Sabtu, 31 Mei 2014

Kepercayaan

Pada zaman ini, “kepercayaan” (trust) terasa begitu murah. Kita bisa melihat contohnya dalam tayangan infotainment di media massa.  Ada beberapa artis lain yang “digosipin” hal tertentu. Mereka membantahnya, tapi kemudian terbukti bahwa kabar itu bukan isapan jempol.  Yang menarik, artis-artis tersebut tidak terlihat malu atau menyesal meskipun kebohongan mereka terbongkar.

Dalam dunia hiburan, popularitas memang menjadi dambaan di kalangan selebritas. Dengan liputan media, mereka berharap dapat bertahan di dalam persaingan panggung hiburan yang sangat ketat ini.  Tapi apakah hal itu boleh dicapai dengan mengabaikan norma-norma sosial?

Di dalam kehidupan sosial, orang yang berbohong berarti telah mencederai kepercayaan masyarakat terhadap dirinya. Orang lain menjadi ragu, tidak percaya, bahkan skeptis terhadap ucapannya.  Dibutuhkan waktu yang lama dan banyak pembuktian sebelum dia mendapat kembali kepercayaan dari masyarakat.

“Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.”-- Matius 5:37

Kepercayaan adalah “mata uang” yang laku di mana pun kita berada.  Dalam dunia usaha, relasi bisnis hanya mau menjalin kerjasama dengan orang yang dapat dipercaya. Kita bersedia naik bis kota karena percaya pada sang sopir. Kita mau dipimpin oleh seseorang karena percaya kepadanya.

Kepercayaan adalah barang yang mahal karena dapat mempengaruhi keadaan orang lain. Ia sangat susah didapatkan kembali, jika kita telah mengkhianati kepercayaan itu. Tapi, kepercayaan sesungguhnya mudah dipelihara asalkan kita selalu berkata dan berbuat dengan jujur. [Purnawan]

 

SMS from God:

Sekali dicederai, kepercayaan sulit didapatkan kembali
Read More

Kamis, 29 Mei 2014

Istri adalah Kurnia

Thomas Wheeler adalah direktur utama Massachusetts Mutual Life Insurance Company.  Suatu kali, ketika sedang mengendarai mobil bersama isterinya, dia mulai kehabisan bensin. Mereka mampir di sebuah stasiun pengisian bensin. Dia minta petugas untuk mengisi bensin, lalu pamitan untuk pergi ke kamar mandi.

Ketika kembali, dia memperhatikan isterinya sedang bercakap-cakap dengan petugas itu. Dari cara mereka berbicara, sepertinya mereka sudah saling mengenal sebelumnya.

“Apakah kau kenal petugas tadi?” tanya Thomas Wheeler ketika mereka sudah melanjutkan perjalanan lagi. Isterinya mengangguk. Dia bercerita bahwa pria itu adalah teman SMA-nya.  Bahkan mereka pernah berpacaran selama setahun.

"Untunglah aku yang melamarmu," kata Wheeler sambil tersenyum,” Jika kamu menjadi isterinya, maka sekarang ini kamu menjadi isteri petugas pengisi bensin.”

"Eh, jangan salah," jawab isterinya, "jika aku menikahi pria itu, mungkin pria itu sekarang menjadi direktur utama, dan kamu menjadi petugas pengisi bensin.”

Ada pepatah, “Di balik orang besar, terdapat isteri yang besar.” Artinya, seseorang yang mencapai kesuksesan itu tidak diraih sendirian saja. Dia mendapat bantuan yang besar dari pasangan hidupnya. Pemazmur berkata, rumah dan harta bukan jaminan kita pasti mendapatkan pasangan hidup yang berakal budi. Itu adalah karunia Tuhan.

“Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN.” (Amsal 19:14)

Itu sebabnya, ketika Anda merasa sukses, jangan bertepuk dada dulu. Siapa tahu, itu adalah karena pasangan Anda. [purnawan]

 

Sms from God: Pasangan hidup dapat menjadi faktor pendorong atau penghambat kesuksesan. Anda termasuk yang mana?
Read More

Rabu, 28 Mei 2014

Penggelembungan

Untuk penanggulangan banjir, sebuah kota berencana membangun waduk besar.  Pemerintah kota lalu membuka tender bagi para kontraktor.

Kontraktor pertama menawarkan anggaran sebesar Rp. 6 Milyar. “Tolong berikan perincian anggaran itu,” pinta dewan penilai. Kontraktor pertama menjawab, “Rp. 2 milyar untuk bahan bangunan, Rp. 2 milyar untuk tenaga kerja dan Rp. 2 milyar untuk keuntungan kami.”

Dewan penilai lalu mengundang kontraktor kedua untuk memberikan penawarannya.  Mereka mengajukan angka lebih rendah, yaitu Rp. 3 milyar.

“Tolong berikan perincian anggaran itu,” pinta dewan penilai. Kontraktor kedua itu menjawab, “Rp. 1 milyar untuk bahan bangunan, Rp. 1 milyar untuk tenaga kerja dan Rp. 1 milyar untuk keuntungan kami.”

Kontraktor ketiga diundang. Dia mengajukan angka Rp. 9 milyar.  “Mengapa Anda menawarkan angka yang lebih besar dari penawaran sebelumnya?” tanya dewan penilai heran, “tolong berikan perinciannya!”

Kontraktor ketiga menutup pintu ruang pertemuan, lalu berkata dengan setengah berbisik, “Rp. 3 milyar untuk Anda, Rp. 3 milyar untuk saya dan Rp. 3 milyar kita berikan pada kontraktor kedua. Biarlah mereka yang mengerjakan proyek ini.”

