Jumat, 26 Desember 2014

Takut pada Tuhan

Obaja adalah kepala istana. Dia melayani raja Ahab yang punya isteri yang sangat kejam, Izebel. Sang permaisuri ini memerintahkan pembantaian terhadap nabi-nabi Allah. Jabatan yang dipegang Obaja sangat prestisius karena bertanggung jawab atas semua operasional di istana.

Meski begitu, Obaja adalah orang yang takut akan Tuhan. Maka dengan diam-diam dia menyembunyikan seratus nabi Tuhan di dalam gua. Dia membagi mereka ke dalam dua kelompok besar dan menyuplai kebutuhan mereka. Tindakan ini tentu saja bukan tanpa risiko.  Jika sampai Ahab dan Izabel tahu, maka dia pasti akan kehilangan kursi yang empuk itu. Tidak hanya itu saja. Ahab pasti akan menghukum mati, tidak hanya Obaja, tetapi juga seluruh keluarganya.
“Hambamu ini dari sejak kecil takut akan TUHAN.” (1 Raja-raja 18:12)

Apakah Obaja termasuk orang yang pemberani dan tidak takut mati? Tidak juga. Itu terbukti dari keberatannya Elia menyuruhnya memberitahukan Ahab tentang pertemuan mereka ini. Sudah bertahun-tahun Elia menjadi buronan Ahab dan Izabel. Apa reaksi Obaja? Dalam bahasa terkini, kira-kira dia berkata begini: "Apa Anda sudah gila? Anda ini sudah menjadi buronan nomor wahid. Kalau saya memberitahu raja tentang keberadaan Anda, lalu ternyata Anda tidak lagi ada di sini, maka saya pasti dihukum mati." Namun setelah Elia berjanji akan menemui Ahab, maka Obaja patuh pada perintah itu.

Mengapa Obaja berani melakukan tindakan yang berbahaya itu? Karena dia adalah orang yang takut pada Tuhan. Hal ini tidak terjadi dengan sekejap. Sejak masih kecil dia telah dididik untuk takut pada Tuhan. Didiklah anak Anda untuk takut pada Tuhan sejak dari kecil [Purnawan].

SMS from God: Sikap takut pada Tuhan itu tidak dapat diimpartasikan dengan sekejap. Harus melalui proses yang panjang.
Read More

Kamis, 25 Desember 2014

Apalah Arti Sebuah Nama?

"Apalah arti sebuah nama?" demikian tulis William Shakespear. Menurutnya, disebut dengan nama apa pun, mawar tetaplah bunga yang indah dan berbau harum. Bagaimana dengan nama manusia?

Pada beberapa masyarakat, ada kebiasaan memberi nama anak sesuai dengan nama bapaknya. Contohnya adalah di Eropa. Jika bapaknya bernama Ben, maka anak laki-lakinya akan diberi nama Benson [Son=Anak laki-laki]. Nama anak kadang juga mencerminkan doa orang tua. Contohnya, anak kami bernama "Prasadha Iswara Narya Kirana" yang bermakna doa supaya dia menjadi anak perempuan anugerah Allah yang menjadi terang.

Nama-nama yang tertulis dalam Alkitab juga memiliki arti. Ishak berarti "tertawa"; Musa="diangkat dari air"; Hawa = "hidup"; Daud = "yang dikasihi." Allah juga memiliki banyak nama. Contohnya: Jehovah Jireh ("Allah yang menyediakan" Kej. 22:14), dan Jehovah Rohi ("Tuhan adalah Gembalaku", Mzm. 23:1)
“Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama” (Filipi 2:9)

Apakah nama Anda memiliki makna tertentu?  Siapa pun atau apa pun nama Anda, sesungguhnya tidak menjadi masalah, sebab kita adalah umat tebusan. Kita adalah manusia yang telah dipilih untuk diselamatkan oleh Allah, di dalam Yesus.

SMS from God: Nama Allah begitu mulia dan ditinggikan di seluruh bumi, tapi kita boleh memanggil-Nya: "Bapa."

