Senin, 02 Juni 2014

Tak Terbeli

Sebuah iklan kartu kredit memiliki slogan yang bagus, “There are some things you can't buy.” Tidak semua hal dapat kita beli dengan uang. Anda tidak dapat memintanya dari orang lain, Anda tidak meminjamnya, bahkan Anda tidak bisa mencurinya. Apa itu? Yaitu pengalaman hidup.
Pengalaman adalah proses yang kita jalani selama kita hidup. Anda tidak dapat mengklaim pengalaman orang lain, sebagai milik Anda. Pengelola bunggee jumping biasanya memberikan sertifikat kepada orang yang terjun dengan ikatan di kaki itu. Anda bisa saja membeli sertifikat itu, tapi tidak dapat memiliki pengalaman sensasi terjun bertali itu.
Pengalaman adalah pelajaran yang paling baik. Seperti yang dikatakan oleh Paulus, berkat pengalaman kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Hal tersebut tidak bisa hanya diajarkan saja, karena biasanya segera dilupakan. Tapi jika kita mengalaminya sendiri, maka kita benar-benar meyakininya.
Dalam pendidikan, dikenal metode “experiental learning”. Di sini, pembelajar diajak dan dibimbing untuk mengalami langsung sebuah pelajaran yang baru. Metode ini ternyata lebih efektif. Pembelajar bisa mengingat lebih banyak pelajaran.
 “Orang yang masih minum susu, berarti ia masih bayi; ia belum punya pengalaman tentang apa yang benar dan apa yang salah. Makanan yang keras adalah untuk orang dewasa yang karena pengalaman, sudah dapat membeda-bedakan mana yang baik dan mana yang jahat.” (Ibrani 5:13-14)

Setiap orangtua pasti berusaha melindungi anak-anaknya dari ancaman bahaya. Meski begitu, tindakan perlindungan yang berlebihan juga kurang bijak. Sebab dengan begitu, anak-anak tidak punya kesempatan untuk memperkaya pengalaman hidup. Sepanjang itu tidak membahayakan fisik, mental dan kerohanian doronglah anggota keluarga Anda untuk memperkaya pengalaman dalam hidup mereka. [Purnawan]
SMS from God:
Anda tidak dapat memindahkan pengalaman hidup Anda pada anak-anak Anda. Biarkan mereka merasakan pengalamannya sendiri.
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It