“Jangan mencuri.” (Keluaran 20:15)

Meskipun sudah ada  UU Anti Korupsi dan Komisi Penyelidik Korupsi, tetapi perilaku perilaku korupsi masih saja dilakukan.  Dalam bahasa lugas, korupsi adalah mencuri.  Bedanya, pencurian konvensional hanya merugikan satu-dua orang, tapi korupsi merugikan banyak orang.  Contohnya, mestinya ada banyak anak-anak yang bisa sekolah gratis, tapi mereka harus gigit jari karena uangnya dikorupsi. Perintah Tuhan: Jangan korupsi! [purnawan]

Sms from God: Korupsi dapat dihilangkan dengan memulai hidup jujur di dalam keluarga.
Read More

Selasa, 27 Mei 2014

Sungai Keraguan

Tahun 1913, mantan presiden Amerika Theodore Rosevelt memimpin ekspedisi ke Brasil. Dia diberitahu ada sebuah sungai tidak dikenal yang disebut Rio da Duvida atau Sungai Keraguan.

Karena penasaran, bersama penjelajah terkenal Brasil, Candido Rondom dan tim, dia menjelajahi sungai Amazon yang masih liar. Perjalanan itu menjadi perjuangan hidup dan mati. Kekurangan air dan makanan, derasnya aliran sungai, malaria dan serangan suku Indian menandai perjalanan sepanjang 1.609 km selama 5 bulan.

Perjalanan ini benar-benar luar biasa sehingga pada awalnya banyak orang yang menolak percaya. Namun akhirnya Roosevelt dan Rondom dipuji untuk perjuangan mereka.  Kini sungai itu dinamai Rio (sungai) Roosevelt (GeoWeek).

“Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena … kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan.” (Roma 5:3-5)

Ayat nats renungan ini diawali dengan dua kata yang paradoksal yaitu “bermegah” dan “kesengsaran”. Orang yang mengalami kesengsaraan biasanya merasa bersedih. Namun Paulus justru menganjurkan supaya kita bermegah yaitu rasa bangga karena mendapat kehormatan.

Salah satu elemen dari Seven Habits for Highly Efective People (S. Covey) adalah begin with the end. Saat mengawali sesuatu, kita harus membayangkan bagaimana hasil akhirnya nanti. Paulus mengajak kita melihat jauh ke depan, yaitu bagian akhir dari semua itu. Urut-urutannya adalah kesengsaraan à ketekunan à tahan uji à pengharapan.

Pengharapan adalah keinginan kita yang akan terjadi di masa depan. Pengharapan itu berupa kehormatan yang akan kita dapatkan jika kita bertekun dan sanggup bertahan dalam penderitaan. [purnawan]

Sms from God: Sudah tahukah Anda tentang bagaimana akhir dari perjalanan Anda? Layakkah untuk ditekuni?
Read More

Minggu, 25 Mei 2014

Perjuangan Cinta

Cinta buta bukan cuma milik anak muda. Seorang nenek (70 th) di Jepang membanjiri seorang kakek dengan (79 th) dengan 206 pucuk surat cinta. Dia juga membersihkan kuburan pujaan hatinya sebanyak 85 kali. Dia juga memaksa masuk ke rumah si kakek sebanyak tujuh kali. Semua itu dia lakukan agar si kakek menerima cintanya.

Alih-alih mendapat cinta, nenek nekat ini malah diseret ke pengadilan. Hakim memerintahkan si nenek agar tidak mengganggu si kakek lagi. Usai keputusan ini, si nenek melah menuntut ganti rugi si kakek sekitar Rp. 93 juta. Alasannya ia sudah keluar uang untuk membuat SIM dan beli bensin untuk berkunjung ke rumah si kakek.

Dia juga mengirim surat yang berisi ancaman pada si kakek. Karena surat ancaman ini, maka jaksa menuntut hukuman 10 bulan penjara kepadanya (Kompas, 15/02/2007).

Meski tidak sepakat dengan cara nekatnya, paling tidak kita dapat belajar dari keuletan sang nenek untuk mendapatkan cinta.  Jika kita mencintai seseorang, maka kita harus bersedia melakukan sesuatu yang ‘lebih’.  Demi cintanya pada Rahel, Yakub bersedia bekerja dan menunggu selama tujuh tahun lagi.  Meski pernah ditipu oleh Laban, mertuanya, tapi Yakub tidak patah semangat. Bayangkan, dia harus bersabar selama empat belas tahun!

Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu.” (Kejadian 29:18)

Dalam acara reality show TV, ditunjukkan usaha seseorang yang menyatakan cintanya pada pujaan hatinya. Dia melakukan usaha ekstra untuk menunjukkan keseriusannya. Cinta itu layak diperjuangkan.Tapi bukan dengan cara yang membabi buta. [purnawan]

SMS from God: Cinta yang sejati dilandasi dorongan untuk memberi diri, bukan untuk memiliki
Read More

Jumat, 23 Mei 2014

Dosis yang Tepat

Pada usia 6-8 bulan, berat badan Kirana, anak kami, tidak mengalami kenaikan berarti.  Kami memeriksakannya ke dokter. Salah satu metode pemeriksannya adalah dengan merekam detak jantungnya. Tapi karena Kirana berontak, maka dia terpaksa harus diberi obat penenang.

Dokter menanyakan berat badan Kirana, lalu menghitung dosis obat penenang yang tepat. Tujuannya supaya obat itu tidak terlalu sedikit sehingga efek obatnya tidak terasa; tapi juga tidak kebanyakan sehingga dia dapat mengantuk sepanjang hari.