 
Read More

Rabu, 24 Desember 2014

Lahir dari Perempuan

“Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan.” (Galatia 4:4)

Ayat nas kita hari ini mengandung dua makna. Pertama, Allah mengutus Putra-Nya dengan cara dilahirkan. Ini sebenarnya adalah hal yang biasa karena semua manusia menjadi ada di dunia ini dengan cara dilahirkan. Namun yang tidak biasa adalah yang lahir itu adalah Anak Allah.

Kedua, Allah mengutus Putra-Nya datang ke dunia ini dengan cara "lahir dari seorang perempuan.” Ini pun hal yang biasa pula, karena semua manusia juga lahir melalui rahim perempuan.  Namun ada hal yang tidak biasa. Kalau manusia lain lahir hasil dari pembuahan benih laki-laki terhadap benih perempuan, maka Putra Allah ini hanya lahir dari rahim perempuan.  Bukan karena dibuahi oleh benih laki-laki, melainkan karena pekerjaan Allah yang maha tinggi.

Itu sebabnya Yesus Kristus merupakan pribadi yang unik. Yesus adalah manusia sejati. Sama dengan manusia lain, Dia juga ada di dunia ini dengan lahir dari seorang perempian. Akan tetapi juga Allah sejati. Dia lahir ke dunia ini karena kuasa Allah. Dua sisi ini bersatu di dalam diri Yesus.

Inilah makna Natal yang sesungguhnya. Natal adalah merayakan kedatangan sang Putra Allah yang lahir dari seorang perempuan.  Kelahiran Kristus adalah pusat dari semua perayaan Natal [Purnawan].

SMS from God: Jangan sampai Kristus hanya menjadi tempelan dari semua perayaan Natal yang kita selenggarakan
Read More

Selasa, 23 Desember 2014

Tradisi Natal

Di Irak, Natal dirayakan dengan membacakan kisah kelahiran menggunakan Alkitab berbahasa Arab. Setelah itu, mereka menyalakan api unggun di halaman rumah dan mengelilinginya sambil menyanyikan lagu dari Mazmur.

Tradisi Natal di Rusia adalah dengan puasa selama 39 hari, sampai dengan tanggal 6 Januari.  Pada hari Natal, mereka berkumpul dan menyanyi bersama di gereja yang dihiasi dengan meriah, Setelah itu mengadakan perjamuan makan istimewa.

Di Meksiko ada tradisi "La Posada," sebuah prosesi yang menggambarkan Yusuf dan Maria yang sedang mencari penginapan. Pada hari Natal, anak-anak mengumpulkan permen-permen yang tersimpan di dalam piƱata, sebuah hiasan berbentuk binatang yang diisi permen. Untuk mendapatkannya, anak-anak harus memukulnya hingga pecah dengan mata tertutup.

Di kampung saya, waktu saya masih kecil, Natal dirayakan dengan memasak secara bersama-sama. Kayu bakar dikumpulkan bersama. Setiap jemaat juga menyetor daun pisang sebagai pembungkus nasi. Perayaan Natal diakhiri dengan menyantap nasi dibungkus daun pisang secara bersama-sama. Kebersamaan yang tercipta saat itu sungguh mengesankan.

Bagaimana dengan tradisi Natal di tempat Anda? Apa pun tradisi perayaan Natal di tempat Anda, sekarang saatnya untuk bersukacita. Malaikat di Sorga merayakan kelahiran sang Kristus. Demikian pula sebaiknya manusia yang telah tertebus.

SMS from God: Berbagai bangsa, dengan berbagai tradisi Natal. Namun yang dirayakan hanya satu, yaitu Yesus Kristus.

