Kamis, 31 Juli 2014

Dipaksa Memikul Salib

Menurut hukum Romawi, seorang hukuman biasanya diarak lebih dulu mengelilingi kota. Dia dikawal oleh empat serdadu di bawah pimpinan seorang centurio. Seorang serdadu berjalan paling depan membawa papan tulis yang mencantumkan perbuatan jahat orang tersebut.

Menurut kebiasaan, si terhukum sendiri yang harus mengusung salibnya. Mungkin karena sudah terlalu lemah, maka Yesus tidak kuat memikul kayu salib itu. Para serdadu lalu melihat sekeliling untuk melihat apakah ada orang yang dapat dipaksa untuk mengambil alih beban Yesus. Tetapi mereka tidak menemukan murid atau sahabat Yesus untuk menolong-Nya. Maka mereka memaksa Simon dari Kirene untuk memikul salib itu.
“ Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.” (Lukas 23:26)

Menurut Markus 15:20, Simon ini adalah ayah Alexander dan Rufus. Simon sedang dalam perjalanan pulang dari luar kota. Kota Kirene terletak di Afrika utara (kini Libia) dan menjadi pusat perantauan Yahudi pada abad I. [Menurut Kisah 2:10, hari raya Pentakosta digelar di Yerusalem yang dihadiri orang Kirene pula].

Lukas menggambarkan bahwa Simon menerima tugas itu begitu saja, tanpa berkata-kata. Dia tidak protes meski pemaksaan itu mungkin mengubah rencana dan tujuannya pada hari itu. Nats hari ini memberikan teladan bahwa ada waktunya kita “dipaksa” untuk memikul salib. Kita sudah punya rencana sendiri, tapi semua itu berantakan karena dipaksa untuk memikul salib. Namun meneladani Simon, hendaknya kita menjalaninya tanpa banyak mencari-cari alasan [purnawan].

SMS from God: Tidak ada satu pun salib yang enak dipikul. Kadang kita harus dipaksa supaya mau memikul salib.
Read More

Menyenangkan Banyak Orang

 

Pengadilan agama Yahudi telah menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus. Mereka menilai Yesus telah menghujat Yahwe. Menurut hukum agama Yahudi, hukumannya adalah dilempari batu hingga mati. Namun karena wilayah Yahudi  saat itu sedang dijajah oleh kekaisaran Roma, maka hukuman mati ini tidak dapat dilaksanakan tanpa persetujuan penguasa.

Maka mereka menghadapkan Yesus kepada Pilatus yang bertugas sebagai perfekt di Yudea. Namun Pilatus tidak menemukan alasan yang kuat untuk menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus. Karena perkara Yesus belum jelas, maka dia memanfaatkannya tradisi Yahudi untuk melepaskan diri dari persoalan ini. Setiap hari raya Yahudi, ada seorang narapidana yang dilepaskan “menurut permintaan orang banyak.” Pilatus lalu bertanya kepada orang banyak, siapa yang akan dibebaskan? Yesus atau Barabas? Pilatus rupanya salah perhitungan. Ternyata mereka memilih Barabas.

Pilatus semakin terpojok. Orang banyak menuntut supaya Yesus disalib.  Demi “memuaskan hati orang banyak”, maka Pilatus pun membebaskan Barabas dan menyerahkan Yesus untuk disiksa dan disalibkan.
“Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.” (Markus 15:15)

Demi menyelamatkan kedudukannya, Pilatus mengalah terhadap keinginan orang banyak. Situasi seperti ini pun masih sering ditemui dalam kehidupan modern. Di tengah masyarakat yang semakin sekuler, ketaatan kita pada Allah sering dianggap aneh dan ketinggalan zaman oleh kebanyakan orang lain.  Persoalannya, apakah karena ingin menyenangkan hati orang banyak, kita kemudian berkompromi dan menyembunyikan kekristenan kita? Semoga saja tidak! [purnawan]

SMS from God: Suara terbanyak belum tentu selalu yang benar. Kebenaran hanya terdapat pada Allah.
Read More

Selasa, 29 Juli 2014

Memikul Salib

Usai penghakiman, Yesus diserahkan kepada para prajurit Romawi untuk disesah. Yesus dicambuki menggunakan cemeti bertali-tali kulit yang diberi nama flagellum. Siksaan ini sangat melemahkan tubuh Yesus. Setelah itu, Dia harus memikul salib-Nya berjalan ke luar kota, menuju sebuah bukit.

Di sepanjang perjalanan, banyak orang berkerumun untuk melihat peristiwa ini. Ada bermacam reaksi di antara para ‘penonton’. Ada banyak orang yang ikut mencaci maki dan menghina Yesus. Tidak mustahil, di antara pencemooh ini terdapat juga orang-orang yang dulu pernah mengekor Yesus untuk mendengarkan pengajaran-Nya dan menyaksikkan mukjizat-Nya. Bahkan mungkin ada pula yang dulu mengelu-elukan Yesus ketika memasuki Yerusalem menggunakan keledai.
“Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.” (Yohanes 19:17)

Penderitaan yang dialami Yesus tidak hanya berupa sakit secara fisik saja, tetapi juga siksaan secara batin. Dimanakah para murid yang dulu pernah berjanji akan membela-Nya sampai mati? Di mana orang-orang sakit yang pernah disembuhkan-Nya? Di mana orang-orang yang pernah dilepaskan-Nya dari kuasa Iblis? Di mana pula ribuan orang yang pernah Dia beri makan siang gratis? Hanya sedikit orang yang memberikan dukungan ketika Yesus paling membutuhkan.

Ada pepatah mengatakan, “A friend in need, is a friend indeed”.  Teman yang memberikan bantuan pada saat yang paling dibutuhkan adalah sahabat yang sejati.  Pada saat kita sedang dalam situasi yang paling terpuruk, kita justru dapat mengetahui siapa saja sesungguhnya yang telah menjadi sahabat sejati. Yesus pernah mengalami situasi seperti ini. Itu sebabnya, Dia selalu menjadi Sobat kita yang setia, karena Dia tahu ketika dalam penderitaan, kita membutuhkan teman untuk berbagi beban[purnawan]

SMS from God: Teman sejati tidak pernah mengenal situasi. Dalam keadaan apa pun, dia tetap setia.
Read More

Minggu, 27 Juli 2014

Ratu Pemberani

Kitab Ester mirip dengan kitab Keluaran yang menceritakan tentang penindasan yang dialami oleh bangsa Israel. Kitab Ester mirip dengan Kidung Agung karena tidak mencantumkan nama Allah, tetapi “sidik jari” Allah tertera di dalamnya.

