Minggu, 08 Juni 2014

Warisan Iman

Ketika anak-anak sudah berkumpul di sekitar tempat tidurnya, ia memegang tangan Jackson, lalu berkata, "Ibu berharap kamu menjadi manusia yang berguna. Suatu saat nanti kamu akan disebut 'Rumah'. Jika saat itu sudah tiba, dunia ini akan menjadi lebih baik berkat dirimu."

Ibu itu berhenti sejenak untuk mengambil napas. "Rahasia hidup benar adalah tetap dekat pada Tuhan. Kamu harus rajin berdoa. Berdoa ketika berangkat tidur. Berdoa ketika bangun tidur. Berdoa sepanjang hari. Dan memiliki iman. Kamu harus percaya pada Dia menciptakan kamu." Beberapa saat kemudian, Ibu itu menghadap Bapa di Sorga. Pesan terakhir ibunya itu sangat membekas di hati Stonewall Jackson, seorang Jenderal pada tentara Konfederasi, Amerika.

Ibu Jackson telah mengemban tugas sebagai orangtua dengan baik. Dia telah mengajarkan anaknya supaya takut akan Tuhan. Bahkan hingga detik-detik terakhir hidupnya.
"Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu...:" -(Ulangan 6:6-7)

Tuhan sudah menetapkan bahwa pendidikan tentang kerohanian anak, pertama-tama haruslah di dalam keluarga. Orangtua diperintahkan supaya mengajarkan perintah Tuhan ini ketika berada "di rumah", "dalam perjalanan", "berbaring" dan "bangun".  Ini artinya bahwa orangtua harus mengajarkan hal ini pada setiap kesempatan.  Orangtua juga harus mengikatkannya sebagai tanda pada tangan, menjadi lambang di dahi, menuliskannya pada tiang pintu rumah dan pintu gerbang. Dalam bahasa populer, orangtua harus kreatif dengan menggunakan berbagai metode. Dengan cara yang demikian, maka anak merasa fun dan asyik ketika mempelajari perintah Tuhan.[Wwn]

SMS from God: "Warisan terbaik yang tak akan pernah habis adalah karakter yang baik dan sikap takut akan Tuhan."
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It