 
Read More

Senin, 22 Desember 2014

Yohanes Pembaptis Modern

Selama berabad-abad, Allah telah menjanjikan Penyelamat kepada bangsa Israel. Sebelum itu, Allah akan mengirimkan seorang utusan yang akan menyiapkan jalan bagi Anak-Nya Allah berkata di dalam Yesaya: “Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, ... Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! ....maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya” (40:1-5). Sesuai dengan rencana itu, maka Allah mengutus Yohanes Pembaptis untuk menyiapkan jalan bagi Yesus.
“Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya"

Sebelum kelahiran Yesus, bangsa Yahudi sudah menanti-nantikan kedatangan Mesias yang dijanjikan itu. Para nabi dan guru-guru agama telah menekankan perlunya menanti-nantikan kedatangan sang Penyelamat itu. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa sang Mesias itu telah datang.  Jika Anda hidup pada zaman itu, apakah kira-kira Anda juga akan mengenali Yesus sebagai Mesias? Apakah Anda sudah siap menyambut kedatangan-Nya?

Berapa banyak orang di sekitar Anda yang sedang menantikan Mesias? Mungkin mereka tidak secara eksplisit menyatakan sedang menantikan Juruselamat. Tapi dalam kesepian dan kekosongan hidup, sesungguhnya tanpa disadari mereka sedang menantikan Mesias. Jadilah "Yohanes Pembaptis" zaman sekarang. Tunjukkanlah bahwa Penyelamat itu telah datang. Bagikan kepada mereka bagaimana Mesias itu telah mengubah hidup Anda. Maka Anda akan merasa takjub mengetahui bahwa selama ini mereka menantikan sang Penyelamat itu [Purnawan].

SMS from God: Bagaimana mereka bisa tahu kalau Juruselamat itu telah datang kalau tidak ada yang memberitahukannya.
Read More

Minggu, 21 Desember 2014

Cara Mudah

Jangan terlalu tergiur pada iming-iming hadiah uang dan janji soal ketenaran di televisi. Sembilan perempuan muda terjebak tipuan. Mereka dikatakan akan tampil pada acara reality show di televisi Turki. Seperti acara televisi sungguhan, perempuan muda yang ingin tampil di layar kaca itu mengikuti audisi setelah mereka menanggapi iklan dari salah satu koran.

Iklan itu menyebutkan mereka menyelenggarakan acara reality show yang mengharuskan para kontestan tidak berhubungan dengan keluarga selama beberapa bulan. Para kontestan itu dikumpulkan di sebuah vila di Istanbul dan dipantau 24 jam dengan kamera. Dua bulan telah berlalu, keluarga salah seorang kontestan merasa kehilangan anak mereka dan meminta polisi mencari. Ternyata, penyelenggara reality show palsu itu menjual film kegiatan para perempuan muda itu melalui internet.
“Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” (Yakobus 1:3-4)

"Easy come, easy go" demikian bunyi pepatah. Segala sesuatu yang didapatkan dengan mudah, akan hilang dengan mudah pula. Program reality show menjanjikan ketenaran dalam sekejap. Akan tetapi banyak pemenang kontes-kontesan seperti ini tidak dapat bertahan lama. Hal itu karena mereka tidak menghayati proses menjadi sukses.

Kesulitan adalah salah satu anak tangga menuju kesuksesan. Jika menapaki anak tangga itu dengan ketekunan, maka pada akhirnya kita akan sampai ke puncaknya. Kita akan menjadi manusia yang sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun [Purnawan].

SMS from God: Berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Read More

Sabtu, 20 Desember 2014

Pakaian Renang

Seorang pemain catur Perancis yang cukup terkenal tidak dapat menyelesaikan pertandingannya di India. Bukan karena tidak mampu mengalahkan lawannya, melainkan karena dia tidak mampu mengalahkan rasa kantuknya yang amat sangat.

Karena mabuk dan mengantuk, Vladislav Tkachiev tidak dapat konsentrasi di kursinya dan tiba-tiba merasa sangat mengantuk. Dia lalu tertidur dengan kepala beralaskan tangan di atas meja caturnya, tepat di hadapan lawan mainnya. Panitia sudah berupaya membangunkan dia dengan cara mengguncang-guncangkan tubuhnya, tetapi dia tetap tidak terjaga. Akhirnya, permainan itu dimenangi oleh lawannya.

