Jumat, 13 Juni 2014

Kekuatan Tersembunyi

Seorang anak ingin membantu ayahnya bekerja di ladang. Ayahnya menyuruh dia menyingkirkan batu-batu yang berserakan di ladang supaya dia bisa membajaknya. Beberapa saat kemudian, anak itu berusaha keras menggulingkan sebuah batu besar. Sang Ayah hanya menyaksikan dari jauh. Anak itu mengerahkan segenap tenaga, tetapi batu itu tetap bergeming. Akhirnya dia menyerah. Dengan terengah-engah dia berkata pada ayahnya, "Aku tidak bisa memindahkan batu ini."

"Apakah kamu sudah menggunakan seluruh kekuatanmu?" tanya ayahnya sambil berjalan mendekat.

"Sudah, Yah" jawabnya murung.

Sang ayah tersenyum sambil menepuk bahu anaknya. "Belum. Kau belum menggunakan semua kekuatanmu. Kau belum meminta bantuan Ayah," katanya sambil memegang batu besar itu. Dengan bantuan ayahnya, anak itu berhasil menggulingkan batu.
"TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia." - (Keluaran 15:2)

Menurut adat Timur, ketika kita dipuji, biasanya lalu merendahkan diri sambil berkata, "Ah, biasa saja kok. Kalau bukan anugerah Tuhan, saya tidak bisa berbuat seperti ini." Kebiasaan ini patut dikembangkan karena orang-orang percaya memang hanya mengandalkan kekuatan Tuhan saja. (Yeremia 17:7). Dengan mengosongkan kekuatan dalam diri kitakita, maka kuasa dari Tuhan yang luar biasa itu mengalir dan memenuhi hidup kita. Sehingga, kita bisa melakukan perkara-perkara "yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia" (1 Korintus 2:9).

Kekuatan itu disediakan Bapa untuk orang-orang  yang mengasihi Dia. Apakah Anda sedang memindahkan "batu besar" yang menghalangi kehidupan Anda? Lihatlah, Bapa sedang menunggu Anda undang untuk bersama-sama menggulingkan batu besar itu. [Wwn]

 

SMS from God: "Satu penghalang yang menyebabkan kuasa Allah tidak bekerja dalam diri Anda adalah kekuatan Anda sendiri."
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It