Kamis, 12 Juni 2014

Penginjilan Belas Kasihan

Ada legenda menarik pada abad ke-13 tentang Santo Fransiskus. Suatu kali dia mengajak seorang Novis (calon pastor) untuk berkhotbah di desa sebelah. Dalam perjalanan, mereka menjumpai seseorang yang mengalami luka-luka. Mereka berhenti sejenak untuk mengobati luka-luka orang itu. Setelah itu melanjutkan perjalanan kembali.

Tak berapa lama, mereka bertemu dengan seorang pengemis yang kelaparan. Mereka berhenti sejenak untuk menolong pengemis itu. Ketika melanjutkan perjalanan, mereka bersua dengan beberapa orang yang membutuhkan pertolongan. Fransiskus dan muridnya pun memberi pertolongan.

Ketika matahari sudah turun di ufuk Barat, Fransiskus mengajak muridnya untuk kembali ke biara untuk sembahyang petang.

"Bapa, bukankah kita akan berkhotbah di desa ini? Mengapa sekarang kita malah kembali," tanya sang Novis heran. Fransiskus tersenyum. "Itu yang sudah kita lakukan sepanjang hari ini," jawab Fransiskus.
"Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik." - (Yakobus 2:8)

Penginjilan tidak harus dengan kata-kata. Penginjilan yang sesungguhnya adalah membagikan kasih Allah kepada sesama tanpa memusingkan hal-hal lain. Mengapa perbuatan baik orang Kristen masih dicurigai pihak lain? Jujur saja, kadangkala kita melakukan hal itu dengan motif tersembunyi.  Entah itu supaya anggota gereja bertambah, demi menjaga citra baik gereja atau bahkan demi keamanan gereja.

Tugas kita adalah mengasihi sesama dengan tulus. Perkara apakah orang itu akan menerima Yesus sebagai Juruselamatnya atau tidak, itu adalah urusan Roh Kudus. [Wwn]

SMS from God: "Melalu perbuatan baik kepada sesama, kita dapat mengagungkan nama Allah. Orang-orang akan memuji Allah yang kita sembah."
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It