Minggu, 04 Mei 2014

Cinta Bangsa

Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku. Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga. Kepada keturunan inilah, yang keras kepala dan tegar hati, Aku mengutus engkau dan harus kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH.” (Yeh 2:3-4)

Di Filipina,ada hukuman jika menyanyikan lagu kebangsaan "Lupang Hinirang" secara sembarangan. Pelakunya diancam penjara dua tahun dan denda lebih dari Rp 18 juta. Senat dengan 196 suara setuju-tak satu pun yang menentang-mengeluarkan peraturan itu. "Kongres memberikan kekuatan terhadap kampanye pemerintah untuk meningkatkan patriotisme, penghormatan, dan cinta  terhadap negeri dengan menyanyikan lagu kebangsaan secara tepat,"ujar penggagas aturan ini, Salvador Escuredo. Dia mengatakan, artis dan penyanyi Filipina telah mengubah melodi dan irama lagu kebangsaan menjadi berbeda dari aslinya yang memiliki nada mars militer. Selain itu, bendera telah dijahit menjadi kaus dan celana pendek.

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah Anda masih menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan sikap sempurna? Masihkah kita hafal syair lagu kebangsaan kita? Saya yakin pembaca renungan ini masih bisa menyanyikannya dengan fasih. Akan tetapi sikap patriotik itu tidak hanya ditunjukkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan hormat bendera saja. Kita dapat melakukan tindakan koreksi seperti yang dilakukan oleh Yehezkiel. Tuhan mengutus Yehezkiel untuk menyampaikan teguran kepada bangsa Israel yang secara turun temurun adalah bangsa yang keras kepala dan tegar hati. Yeheskiel tahu risikonya, bahwa dia akan ditolak dan dilawan oleh seluruh bangsa. Namun dia setia menjalankan tugas perutusannya.

Saat ini bangsa kita mengalami berbagai masalah. Ada banyak hal yang perlu dikoreksi. Sebagai warga negara, kita dapat menunjukkan sikap patriotisme dengan melakukan koreksi. Kita menunjukkan hal-hal yang belum benar. Meski risikonya ditolak dan dibenci, lakukanlah itu dengan setia [Purnawan].

 

SMS from God: Melakukan koreksi itu mengandung risiko ditolak. Tapi harus ada yang mau melakukannya.
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It