Rabu, 11 Juni 2014

Kuk Ringan

"Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." (Matius 11:29-30)

Ada sebuah legenda tentang masa muda Yesus. Ketika itu, Yesus berprofesi sebagai tukang kayu yang terkenal di Nazaret. Banyak orang dari tempat jauh yang memesan kuk buatan Yesus, karena bermutu bagus.

Setiap kali ada pelanggan yang datang bersama sepasang sapinya, Yesus lebih dulu mengukur tinggi dan lebar bahu setiap sapi. Dia lalu mengukur jarak di antara dua sapi. Setelah itu Yesus mengerjakan kuk sesuai dengan ukuran itu. Beberapa minggu kemudian, pelanggan datang lagi sambil membawa sepasang sapinya. Yesus memasangkan kuk ke bahu kedua sapi. Karena sudah diukur dengan cermat, kuk itu menempel dengan pas di bahu sapi. Kedua sapi itu merasa nyaman dalam menanggung kuk itu.

Di dalam perumpamaan tentang kuk ini seolah-olah terjadi sebuah paradoks. Di satu sisi Yesus mengundang orang yang memikul beban berat supaya datang kepada-Nya. Akan tetapi setelah itu, Yesus malah memasang kuk pada orang itu.

Dalam hal ini, Yesus ingin menyampaikan sebuah pesan bahwa dengan menjadi pengikut-Nya tidak secara otomatis semua masalah hidup langsung hilang. Meski begitu, Yesus memberi janji bahwa kuk made in Nazaret itu "enak:. Dalam bahasa Yunani, kata "enak" biasa digunakan oleh tukang jahit, yang artinya "sudah pas". Sesuai dengan ukuran badan.

Ketika memasang kuk untuk kita, Yesus sudah mengukur kapasitas kita dengan cermat. Itu sebabnya, ketika kita mengenakan kuk itu, kita merasa nyaman. Selain itu, kuk itu juga dirancang untuk berdua. Mitra Anda dalam memikul kuk itu adalah Yesus sendiri. Itu sebabnya Yesus berkata bahwa beban-Nya itu ringan.[Wwn]

SMS from God: "Hidup ini memang berat. Akan tetapi menjadi ringan jika dipikul bersama Yesus."
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It