Senin, 30 Juni 2014

Mencukupkan Diri

Alejandro Garnino adalah polisi teladan. Selama dua tahun berturut-turut (2005 dan 2006) dia mendapat pernghargaan tertinggi polisi Mexico City. Ironisnya, tahun 2008 Alejandro ditahan atas tuduhan memeras juru parkir liar. Ternyata Alejandro selama ini memungut uang hinggga sekitar Rp. 900 ribu guna membiarkan belasan juru parkir liar beroperasi di luar stadion sepakbola di Mexico City.

Kasus Alejandro ini tidak bisa dihindari berkaitan dengan gaji polisi di Meksiko yang cukup rendah. Polisi menerima suap dan memilih diam. Akibatnya, pelanggaran lalu-lintas, penculikan, hingga perdagangan obat terlarang marak di Meksiko.

Mirip dengan Indonesia, bukan? Beberapa tahun lalu ada yang beralasan bahwa maraknya korupsi di Indonesia, karena gaji pegawai negeri tidak cukup. Namun meskipun gajinya sudah dinaikkan, perbuatan korupsi masih saja terjadi, bahkan lebih nekat.

Penyebabnya bukan karena kekurangan gaji, tapi karena tidak mau mencukupkan diri dengan yang ada. Pekerjaan kedua orangtua kami ‘hanya’ sebagai guru. Tapi gaji mereka cukup untuk menghidupi keempat anak mereka. Meski tidak berkelimpahan, tapi kami tidak pernah mengalami kekurangan. Berkat Tuhan dapat mencukupi kebutuhan dasar kami[Purnawan].

SMS from God: Tidak ada pernah kata cukup, jika kita menuruti hawa nafsu.
Read More

Minggu, 29 Juni 2014

Gadis yang Mengeraskan Hatinya

Seorang wanita muda yang dibesarkan di dalam keluarga Kristen tapi memilih gaya hidup dunia. Bertentangan dengan ibunya yang saleh, gadis ini hidup hura-hura dari satu pesta ke pesta lain.Meski berkali-kali diingatkan agar berpaling kepada Kristus, tetapi dia tetap mengeraskan hatinya.

Hingga akhirnya dia menderita sakit yang serius. Sudah diupayakan pengobatan, tapi hasilnya nihil. Bayangan kematian sudah terlihat di wajahnya. Meski begitu, dia tetap menolak untuk meminta pengampunan pada Tuhan.

Tiba-tiba dia terbangun di tengah malam dengan wajah ketakutan. Dengan suara bergetar dia bertanya pada ibunya, "Apa itu Yehezkiel 7:8-9?"

"Apa maksudmu?" tanya ibunya.

Anaknya menjawab bahwa dia baru saja bermimpi yang jelas sekali. Dalam mimpinya, dia didatangi seseorang dan berkata dengan amat jelas, "Bacalah Yehezkiel 7:8-9." Karena tidak hapal ayat itu, maka ibunya mengambil Alkitab dan mencari ayat yang dimaksud. Saat membacanya dalam hati, dia menjadi kaget. Meski begitu, dia tetap membacakan untuk anaknya yang sudah menjelang ajal
“Sekarang dengan segera Aku akan mencurahkan amarah-Ku atasmu dan melampiaskan murka-Ku kepadamu, Aku akan menghakimi engkau selaras dengan tingkah lakumu dan membalaskan kepadamu segala perbuatan-perbuat yang keji. Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan; selaras dengan tingkah lakumu akan Kubalaskan kepadamu dan perbuatan-perbuatanm yang keji akan tertimpa atasmu. Maka kamu akan mengetahui, bahwa Aku, Tuhanlah, yang memusnahkan.” (Yehezkiel 7:8-9)

 

Giliran sang anak yang terkejut. Wajahnya mendadak menjadi pucat. Dia membenamkan wajahnya dalam-dalam ke dalam guling dan menangis terisak-isak. Tak berapa lama kemudian dia berada di keabadian[Purnawan].

SMS from God: Allah itu memang kasih dan panjang sabar. Tapi Dia juga Allah yang tidak suka dipermainkan.
Read More

Sabtu, 28 Juni 2014

Atap yang Bocor

Samuel Beckett adalah seorang penulis novel dan naskah drama yang terkenal di Irlandia. Meski begitu ada seorang yang tidak mengagumi dia, yaitu Suzanne, istrinya sendiri. Pernikahan Beckett justru dibumbui dengan kepahitan karena sikap istrinya yang sangat iri, seiring dengan kesuksesan suaminya sebagai penulis.

Suatu hari di tahun 1969, Suzanne menerima telepon. Dia mendengar sebentar, berbicara singkat, lalu menutup telepon. Dia berpaling pada Beckett dengan wajah tidak senang, dan berkata lirih, "Wah, bencana besar!" Mengapa dia berkata begitu? Apakah dia baru saja menerima kabar buruk? Ternyata tidak. Dia baru saja mendapat kabar bahwa Beckett menerima penghargaan Nobel untuk karya Sastra!
“Seorang isteri yang suka bertengkar serupa dengan tiris yang tidak henti-hentinya menitik pada waktu hujan.” (Amsal 27:15)

Di wilayah Palestina, atap rumah dibuat dari lapisan tanah liat yang dikeraskan dengan batu penggiling.Kemudian dikeringkan dengan sinar matahari. Jika hujan turun, atap ini menjadi lembek sehingga bocor. Hal ini membuat jengkel penghuni rumah karena hanya bisa menatap air yang menetes sambil berharap hujan segera berhenti.

Salomo mengibaratkan isteri yang cerewet itu seperti atap yang bocor. Fungsi atap adalah untuk memberi rasa aman dan keteduhan bagi anggota keluarga. Tapi jika atap itu “bocor”, maka hanya akan menimbulkan kejengkelan[Purnawan].