Bagian awal kitab ini menceritakan raja Ahasyweros yang mengadakan acara pesta selama enam bulan penuh. Dia ingin memamerkan kekayaan dan kekuasaannya. Yang diundang adalah para bangsawan, panglima militer dan pemimpin politik. Ahli sejarah memperkirakan ada sekitar 69.574 orang yang diundang. Sementara di luar istana, diadakan festival rakyat yang diperkirakan dihadiri 10 ribu orang.
“ Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda…. supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.  Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.” (Ester 1:10-12)

Setelah pesta berjalan seminggu, sang Raja, yang mungkin dalam keadaan mabuk, ingin memamerkan hal yang lain, yaitu kecantikan isterinya. Dia memerintahkan agar Wasti, sang ratu, menghadap raja dengan memakai mahkota kerajaan. Ada ahli sejarah yang menafsirkan bahwa dengan perintah ini berarti sang ratu harus menghadap hanya mengenakan mahkota kerajaan.

Sang ratu menolak perintah ini. Dia memutuskan untuk tidak mempermalukan diri di hadapan tamu-tamu yang sedang mabuk. Meskipun konsekuensinya dia harus dicopot dari kedudukan yang sangat terhormat, tapi Wasti berani berkata tegas: “Tidak!”

Ketika Anda diperintahkan untuk melakukan perbuatan yang salah, apa yang Anda lakukan? Apakah Anda akan melakukan kompromi, apalagi jika pekerjaan atau jabatan Anda menjadi taruhannya? Atau apakah Anda akan berdiri tegak dan menolaknya dengan tegas? [purnawan].

SMS from God: Apa pun taruhannya, jika harus mengorbankan martabat dan kehormatan, maka kita harus tegas menolak.
Read More

Sabtu, 26 Juli 2014

Memahami Pikiran Allah

Ilmuwan terkenal, Albert Einstein berkata, "Saya ingin tahu bagaimana Allah menciptakan dunia ini. Saya tidak tertarik pada fenomena ini atau itu; dalam spektrum ini atau elemen itu. Yang terutama ingin saya pahami adalah pikiran-Nya, maka yang lain akan mudah dipahami.”

Einstein adalah seorang jenius nomor wahid. Dia menciptakan teori relativitas, serta teori tentang ruang dan waktu yang menjelaskan dasar-dasar tentang alam semesta ini. Orang awam pasti kesulitan memahami teori ini, namun teorinya ini telah terbukti benar. Sebagian besar di antara kita pasti kesulitan memahami teori ini. Meskipun demikian, kita harus yakin bahwa teorinya itu benar.

Hal serupa dapat kita lakukan dalam memahami cara kerja Allah. Nats kita melukiskan perbedaan antara pikiran manusia dan pikiran Allah itu setinggi langit dan bumi. Dengan kata lain tak ada batasnya. Kita hampir mustahil memahami pikiran Allah. Kita pasti kesulitan dalam memahami cara atau jalan yang dipakai oleh Allah. Meski begitu, kita dapat meyakini kebenaran janji-Nya bahwa rancangan Allah selalu terbaik untuk kita.
“ Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.  Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:8-9)

Yang harus kita lakukan adalah menanggapinya dengan iman. Kita harus bersungguh-sungguh mencari dan berpaling kepada Allah. Penulis Ibrani (11:6), menyatakan bahwa Allah akan memberi hadiah kepada “orang yang sungguh-sungguh mencari Dia”. Kita tidak membutuhkan otak secerdas Albert Einstein untuk memahami rencana Allah. Yang perlu kita lakukan adalah berpaling kepada Allah, dan setelah itu melakukan kehendak-Nya[purnawan].

SMS from God: Jika Anda tidak mampu memahami rancangan Allah, terima saja dengan iman. Percayailah bahwa rancangan-Nya adalah yang terbaik.
Read More

Hiburkanlah, hiburkanlah

Yesaya melukiskan secara indah pengampunan yang diberikan Allah. Dia menggunakan kata "hiburkanlah, hiburkanlah " kepada umat pilihan Allah, bangsa Yahudi. Mereka baru saja kembali ke negeri mereka setelah diasingkan selama 70 tahun di negeri asing. Meski pun bangsa Yahudi telah memberontak, namun Allah mengampuni mereka. Kata "hiburkanlah, hiburkanlah” dalam ayat ini berupa kalimat perintah dan diulang dua kali. Ini artinya, Tuhan ingin mengatakan berulang-ulang supaya mereka tidak melupakan.

Allah berbicara dengan lembut kepada bangsa Yahudi. Ini menunjukkan sisi kemurahan Allah setelah Dia menunjukkan kemarahan-Nya karena dosa-dosa bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi telah menjalani hukuman sebagai hamba (baca: budak) di negeri Babel. Karena itu Allah mengampuni dan menerima kembali umat-Nya.
“Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu,  tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.” (Yesaya 40:1-2)

Kita telah diampuni dan diterima Allah kembali, bukan karena telah menjalani masa hukuman, melainkan melalui pengurbanan Yesus Kristus, sang Domba tak berdosa. Sebagaimana bangsa Yahudi, setelah pengampunan ini kita tidak otomatis lepas dari kesulitan dan penderitaan. Namun nats kita menyatakan bahwa Allah akan memberikan penghiburan kepada kita.

Paulus sudah mengalami penghiburan ini. Dia menulis: “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,  yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.” (2 Korintus 1:3-4) [purnawan].

 

SMS from God: Pengampunan tidak membebaskan kita dari penderitaan dunia. Namun Allah berjanji memberi penghiburan.
Read More

Kamis, 24 Juli 2014

Murah Hati

Sebuah film anak-anak menceritakan sebuah negeri yang kondisi iklimnya dipengaruhi oleh suasana batin sang raja. Jika batin sang raja sedang marah atau sedih, maka iklimnya menjadi sangat kering. Jika perasaan sang raja sedang berbahagia, maka iklimnya menjadi bagus dan cocok untuk bertanam.

Itu sebabnya punggawa kerajaan berusaha mati-matian membuat sang raja merasa berbahagia. Mereka mempertunjukkan bermacam-macam hiburan, tetapi lama-kelamaan jenis hiburan mulai habis. Raja mulai merasa bosan dan batinnya mulai gundah. Hal ini membuat panik selurih kerajaan.