Salah satu prinsip pengobatan modern adalah memberikan takaran obat yang sesuai dengan kebutuhan pasien.  Kebutuhan setiap pasien berbeda. Orang yang gemuk biasanya membutuhkan takaran obat yang lebih banyak daripada orang kurus.

Prinsip ini menggambarkan tentang pencobaan. Besarnya pencobaan telah disesuaikan dengan kekuatan orang yang akan menanggungnya. Ilmuwan besar, Sir Isaac Newton (1642-1727) punya pendapat menarik tentang hal ini: “Pencobaan adalah obat yang diresepkan oleh dokter kita yang baik hati dan bijaksana, sesuai dengan kebutuhan kita; dan Dia mengukur takaran obat dengan tepat. Percayalah kepada kemampuan-Nya dan berterimakasih atas resepnya.”

Minum obat sungguh tidak enak, tapi bermanfaat bagi tubuh kita.  Pencobaan itu juga tidak enak, tapi itu demi kebaikan kita.  Hebatnya, kadar pencobaan itu telah disesuaikan dengan kekuatan kita.

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13)

SMS from God: Di balik setiap pencobaan, Allah selalu menyediakan jalan keluar.
Read More

Kamis, 22 Mei 2014

Latihan Bersyukur

Ada seorang pria yang datang pada seorang guru yang bijak. “Guru, bantulah aku. Rumahku seperti neraka. Kami tinggal dalam rumah yang sempit. Isteriku, anak-anakku, menantu-menantuku, cucu-cucuku, dan aku sendiri. Tidak ada cukup ruang lagi untuk kami semua.”

Guru memberi saran,“Belilah seekor sapi dan masukkan dalam rumahmu!” Meski heran, pria itu melakukannya juga. Esoknya dia datang dengan muka letih. “Aduh guru, semakin parah!”

“Sekarang beli seekor kambing dan masukkan ke dalam rumahmu,” perintah guru. Esoknya, dia datang lagi.  “Rasanya aku sudah gila!! Rumahku sudah tidak karuan lagi.”

“Beli sepuluh ekor ayam, dan masukkan ke dalam rumah,” perintah guru seakan tak peduli pada penderitaan pria itu.  Esoknya, dia datang lagi dengan penampilan yang sangat kusut.

“Ampuuun guru!!!eritnya, “Aku sudah tidak tahan lagi. Rumahku sudah menjadi neraka beneran.”

“Sekarang jual semua binatang peliharaanmu,” perintah guru.

Hari berikutnya, dia datang dengan muka berseri-seri.

“Terimakasih guru. Rumahku terasa lega. Sekarang sungguh indah dan bersih. Seperti di sorga rasanya.”

Kadangkala kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki. Antoni de Mello mengajarkan cara sederhana untuk bersyukur: Pikirkan kejadian hari kemarin, satu demi satu dari pagi sampai sore. Untuk setiap kejadiannya katakan “Terimakasih. Aku sungguh beruntung dapat mengalaminya.” [purnawan]

 

SMS from God: Jangan terlalu sering menengok ke luar. Sering-seringlah lihat dan syukuri apa yang sudah ada di dalam.
Read More

Rabu, 21 Mei 2014

Rahasia Bahagia

Ada seorang pria yang selalu memohon segala sesuatu pada Tuhan. Suatu hari, Tuhan berkata padanya: “Aku akan mengabulkan tiga permohonanmu. Tapi setelah itu jangan minta lagi.”

“Tuhan aku ingin Engkau mengambil istriku. Aku sudah tidak tahan lagi. Aku tidak bisa hidup lagi bersamanya,” katanya.

“Baik, “ jawab Tuhan, “Terjadilah seperti yang kau minta.” Maka matilah isterinya.

Pada saat upacara penguburan, tiba-tiba pria ini berubah pikiran. “Tuhan, dulu istriku ini adalah wanita yang baik.  Selama dia hidup, aku tidak pernah menghargainya. Tuhan tolong hidupkan dia lagi.”

Tuhan menjawab, “Baik, permohonanmu yang kedua sudah terkabul.”

Sekarang tinggal satu permohonan lagi. Apa yang dia minta lagi? Dia bingung, lalu minta pertimbangan teman-temannya.

“Minta uang saja. Kalau kamu punya uang, kamu dapat memiliki apa saja.”

“Apa untungnya punya uang kalau kamu tidak sehat? Minta kesehatan saja.”

“Apa gunanya kesehatan jika suatu saat nanti kamu akan mati? Minta keabadian saja?”

“Apa gunanya keabadian jika kamu tidak seorang pun untuk dicintai? Mintalah cinta.”

Pria ini malah tambah bingung. Lima tahun, sepuluh tahun, limabelas tahun berlalu. Suatu hari Tuhan bertanya, “Kapan kamu akan menggunakan permohonan ketigamu?”

Pria ini tertawa kecut, “Tuhan saya ini bingung. Saya tidak tahu apa yang harus kuminta! Dapatkah Engkau katakan apa yang harus kuminta?”

Tuhan tertawa keras mendengar hal itu, “Mintalah untuk menjadi bahagia tanpa peduli seperti apa pun keadaanmu. Itulah rahasianya.”