SMS from God: You are what you said. Apa saja yang Anda katakan menunjukkan siapa diri Anda.
Read More

Kamis, 26 Juni 2014

Antara Wrangler dan Strangler

Di Universitas Wisconsin ada kelompok yang dibentuk oleh mahasiswa bertalenta tinggi dalam tulis-menulis. Mereka memiliki pertemuan secara teratur. Agendanya adalah saling mengritik. Pertemuan itu menjadi "arena pembantaian" karya-karya sastra. Ada semacam kebangga pribadi jika bisa menjatuhkan karya orang lain. Klub ekslusif ini dinamakan "Strangler" alias "Pencekik".
Di kampus yang sama, juga terdapat kelompok yang anggotanya adalah para mahasisiwi yang juga punya talenta besar di bidang tulis-menulis. Organisasi ini menjadi semacam pesaing dari Stranglers. Namanya "Wranglers" alias "Pendebat." Mereka juga saling membaca karya anggota lain. Namun terdapat perbedaan besar di antara dua kelompok. Kritik yang dilontarkan oleh kelompok wanita ini lebih lunak, positif dan memberi dorongan semangat. Bahkan karya yang paling jelek sekalipun tidak pernah dikecam, tetapi diberi saran untuk perbaikannya.
Dua puluh tahun kemudian, di antara anggota Strangler tidak satu pun yang jadi penulis sukses. Sedangkan di antara kelompok Wrangler, ada 6 orang yang jadi penulis sukses. Di antaranya adalah penulis ternama Marjorie Kinnan Rawlings, yang menulis "The Yearling".
“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” (Ibrani 10:24)

Talenta yang dimiliki oleh anggota di antara kedua kelompok ini hampir sama. Ilmu yang diajarkan juga tidak berbeda. Perbedaanya, mahasiswa di dalam kelompok Strangler saling "mencekik", tapi para mahasiswi di kelompok Wrangler memilih untuk saling mendorong[Purnawan].

SMS from God: Perhatikan komunitas tempat Anda berada. Apakah saling “mencekik” atau saling membangun?
Read More

Rabu, 25 Juni 2014

Ide Sepuluh-Sen

Saat F. W. Woolworth masih muda, dia menjadi penjaga toko. Dia memberikan usul pada bos-nya untuk menjual semua barangnya dengan harga yang sama yaitu sepuluh sen. Tujuannya untuk menghabiskan stok di gudang. Bos-nya setuju dan ternyata sukses besar.

Keberhasilan ini memberi inspirasi Woolworth untuk membuka toko sendiri yang menjual produk seharga lima sen dan sepuluh sen. Namun dia kekurangan modal. Karena itu dia mengajak bosnya untuk menyuplai barang, sebagai penyertaan modal bagi usahanya. Kali ini bos-nya menanggapi dengan dingin. "Tidak banyak barang yang bisa dijual dengan harga lima sen dan sepuluh sen."

Woolworth tidak menyerah. Dia melanjutkan usahanya meskipun tanpa dukungan dari bos-nya. Ternyata dia tidak hanya sukses membuka satu toko. Setelah melalui kerja keras, dia berhasil memiliki jaringan toko di seluruh negara Amerika. Beberapa waktu kemudian, saat melihat keberhasilan F. W. Woolworth, mantan bosnya mengakui dengan pahit,"Sepanjang saya ketahui, setiap kata yang saya pakai untuk membuat Woolworth patah semangat, saya justru mengalami kerugian jutaan dollar."
“Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?” (Amsal 18:14)

Salomo berkata benar bahwa semangat dapat menguatkan seseorang untuk menanggung penderitaan. Sebaliknya, jika semangat itu sudah terluka, maka kemauan untuk hidup sudah pudar[Purnawan].

SMS from God: Sumber dari semangat adalah pengharapan. Jika kita punya pengharapan yang kuat, maka kita punya semangat yang menyala-nyala
Read More

Selasa, 24 Juni 2014

Dari Lilin Menjadi Sabun

Tahun 1879, produk terlaris yang dihasilkan oleh perusahaan Procter and Gamble adalah lilin. Namun ketika Thomas Alva Edison menemukan bola lampu pijar, penjualan lilin perusahaan ini mengalami kemorosotan tajam. Banyak orang yang beralih ke alat penerang baru.

Namun sebuah "kecelakaan kerja" telah menyelamatkan perusahaan ini dari kebangkrutan. Suatu kali ada karyawan kelupaan mematikan mesin ketika istirahat makan siang. Akibatnya adonan menjadi berbusa-busa, meluap dan penuh dengan gelembung-gelembung udara. Mula-mula karyawan ini berencana membuang adonan, namun sebelumnya dia mencoba membuat sabun dari adonan itu. Hasilnya adalah sabun yang bisa mengambang di air. Maka lahirlah sabun Ivory yang laris manis.

Mengapa sabun ini laris? Masa itu, beberapa orang di Cincinnati masih mandi di sungai Ohio. Dengan menggunakan sabun yang bisa mengapung, maka mereka tidak akan kehilangan sabun lagi ketika terlepas dari genggaman. Sukses di Ohio, sabun ini merambah ke seluruh negeri Amerika.

Penulis kitab Ibrani menyarankan supaya selalu mengingat bagaimana sengsaranya Yesus dalam menghadapi orang-orang berdosa yang melawan-Nya dengan begitu sengit! Dengan melakukan ini, maka kita tidak cepat menjadi berkecil hati dan putus asa.Selanjutnya, disampaikan kiat dalam menghadapi penderitaan: (1) Menguatkan tubuh; (2) Hidup rukun dengan semua orang; (3) Berusahalah hidup suci (Ibr.12:12-14).Tidak seorang pun dapat melihat Tuhan kalau ia tidak hidup seperti itu[Purnawan].

 

SMS from God: Saat menderita, ingatlah pada Yesus. Dia menanggungnya dengan setia dan tekun.

 
Read More

Senin, 23 Juni 2014

Post-it !