Kesalahan Vladislav adalah meremehkan pertandingan itu. Dia tidak mempersiapkan diri dengan beristirahat secukupnya. Akibatnya dia harus menelan kekalahan dengan memalukan. Setiap orang yang akan maju perang harus menggunakan seluruh perlengkapan perang. Jika dia hanya melakukan persiapan seadanya, maka dia telah kalah sebelum maju perang.
“Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.” (Efesus 6:13)

Paulus menyarankan jemaat di Efesus supaya memperlengkapi diri dari semua serangan si Iblis. Dia menyebutkan berbagai senjata dan pelindung yang diperlukan oleh orang Kristen. Iblis adalah musuh yang kejam dan licik, namun dengan kuasa dari Allah kita dapat mengalahkannya. Persiapkan diri Anda baik-baik. Jangan sampai kalah sebelum bertarung [Purnawan].

SMS from God: Persiapan yang matang adalah separo perjalanan menuju kemenangan.

 
Read More

Kamis, 18 Desember 2014

Keluarga yang Utuh

Saat menikah Kim Clijsters memutuskan meninggalkan ingar-bingar gemerlap panggung tenis. Dia mencurahkan hidupnya sebagai ibu rumah tangga. Dua setengah tahun kemudian, Clijsters menerima panggilan telepon dari salah satu petinggi All England Club. Suara dari seberang telepon itu ”menantang” Clijsters ikut pertandingan ekshibisi. Dia dipasangkan dengan Tim Henman akan melawan pasangan suami-istri Andre Agassi-Steffi Graf. Clijsters langsung setuju.

Sepulang dari Wimbledon, Clijsters meminta izin suaminya, Brian Lynch, untuk kembali menekuni tenis profesional. Suaminya memberi lampu hijau. Di sela-sela kesibukannya menimang Jada, anaknya, Clisters berlatih keras mengembalikan stamina dan kebugarannya.

Sama seperti dua tahun lalu saat memutuskan pensiun dari tenis untuk membina rumah tangga, Clijsters mengabdikan diri sepenuhnya untuk keluarga. Saat memutuskan kembali ke tenis, Clijsters pun tak melangkah setengah hati. Totalitasnya tak sia-sia. Trofi AS Terbuka digaetnya.

”Sebagai perempuan, saya juga menapaki tahap penting kehidupan saat memutuskan menikah. Kami memulai sebuah keluarga dan saya begitu gembira,” papar Clijsters. ”Menjadi ibu dan istri tetap menjadi prioritas. Saya hanya beruntung mampu mengombinasikan kehidupan keluarga dan tenis. Semua ini terjadi hanya karena keluarga mendukung.”
“Dan kalau dalam satu keluarga tidak ada persatuan dan anggota-anggotanya saling bermusuhan, keluarga itu akan hancur.” (Markus 3:25 BIS)

Kunci kesuksesan adalah keluarga yang bersatu dan saling mendukung. Ini adalah benteng yang ampuh dari serangan perpecahan rumah tangga [Purnawan].

SMS from God: Keluarga yang utuh tak akan pernah rapuh. Benteng mereka cukup ampuh menangkal serangan musuh.
Read More

Rabu, 17 Desember 2014

Pengalaman Hidup

Suatu sore, kami sekeluarga bercengkerama di alun-alun. Di situ ada banyak penjual makanan. Kirana [3 thn], anak kami, ingin makan jagung bakar.

Nih, uangnya. Beli sendiri, ya!” kata saya sambil memberikan uang Rp. 5 ribu.

Dia tampak ragu-ragu sejenak, tapi tak urung berjalan menuju ke pedagang jagung bakar. Kami mengawasi dari jauh.

“Tanya dulu, berapa harganya!!” kata saya sambil berteriak kepada Kirana.

Kirana menurut. Dia bertanya harga setongkol jagung bakar.