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)

 

SMS from God: Kebahagiaan itu tidak berasal dari luar, tapi bersumber dari dalam
Read More

Selasa, 20 Mei 2014

Mengeraskan Hati

“Suatu hari, ketika duduk di pinggir sungai, saya mengambil sebongkah batu dari dasar sungai dan memecahnya. Ternyata bagian dalam batu itu tetap kering meskipun ia sudah terendam air selama berabad-abad.  Hal yang sama juga terjadi pada orang-orang Barat.  Selama berabad-abad mereka telah dilingkupi oleh kekristenan; mereka terendam di dalam air manfaat kekristenan. Meski begitu, air tersebut tidak merembes dalam hati mereka; mereka tidak menyukai kekristenan. Persoalannya tidak terletak di dalam kekristenan, tapi di dalam hati manusia yang telah dikeraskan oleh materialisme dan intelektualisme.”

Pendapat ini ditulis oleh misionaris dari India, Sadhu Sundar Singh, lebih dari 70 tahun yang lalu.  Pengamatannya semakin tampak jelas sampai saat ini.  Gereja-gereja di dunia Barat banyak yang ditinggalkan oleh jemaatnya.  Seorang wanita Indonesia yang bersuamikan orang Norwegia menuliskan kesulitannya untuk beribadah di gereja.

Mungkinkah hal ini penggenapan dari nubuatan Tuhan? “Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu” (Mat.19:30).  Bangsa-bangsa di Asia dan Afrika berhutang budi pada misionaris bangsa Eropa. Berkat  keberanian dan kerelaan mereka menempuh bahaya, kita boleh mendengar kabar baik. Saat ini, kondisinya justru berbalik.  Kekristenan di Asia dan Afrika sedang bergairah, sementara di Eropa mengalami kelesuan.

“Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.” (Amsal 28:14)

Situasi ini mungkin terjadi juga dalam keluarga. Kerohanian orangtua justru ‘kalah’ dari kerohanian anak-anak. Jangan sampai ini terjadi. [purnawan]

SMS from God: Satu-satunya cara agar api rohani tetap menyala adalah dengan senantiasa menyerap dari bahan bakar sorgawi
Read More

Senantiasa Mengasihi

“Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.” (Yohanes 13:1b)

Kita sudah sering melihat lukisan Leonardo da Vinci berjudul “Perjamuan Terakhir”. Dalam lukisan itu, Yesus dan 12 murid-Nya duduk dalam satu meja panjang.  Namun William Barclay punya pendapat lain. Dalam tradisi Yahudi, perjamuan makan dilakukan sambil rebahan. Satu meja hanya ditempati maksimal 3 orang saja. Dengan teori ini, setidaknya ada lima meja dalam ruang atas itu.

Tuan rumah biasanya semeja dengan orang terhormat atau sahabat dekatnya. Pertanyaannya, siapa yang duduk semeja dengan Yesus? Barclay lalu membuat rekonstruksi imajinatif berdasarkan Alkitab. Menurut Alkitab, yang duduk di sebelah kanan Yesus adalah “murid yang dikasihi-Nya”(Yoh.13:23). Lalu siapa yang di sebelah kirinya? Yudas! Lho kok bisa?!! Penjelasannya ada di ayat 27. Dalam ayat ini, Yesus bisa berbicara langsung kepada Yudas saja, sedangkan murid-murid yang lain tidak mendengarnya.

Ini luarbiasa.  Yesus saat itu sudah tahu bahwa “waktunya” untuk menderita sudah datang. Ia juga sudah tahu siapa yang akan menjadi pengkhianat-Nya.   Meski begitu, “Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya.” Senantiasa berarti “terus-menerus, tidak ada henti-hentinya.”

Inilah kasih tanpa syarat. Kasih seperti ini patut dikembangkan dalam keluarga Kristen.  Kita tak henti-hentinya mengasihi di antara anggota keluarga. [purnawan]

SMS from God: Kita harus senantiasa mengasihi, karena dunia ini digerakkan oleh cinta
Read More

Jumat, 16 Mei 2014

You Belong To Me

sherman

Perikop: Efesus 5:22-33

Nats: “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya” (Efesus 5:25)

Dalam audisi American Idol, ada sebuah peristwa yang mengharukan. Tersebutlah pria berusia 62 tahun, Sherman Pore, yang mengikuti kontes pencariaan bakat itu.

“Apa yang membuat Anda ikut audisi ini” tanya Simon Cowel, sang yuri. “Saya sudah menikah lebih dari 20 tahun. Isteri saya menderita kanker ganas,”tutur Herman,”belakangan ini, dia mendorong saya ikut kontes ini.  Supaya boleh tampil, kami mengumpulkan tanda-tangan dukungan sebanyak-banyaknya.”

“Ketika mencari dukungan, isteri saya melakukannya dengan bersemangat.  Gairah hidupnya muncul kembali, “lanjut Sherman,”Melihat itu, maka saya memutuskan ikut kontes ini. Apapun itu, asalkan dapat membuatnya bersemangat dan meringankan rasa sakitnya, saya rela melakukannya.”

Dua hari sebelum audisi, isteri Sherman Pore meninggal dunia.  Meski masih berkabung, Sherman tetap datang. Di depan tiga yuri, Sherman menyanyikan lagu You Belong To Me. Lagu ini dipersembahkan pada mendiang isterinya. Semua yuri menitikkan air mata.  Meski tidak mendapatkan tiket emas ke Hollywood, tapi Sherman tetap merasa puas. “Sayalah pemenangnya” katanya di depan kamera.

Seorang suami Kristen adalah “Kristus kecil” di dalam keluarga.  Kristus sangat mengasihi keluarga-Nya (gereja). Demikian hendaknya,  suami juga sangat mengasihi keluarganya. Begitu besar kasih itu, sehingga dia rela berkorban.  Ini tidak semudah seperti dikatakan. Seberapa besar Anda telah berkorban?[purnawan]

 

SMS from God: Salah satu ciri cinta adalah kerelaan untuk berkorban

Read More

Selasa, 13 Mei 2014

Tidak Lebih Baik

Matius 9:9-13
“Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.” (Gal 2:16)

Ketika Yesus bertemu dengan Matius, seorang penarik pajak ulung tetapi curang, Dia bisa saja berlalu dan mengabaikannya. Akan tetapi Yesus tahu kebutuhan rohaninya, maka Dia mengajak Matius, "Ikutlah Aku."