Hingga akhirnya, datanglah orang yang bijak. Dia membawa serta beberapa rakyat miskin ke hadapan raja dan menceritakan penderitaan mereka. Mendengar cerita itu, hati raja tersentuh. Dia lalu menghadiahkan sejumlah uang mereka. Pada saat memberikan hadiah itu, tiba-tiba sang Raja merasakan kebahagiaan yang luarbiasa. “Aha, ini dia rahasianya,” teriak sang Raja sambil melompat dari tahtanya, ”Aku belum pernah merasa sebahagia ini.” Sang Raja merasa berbahagia ketika ia memberi sesuatu kepada orang lain.
“Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” (Matius 5:7)

Dalam khotbah-Nya di atas bukit, Yesus mengajarkan bahwa orang bermurah hati akan mendapatkan kebahagiaan. Bukankah dengan memberi kepada orang lain itu menunjukkan bahwa kita telah lebih dulu diberkati oleh Allah? Itulah yang membuat kita berbahagia, yaitu sebuah kesadaran bahwa Allah telah memelihara dan mencukupkan kebutuhan kita, bahkan kita dapat membagikannya pada orang lain [purnawan].

 

SMS from God: Kita harus bermurah hati karena sudah dan akan mendapat kemurahan hati Allah.
Read More

Ember Kayu

Pernah melihat ember kayu kuno? Ember itu dibentuk dari bilah-bilah papan kayu yang disusun melingkar, lalu diikat menjadi satu. Besarnya daya tampung ember itu bukan ditentukan oleh papan kayu yang paling panjang, melainkan justru yang paling pendek. Meski semua papan kayu lainnya cukup panjang, tapi jika terselip satu papan yang pendek, maka air yang dapat ditampung oleh ember itu hanya setinggi papan yang paling pendek.
“ Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah;” (Ibrani 12:12)

Dalam dunia kerja, kekuatan sebuah perusahaan sangat dipengaruhi oleh divisi yang paling lemah. Sebagai contoh, ketika saya bekerja di media, para redaktur wajib menyelesaikan tulisan sebelum tenggat waktu. Tapi jika ada satu redaktur saja yang melanggar tenggat ini, maka kerja keras redaktur lain menjadi sia-sia, karena media itu pasti terlambat terbit.

Demikian juga dalam kehidupan berjemaat. Kekuatan sebuah jemaat justru ditentukan oleh anggota jemaat yang paling lemah. Itu sebabnya penulis kitab Ibrani menegaskan perlunya untuk menguatkan anggota jemaat yang paling lemah [purnawan].

 

SMS from God: Apakah gereja Anda merasa sudah kuat? Lihat dulu, apakah masih banyak orang lemah di sana.
Read More

Rabu, 23 Juli 2014

Berjaga-jaga

Dalam dongeng “Sleeping Beauty” diceritakan sebuah kerajaan sedang bersukacita dengan kelahiran putri raja. Namanya putri Aurora. Semua orang diundang, kecuali penyihir yang jahat. Maka sang penyihir menjadi marah. Dia memberikan kutukan bahwa sang bayi tidak akan berumur lebih dari 16 tahun. Dia akan mati karena tertusuk jarum pemintal.

Kadar kutukan ini dapat sedikit ditangkal oleh tiga peri yang baik. Putri Aurora tidak akan mati, tapi hanya akan tidur panjang. Untuk mencegah kutukan terjadi, maka semua alat pemintal harus dimusnahkan dari negeri itu. Selanjutnya tiga peri menyembunyikan sang bayi jauh di dalam hutan dan membesarkannya di sana.

Enam belas tahun kemudian, tepat pada hari ulang tahun sang putri, ketiga peri ini mengantarkan Aurora ke kerajaan. Mereka mengira kutukan itu telah hilang karena hanya tersisa sedikit waktu untuk memasuki usia ke-16. Ternyata dugaan ini meleset. Sang raja lupa memusnahkan alat pemintal yang disimpan di menara istana. Sang putri pun terkena kutukan penyihir jahat.
“ Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.” (Wahyu 3:3)

Kewaspadaan selama bertahun-tahun menjadi sia-sia karena kelengahan pada saat-saat terakhir. Firman Tuhan mengingatkan kita supaya selalu berjaga-jaga. Kita tidak boleh lengah karena Tuhan dapat memanggil kita atau datang kedua kalinya kapan saja. Dongeng di atas memang berakhir bahagia. Sang pangeran menyelamatkan sang putri dengan kekuatan cinta. Namun dalam kehidupan sehari-hari, tidak selamanya berakhir bahagia. Ada beberapa orang yang kedapatan lengah ketika dipanggil Tuhan. Karena itu selalu berjaga-jagalah [purnawan]

 

SMS from God: Orang yang setia akan menerima upahnya. Orang yang lengah akan kalah.
Read More

Selasa, 22 Juli 2014

Disiplin

Menurut data Indonesian White Paper, osteoporosis (pengeroposan tulang) pada perempuan di atas 50 tahun mencapai angka 28,8 persen. Itu artinya, setiap empat perempuan Indonesia berusia di atas 50 tahun, terdapat satu orang yang mengalami pengeroposan tulang.

Pengeroposan tulang bukan suatu proses yang tiba-tiba. Ini adalah proses yang dimulai sejak muda. Itu sebabnya, sejak dari muda kita perlu melakukan upaya pencegahan. Caranya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium, salah satunya dengan meminum susu. Kekurangan kalsium merupakan salah satu penyebab utama osteoprosis.

Selain itu, kita juga perlu melakukan kegiatan olahraga setiap hari. Dokter menganjurkan supaya kita berjalan kaki minimal 10 ribu langkah setiap hari. Ini adalah aktivitas mudah, murah, dan dapat dilakukan siapa saja untuk menjaga kesehatan.

Berkaitan dengan kesehatan tubuh, Paulus berusaha melatih tubuhnya. Dalam versi New King James kata "melatih" diterjemahkan "discipline".   Paulus mendisiplinkan tubuhnya untuk mendukung pelayanannya.

Tubuh kita perlu disiplinkan. Ketika sudah cukup umur, tubuh kita enggan untuk diajak berolahraga. Tapi kita harus mendisiplinkan tubuh selain dengan berolahraga, juga dengan mengonsumsi makanan yang sehat, tidak merokok, menghindari minuman keras, dan mengelola stress [purnawan].

 

SMS from God: Pencegahan osteoporosis harus dilakukan sejak dini, sejak masih muda.
Read More

Senin, 21 Juli 2014

Asli atau Palsu?

Ada sebuah legenda tentang ratu Syeba dan raja Salomo. Dia ingin menguji hikmat Salomo yang terkenal dimana-mana. Dia membawa dua vas bunga. Vas yang satu berisi bunga yang asli. Sedangkan vas yang lain berisi bunga buatan manusia tapi sangat mirip dengan aslinya. Mata manusia pasti akan terkecoh karena menganggapnya itu bunga asli.