Perusahaan 3M mendorong pada karyawannya untuk mengembangkan kreativitas mereka. Perusahan ini mengizinkan para penelitinya untuk memakai waktu sebanyak 15 persen dari jam kerja untuk mengerjakan penelitian yang menarik minat mereka.  Kebijaksanaan ini tidak hanya menyenangkan karyawan, tapi juga sangat menguntungkan perusahaan itu sendiri.

Art Fry, juga memanfaatkan waktu kreatif ini. Sebagai anggota paduan suara gereja, dia sering menyelipkan kertas-kertas kecil di antara halaman buku pujian untuk memberi tanda lagu-lagu yang akan dinyanyikan. Namun yang menjengkelkan, kertas-kertas kecil ini sering berhamburan di lantai.

Tiba terlintas ide cemerlang. Dia ingat lem amplop yang ditemukan oleh teman sekerjanya. Semua orang menganggap temuan itu gagal karena lem itu kurang merekat kuat. "Saya lalu mengoleskan lem itu ke atas kertas," kata Fry,"dan saya menemukan bahwa kertas ini tidak hanya bisa menjadi penanda buku yang baik, tapi juga bisa dipakai untuk menulis pesan singkat. Kertas ini bisa menempel lama, dan ketika kita melepaskannya, dia tidak meninggalkan bekas atau merusak bekas tempelannya."

Temuan Art Fry ini dinamai  "Post-it! note" dan menjadi salah satu produk 3M yang paling mendatangkan keuntungan.

“Merenung” itu bukan aktivitas yang tidak ada gunanya. Banyak ide kreatif timbul setelah merenung. Merenung juga memungkinkan kita untuk lebih memahami firman Allah. Sisihkan waktu untuk merenung

“Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.” (Mazmur 119:15)

[Purnawan].

SMS from God: Penebang kayu lebih dulu mengasah kapak sebelum bekerja. Asahlah kerohanian Anda sebelum beraktivitas.
Read More

Minggu, 22 Juni 2014

Paling Berbahaya

Apa ancaman paling berbahaya saat ini? Jika Anda menjawab terorisme, Anda salah. Sebuah konferensi internasional di Sydney (25/2/08) menegaskan yang paling berbahaya dan perlu diwaspadai adalah obesitas dan penyakit gaya hidup lainnya. Para ahli dalam Konferensi Aliansi Kesehatan Oxford menegaskan, “Pemerintah seharusnya lebih fokus pada diet yang buruk, merokok, dan kurangnya berolahraga sebagai penyebab obesitas yang merupakan pembunuh terbesar,” ujar Lawrence Gostin.

Sudah jutaan orang tewas akibat obesitas, angka ini jauh lebih besar daripada korban akibat terorisme. Selain itu, penyakit jantung, paru-paru , diabetes dan kanker telah mendominasi 60 persen kematian di seluruh dunia. Akar dari semua ini adalah pada gaya hidup modern: kurang berolahraga, makanan tidak seimbang, merokok, minum alkohol dan stress.

Meski sudah menyadari penyebabnya, tapi untuk mengubah gaya hidup itu bukan perkara mudah.  Kebiasaan yang terbentuk selama bertahun-tahun, tentu tidak mudah untuk diubah dalam sekejap. Butuh tekad yang kuat dan kesabaran yang tinggi.

Saat ini putuskan untuk menjadi “manusia baru”, yaitu manusia dengan gaya hidup sehat. Tinggalkan kebiasaan merokok, minum alkohol, makan sembarangan dan hidup dalam tekanan stress. Biasakan berolahraga. Kita wajib memelihara kesehatan tubuh, karena Allah masih memberi tugas kepada kita untuk dikerjakan di dunia ini[Purnawan].

 

SMS from God: Jangan abaikan kesehatan tubuh Anda. Allah masih memerlukannya untuk pekerjaan-Nya di dunia ini
Read More

Sabtu, 21 Juni 2014

Kiat Pluminex

Saya pernah menulis teknik "sandwich" yang dapat digunakan untuk mengkritik orang lain tanpa membuatnya sakit hati. Caranya, memulai dengan memberi pujian, diikuti dengan kritikan dan diakhiri dengan pujian.  Dengan kata lain, melapisi kritikan dengan dua pujian.

Ada satu lagi teknik serupa yang disebut teknik PLUMINEX. Pada saat akan melontarkan kritikan, mulailah dengan menyebutkan kelebihan(PLUs) orang tersebut. Kemudian menyampaikan kekurangannya(MINus). Langkah berikutnya adalah memberi saran untuk tindakan berikutnya (NEXt action) yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kekurangan tersebut.

Dengan teknik ini, kita dapat melontarkan kritikan secara efektif. Orang yang kita kritik tidak menjadi sakit hati, sebab unsur pujian dalam kritikan memberi pengertian padanya bahwa kita tidak sedang mengecamnya. Selain itu, dia juga merasa senang sebab menjadi tahu apa yang harus dilakukannya.

Namun sebelum Anda melontarkan kritikan, sebaiknya bertanya pada diri sendiri dahulu, “Untuk apa aku mengkritik dia?” Tanpa disadari, kita kadang mengkritik orang lain untuk menunjukkan bahwa diri kita lebih baik atau lebih hebat. Sebaiknya kita belajar dari Paulus. Tujuannya dalam memberi nasihat supaya orang itu dapat memiliki hati yang murni dan hati nurani yang suci, serta sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, dan dengan demikian mereka dapat mengasihi sesamanya [Purnawan].