“Harganya dua ribu, pa” kata Kirana sambil berlari ke arah kami.

“Oke, beli satu saja,” sahut saya, “nanti minta kembaliannya ya!”

Kirana mengangguk lalu berbalik lagi menuju penjual jagung bakar.

Setelah menerima jagung bakar dan uang kembaliannya, dia bergabung bersama kami. Dia hanya makan beberapa gigitan, setelah itu merasa bosan. Dia memberikan sisanya kepada kami. Bagi saya, itu tidak menjadi masalah karena yang penting adalah memberikan pengalaman kepadanya untuk bertransaksi jual-beli.
“Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.” (1 Samuel 17:34-35)

Kita tidak dapat membelikan pengalaman kepada anak. Anak harus melakukan sendiri untuk mendapatkan sebuah pengalaman. Itu sebabnya pengalaman itu berharga mahal karena tidak dapat dialihkan kepada orang lain.

Pengalaman sebagai gembala memberikan keberanian kepada Daud untuk melawan Goliat. Berikan pengalaman hidup pada anggota keluarga Anda [Purnawan].

 

SMS from God: Karakter dibentuk dari butiran-butiran pengalaman setiap hari. Berikan pengalaman terbaik kepada anggota keluarga Anda.
Read More

Selasa, 16 Desember 2014

Setia Pada Panggilan

Di tengah penderitaan, iman justru tumbuh dan merekah. Inilah kesan Herlin Pirena saat mengunjungi korban gempa. Meskipun rumah mereka luluh lantak digoncang bumi dan gereja mereka rata dengan tanah, tetapi jemaat itu tidak kehilangan pengharapan. Mereka justru semakin rajin beribadah di bawah bangunan darurat. Penyanyi dengan ciri khas rambut panjang tergerai ini menghibur para penyintas gempa di desa Pesu, Wedi, Klaten.

Dalam kesaksiannya, Herlin mengaku pernah seperti Yunus yang mencoba lari dari panggilan pelayanan. "Kalau Yunus terhilang selama tiga hari, maka saya terhilang selama empat tahun," ujar Herlin. Dia sempat meninggalkan pelayanan sebagai pemuji dan membuka usaha di bidang lain.

Akan tetapi Allah itu memang penyabar. Sama seperti Allah memberkan kesempatan kedua kepada Yunus, Allah juga memberikan kesempatan lagi pada Herlin."Saya bersyukur karena masih diberi waktu dan kesempatan. Saya tidak akan menyia-nyiakannya lagi," papar Herlin dengan mantap.

Periksalah diri Anda: Dimanakah posisi Anda saat ini? Apakah dalam perjalanan ke Tarsis? Apakah di dalam perut ikan? Atau sudah ada di Niniwe? [Purnawan].

SMS from God: Masing-masing orang percaya mendapat panggilan. Biarlah kita setia dengan panggilan masing-masing.
Read More

Selasa, 02 Desember 2014

Seperti Anak Kecil

Ketika Tuhan memerintahkan Musa supaya memimpin umat-Nya keluar dari Mesir, Musa mengelak. "Siapakah aku ini? Saya tidak pandai berbicara,"kata Musa memberi alasan. Hal ini berbeda sekali dengan bocah kecil yang menawarkan lima roti dan dua ikan kepada Yesus untuk memberi makan lima ribu orang. Maka tak heran kalau Yesus lalu berkata, "  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.  (Lukas 18:17)

Bayangkan situasinya: Ada 5.000 orang kelaparan.  Para murid bertanya pada Yesus apa yang harus diperbuat untuk mengatasi situasi ini.  Lalu ada anak kecil datang untuk menawarkan bekal makan siangnya. Kalau Anda menjadi murid Yesus mungkin akan tertawa geli melihat kepolosan bocah itu.  Mana mungkin makanan satu orang cukup untuk dibagi dan bisa mengenyangkan ribuan orang? Tetapi Yesus menghargai iman bocah ini.