Dia meletakkan kedua vas itu di depan Salomo yang duduk di singgasana. "Wahai raja Salomo," kata ratu Syeba,"Engkau adalah manusia paling berhikmat di muka bumi ini. Katakanlah kepadaku, tanpa menyentuhnya, manakah di antara kedua bunga ini yang asli dan mana yang palsu?"

Untuk beberapa lama, Salomo mengamati kedua bunga itu. Keduaya kelihatan sama-sama asli. Lalu Salomo berkata, "Bukalah jendela istana. Biarkanlah tawon masuk ke dalam dan memilih bunga yang asli."

Tawon tidak mungkin keliru dalam membedakan bunga asli dengan bunga buatan. Sepanjang hidupnya, tawon sudah lama berhubungan dengan bunga sehingga mudah mengenali bunga meski dari kejauhan sekalipun.
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Dalam kehidupan sehari-hari, orang Kristen dihadapkan dengan berbagai pengajaran. Kelihatannya kristiani, tapi sebenarnya menjerumuskan. Kita sulit membedakan pengajaran yang asli dan yang palsu. Namun sama seperti lebah, kita tidak akan kesulitan membedakannya jika kita sudah lama bergaul dengan 'bunga yang asli', yaitu Allah yang hidup [purnawan].

SMS from God: Cara terbaik mengetahui yang palsu adalah dengan mengenal baik yang asli.

 
Read More

Minggu, 20 Juli 2014

Penyangkalan Diri

Seorang pemuda mendatangi rahib tua di sebuah biara. Dia membanggakan perbuatannya dalam penyangkalan diri.

"Guru, saya selalu mengenakan baju putih-putih, seperti pakaian orang-orang pada zaman dahulu," kata pemuda itu,"Saya memelihara janggut panjang. Saya tidak pernah minum yang memabukkan, hanya air putih. Saya selalu makan sayur dan tidak pernah makan daging. Setiap hari saya selalu tidur di lantai tanpa alas. Untuk memadamkan hawa nafsu, saya menerima cambukan di punggung sebanyak empat puluh kali."

Ketika pemuda itu berbicara, sang rahib menatap keluar melalui jendela. Dia melihat kambing putih yang sedang minum air di kolam. Sesudah itu berbaring di atas rumput.

"Lihatlah hewan itu!" kata sang Rahib tenang,"hewan itu tampak putih-putih, hanya minum air putih, tidak pernah makan daging, punya janggut panjang dan tidur tanpa alas. Setiap hari dia juga menerima cambukan dari tuannya karena bandel. Berarti kamu sama dengan hewan itu, dong!"
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Matius 16:24)

Penyangkalan diri itu berbeda dengan menyiksa diri. Memang, mengendalikan keinginan daging merupakan salah satu dimensi dalam penyangkalan diri. Meski demikian, tubuh kita tidak untuk dirusak. Tubuh itu untuk dirawat dan digunakan untuk kemuliaan Tuhan.

Penyangkalan diri adalah sikap radikal untuk menaati kehendak Allah. Kita menempatkan Allah sebagai pusat segala-galanya. Kita membuang harapan, cita-cita dan tujuan pribadi untuk digantikan oleh kehendak Allah. Di situlah kita mendapatkan kehidupan [purnawan].

SMS from God: Penyangkalan diri adalah membuang ego pribadi dan menggantikannya dengan Kristus.
Read More

Sabtu, 19 Juli 2014

Penyemir Sepatu Yesus

Seorang pengusaha sukses terkesan dengan hasil kerja seorang anak penyemir sepatu. Hasil semirannya selalu mengkilap. Di kota itu, tidak ada penyemir sepatu lain yang bisa mengalahkan hasil pekerjaannya.

Dengan penasaran pengusaha itu bertanya, "Nak, apa rahasianya sehingga kamu bisa menyemir semengkilap itu?"

Sejenak anak itu tersipu-sipu tapi merasa bangga. Dia menatap pengusaha dan berkata,"Tuan, saya ini orang Kristen. Ketika menyemir sepatu saya selalu bersungguh-sungguh, seolah-olah menyemir sepatu untuk dipakai Tuhan Yesus."

Pengusaha melihat ada ketulusan di mata bocah penyemir sepatu itu. Setelah itu, dia mulai membaca Alkitab dan memutuskan untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadinya. Setiap kali dia ditanya siapa yang mengenalkan Tuhan Yesus kepadanya, pengusaha itu menjawab, "Oleh penyemir sepatu yang menyemir sepatu seolah-olah akan dipakai oleh Yesus."
“Pekerjaan apa saja yang diberikan kepadamu, hendaklah kalian mengerjakannya dengan sepenuh hati, seolah-olah Tuhanlah yang kalian layani, dan bukan hanya manusia.” (Kolose 3:23)

Kalimat "dengan sepenuh hati" adalah terjemahan dari bahasa Yunani yang berarti "dari jiwa." Para hamba Kristen harus melakukan tugas mereka dengan sepenuh hati, karena mereka seharusnya menganggap pelayanan mereka sebagai pelayanan kepada Tuhan Yesus sendiri, bukan hanya bagi tuan mereka di dunia.

Mungkin Anda merasa tidak menikmati pekerjaan ini. Barangkali Anda sedang kesal karena harus mengasuh anak-anak atau pekerjaan Anda tidak sesuai dengan ilmu yang Anda kuasai. Cobalah resep bocah penyemir sepatu. Anggaplah Anda sedang melakukan pekerjaan itu untuk Yesus. Maka perubahan terjadi dalam hidup Anda [purnawan].

SMS from God: Cara pandang Anda terhadap pekerjaan akan menentukan apakah Anda akan menikmati atau tersiksa oleh pekerjaan.
Read More

Jumat, 18 Juli 2014

Mengejar Bayangan Sendiri

Ada seorang laki-laki yang hidup di padang gurun. Setiap pagi dia berjalan ke barat mengejar bayangan tubuhnya sendiri. Ketika matahari bergulir ke barat, arah perjalanannya berubah ke arah timur. Hingga akhirnya dia kembali ke tempat semula. Dia melakukan ini selama bertahun-tahun.

Suatu malam, dia bermimpi mendengar suara Tuhan. Suara itu berkata,"Berhentilah mengejar bayanganmu sendiri. Besok ikutilah matahari. Maka kamu akan mendapatkan pengalaman yang tak pernah kau bayangkan."