Yang menarik, Matius tanpa ragu-ragu meninggalkan pekerjaannya dan mengikut Yesus. Dengan adanya perubahan hati dan hidup, maka keinginan Matius juga berubah. Dia mengundang Yesus, para murid dan teman-temannya sesama "pendosa" untuk makan malam di rumahnya. Mereka menikmati hidangan sambil bercengkerama akrab. Pada jaman Yesus, bangsa Yahudi sangat membenci kaum pemungut cukai atau petugas pajak. Mereka menilai para pemungut cukai adalah pengkhianat bangsa karena memungut uang dari bangsanya sendiri untuk disetorkan kepada bangsa penjajah. Mereka mengelompokkan para pemungut cukai sebagai orang yang berdosa.

Akan tetapi situasi ini membuat tersinggung kaum Farisi, yaitu sekelompok orang yang percaya bahwa keselamatan hanya diperoleh dengan menjalankan peraturan agama. Dengan kedengkian  mereka bertanya pada para murid, "Mengapa Gurumu makan bersama penarik pajak dan pendosa?"

Jawaban yang diberikan Yesus kepada orang Yahudi dalam Matius  9:11-12 sebenarnya juga ditujukan buat kita. Kita tidak lebih baik daripada para penarik pajak dan kaum pendosa. Untuk itulah Yesus mengundang kita: "Ikutlah Aku."[Purnawan]

SMS from God: Kita dipanggil Tuhan bukan karena kebaikan atau kehebatan kita, melainkan karena kasih karunia-Nya saja.
Read More

Senin, 12 Mei 2014

Belajar dari Anak

Matius 18:1-5
“Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Mat 18:2-3)

"Papa harus pakai helm lho," kata Kirana, anak saya. "Memangnya kenapa?" tanya saya. "Soalnya, nanti kalau ditangkap polisi, papa 'kan dimasukkan penjara," jawab Kirana polos,"Terus nanti kalau aku mencari-cari papa, gimana?"

Anak kecil dengan kepolosannya membuat kita tersenyum. Mereka mengungkapkan dengan jujur, apa yang ada dalam pikirannya. Ketika murid-murid Yesus mengusir anak-anak yang datang kepada Yesus, mereka justru ditegur oleh Yesus. Yesus justru menghendaki para murid itu menjadi seperti anak-anak yang memiliki hati yang polos, tidak memiliki maksud tersembunyi dan bersikap saat apa adanya. Hal ini diucapkan Yesus karena saat itu para murid masih bertengkar tentang perebutan posisi jika Yesus berkuasa menjadi penguasa dunia. Yesus melihat bahwa motivasi mereka dalam mengikut-Nya masih perlu dimurnikan.

Hati yang tulus dan murni itu dipandang berharga di mata Allah. Para murid bisa saja bertengkar untuk memperebutkan posisi siapa yang paling besar, namun yang mendapat kasih karunia Allah adalah orang yang memiliki sikap seperti anak kecil. Untuk apa Anda datang kepada Kristus? Untuk menggapai posisi terhormat? Untuk meraih kesuksesan? Untuk mendapat kesembuhan? Datanglah kepada Yesus tanpa motif-motif untuk menguntungkan diri sendiri, maka Anda akan mendapatkan sambutan yang tak terduga [Purnawan].

SMS from God: Belajarlah menjadi tulus seperti anak-anak, tetapi tidak menjadi kekanak-kanakan.
Read More

Minggu, 11 Mei 2014

Tertawa Lepas

Ams 17:1-28

“Hati yang gembira bagaikan obat yang manjur, tetapi semangat yang patah membuat orang sakit.” (Ams 17:22 FAYH)

 

Malang sekali orang Inggris yang berusia di atas 52 tahun. Mereka jarang tertawa. Menurut sebuah jajak pendapat, pada usia 52 tahun, rakyat Inggris mengeluh dan kurang berbahagia. Hasil jajak pendapat dengan 2.000 responden itu, mereka yang berusia di atas 50 tahun semakin jarang tertawa dibandingkan dengan yang lebih muda.

Jajak pendapat itu juga menemukan, bayi tertawa lebih dari 300 kali sehari. Anak remaja tertawa enam kali sehari. Mereka yang berusia di atas 60 tahun tertawa hanya 2,5 kali sehari.

Selain itu, diketahui, laki-laki lebih sering mengeluh dibandingkan dengan perempuan. Salah satu alasan mengapa semakin tua orang Inggris semakin jarang tertawa adalah karena semakin lemahnya kemampuan menyebarkan lelucon.

Dari jajak pendapat itu diketahui, orang Inggris hanya mengerti dua lelucon. Mungkin salah satunya lelucon Mr Bean.

Salah satu tanda orang sehat secara jiwa adalah kemampuannya menertawakan diri sendiri. Yang dimaksud di sini bukan menertawakan dalam rangka merendahkan melainkan menemukan kekonyolan kesalahan yang dilakukannya sendiri. Kemudian timbul tekad untuk memperbaiki.

Hidup ini terlalu singkat untuk dijalani dengan terus-menerus mengeningkan kerut. Ambillah waktu untuk bersantai dan menghibur diri. Carilah tontonan atau bacaan yang lucu. Lontarkan humor yang tepat dalam pergaulan, maka itu akan menjadi obat yang manjur bagi jiwa dan raga Anda [Purnawan].

