Minggu, 01 Juni 2014

Berbuat Salah itu Manusiawi

Seorang pegawai telah melakukan kesalahan yang mengakibatkan perusahaan tersebut merugi ratusan juta rupiah. Atasannya mengusulkan pada pemilik perusahaan supaya memecat pegawai itu. Tapi apa reaksi sang big boss? “Enak saja! Saya telah memberinya pelajaran dengan biaya ratusan juta rupiah, tapi perusahaan lain yang akan menerima manfaatnya,” jawab pemilik perusahaan.

Pemilik perusahaan itu memandang kesalahan secara positif. Berbuat kesalahan itu adalah hal yang manusiawi, asalkan hal itu tidak dilakukan dengan sengaja. Melakukan kesalahan adalah bagian dari proses belajar.

Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan. Persoalannya adalah bagaimana kita memandang setelah kesalahan itu terjadi.  Kita biasanya lebih banyak mencurahkan perhatian untuk menghukum si pelaku, daripada mengambil pelajaran dari hikmah itu. Jika ini dilakukan, maka kita mengalami tiga kerugian: 1. kehilangan relasi baik dengan pelaku; 2. kerugian material akibat kesalahan; 3. kehilangan waktu dan tenaga untuk marah-marah.

“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”--Kolose 3:13

Jika ada orang lain yang bersalah pada Anda, maka hal yang perlu dilakukan adalah: 1.mengampuni kesalahannya; 2.mengajaknya mengambil hikmah, dan; 3. memberikan kesempatan kedua kepadanya. Menjelang kematian-Nya, Yesus dikhianati oleh Petrus.  Tapi Yesus memberi kesempatan kedua kepada Petrus. Hasilnya, adalah seorang saksi yang luarbiasa bersemangat dan berani mati. [Purnawan]

SMS from God:

Manusia itu belajar dari kesalahan. Memberi kesempatan kedua kepadanya, berarti memberinya peluang untuk meningkatkan kualitasnya.
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It