Paginya, dia menuruti suara dalam mimpi itu. Dengan mantap dia melangkah kaki mengikuti gerakan matahari. Hingga akhirnya dia sampai di sebuah kerajaan yang tidak dibayangkan sebelumnya.
“Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Galatia 2:19-20).

Sebelum mengenal Kristus, hidup kita berpusat pada diri sendiri. Seperti laki-laki di padang gurun itu, kita mengejar bayangan kita sendiri. Kita merasa sudah pergi jauh tetapi sebenarnya tidak beranjak kemana-mana. Ketika kita masih hidup dalam kedagingan, kita merasa sudah bekerja keras membanting tulang, tapi hidup terasa hampa.

Ketika kita sudah ditebus dengan darah Kristus, maka kehidupan kita berpusat pada Kristus. Kita tidak lagi mengejar bayangan sendiri, tapi mengejar "matahari", yaitu keserupaan dengan Kristus. Segala perkataan dan tingkah laku kita tidak digerakkan oleh ego pribadi, tetapi oleh kehendak Kristus yang hidup di dalam diri kita. Nah, apa yang sedang Anda kejar hari ini: bayangan Anda sendiri atau matahari? [purnawan]

SMS from God: Hidup yang berpusat pada diri sendiri seperti anjing yang berputar-putar mengejar ekornya sendiri.

 
Read More

Kamis, 17 Juli 2014

Siapakah Aku?

Telepon berdering di sebuah landasan udara militer. Seorang prajurit mengangkat telepon itu. "Segera siapkan helikopter!" kata suara di seberang telepon, "Aku akan main golf di Bali."

"Maaf pak. Menurut peraturan, fasilitas militer tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi," jawab prajurit itu.

"Apakah kamu tahu siapa aku?!!"terdengar suara di seberang dengan nada marah.

"Tidak, Anda siapa?" tanya prajurit polos.

"Aku adalah Jenderal bintang empat!"

"Apakah Jendral tahu siapa saya?" prajurit itu ganti bertanya.

"Tidak!!"

"Kalau begitu, terbang saja sendiri ke Bali," kata prajurit sambil menutup teleponnya.
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" (Matius 16:15)

Kalau Anda bertanya kepada semua orang: "Tahukan kamu, siapakah kamu?", maka akan ada dua kemungkinan: (1) Anda dianggap sebagai orang yang sombong, atau (2) Anda dianggap terkena sindrom amnesia (kehilangan ingatan).

Ketika Yesus mengajukan pertanyaan ini, Dia ingin menguji seberapa dalam pengenalan para murid terhadap diri-Nya. Simon Petrus menjawab: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Mesias berarti "orang yang diurapi." Mesias adalah gelar untuk Raja besar yang dinantikan bangsa Israel atas dasar nubuatan Perjanjian Lama. Menurut Nubuatan, Raja itu akan menguasai seluruh dunia dan akan membawa keselamatan. Dia tokoh tertinggi di dunia, tidak seorang pun yang dapat melebihi Dia[purnawan].

 

SMS from God: Siapakah Yesus? Jawaban Anda atas pertanyaan ini sangat mempengaruhi masa depan kehidupan Anda
Read More

Rabu, 16 Juli 2014

Cubitan Kasih

Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam. Istri saya harus segera tidur sebab esoknya harus memimpin ibadah hari Minggu sebanyak tiga kali.  Akan tetapi, dia tidak bisa segera terlelap karena Kirana, anak kami, belum mengantuk. Berkali-kali istri saya membujuk Kirana supaya segera tidur, tapi dia selalu saja memiliki segudang alasan untuk tidak tidur. Mulai dari minta susu, minta ditemani pipis,  minta ganti baju yang kebasahan keringat, sampai dengan minta dibacakan buku dongeng. Istri saya mulai kehilangan kesabaran dan menjadi jengkel.

Kirana mulai menangis. Saya tahu, ini hanya sebagai alasan untuk tidak pergi tidur. Dia memberontak sambil menendang-nendang mamanya. Maka saat itu juga saya memutuskan untuk mendisiplinkan sang anak. Saya mencubit pahanya. Kontan, tangisannya makin keras dan minta didekap oleh mamanya. Namun hanya kurang dari lima menit kemudian, dia sudah terlelap.
 “Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.” (Amsal 13:24)

Sebenarnya saya tidak tega melakukannya. Tapi untuk kebaikannya, Kirana harus tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik. Penulis Amsal menuturkan bahwa orangtua yang tidak pernah menghajar anaknya justru orangtua yang membenci anaknya. Orangtua seperti ini tidak peduli pada perilaku anaknya. Sebaliknya, orangtua yang pengasih adalah orangtua yang akan menghajar anaknya pada waktunya. Perhatikan kata "pada waktunya." Menghajar itu berbeda dengan menyiksa. Menghajar harus dilakukan pada saat yang tepat dan tidak boleh ditunda lagi.

 

Menghajar dengan kasih dapat meluputkan anak dari bahaya yang mematikan.
Read More

Selasa, 15 Juli 2014

Teror

Sering ditelepon belum tentu membahagiakan si penerima telepon. Di Austria, seorang perempuan yang membombardir anak lelakinya dengan telepon selama dua setengah tahun terakhir akhirnya didenda oleh pengadilan. Alasannya, si ibu telah membuat hidup si anak tidak nyaman karena merasa diawasi terus-menerus sepanjang hari.

Ibu yang berusia 73 tahun itu bisa menelepon anak lelakinya tidak hanya satu dua kali, tetapi hingga mencapai 49 kali dalam satu hari untuk bertanya dan membicarakan berbagai macam hal.  Kasus itu dibawa ke pengadilan oleh anak lelakinya yang tidak tahan menerima panggilan telepon terlalu sering dari ibunya.
“Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” (Kejadian 2:24)

Setiap anak yang sudah menikah wajib meninggalkan ayah dan ibunya. Kata "meninggalkan" tidak hanya bermakna fisik saja, tetapi juga bermakna sosial. Ketika dia menikah dengan pasangannya, maka mereka telah membentuk keluarga baru yang memiliki wilayah otoritas sendiri. Pasangan itu bertanggung jawab terhadap keluarganya sendiri. Pihak lain, termasuk orangtua atau mertua, tidak boleh mengintervensi keluarga baru. Mereka boleh memberi saran, tetapi pengambilan keputusan ada di tangan keluarga yang baru ini.

Apa yang dilakukan oleh ibu di Austria ini sudah dapat dikategorikan sebagai intervensi. Para orangtua harus rela melepas "kepergian" anak-anak mereka untuk membentuk keluarga baru. Sedangkan sang anak juga tetap perlu menjaga relasi dengan para orangtua mereka sekalipun telah berkeluarga [Purnawan].