SMS from God: Kapan terakhir kali Anda tertawa lepas? Sudah lama sekali? Sekarang saat yang tepat untuk mengulangnya sekali lagi.
Read More

Sabtu, 10 Mei 2014

Pengawasan

Efesus 6:1-9
“Dan sekarang sedikit nasihat kepada para orang tua. Jangan terus-menerus menggusari dan mencari-cari kesalahan anak-anak Saudara, sehingga membuat mereka marah dan jengkel. Tetapi didiklah mereka dengan tata tertib yang penuh kasih dan yang menyukakan hati Allah, dengan saran-saran dan nasihat-nasihat berdasarkan Firman Allah.” (Ef 6:4 FAYH)

Orangtua harus mengawasi anaknya dengan baik, jangan sampai membuat kehebohan. Polisi di Kanada, menuturkan mereka dibuat pusing seorang anak berusia 4-5 tahun. Anak itu bermain-main dengan telepon seluler orangtuanya dan menelepon layanan darurat 911 tidak tanggung-tanggung selama 400 kali. Petugas penjawab telepon telah memperingatkan anak kecil yang hanya disebut namanya Alex untuk menghentikan perbuatannya, tetapi tidak berhasil. Polisi mengatakan, mungkin orangtuanya mengira telah menonaktifkan telepon selulernya.

Sebagian orang tua tidak tega menegur anak-anaknya ketika mereka melakukan kesalahan. Ada juga orangtua yang tidak peduli dengan kelakuan anak-anaknya. Ada juga orangtua yang tidak mau menegur karena alasan ingin menerapkan sistem demokrasi di keluarga. Apa pun alasannya, membiarkan anak-anak berkelakuan buruk tanpa pengawasan merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.

Anak-anak itu belum memiliki wawasan yang luas. Mereka bertindak reaktif, spontan, tanpa memikirikan dampak dari perbuatannya. Karena itu orangtua wajib memberikan teguran, saran dan nasihat yang sesuai dengan firman Tuhan. Akan tetapi di dalam menegur pun hendaknya kita melakukan dengan bijak. Jangan sampai kita membuat anak-anak menjadi marah atau jengkel. Jangan sampai kita marah-marah karena hal yang tidak substantif. Ini yang disebut mencari-cari kesalahan. Hindarkan itu [Purnawan].

SMS from God: Orangtua mendapat kewajiban dan wewenang untuk menegur anak-anak supaya mereka tetap bertumbuh dalam takut pada Tuhan.
Read More

Jumat, 09 Mei 2014

Tidak Tawar Hati

2 Korintus 4:16-5:10

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari (2 Kor 4:16 )

Bakat dapat dimiliki siapa saja. Seorang pianis tanpa lengan memainkan piano dengan jari kaki. Atas prestasinya ini, dia memenangi kontes China Mencari Bakat. Liu Wei (23) kehilangan kedua tangannya ketika berusia 10 tahun saat bermain petak umpet. Pianis dari Beijing ini mulai belajar piano pada usia 18 tahun. Dia memesona para penonton saat melantunkan lagu tenar yang pernah dibawakan James Blunt asal Inggris, ”You’re Beautiful”. Dia bernyanyi sambil menggunakan kaki menekan tuts-tuts piano.

Meskipun kehilangan kedua lengannya Liu tidak menjadi tawar. Dia berusaha sungguh-sungguh menguasai alat musik piano. Dalam waktu 5 tahun, dia sudah piawai memainkan tuts-tuts piano menggunakan jari kakinya. Tahukah Anda, apa yang unik dalam pencapaian ini? Liu Wei sengaja melatih keterampilan yang membutuhkan jari-jari tangan yang justru tidak dipunyainya. Dalam menanggapi kemenangannya dia berkata, ”Setidaknya saya memiliki sepasang kaki yang sempurna.”

Liu tidak berlarut-larut menyesali organ tubuh yang tidak dipunyainya. Dia mulai mensyukuri organ tubuh yang masih dipunyainya untuk mengembangkan talentanya. Semangat yang sama dimiliki oleh Paulus. Meskipun kesehatan tubuhnya mulai merosot drastis, namun dia mensyukuri bahwa di sisi lain manusia batiniahnya semakin diperbaharui [Purnawan].

SMS from God: Kebahagiaan itu dimulai dengan mensyukuri apa yang sudah kita miliki.
Read More

Kamis, 08 Mei 2014

Aturan Kaku

Matius 12: 9-15a

Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat. (Mat 12:12)

 

Urusan ke kamar kecil memang masalah mendasar dan tidak dapat ditunda. Seorang pengunjung di gedung konser New York City menuntut pengelola gedung. Lindsay Ekizian dilarang menggunakan kamar kecil di gedung, padahal dia sedang hamil. Maklumlah, ibu hamil memang sering kali ingin pergi ke kamar kecil. Ketika itu, Ekizian sedang makan malam di samping gedung pertunjukan itu. Pengawas gedung mengatakan ada kamar kecil lain di blok sebelah. Ekizian mengetahui posisi kamar kecil di gedung pertunjukan itu karena beberapa hari sebelumnya menonton pertunjukan komedi di sana. Pengelola gedung itu tidak mau tahu keadaan Ekizian yang kebelet dan akhirnya mengompol. Ekizian menyalahkan manajemen gedung karena menyebabkan dia malu akibat celana panjangnya yang basah.