Saya punya teman yang susah kalau diajari komputer.  Lalu saya beri nasihat,"Sudahlah, berlaku seperti anak kecil saja.  Coba saja semuanya lalu lihat apa yang terjadi.  Yang penting jangan takut pada mesin ini." Bukankah kita juga sering begitu. "Saya tidak punya talenta mengajar Sekolah Minggu", "Rumah kami tidak layak untuk tempat Persekutuan","Saya ini pengusaha, saya tidak bisa berkhotbah." Belajarlah pada anak kecil ini.  Dengan penuh iman dia menawarkan apa yang cuma sedikit yang dipunyainya, tetapi Tuhan melipatgandakan untuk memberkati banyak orang. (purnawan)

SMS from God: Sediakan dirimu untuk menjadi alat Tuhan. Selanjutnya Allah yang akan memampukanmu.
Read More

Senin, 01 Desember 2014

Muna

Tuhan membenci kemunafikan. Jika kita melayani Dia, maka semestinya ucapan kita selaras dengan perbuatan kita. Bagaimana caranya melayani Tuhan dengan ketulusan?

Pertama, kita harus melayani dengan sungguh-sungguh. Kita telah ditebus untuk melakukan kehendak Tuhan. Ayat nats kita malam ini merupakan kutipan dari Perjanjian Lama. Orang Israel berjanji melayani Tuhan sebagai ucapan syukur karena Tuhan telah menyelamatkan mereka dari perbudakan di Mesir.

Kedua, kita melayani secara eksklusif. Seorang hamba tidak bisa mengabdi pada dua tuan secara bersamaan. Kita tidak bisa melayani Tuhan, sambil melayani pada hal yang lain(Mat. 6:24; Kel. 20:2,3).  Meski begitu, kita bisa melayani orang lain untuk memuliakan Tuhan Yesus. Tujuan kita melayani adalah untuk menyenangkan Tuhan. Semua kekuatan kita, pengetahuan kita dan rencana kita, hanya berasal dari Tuhan.

Ketiga, kita melayani dengan sukacita. Kadangkala kita seperti anak sulung dalam perumpamaan Anak yang Hilang. Kita mungkin melakukan pekerjaan pelayanan tetapi hati kita tidak diserahkan pada Tuhan. Tuhan jelas tidak menghendaki pelayanan kita menjadi membosankan atau dikerjakan dengan bersungut-sungut. Ketika kita melayani Dia, maka kita harus melayani dengan penuh sukacita dan kita menikmati pertumbuhan rohani kita.

Periksalah pelayanan Anda saat ini.  Apakah Anda melayani Tuhan dengan sukacita, ataukah Anda mengerjakannya sekadar karena menjalankan tugas Anda?  Jangan sampai pada hari penghakiman nanti, kita termasuk orang yang "bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat demi nama Tuhan", tetapi Tuhan berkata terus terang: "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"(lihat Matius 7:22-23).[Purnawan]

SMS from God: Percuma saja berpura-pura di hadapan Tuhan. Dia tahu isi hati manusia.
Read More

Minggu, 30 November 2014

Kesabaran

Selama 2 tahun dan 8 bulan, tante Tek Gin harus menghadapi kenyataan pahit. Anak perempuannya yang berusia 38 tahun terkulai di tempat tidur. Ketika berangkat bekerja, Ida, anak bungsunya ini, mengalami kecelakaan. Penabraknya melarikan diri. Sejak itu, Ida mengalami koma.

Tante Gin merawat anaknya dengan kesabaran. Dia tidak menyimpan dendam terhadap penabrak anaknya. Saat saya tanya apakah dia marah kepada Tuhan atas musibah itu, tante Gin menggeleng dengan mantap. Dia tidak pernah kehilangan imannya pada Tuhan. Dia tetap rajin mengikuti kegiatan-kegiatan di gereja.