SMS from God: Setiap melontarkan kritikan hendaklah untuk membangun, bukan menjatuhkannya.
Read More

Jurusan Aikido

Saya menyukai film laga yang dibintangi oleh Steven Seagal. Dalam setiap aksinya, dia tidak banyak melakukan gerakan. Ketika lawan menyerang, jagoan ini hanya melakukan sedikit gerakan saja, tapi sudah mampu melumpuhkan lawan. Dia menggunakan jurus Aikido. Ilmu beladiri dari Jepang ini memang unik, karena memanfaatkan tenaga dan serangan dari lawan untuk mempertahankan diri.
“Seperti arang untuk bara menyala dan kayu untuk api, demikianlah orang yang suka bertengkar untuk panasnya perbantahan.” (Amsal 26:21)

Dalam relasi sosial, kita dapat memakai jurus Aikido ini untuk mempertahankan hubungan baik. Apa yang sering kita lakukan ketika sedang berdebat atau bertengkar? Kita berusaha 'menghabisi lawan' kita dengan menyanggah habis-habisan semua ucapannya. Apakah teknik ini efektif? Tidak. Sebagian besar berakhir dengan sakit hati dan masing masing kekeh dengan pendapatnya.

Cobalah jurus Aikido ini. Caranya: Dengarkan ucapan orang itu. Carilah pernyataannya yang juga Anda setujui. Ulangilah pernyataannya itu dengan berkata begini:"Saya setuju dengan perkataanmu, bahwa...dst" kemudian selipkan pendapat Anda.

Dengan cara ini, panasnya “bara api” perbantahan dapat diredam karena kita berusaha mencari titik temu di antara perbantahan. Akar dari pertengkaran adalah perbedaan pendapat. Dengan memperbesar wilayah kesepakatan, maka niscaya pertengkaran akan berakhir [Purnawan].

 

SMS from God: Jika bertengkar, fokuslah pada upaya mencari titik persamaan dan mengurangi perbedaan pendapat.
Read More

Jumat, 20 Juni 2014

Malkhus

[caption id="" align="alignnone" width="650"] Malkhus[/caption]

Setiap kali Malkhus meraba telinga kanannya, dia pasti teringat pada sebuah peristiwa menggetarkan di masa lalu. Daun telinga kanannya itu putus karena ditebas pedang  oleh Simon Petrus.

Namanya memiliki arti yang keren yaitu “penasehat” atau “raja”. Tapi pekerjaannya yang sesungguhnya adalah pelayan pribadi Imam Besar Kayafas. Malam itu, dia disuruh majikannya untuk ikut rombongan yang akan menangkap Yesus. Karena berada di tengah orang banyak, keberaniannya berlipat ganda. Mungkin dia berdiri di barisan terdepan. Sehingga ketika Petrus melakukan aksinya, maka dia menjadi sasaran terdekat.
“Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.” (Yohanes 18:10)

Dalam kisah ini, peran Malkhus hanya sebagai figuran. Tapi melalui peristiwa ini, Yesus mendapat kesempatan untuk menegaskan pengajaran-Nya, yaitu berdasarkan kasih dan tanpa kekerasan. Setelah itu, Yesus menjamah telinga Malkhus dan menyembuhkannya (Luk. 22:51).

Inilah mukjizat terakhir yang dilakukan oleh Yesus sebelum kematian-Nya. Setelah itu, tangan yang biasa digunakan untuk menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dan memberkati orang, kemudian terbelenggu dan tertusuk paku.

Hari ini kita belajar tentang prinsip nir-kekerasan. Yesus mengajarkan bahwa kekerasan bukan metode satu-satunya untuk menyelesaikan masalah. Ada yang lebih ampuh, yaitu jalan kasih[Purnawan].

 

SMS from God: Kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan lainnya. Lingkaran setan ini harus diputus dengan jalan kasih.
Read More

Senin, 16 Juni 2014

Siapa Sangka

"Uang bukan segala-galanya. Ada hal lain yang tidak dapat dibeli dengan uang." Itulah petikan bunyi iklan kartu kredit. Slogan ini dapat melukiskan peristiwa yang dialami oleh seorang pengusaha muda yang sukses. Sebut saja namanya, Agus.

Pada suatu hari Mamanya mengalami sakit muntah-muntah dan diare. Agus sudah membawanya ke rumah sakit terbaik di kota itu, namun kondisinya justru semakin memburuk. Maka dia memutuskan segera membawa Mamanya ke Singapura dengan mencarter pesawat. Namun pesawat carteran itu tidak dapat mendarat karena bandara sudah tutup. Dia menghubungi pengelola bandara yang kemudian bersedia membuka bandara untuk pendaratan itu.

Tapi timbul persoalan lain. Pihak imigrasi menolak memberikan izin. "Tunggu besok pagi" kata pejabat imigrasi enteng. Jawaban ini membuat Agus panik. Dalam situasi kesehatan yang kritis, setiap menit adalah sangat berharga. “Apakah Mama masih kuat bertahan sampai esok pagi?” tanya Agus galau. Dia bingung harus berbuat apa lagi. Dia hanya bisa menangis dan meminta pertolongan kepada Tuhan.

Pertolongan Tuhan datang dalam bentuk lain dan tidak terduga. Allah memberikan kekuatan tubuh pada sang Mama. Mamanya mulai dapat diajak berkomunikasi lagi dan mampu bertahan sampai keesokan harinya. Ketika diperiksa di Singapura, Mamanya terkena suatu bakteri yang sangat langka di Indonesia.
“Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda”

--Keluaran 14:18.

Bangsa Israel merasa sudah menemui jalan buntu ketika sampai di Laut Merah. Padahal mereka dikejar tentara Mesir. Pertolongan itu dalam bentuk tak terduga. Laut terbelah. Maka mereka memuliakan Allah [PK]

Baca: Keluaran 14:17-24

Perenungan: Apakah Anda masih menunggu mukjizat? Jangan-jangan Tuhan menjawab dalam bentuk yang lain. Periksalah!