Pengelola gedung adalah contoh orang yang legalis. Dia berpendapat, kalau aturannya begitu, ya harus dijalankan begitu adanya. Meskipun ada orang yang hamil yang sudah sangat kebelet pipis, namun dia tidak peduli. Aturan ya aturan. Tidak ada perkecualian, meskipun itu demi alasan kemanusiaan. Demikian pula yang dilakukan oleh orang Yahudi. Mereka menempatkan aturan-aturan agama di atas segala-galanya.

Aturan menetapkan bahwa pada hari Sabat mereka tidak boleh melakukan aktivitas yang berat. Sekalipun ada orang sakit, maka mereka tidak akan melakukan tindakan dengan segera. Mereka harus menunggu hari Sabat berlalu lebih dulu.Peraturan memang dibuat untuk menciptakan ketertiban. Itu demi tujuan baik. Namun jika aturan itu sudah mengingkari rasa kemanusiaan, maka pelaksanaannya perlu dievaluasi [Purnawan].

SMS from God: Aturan itu hanya alat menuju ketertiban. Ketertiban itu demi kesejahteraan manusia. Jangan sampai manusia yang diperalat peraturan.
Read More

Rabu, 07 Mei 2014

Janji Pernikahan

Ibrani 13:1-6
“Hormatilah pernikahan serta janji-janjinya dan hendaklah Saudara murni; sebab Allah pasti akan menghukum orang yang tidak bermoral atau yang berzinah.” (Ibr 13:4)

Tanggal 10 Oktober 2010 (10/10/10) yang lalu adalah tanggal cantik sehingga banyak pasangan yang menikah pada tanggal istimewa tersebut. Di kota saya yang kecil saja, pada hari itu ada 21 pasangan yang harus dilayani oleh petugas Pencatata Sipil. Di Amerika, tercatat sekitar 32.000 pasangan menikah pada hari itu. "Tanggal itu adalah tanggal yang sempurna untuk kami. Saya menginginkan tanggal yang mudah diingat dan terlalu lama menunggu 11/11/11. Lagi pula, menurut kalender China, angka 10/10/10 adalah hari yang baik. Angka 10 adalah angka keberuntungan dan tanggal itu adalah waktu yang sangat tepat untuk menikah," ujar Ming Chan dari New York, yang menikah dengan Holman Lau pada hari Minggu itu.

Seorang teman menulis di Facebook: "Banyak orang yang menikah pada 10/10/10. Tapi itu bukan angka keberuntungan. Masa depan kehidupan pernikahan tergantung pada kerja keras setiap pasangan dalam membangun keluarga yang bahagia."

Tanggal pernikahan yang unik itu hal yang baik karena akan selalu mengingatkan pada pasangan itu tentang janji pernikahan yang mereka ucapkan di depan Tuhan dan jemaat-Nya bahwa akan selalu saling setia. Akan tetapi, sekalipun tanggal pernikahan Anda tidak unik, itu juga bukan sebuah pertanda bahwa pernikahan Anda tidak bahagia. Allah menghendaki kita menghormati pernikahan dan janji-janjinya, serta menjaga kemurniannya. Itulah yang akan membawa kita kepada kebahagiaan [Purnawan].

SMS from God: Kebahagiaan pernikahan tidak tergantung pada tanggal pernikahan, tetapi terletak pada kerja keras pasangan tersebut.
Read More

Selasa, 06 Mei 2014

Peta

Amsal 3:1-26
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Ams 3:5-6)

Suatu kali saya pernah naik pesawat kecil dengan duduk di kokpit. Kami menempuh perjalanan dari Jogja ke Tasikmalaya. Anehnya, sepanjang perjalanan, sang pilot tidak pernah membuka peta. Dia juga tidak melihat tanda-tanda di daratan karena tertutup kabut. Di antara kami berdua juga belum ada yang pernah ke Tasikmalaya. Lalu bagaimana kami mendapatkan arah perjalanan?Pada dashboard kokpit telah terpasang alat GPS (Global Positioning System). Dia hanya mengikuti tanda panah di layar itu. Mirip sekali dengan main game. Namun berkat petunjuk dari GPS ini, maka kami bisa sampai tujuan.

Alkitab mengatakan bahwa kita ini adalah "orang asing dan pendatang di bumi ini” (Ibr 11:13). Sebagai anak-anak Allah kita menganggap bahwa bumi ini bukan rumah kita. Kita adalah pengelana yang berjalan melintasi negeri asing menuju rumah sorgawi. Untuk itu, Allah telah menyediakan peta perjalanan yang layak dipercaya, yaitu firman-Nya, sebagai panduan kita. Dia memberikan janji yang pasti: “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu” (Mzm 32:8) Seorang pengelana di negeri asing tidak akan pernah membuang peta karena peta itu akan menuntunnya ke arah tujuan yang benar. Peta itu adalah firman Tuhan. Apakah Anda mempercayai petunjuk yang diberikan Tuhan? [Purnawan]

SMS from God: Bagaimana Anda menentukan perjalanan rohani? Dengan mengandalkan pengertian sendiri atau dengan tunduk pada Firman Tuhan?
Read More

Senin, 05 Mei 2014

Deadman Pedal

“Sebab, jika Saudara terus mengikutinya, Saudara sesat dan akan binasa; tetapi, jika oleh kuasa Roh Kudus Saudara menghancurkan tabiat itu dan perbuatan jahatnya, Saudara akan hidup.” (Rm 8:13 FAYH)

Pada lokomotif kereta terdapat sebuah alat keselamatan yang disebut "deadman pedal." Bentuknya mirip dengan pedal gas, yang juga harus dioperasikan dengan diinjak. Bedanya, alat ini tidak berfungsi untuk menambah kecepatan. Alat ini harus diinjak oleh masinis sepanjang perjalanan. Jika tidak diinjak maka kereta akan berhenti secara otomatis.