Akhirnya Ida dipanggil menghadap Tuhan. “Tugas saya di dunia ini sudah selesai. Sekarang saya siap jika Tuhan juga memanggil saya,” kata tante Gin. Dua tahun kemudian, pada Sabtu sore, tante Gin masih berangkat ke gereja dengan naik sepeda. Keesokan harinya, Tuhan memanggilnya.
“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kolose 3:13)

 

Dalam Gal 5:22-23 disebutkan salah satu buah roh adalah kesabaran. Kesabaran memampukan tante Gin untuk mengampuni orang lain (Kol 3:13) Tante Gin tidak menyimpan dendam pada orang yang menabrak anaknya.

Kesabaran juga berwujud dalam daya tahan saat menghadapi persoalan hidup. Orang yang telah menghasilkan buah kesabaran memiliki kemampuan menguasai dirinya saat berada dalam situasi yang sulit. “Janganlah melarikan diri dari persoalan yang Saudara hadapi. Karena, apabila kesabaran Saudara telah berkembang sepenuhnya, maka Saudara akan sanggup menghadapi segala sesuatu” (Yak 1:4 FAYH). Supaya menghasilkan buah kesabaran, maka kita justru tidak boleh melarikan diri dari masalah hidup. Sebab dari situlah kesabaran kita akan ditempa [Purnawan].

 

SMS from God:  Persoalan hidup dapat membentuk karakter kesabaran pada seseorang?

 
Read More

Sabtu, 29 November 2014

Rahmat Allah

Dokter mengatakan pada Jennifer bahwa anaknya yang berusia 14 bulan, Alice, tak ada harapan lagi untuk hidup. Ia koma akibat meningitis selama sebulan. Penyakit ini telah memicu gagal ginjal danstroke. Hidupnya bergantung pada dialisis dan ventilator.

Jennifer mengangguk ketika dokter meminta izin untuk melepas semua alat bantu hidup untuk anaknya. Hanya satu yang diminta Jennifer saat itu, perpisahan terakhir untuk gadis kecilnya dengan menggendong dan menciumnya.

Ketika Jenifer mengecup dahi anaknya, ia merasakan ikatan batin yang kuat dengan anaknya. Apa yang terjadi berikutnya adalah sebuah keajaiban. Ketika hidup mesin dukungannya dimatikan, ia mulai bernapas sendiri. Para perawat yang keheranan segera menelepon dokter. Sekarang 2,5 tahun sejak Alice berbaring di ambang kematian, bocah ini segar bugar dan ceria.
“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:16)

Tuhan bekerja melalui berbagai cara. Tuhan memberikan kecerdasan kepada manusia untuk menemukan ilmu pengobatan. Namun kuasa Tuhan tidak hanya dibatasi oleh ilmu kedokteran. Tuhan punya otoritas untuk bekerja menurut kehendak-Nya.

Nats hari ini mengajak kita untuk menghampiri Allah untuk menerima pertolongan Allah. Namun semua itu tergantung pada rahmat dan kasih karunia Allah. Kita tidak bisa mendikte Allah. [Purnawan].

 

SMS from God: Allah bekerja dalam bekerja cara untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang percaya.
Read More

Jumat, 28 November 2014

Belum Berpengalaman

Mahasiswa Biologi Universitas Nasional Singapura (NUS) ditemukan meninggal di meja belajarnya. Pria berusia 25 tahun itu tewas setelah bermain game komputer selama seharian penuh.

Ini adalah contoh ekstrim tentang bahaya game. Anak teman saya juga menjadi korban game on-line ini. Karena sudah kecanduan, maka dia dengan sembunyi-sembunyi bermain di warung internet, meski sudah dilarang orangtuanya. Yang lebih memprihatinkan lagi, dia sampai berani mencuri uang dari orangtuanya untuk membayar sewa internet dan membeli voucher.
Kulihat di antara yang tak berpengalaman, kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi (Amsal 7:7)

Salomo mengamati anak muda yang belum punya pengalaman hidup memadai, namun sudah berkeliaran di wilayah yang banyak sekali godaannya. Akibatnya mereka terjerat di dalam rayuan pekerja seks komersial. Selain tak berpengalaman, anak juga belum terbiasa untuk mengambil keputusan menggunakan akal sehat. Pertimbangan mereka masih dipengaruhi oleh perasaan dan situasi di luar dirinya.