SMS from God: Hubungan yang indah dapat terjalin jika dilandasi sikap saling menghormati.
Read More

Minggu, 13 Juli 2014

Kejujuran

Talon Curtis boleh jadi adalah wanita yang paling jujur di Amerika. Suatu siang dia menemukan selembar cek yang bernilai sekitar Rp. 3,5 miliar, teronggok di trotoar. Semula Curtis menyangka cek itu palsu, namun setelah dicek ternyata  asli.

Dia segera mendatangi bank yang menerbitkan cek itu untuk mencari tahu siapa yang pemilik cek itu. Ternyata dia adalah seorang wanita. Manajer bank menyarankan Curtis supaya mengirimkannya lewat pos saja, tapi Curtis menolaknya. Akhirnya dia bertemu dengan si pemilik cek. Curtis mengaku wanita itu hendak memberinya imbalan, tapi Curtis menolaknya. Memang dia agak sedikit menyesal, tapi dia yakin dia telah melakukan hal yang benar.

Mengapa dia ingin bertemu dengan wanita pemilik cek itu? Curtis berkata, “Saya hanya ingin bertemu dengan dia dan melihat wajahnya. Saya juga ingin supaya dia tahu, bahwa di dunia ini masih ada orang yang jujur.”
 “Rumah orang fasik akan musnah, tetapi kemah orang jujur akan mekar.” (Amsal 14:11)

Sayangnya, kejujuran ini sudah menjadi barang langka di dunia bisnis dan birokrasi di Indonesia. Ada pegawai negeri beragama Kristen yang berusaha jujur dalam pekerjaannya. Akibatnya dia "dibuang" ke dinas yang "kering." Meski begitu, dia tidak menyesali atas sikapnya ini.  Amsal mengatakan bahwa rumah orang fasik tidak akan bertahan lama. Berbeda dengan kediaman orang jujur. Walau hanya berupa kemah, tapi kediaman orang jujur  akan mekar merekah seperti bunga. Harta, kedudukan dan kehormatan yang didapatkan dengan cara yang tidak jujur akan lenyap. Kejujuran akan tetap lestari. [Purnawan]

SMS from God: Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana.
Read More

Teman Tidur

Malam menakutkan dialami seorang perempuan Malaysia (36 th). Seorang pria pencuri  menyelinap tidur di balik selimut di samping perempuan itu. Semula sang istri menyangka orang yang tidur di sampingnya itu adalah suaminya. Kecurigaan muncul saat dia mengajak berbicara sang suami. Suara yang muncul terasa aneh, bukan suara sang suami. Sang istri lantas memastikan keadaan. Dia pun menuju ke kamar lain dan ternyata menemukan sang suami sedang tidur terlelap di dipan. Perempuan itu serta-merta berteriak yang membangunkan seisi rumah. Sontak si pencuri melompat lewat jendela dan menghilang bersama sejumlah barang-barang curiannya.

Cerita yang sedikit berbeda dilukiskan dalam kitab Rut. Dalam kisah ini justru perempuan, yaitu Rut,  yang diam-diam berbaring di dekat laki-laki, yaitu Boas. Rut adalah seorang janda. Menurut hukum Yahudi, Boas yang masih memiliki hubungan kerabat dengan Naomi, mertua Rut, wajib menjadi pelindung Rut. Itu sebabnya, Naomi menyuruh menantunya itu untuk berdandan dan menyelinap di bawah selimut di kaki Boas.

Boas akhirnya memperistri Rut. Dari mereka, lahirlah Obed yang kemudian menjadi kakek Daud. Dari keturunan Daud akan muncul satu Tunas yang menyelamatkan manusia, yaitu Yesus. Di sini kita melihat tangan Allah yang turut bekerja dalam menggenapi rencana keselamatan. [Purnawan].

SMS from God: Allah bekerja dalam berbagai cara. Kadang-kadang cara-Nya susah dimengerti.
Read More

Sabtu, 12 Juli 2014

Kekhawatiran Ayub

Polisi Australia merasa ”terpukul dan kaget” melihat ulah seorang pengemudi sedan. Dikisahkan, ada empat orang dewasa di dalam sedan, dua duduk di depan dan dua lainnya di belakang. Di antara orang- orang dewasa ini diletakkan kantong bir yang ditahan dengan sabuk pengaman. Sedangkan bocah berusia lima tahun duduk di tengah tanpa sabuk pengaman.

Berbeda halnya dengan Ayub. Dia tidak menyayangkan hartanya, tapi sangat mengutamakan anak-anaknya. Ayub diberkati Allah dengan kekayaan yang melimpah. Dia juga dikaruniai sepuluh anak, masing-masing tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Setiap kali anak-anaknya usai menyelenggarakan pesta, maka Ayub memanggil mereka untuk menguduskan mereka dengan mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah anak-anak laki-lakinya. Untuk orang sekaya Ayub, dia pasti mengurbankan hewan ternaknya yang bernilai ekonomis tinggi. Ayub selalu melakukan
“Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.” (Ayub 1:5)

Dalam kehidupan sekarang, anak-anak kadang dikalahkan oleh pekerjaan dan harta. Banyak orangtua lebih mengutamakan pekerjaan dan mengabaikan pengasuhan anak-anak mereka. "Kami bekerja keras itu demi masa depan anak-anak juga," kilah mereka.  Ada kesan bahwa masa depan anak itu berbanding lurus dengan harta yang banyak. Tapi bagaimana dengan kehidupan rohani mereka? Sebagai kepala keluarga, Ayub selalu menjaga supaya anak-anaknya tidak "berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati."  Itu juga yang perlu diwaspadai oleh para orangtua masa kini [Purnawan].

SMS from God: Bapak adalah imam bagi keluarganya. Dia bertanggung jawab terhadap kehidupan rohani seluruh keluarga.
Read More

Jumat, 11 Juli 2014

Rezeki Orang Miskin

Apakah Anda pernah melihat film "Slumdog Millionaire"? Film ini menggambarkan realitas kehidupan yang kejam di India. Hal ini juga dialami oleh Sanichar Toppo (35 th) dan putrinya berusia empat tahun.  Toppo dan putrinya menumpang bus. Saat kondektur menagih ongkos, Toppo yang miskin ini hanya mampu membayar 8 rupee atau sekitar Rp 200, kurang dari harga tiket yang seharusnya 10 rupee.