Penerapan: Ketika di kiri-kanan dan depan belakang Anda sudah buntu, maka berpalinglah ke atas. Masih ada jalan dari Allah.
Read More

Minggu, 15 Juni 2014

Bahtera Tanpa Kemudi

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa ketika Tuhan memerintah nabi Nuh supaya membangun bahtera, Tuhan tidak memberikan perintah untuk membuat kemudi? Setiap kapal, terutama yang berukuran besar, biasanya memiliki kemudi. Namun u tuk bahtera ini, tidak.

Bayangkan Nuh bertanya demikian, “Mmmm, Tuhan...saya mau tanya sedikit, nih. Mengapa tidak ada kemudinya?” Tapi Nuh tidak menanyakan itu. Tanggapan Nuh kira-kira seperti ini, “Baiklah Tuhan. Saya akan keluar dari wilayah kenyamanan saya untuk melakukan kehendak-Mu.”

Nuh tidak memusingkan persoalan kemudi karena dia memiliki keyakinan bahwa kemana pun dia dan keluarganya berada, mereka berada di bawah naungan Allah yang Mahakuasa. Yang dilakukan Nuh adalah melakuka perintah Tuhan dan menunggu perintah berikutnya dengan tekun.

Apakah Tuhan memanggil Anda untuk keluar dari sarang kenyamanan Anda, untuk melakukan pekerjaan yang besar? Saya percaya hal ini menimbulkan pergumulan yang berat. Saya pernah mengalaminya. Rasanya lebih berada pada situasi yang mapan dengan penghasilan yang pasti.
“Karena iman, maka Nuh-dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan- dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya” – (Ibrani 11:7)

Nuh pun mungkin saja enggan masuk ke dalam bahtera bersama sekumpulan binatang selama sebulan lebih. Bayangkan betapa bau bahtera itu karena kotoran hewan! Akan tetapi Nuh bersedia meninggalkan daerah kenyamanan untuk menyambut rencana Tuhan atas hidupnya dan keluarganya.

Dari keteladanan Nuh, kita bisa belajar untuk berani mengambil keputusan keluar dari daerah kenyamanan untuk mengikuti perintah Tuhan. Setelah itu menunggu perintah selanjutnya dengan taat.[Wwn]

SMS from God:  “Serahkanlah kemudi kehidupan Anda pada Tuhan. Dia yang berada di atas memiliki pandangan yang lebih luas dan mengetahui arah tujuan kehidupan kita.”
Read More

Sabtu, 14 Juni 2014

Harta Terpendam

Pada jaman dulu, seorang petani bernama Ali Facid bertemu dengan seorang Biksu. Biksu memberitahu ada sebuah berlian. Jika Ali bisa menemukannya, maka dia akan menjadi kaya. Tergiur oleh informasi itu, Ali segera menjual tanah dan rumahnya. Setelah menitipkan keluarganya pada tetangganya, dia sendiri pergi untuk mencari berlian itu.

Bulan demi bulan berlalu. Ali sudah kehabisan uang, tetapi belum juga menemukan berlian itu. Akhirnya, dengan putus asa dia menceburkan tubuhnya ke teluk Barcelona.

Sementara itu, pembeli tanah dan rumah Ali menemukan sebongkah batu yang menarik di ladang bekas milik Ali. Dia mengambil batu itu dan menyimpannya di rumah. Dia menaruhnya batu itu di atas kain. Beberapa hari kemudian, Biksu datang lagi ke rumah itu dan melihat batu itu.

"Ali Facid pasti sudah menemukan berlian ini!" teriak Biksu. Pemilik rumah menggelengkan kepala. "Lalu darimana batu ini berasal?" tanya Biksu heran. "Saya menemukannya di ladang," jawab pemilik rumah.

Ini adalah kisah nyata. Berlian itu sekarang menghiasi mahkota raja-raja di Eropa dan Rusia. Ali Facid tidak menyadari ada harta terpendam di dekatnya. Kita pun memiliki harta terpendam, yaitu orang-orang di sekitar kita. Di sekitar kita, masih banyak orang yang seperti Ali Facid. Mereka tidak menyadari adanya harta tak ternilai di dekat mereka, yaitu Keselamatan. Sayangnya, hingga saat ini tidak ada yang memberitahu mereka dimana lokasi harta yang berharga itu, yaitu di dalam Yesus Kristus. [Wwn]

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu."- (Matius 13:44)
Read More

Akulah Pintu

George Adam Smith, seorang ahli Alkitab, pada abad ke-19 berkunjung ke Israel. Suatu hari dia bercakap-cakap dengan seorang penggembala. George bertanya, jika malam tiba, kemanakah domba-domba itu digiring. Gembala itu menunjukkan sebuah ceruk dengan yang dikelilingi empat dinding alami dan satu lubang keluar-masuk.

"Apakah aman? Bukankah tidak ada pintu penutupnya?" tanya George.

"Sayalah pintunya," kata gembala. Gembala itu bukan orang Kristen. Dia tidak mengutip ayat Perjanjian baru., namun dia berbicara berdasarkan sudut pandang budaya Timur Tengah saat itu.

"Apa maksudnya?" tanya George. "Bila malam menjelang, saya memasukkan semua domba ke ceruk itu. Saya lalu berbaring di depan lubang itu sehingga tidak ada domba atau serigala yang bisa keluar atau masuk tanpa melewati tubuh saya. Sayalah pintunya," jelas gembala.
"Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. " - (Yohanes 10:9)

Kita adalah domba milik Yesus. Domba adalah makhluk yang lemah. Ketika dihadang oleh serigala, bukannya lari, dia malah hanya berdiri termangu. Maka jadilah dia santapan yang empuk.