Fungsi alat ini adalah untuk mencegah kecelakaan karena masinis mengantuk atau meninggal dunia secara mendadak. Tanpa alat ini, jika masinis mati atau mengantuk, maka kereta akan berjalan tanpa kendali. Namun karena ada pedal ini, maka kereta tersebut akan berhenti secara otomatis jika alat ini tidak diinjak, sehingga penumpang bisa selamat.

Dalam kehidupan rohani kita, Roh Kudus memiliki fungsi yang mirip dengan deadman pedal ini. Kita harus selalu melekat kepada Roh Kudus. Jika kita lalai dalam memegangnya, maka Roh Kudus akan memberikan peringatan kepada kita. Paulus mengajarkan bahwa Roh Kudus berkuasa untuk menghacurkan tabiat jahat dan segala perbuatannya. Jika kita tidak memfungsikan Roh Kudus, maka kita menjadi sesat dan akan binasa. Ketika kita melakukan perbuatan yang jahat, Roh Kudus memberi peringatan-peringatan melalui nurani atau hati kecil kita. Jika kita mengabaikan peringatan ini, maka kita menjadi seperti kereta yang berjalan tanpa masinis. Kehidupan kita berjalan menuju kebinasaan. Karena jangan abaikan Roh Kudus untuk keselamatan perjalanan Anda [Purnawan].

SMS from God: Orang yang mengabaikan Roh sedang membiarkan hidupnya berjalan tanpa kendali.
Read More

Minggu, 04 Mei 2014

Ronda

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. (Luk 10:33)

Untuk mengamankan lingkungan, maka di Indonesia dikenal siskamling atau sistem keamanan lingkungan. Intinya adalah penjagaan keamanan secara swadaya oleh sesama warga dengan perondaan.  Di Ingris, siskamling ini memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan menggunakan laptop dan koneksi internet, maka warga Inggris bisa melakukan pengawasan melalui kamera CCTV. Jika mereka melihat sesuatu yang mencurigakan, maka ada tombol "alert" yang dapat ditekan untuk mengirimkan pesan otomatis ke pihak yang berwenang. Ada hadiah uang sekitar Rp 14,5 juta yang dijanjikan jika ada warga yang berhasil menangkap pelaku kriminalitas.

Pada masyarakat perkotaan, kepedulian warga terhadap lingkungan sekitarnya menurun secara drastis. Bahkan dengan tetangga di sebelah rumah pun tidak saling mengenal. Hal itu yang dimanfaatkan oleh para teroris dalam bersembunyi. Banyak orang yang kaget ketika tahu bahwa tetangganya ditangkap polisi anti teror.

Peduli itu berbeda dengan paranoid, yaitu kecurigaan yang berlebihan. Peduli itu sikap waspada secara objektif. Jika ada orang yang butuh pertolongan maka dia rela mengulurkan tangan. Itu yang dilakukan oleh orang Samaria. Ketika orang-orang lain tidak mau peduli, orang Samaria ini mau mengulurkan tangan. Lingkungan kita akan menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk ditinggali ketika kita mau mengurusinya [Purnawan]

SMS from God: Siapakah sesamaku? Sesamaku, di antaranya, adalah tetangga-tetanggaku.
Read More

Cinta Bangsa

Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku. Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga. Kepada keturunan inilah, yang keras kepala dan tegar hati, Aku mengutus engkau dan harus kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH.” (Yeh 2:3-4)

Di Filipina,ada hukuman jika menyanyikan lagu kebangsaan "Lupang Hinirang" secara sembarangan. Pelakunya diancam penjara dua tahun dan denda lebih dari Rp 18 juta. Senat dengan 196 suara setuju-tak satu pun yang menentang-mengeluarkan peraturan itu. "Kongres memberikan kekuatan terhadap kampanye pemerintah untuk meningkatkan patriotisme, penghormatan, dan cinta  terhadap negeri dengan menyanyikan lagu kebangsaan secara tepat,"ujar penggagas aturan ini, Salvador Escuredo. Dia mengatakan, artis dan penyanyi Filipina telah mengubah melodi dan irama lagu kebangsaan menjadi berbeda dari aslinya yang memiliki nada mars militer. Selain itu, bendera telah dijahit menjadi kaus dan celana pendek.

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah Anda masih menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan sikap sempurna? Masihkah kita hafal syair lagu kebangsaan kita? Saya yakin pembaca renungan ini masih bisa menyanyikannya dengan fasih. Akan tetapi sikap patriotik itu tidak hanya ditunjukkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan hormat bendera saja. Kita dapat melakukan tindakan koreksi seperti yang dilakukan oleh Yehezkiel. Tuhan mengutus Yehezkiel untuk menyampaikan teguran kepada bangsa Israel yang secara turun temurun adalah bangsa yang keras kepala dan tegar hati. Yeheskiel tahu risikonya, bahwa dia akan ditolak dan dilawan oleh seluruh bangsa. Namun dia setia menjalankan tugas perutusannya.

Saat ini bangsa kita mengalami berbagai masalah. Ada banyak hal yang perlu dikoreksi. Sebagai warga negara, kita dapat menunjukkan sikap patriotisme dengan melakukan koreksi. Kita menunjukkan hal-hal yang belum benar. Meski risikonya ditolak dan dibenci, lakukanlah itu dengan setia [Purnawan].

 

SMS from God: Melakukan koreksi itu mengandung risiko ditolak. Tapi harus ada yang mau melakukannya.
Read More