Sabtu, 10 Mei 2014

Pengawasan

Efesus 6:1-9
“Dan sekarang sedikit nasihat kepada para orang tua. Jangan terus-menerus menggusari dan mencari-cari kesalahan anak-anak Saudara, sehingga membuat mereka marah dan jengkel. Tetapi didiklah mereka dengan tata tertib yang penuh kasih dan yang menyukakan hati Allah, dengan saran-saran dan nasihat-nasihat berdasarkan Firman Allah.” (Ef 6:4 FAYH)

Orangtua harus mengawasi anaknya dengan baik, jangan sampai membuat kehebohan. Polisi di Kanada, menuturkan mereka dibuat pusing seorang anak berusia 4-5 tahun. Anak itu bermain-main dengan telepon seluler orangtuanya dan menelepon layanan darurat 911 tidak tanggung-tanggung selama 400 kali. Petugas penjawab telepon telah memperingatkan anak kecil yang hanya disebut namanya Alex untuk menghentikan perbuatannya, tetapi tidak berhasil. Polisi mengatakan, mungkin orangtuanya mengira telah menonaktifkan telepon selulernya.

Sebagian orang tua tidak tega menegur anak-anaknya ketika mereka melakukan kesalahan. Ada juga orangtua yang tidak peduli dengan kelakuan anak-anaknya. Ada juga orangtua yang tidak mau menegur karena alasan ingin menerapkan sistem demokrasi di keluarga. Apa pun alasannya, membiarkan anak-anak berkelakuan buruk tanpa pengawasan merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.

Anak-anak itu belum memiliki wawasan yang luas. Mereka bertindak reaktif, spontan, tanpa memikirikan dampak dari perbuatannya. Karena itu orangtua wajib memberikan teguran, saran dan nasihat yang sesuai dengan firman Tuhan. Akan tetapi di dalam menegur pun hendaknya kita melakukan dengan bijak. Jangan sampai kita membuat anak-anak menjadi marah atau jengkel. Jangan sampai kita marah-marah karena hal yang tidak substantif. Ini yang disebut mencari-cari kesalahan. Hindarkan itu [Purnawan].

SMS from God: Orangtua mendapat kewajiban dan wewenang untuk menegur anak-anak supaya mereka tetap bertumbuh dalam takut pada Tuhan.
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It