Puji syukur, kita memiliki Gembala Agung. Gembala itu berani dan rela mempertaruhkan nyawa demi menjaga keselamatan kita. Tidak hanya soal keamanan saja. Gembala itu juga memikirkan kesejahteraan domba-domba-Nya. Dia membaringkan kita di "padang yang berumput hijau." Ia membimbing kita "ke air yang tenang." (Mazmur 23:2) Jika ada domba yang sakit, Dia akan menggendong dan merawatnya hingga pulih kembali. [Wwn]

SMS from God: "Tugas domba hanya sederhana, yaitu mengikut tuntunan dan perintah Gembala dengan patuh dan setia."
Read More

Jumat, 13 Juni 2014

Kekuatan Tersembunyi

Seorang anak ingin membantu ayahnya bekerja di ladang. Ayahnya menyuruh dia menyingkirkan batu-batu yang berserakan di ladang supaya dia bisa membajaknya. Beberapa saat kemudian, anak itu berusaha keras menggulingkan sebuah batu besar. Sang Ayah hanya menyaksikan dari jauh. Anak itu mengerahkan segenap tenaga, tetapi batu itu tetap bergeming. Akhirnya dia menyerah. Dengan terengah-engah dia berkata pada ayahnya, "Aku tidak bisa memindahkan batu ini."

"Apakah kamu sudah menggunakan seluruh kekuatanmu?" tanya ayahnya sambil berjalan mendekat.

"Sudah, Yah" jawabnya murung.

Sang ayah tersenyum sambil menepuk bahu anaknya. "Belum. Kau belum menggunakan semua kekuatanmu. Kau belum meminta bantuan Ayah," katanya sambil memegang batu besar itu. Dengan bantuan ayahnya, anak itu berhasil menggulingkan batu.
"TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia." - (Keluaran 15:2)

Menurut adat Timur, ketika kita dipuji, biasanya lalu merendahkan diri sambil berkata, "Ah, biasa saja kok. Kalau bukan anugerah Tuhan, saya tidak bisa berbuat seperti ini." Kebiasaan ini patut dikembangkan karena orang-orang percaya memang hanya mengandalkan kekuatan Tuhan saja. (Yeremia 17:7). Dengan mengosongkan kekuatan dalam diri kitakita, maka kuasa dari Tuhan yang luar biasa itu mengalir dan memenuhi hidup kita. Sehingga, kita bisa melakukan perkara-perkara "yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia" (1 Korintus 2:9).

Kekuatan itu disediakan Bapa untuk orang-orang  yang mengasihi Dia. Apakah Anda sedang memindahkan "batu besar" yang menghalangi kehidupan Anda? Lihatlah, Bapa sedang menunggu Anda undang untuk bersama-sama menggulingkan batu besar itu. [Wwn]

 

SMS from God: "Satu penghalang yang menyebabkan kuasa Allah tidak bekerja dalam diri Anda adalah kekuatan Anda sendiri."
Read More

Kamis, 12 Juni 2014

Penginjilan Belas Kasihan

Ada legenda menarik pada abad ke-13 tentang Santo Fransiskus. Suatu kali dia mengajak seorang Novis (calon pastor) untuk berkhotbah di desa sebelah. Dalam perjalanan, mereka menjumpai seseorang yang mengalami luka-luka. Mereka berhenti sejenak untuk mengobati luka-luka orang itu. Setelah itu melanjutkan perjalanan kembali.

Tak berapa lama, mereka bertemu dengan seorang pengemis yang kelaparan. Mereka berhenti sejenak untuk menolong pengemis itu. Ketika melanjutkan perjalanan, mereka bersua dengan beberapa orang yang membutuhkan pertolongan. Fransiskus dan muridnya pun memberi pertolongan.

Ketika matahari sudah turun di ufuk Barat, Fransiskus mengajak muridnya untuk kembali ke biara untuk sembahyang petang.

"Bapa, bukankah kita akan berkhotbah di desa ini? Mengapa sekarang kita malah kembali," tanya sang Novis heran. Fransiskus tersenyum. "Itu yang sudah kita lakukan sepanjang hari ini," jawab Fransiskus.
"Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik." - (Yakobus 2:8)

Penginjilan tidak harus dengan kata-kata. Penginjilan yang sesungguhnya adalah membagikan kasih Allah kepada sesama tanpa memusingkan hal-hal lain. Mengapa perbuatan baik orang Kristen masih dicurigai pihak lain? Jujur saja, kadangkala kita melakukan hal itu dengan motif tersembunyi.  Entah itu supaya anggota gereja bertambah, demi menjaga citra baik gereja atau bahkan demi keamanan gereja.

Tugas kita adalah mengasihi sesama dengan tulus. Perkara apakah orang itu akan menerima Yesus sebagai Juruselamatnya atau tidak, itu adalah urusan Roh Kudus. [Wwn]

SMS from God: "Melalu perbuatan baik kepada sesama, kita dapat mengagungkan nama Allah. Orang-orang akan memuji Allah yang kita sembah."
Read More

Rabu, 11 Juni 2014

Kuk Ringan

"Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." (Matius 11:29-30)

Ada sebuah legenda tentang masa muda Yesus. Ketika itu, Yesus berprofesi sebagai tukang kayu yang terkenal di Nazaret. Banyak orang dari tempat jauh yang memesan kuk buatan Yesus, karena bermutu bagus.

Setiap kali ada pelanggan yang datang bersama sepasang sapinya, Yesus lebih dulu mengukur tinggi dan lebar bahu setiap sapi. Dia lalu mengukur jarak di antara dua sapi. Setelah itu Yesus mengerjakan kuk sesuai dengan ukuran itu. Beberapa minggu kemudian, pelanggan datang lagi sambil membawa sepasang sapinya. Yesus memasangkan kuk ke bahu kedua sapi. Karena sudah diukur dengan cermat, kuk itu menempel dengan pas di bahu sapi. Kedua sapi itu merasa nyaman dalam menanggung kuk itu.

Di dalam perumpamaan tentang kuk ini seolah-olah terjadi sebuah paradoks. Di satu sisi Yesus mengundang orang yang memikul beban berat supaya datang kepada-Nya. Akan tetapi setelah itu, Yesus malah memasang kuk pada orang itu.