Kondektur tetap menuntut dia membayar 10 rupee, tetapi Toppo menggeleng karena tak punya uang lagi. Kondektur yang kesal dan tak punya belas kasihan ini langsung mendorong bapak dan anaknya ke luar bus saat sopir bus tancap gas. Kedua penumpang itu tewas karena terlindas mobil lain.
“Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.” (Amsal 22:9)

Kemiskinan membuat nyawa begitu murah! Kematian para pengemis, gelandangan, anak jalanan tidak begitu mengusik rasa kemanusiaan kita. Mengapa gereja kadang tidak peduli pada kaum marjinal ini?  Gereja pernah mengalami trauma karena dituduh melakukan "kristenisasi" ketika melakukan acara amal sosial.

Tuduhan ini seharusnya tidak boleh menghentikan perbuatan baik yang kita lakukan. Yang perlu dilakukan adalah mengubah strategi yang lebih cerdik untuk menunjukkan kasih Allah kepada orang-orang miskin. Amsal menulis bahwa ada berkat (bless) bagi orang yang mau berbagi rezeki orang miskin. Dalam bahasa Indonesia, bless juga diterjemahkan "bahagia". Jika Anda berbagi dengan orang miskin, Anda akan menjadi berbahagia [Purnawan].

SMS from God: Jika Anda ingin hidup berbahagia, maka Anda harus menjadi berkat bagi orang lain.
Read More

Kamis, 10 Juli 2014

Minum Air Laut

Dua pria pencuri babi di Hongaria ini kelewat serakah, hal yang membuat mereka dengan mudah ditangkap polisi. Polisi Hongaria acap kali melakukan pemeriksaan rutin. Suatu hari mereka menghentikan mobil van mini  yang muatannya tampaknya terlalu berlebihan. Polisi semakin curiga ketika dua pria dalam mobil ini berusaha kabur.

Ketika polisi memeriksa van mini, mereka mendapati 12 ekor babi curian yang berjejalan karena sempitnya ruangan.  Rupanya dua pria ini serakah mencuri babi sebanyak-banyaknya. Padahal, van mini itu hanya pas untuk beberapa ekor babi.
Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." (Lukas 12:15)

Dalam perumpamaan yang diceritakan Yesus, ada orang kaya yang mendapatkan hasil panen yang melimpah. Dia lalu memutuskan untuk memperbesar lambungnya, supaya bisa menyimpan lebih banyak. Setelah itu orang kaya ini merasa tenang dan sudah bisa bersenang-senang.

Yesus mengecam perilaku orang kaya ini. Apa yang salah? Pertama, orang kaya ini terlalu tamak. Dia hanya ingin menimbun kekayaannya untuk dirinya sendiri. Padahal jika hari itu dia mati, maka dia tidak akan bisa menikmati hartanya.  Kedua, orang kaya ini ingin menikmati kekayaannya tanpa kekhawatiran. Dia baru bisa berhenti khawatir dan merasa aman setelah kekayaannya tersimpan.

Seorang yang tamak selalu ingin memperoleh lebih banyak daripada yang diperlukan. Ini seperti minum air laut. Semakin banyak meminumnya, kita merasa semakin haus. Kelimpahan harta tidak aman membuat kita aman dan terjamin [Purnawan].

SMS from God: Sumber kedamaian kita adalah dari Allah, bukan dari kekayaan.
Read More

Rabu, 09 Juli 2014

Bapa Gereja

Banyak orang membayangkan bahwa gereja purba sudah menggunakan kitab suci yang isinya sama dengan Alkitab yang kita miliki saat ini. Anggapan ini salah besar. Sesudah zaman rasul-rasul, gereja menggunakan berbagai teks-teks kuno yang tersebar di berbagai tempat. Gereja A mungkin menggunakan teks X, sementara gereja B menggunakan gereja Y.

Itu sebabnya, gereja lalu menyeleksi tulisan-tulisan yang dianggap suci itu. Proses seleksi ini disebut kanon. Istilah "kanon" berarti "buluh."  Pada zaman dulu, buluh digunakan untuk pengukuran atau pengaturan. Fungsinya sama dengan mistar dari kayu atau plastik pada zaman sekarang. Selain untuk mengukur, mistar juga digunakan untuk membuat garis yang membatasi kolom-kolom. Karena itu secara harfiah kanon dapat dikatakan sebagai daftar yang ditulis di dalam kolom. Kanon adalah daftar kitab-kitab-kitab yang dipakai gereja dalam ibadahnya.
“Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu” (1 Tesalonika 5:12)

Proses kanon ini memakan waktu selama ratusan tahun dan mengalami debat yang sengit dan banyak pengurbanan dari bapa-bapa gereja. Kita yang saat ini tinggal menikmati hasil karya mereka sering melupakan jasa-jasa mereka. Apa pun aliran gereja kita, mestinya kita tidak melupakan jasa-jasa yang telah diberikan oleh Bapa-bapa gereja. Kita telah berhutang budi kepada mereka. Pernahkah Anda mensyukuri Alkitab yang sering Anda baca itu? [Purnawan]

SMS from God: Menghargai warisan dari gereja adalah bagian dari ungkapan syukur kita.
Read More

Sabtu, 05 Juli 2014

Bekerja Sambil Bersiul

"Carilah pekerjaan dari hobimu, maka kamu akan menyukai pekerjaanmu seumur hidup." Pepatah ini terngiang kembali selepas saya diwawancarai oleh Metro TV untuk program I Witness. Ada empat video klip karya saya yang pernah ditayangkan oleh stasiun televisi berita ini. Itu sebabnya, mereka ingin membuat liputan singkat tentang proses pembuatannya.

Saya menekuni dunia videografi ini berangkat dari kesenangan saja. Lama-kelamaan, hobi ini ternyata mendatangkan uang. Selain itu, semakin banyak orang mulai memakai jasa saya di bidang video dan multimedia. Saya melayaninya dengan senang hati karena pada dasarnya saya menyukai aktivitas ini.
“Biarpun ia hidup dua kali seribu tahun, kalau ia tidak menikmati kesenangan: bukankah segala sesuatu menuju satu tempat?” (Pengkhotbah 6:6)

Pengkhotbah mengungkapkan apa artinya umur panjang, jika seseorang tidak menikmati hidupnya, sebab ujung dari semua itu adalah kematian. Berapa lama Anda telah bekerja selama ini? Apakah Anda menikmati pekerjaan Anda saat ini? Semoga jawabannya adalah "ya".

Akan tetapi jika Anda menjawab "tidak", renungkanlah hal ini: Anda tidak mungkin mengulang kembali kehidupan Anda. Alangkah sayangnya jika Anda menghabiskan umur Anda dengan pekerjaan yang tidak Anda sukai.

