Sabtu, 14 Juni 2014

Harta Terpendam

Pada jaman dulu, seorang petani bernama Ali Facid bertemu dengan seorang Biksu. Biksu memberitahu ada sebuah berlian. Jika Ali bisa menemukannya, maka dia akan menjadi kaya. Tergiur oleh informasi itu, Ali segera menjual tanah dan rumahnya. Setelah menitipkan keluarganya pada tetangganya, dia sendiri pergi untuk mencari berlian itu.

Bulan demi bulan berlalu. Ali sudah kehabisan uang, tetapi belum juga menemukan berlian itu. Akhirnya, dengan putus asa dia menceburkan tubuhnya ke teluk Barcelona.

Sementara itu, pembeli tanah dan rumah Ali menemukan sebongkah batu yang menarik di ladang bekas milik Ali. Dia mengambil batu itu dan menyimpannya di rumah. Dia menaruhnya batu itu di atas kain. Beberapa hari kemudian, Biksu datang lagi ke rumah itu dan melihat batu itu.

"Ali Facid pasti sudah menemukan berlian ini!" teriak Biksu. Pemilik rumah menggelengkan kepala. "Lalu darimana batu ini berasal?" tanya Biksu heran. "Saya menemukannya di ladang," jawab pemilik rumah.

Ini adalah kisah nyata. Berlian itu sekarang menghiasi mahkota raja-raja di Eropa dan Rusia. Ali Facid tidak menyadari ada harta terpendam di dekatnya. Kita pun memiliki harta terpendam, yaitu orang-orang di sekitar kita. Di sekitar kita, masih banyak orang yang seperti Ali Facid. Mereka tidak menyadari adanya harta tak ternilai di dekat mereka, yaitu Keselamatan. Sayangnya, hingga saat ini tidak ada yang memberitahu mereka dimana lokasi harta yang berharga itu, yaitu di dalam Yesus Kristus. [Wwn]

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu."- (Matius 13:44)
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It