang bernilai sekitar Rp. 3,5 miliar, teronggok di trotoar. Semula Curtis menyangka cek itu palsu, namun setelah dicek ternyata  asli.

Dia segera mendatangi bank yang menerbitkan cek itu untuk mencari tahu siapa yang pemilik cek itu. Ternyata dia adalah seorang wanita. Manajer bank menyarankan Curtis supaya mengirimkannya lewat pos saja, tapi Curtis menolaknya. Akhirnya dia bertemu dengan si pemilik cek. Curtis mengaku wanita itu hendak memberinya imbalan, tapi Curtis menolaknya. Memang dia agak sedikit menyesal, tapi dia yakin dia telah melakukan hal yang benar.

Mengapa dia ingin bertemu dengan wanita pemilik cek itu? Curtis berkata, “Saya hanya ingin bertemu dengan dia dan melihat wajahnya. Saya juga ingin supaya dia tahu, bahwa di dunia ini masih ada orang yang jujur.”
 “Rumah orang fasik akan musnah, tetapi kemah orang jujur akan mekar.” (Amsal 14:11)

Sayangnya, kejujuran ini sudah menjadi barang langka di dunia bisnis dan birokrasi di Indonesia. Ada pegawai negeri beragama Kristen yang berusaha jujur dalam pekerjaannya. Akibatnya dia "dibuang" ke dinas yang "kering." Meski begitu, dia tidak menyesali atas sikapnya ini.  Amsal mengatakan bahwa rumah orang fasik tidak akan bertahan lama. Berbeda dengan kediaman orang jujur. Walau hanya berupa kemah, tapi kediaman orang jujur  akan mekar merekah seperti bunga. Harta, kedudukan dan kehormatan yang didapatkan dengan cara yang tidak jujur akan lenyap. Kejujuran akan tetap lestari. [Purnawan]

SMS from God: Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana.
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It