Dalam hal ini, Yesus ingin menyampaikan sebuah pesan bahwa dengan menjadi pengikut-Nya tidak secara otomatis semua masalah hidup langsung hilang. Meski begitu, Yesus memberi janji bahwa kuk made in Nazaret itu "enak:. Dalam bahasa Yunani, kata "enak" biasa digunakan oleh tukang jahit, yang artinya "sudah pas". Sesuai dengan ukuran badan.

Ketika memasang kuk untuk kita, Yesus sudah mengukur kapasitas kita dengan cermat. Itu sebabnya, ketika kita mengenakan kuk itu, kita merasa nyaman. Selain itu, kuk itu juga dirancang untuk berdua. Mitra Anda dalam memikul kuk itu adalah Yesus sendiri. Itu sebabnya Yesus berkata bahwa beban-Nya itu ringan.[Wwn]

SMS from God: "Hidup ini memang berat. Akan tetapi menjadi ringan jika dipikul bersama Yesus."
Read More

Senin, 09 Juni 2014

Aku Selalu Bersamamu

Tahun 1989, gempa bumi yang dahsyat mengguncang Armenia. Guncangan yang hanya empat menit itu menewaskan lebih dari 30 ribu orang. Di tengah kepanikan, seorang ayah berlari menuju sekolah anaknya. Sampai di sana, dia mendapati gedung itu sudah rata dengan tanah.

Sambil menatap puing-puing sekolah, dia teringat janji yang pernah dia ucapkan kepada anaknya, "Apapun yang terjadi, Ayah selalu bersamamu." Dia berlari ke pojok belakang gedung. Di situlah lokasi ruang kelas anaknya. Dia mulai menggali puing-puing.

Beberapa orangtua murid berusaha menghentikannya. "Sudah terlambat." "Mereka sudah mati." "Tidak ada gunanya." Demikian kata mereka. Bahkan polisi dan pemadam kebakaran juga menyarankan ayah ini agar pulang saja.

Akan tetapi ayah itu tetap menggali reruntuhan. Dia menggali selama 8 jam... 12 jam... 24 jam... 38 jam, hingga akhirnya ketika menggulingkan sebongkan balok besar dia mendengar suara yang lemah.

"Armand!" Dia meneriakkan nama anaknya. "Ayah? Ini aku Ayah!" jawab anaknya,"Aku sudah bilang teman-teman, tidak usah khawatir. Ayah sudah berjanji akan selalu bersamaku." ("Chicken Soup for the Soul.")
"Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan."- (Yesaya 41:10)

Bapa di sorga sudah berjanji bahwa akan selalu menyertai kita. Dalam segala persoalan kehidupan, Bapa berjanji akan meneguhkan dan menolong kita. Dia bahkan mengulurkan tangan-Nya untuk menuntun kita dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan. Masalahnya, sama seperti anak kecil, kita sering enggan menyambut uluran tangan-Nya. Kita merasa mampu mengatasinya dengan kekuatan sendiri. Hingga akhirnya, ketika terantuk batu, barulah kita menangis dan mengadu pada Bapa kita.[Wwn]

SMS from God: "Allah sudah berjanji selalu menyertai kita. Sayangnya, kita sering mengabaikan kehadiran-Nya bersama kita."
Read More

Minggu, 08 Juni 2014

Mencari Kambing Hitam

Di kampung saya ada kebiasaan orangtua yang kurang tepat. Jika anak mereka yang masih kecil terjerembab atau menabrak sesuatu, maka mereka akan buru-buru menyalahkan sesuatu supaya anaknya berhenti menangis. Biasanya mereka menyalahkan "katak imajiner" atau dengan memukul benda yang menjadi penyebab kecelakaan itu.

Usut punya usut, ternyata kebiasaan mencari kambing hitam sudah muncul sejak manusia pertama jatuh ke dalam dosa. Setelah melanggar larangan memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, manusia menjadi malu karena telanjang dan menyembunyikan diri.

Allah bertanya siapa yang memberitahu bahwa mereka telanjang. Allah juga bertanya apakah mereka makan buah terlarang itu. Alih-alih memberikan jawaban atas pertanyaan itu, Adam malah menyalahkan Allah dan Hawa. Hawa pun tak mau kalah. Ia melemparkan kesalahan kepada ular.
"Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." (Kejadian 3:12)

Sejak saat itu, manusia selalu berkilah mencari pembenaran atas perbuatan dosanya. Simaklah berita-berita tentang kejahatan. Jarang sekali ada tersangka yang mengakui kesalahannya. Mereka berkelit dan berdalih macam-macam, meskipun alat bukti terjejer di depan matanya.

Apabila sejak kecil seorang anak sudah diajari untuk mencari kambing hitam, maka hal ini akan merasuk ke dalam karakternya ketika dewasa. Ketika berbuat kesalahan, alih-alih mengakui kesalahan dan berusaha memperbaiki diri, dia malah berusaha menyalahkan pihak lain. Orangtua pun perlu memberi teladan dengan mengakui kesalahan dan meminta maaf jika berbuat salah. Yang terpenting setelah itu adalah kesediaan untuk memperbaiki diri, supaya tidak mengulangi kesalahan itu. [Wwn]

SMS from God: "Berbuat kesalahan adalah hal yang manusiawi. Tetapi berani mengakui kesalahan, lalu memperbaiki diri adalah sesuatu hal yang sorgawi."

 
Read More

Warisan Iman

Ketika anak-anak sudah berkumpul di sekitar tempat tidurnya, ia memegang tangan Jackson, lalu berkata, "Ibu berharap kamu menjadi manusia yang berguna. Suatu saat nanti kamu akan disebut 'Rumah'. Jika saat itu sudah tiba, dunia ini akan menjadi lebih baik berkat dirimu."