Lalu apa yang harus Anda lakukan? Anda harus mencari pekerjaan yang membuat Anda bergairah dan bisa menikmatinya. Tapi bukankah untuk mencari pekerjaan itu tidak mudah? Bagaimana jika kita terpaksa harus menerima pekerjaan yang kurang kita sukai karena tidak ada pilihan lain? Jika Anda tidak bisa mengubah pekerjaan Anda, maka Anda dapat mengubah sikap Anda terhadap pekerjaan Anda. Anda dapat bekerja dengan bersiul [Purnawan].

SMS from God: Carilah pekerjaan yang membuat "hidup Anda menjadi lebih hidup." Tekunilah itu dengan sungguh-sungguh.
Read More

Kamis, 03 Juli 2014

Nama Baru

Siapa pemilik nama terpanjang di dunia saat ini? Boleh jadi nama yang dimiliki  pria berusia 19 tahun asal Glastonbury, Inggris ini yang terpanjang. Pria bernama asli George Garratt itu, telah menggantikan namanya secara resmi lewat sebuah layanan online berbayar. Dengan biaya sebesar Rp. 220.000, ia mengganti namanya menjadi "Captain Fantastic Faster Than Superman Spiderman Batman Wolverine Hulk And The Flash Combined" (Kapten Fantastik yang Masih Lebih Cepat Dibandingkan Gabungan Superman Spiderman Batman Wolverine Hulk dan The Flash).

Pada beberapa masyarakat dan kebudayaan, pemberian nama kepada seseorang memiliki makna khusus. Nama merupakan harapan dan doa dari orang tua kepada anak-anaknya. Anak pertama kami bernama Prasadha Iswara Narya Kirana. Artinya, "Anak perempuan anugerah Allah yang bercahaya." Inilah doa kami, yaitu supaya dia bertumbuh besar menjadi terang bagi sekelilingnya.

Apa pun nama kita di bumi ini, entah itu pendek atau panjang, tidak akan berlaku lagi jika kita keluar sebagai pemenang pada akhir zaman nanti. Kita akan mendapat nama baru yang dituliskan pada batu tulis. Dalam kebudayaan Yunani, saat kitab ini ditulis, para pemenang dalam suatu pertandingan mendapatkan piagam, yaitu lempengan batu putih yang berukir nama-nama mereka.

Kehidupan di dunia itu sangat berat. Sama seperti saat mengikuti pertandingan, kita sering merasa kelelahan, putus asa dan ingin berhenti. Tapi ingat! Ada hadiah orang yang keluar sebagai pemenang!

SMS from God: hadiah dan kehormatan hanya akan diberikan kepada pemenang. Tapi untuk mencapainya dibutuhkan perjuangan.
Read More

Batu Sandungan

Ada seekor ikan memakan sebuah handphone (HP), tapi seminggu kemudian HP ini masih bisa digunakan. Adalah Andrew Chettle (45) yang kehilangan HP saat berlibur di pantai. Tiba-tiba HP miliknya jatuh dan langsung dilahap oleh seekor ikan.

Selang beberapa hari HP milik Rita Smith, pacar Andrew mendapat panggilan dari nomor HP Andrew. Ternyata setelah ditelusuri HP Andrew ditemukan oleh seorang nelayan bernama Glen Kerley. Dia menangkap ikan cod yang memakan HP Andrew.
“Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."” (Matius 17:27)

Kisah ini mengingatkan kita mukjizat yang dialami Petrus. Menurut adat Yahudi, setiap pria Yahudi harus membayar sumbangan sebesar dua dirham ke pengurus Bait Allah. Pada saat itu, dua dirham itu setara dengan upah pekerja rendahan selama dua hari. Akan tetapi para imam dan rabbi dikecualikan dari ketentuan ini. Itu sebabnya, petugas pemungut pajak Bait Allah bertanya kepada Petrus, apakah Yesus membayar pajak juga. Dalam hal ini, petugas itu menganggap Yesus sebagai rabbi atau guru yang tidak kena wajib pajak.

Supaya tidak menjadi batu sandungan, maka Yesus memerintahkan Petrus untuk memancing ikan. Di dalam mulut ikan yang ditangkap Petrus ada uang sebanyak empat dirham yang cukup untuk membayar pajak dua orang: Yesus dan Petrus.

Ketika kami membuat laporan pajak, ada orang yang menyarankan trik-trik tertentu kepada kami supaya membayar pajak sesedikit mungkin. Tapi kami menolak. "Kita mengisi sesuai prosedur saja," kata saya kepada istri. Mari memberi teladan dengan membayar pajak dengan benar.

SMS from God: Jika kita hidup pada jalan lurus, kita dapat tidur dengan pulas.
Read More

Rabu, 02 Juli 2014

TERLEMAH

Seorang pria di Cina menarik sebuah mobil menggunakan kelopak matanya yang diikat dengan tali ke mobil. Pria tersebut mampu menarik mobil itu sampai lebih dari lima meter.

Yang Guanghe, 35 tahun, dari Kota Guizhou didukung para penonton di Cherry Blossom Festival di Guangzhou ketika ia menarik sebuah mobil VW. Yang Guanghe mengaku dirinya berlatih melakukan itu lebih dari 10 tahun. “Awalnya, rasanya sakit sekali. Tetapi perlahan-lahan saya mulai terbiasa,” ujar Yang. “Saya hanya ingin mengetahui batas dari bagian tubuh manusia yang terlemah.”
“Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.” (1 Korintus 12:22)

Sebagaimana tubuh manusia, ada bagian-bagian tubuh yang kelihatan, tapi ada pula bagian tubuh yang bekerja secara tersembunyi. Ketika tangan melakukan sesuatu, kita hanya melihat gerakan tangan saja. Padahal di balik itu ada anggota tubuh lain yang juga turut bekerja seperti otak yang memerintahkan otot untuk bekerja dan jantung yang memompakan aliran darah ke tangan.

Otak dan jantung merupakan organ yang lemah dan mudah rusak. Kita masih bisa hidup tanpa tangan. Tapi jika otak atau jantung kita tidak berfungsi, maka kita akan mati. Itu sebabnya, anggota tubuh yang kelihatan lemah ini harus mendapat perlakuan khusus.

Sebagai anggota tubuh Kristus, Anda harus mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan sesuai dengan karunia rohani dan talenta Anda. Apa pun peran dan fungsi Anda, semuanya itu tetap dianggap penting dan bermakna oleh Allah [Purnawan]

SMS from God: God doesn't ask your ability or your inability. He asks only your availability. ~~Mary Kay Ash
Read More