Ibu itu berhenti sejenak untuk mengambil napas. "Rahasia hidup benar adalah tetap dekat pada Tuhan. Kamu harus rajin berdoa. Berdoa ketika berangkat tidur. Berdoa ketika bangun tidur. Berdoa sepanjang hari. Dan memiliki iman. Kamu harus percaya pada Dia menciptakan kamu." Beberapa saat kemudian, Ibu itu menghadap Bapa di Sorga. Pesan terakhir ibunya itu sangat membekas di hati Stonewall Jackson, seorang Jenderal pada tentara Konfederasi, Amerika.

Ibu Jackson telah mengemban tugas sebagai orangtua dengan baik. Dia telah mengajarkan anaknya supaya takut akan Tuhan. Bahkan hingga detik-detik terakhir hidupnya.
"Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu...:" -(Ulangan 6:6-7)

Tuhan sudah menetapkan bahwa pendidikan tentang kerohanian anak, pertama-tama haruslah di dalam keluarga. Orangtua diperintahkan supaya mengajarkan perintah Tuhan ini ketika berada "di rumah", "dalam perjalanan", "berbaring" dan "bangun".  Ini artinya bahwa orangtua harus mengajarkan hal ini pada setiap kesempatan.  Orangtua juga harus mengikatkannya sebagai tanda pada tangan, menjadi lambang di dahi, menuliskannya pada tiang pintu rumah dan pintu gerbang. Dalam bahasa populer, orangtua harus kreatif dengan menggunakan berbagai metode. Dengan cara yang demikian, maka anak merasa fun dan asyik ketika mempelajari perintah Tuhan.[Wwn]

SMS from God: "Warisan terbaik yang tak akan pernah habis adalah karakter yang baik dan sikap takut akan Tuhan."
Read More

Senin, 02 Juni 2014

Tak Terbeli

Sebuah iklan kartu kredit memiliki slogan yang bagus, “There are some things you can't buy.” Tidak semua hal dapat kita beli dengan uang. Anda tidak dapat memintanya dari orang lain, Anda tidak meminjamnya, bahkan Anda tidak bisa mencurinya. Apa itu? Yaitu pengalaman hidup.
Pengalaman adalah proses yang kita jalani selama kita hidup. Anda tidak dapat mengklaim pengalaman orang lain, sebagai milik Anda. Pengelola bunggee jumping biasanya memberikan sertifikat kepada orang yang terjun dengan ikatan di kaki itu. Anda bisa saja membeli sertifikat itu, tapi tidak dapat memiliki pengalaman sensasi terjun bertali itu.
Pengalaman adalah pelajaran yang paling baik. Seperti yang dikatakan oleh Paulus, berkat pengalaman kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Hal tersebut tidak bisa hanya diajarkan saja, karena biasanya segera dilupakan. Tapi jika kita mengalaminya sendiri, maka kita benar-benar meyakininya.
Dalam pendidikan, dikenal metode “experiental learning”. Di sini, pembelajar diajak dan dibimbing untuk mengalami langsung sebuah pelajaran yang baru. Metode ini ternyata lebih efektif. Pembelajar bisa mengingat lebih banyak pelajaran.
 “Orang yang masih minum susu, berarti ia masih bayi; ia belum punya pengalaman tentang apa yang benar dan apa yang salah. Makanan yang keras adalah untuk orang dewasa yang karena pengalaman, sudah dapat membeda-bedakan mana yang baik dan mana yang jahat.” (Ibrani 5:13-14)

Setiap orangtua pasti berusaha melindungi anak-anaknya dari ancaman bahaya. Meski begitu, tindakan perlindungan yang berlebihan juga kurang bijak. Sebab dengan begitu, anak-anak tidak punya kesempatan untuk memperkaya pengalaman hidup. Sepanjang itu tidak membahayakan fisik, mental dan kerohanian doronglah anggota keluarga Anda untuk memperkaya pengalaman dalam hidup mereka. [Purnawan]
SMS from God:
Anda tidak dapat memindahkan pengalaman hidup Anda pada anak-anak Anda. Biarkan mereka merasakan pengalamannya sendiri.
Read More

Minggu, 01 Juni 2014

Berbuat Salah itu Manusiawi

Seorang pegawai telah melakukan kesalahan yang mengakibatkan perusahaan tersebut merugi ratusan juta rupiah. Atasannya mengusulkan pada pemilik perusahaan supaya memecat pegawai itu. Tapi apa reaksi sang big boss? “Enak saja! Saya telah memberinya pelajaran dengan biaya ratusan juta rupiah, tapi perusahaan lain yang akan menerima manfaatnya,” jawab pemilik perusahaan.

Pemilik perusahaan itu memandang kesalahan secara positif. Berbuat kesalahan itu adalah hal yang manusiawi, asalkan hal itu tidak dilakukan dengan sengaja. Melakukan kesalahan adalah bagian dari proses belajar.

Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan. Persoalannya adalah bagaimana kita memandang setelah kesalahan itu terjadi.  Kita biasanya lebih banyak mencurahkan perhatian untuk menghukum si pelaku, daripada mengambil pelajaran dari hikmah itu. Jika ini dilakukan, maka kita mengalami tiga kerugian: 1. kehilangan relasi baik dengan pelaku; 2. kerugian material akibat kesalahan; 3. kehilangan waktu dan tenaga untuk marah-marah.

“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”--Kolose 3:13

Jika ada orang lain yang bersalah pada Anda, maka hal yang perlu dilakukan adalah: 1.mengampuni kesalahannya; 2.mengajaknya mengambil hikmah, dan; 3. memberikan kesempatan kedua kepadanya. Menjelang kematian-Nya, Yesus dikhianati oleh Petrus.  Tapi Yesus memberi kesempatan kedua kepada Petrus. Hasilnya, adalah seorang saksi yang luarbiasa bersemangat dan berani mati. [Purnawan]

SMS from God:

Manusia itu belajar dari kesalahan. Memberi kesempatan kedua kepadanya, berarti memberinya peluang untuk meningkatkan kualitasnya.
Read More