Selain godaan seksual, anak muda juga bisa terjerat narkotika dan game on-line. Itu sebabnya orangtua harus benar-benar memberi bekal sebelum mempercayakan anak melakukan atau memiliki sesuatu. Jika mereka belum siap, maka orangtua harus berani tegas berkata: "Tidak!" [Purnawan].

 

SMS from God: Membiarkan anak mengikuti kesenangannya bukan berarti Anda sayang anak. Bisa jadi Anda sedang menjerumuskannya pada bahaya.
Read More

Kamis, 27 November 2014

Minum dari Sumurmu Sendiri

Brian tidak beda dengan kakek lain di Inggris. Yang sedikit membedakannya adalah sepedanya. Selama 58 tahun dia tetap setia menggunakan sepeda yang ia dapatkan sebagai kado ulang tahunnya yang ke-12.

Sang ayah, Les, membelikannya sepeda bekas merek Claud Butler. Sejak  saat itu, dia selalu menggowes sepeda itu setiap hari. Sampai saat ini sepeda itu terawat dengan sangat baik. Sepeda berkelir turquoise biru dengan sepuhan krom yang masih mengkilat itu bahkan jauh lebih awet ketimbang kehidupan rumah tangga Brian. Ia sudah dua kali bercerai dalam dua dekade terakhir.
Minumlah dari sumurmu sendiri, Anakku—tetaplah setia kepada istrimu sendiri. (Amsal 5:15 FAYH)

Kegemaran akan benda-benda tertentu kadang dapat menyita perhatian seseorang sehingga tidak punya waktu lagi untuk menjaga keutuhan rumah tangganya. Kesetiaan dalam pernikahan juga dapat dirusak oleh hadirnya pihak ketiga.

Dalam nats hari ini, Salomo mengkiasakan isteri itu seperti sumur.  Jika sang suami merasa haus tempat lain, hendaknya dia menahan dahaganya itu hingga dia sampai di sumurnya sendiri. Di situ dia boleh memuaskan dahaganya. Pernikahan adalah suatu lembaga persekutuan yang disucikan oleh Allah. Itulah sebabnya pernikahan merupakan perwujudan janji setia di hadapan Allah. Melalui pernikahan kudus ini dimaksudkan agar persekutuan pernikahan itu tetap langgeng, harmonis dan menciptakan kehidupan yang sejahtera [Purnawan].

 

SMS from God: Persekutuan pernikahan harus diisi dengan cinta murni, saling berbagi, saling menguatkan lahir dan batin, dan kesatuan hati.
Read More

Rabu, 26 November 2014

Alat Kristus

Biola Stradivarius yang diduga bernilai jutaan dollar AS tertinggal di kereta api di Bern, Swiss.Polisi kemudian mengeluarkan imbauan agar penemu biola tadi menyerahkan alat musik mahal tadi ke kantor stasiun. Beruntung, seorang penumpang,Pascal Tretola, menyelamatkan biola mahal tadi dan kemudian mengembalikan biola itu kepada pemiliknya.

Sejauh ini hanya ada sekitar 600 biola dari semua biola yang dibuat oleh pembuat biola terkemuka asal Italia, Antonio Stradivari. Sebuah biola buatan Stradivari terjual sekitar Rp 120 miliar dalam sebuah lelang tahun 2011.

Mengapa bola Stardivari mahal? Karena biola ini berkwalitas tinggi. Baik dari bahan-bahan pembuatnya maupun cara pembuatannya. Selain itu, jumlahnya juga terbatas. Maka biola ini telah menjadi legenda.
Jika engkau menjauhi dosa, engkau akan menjadi seperti piring mangkuk dari emas murni, yang terbaik di dalam rumah, sehingga Kristus sendiri dapat memakai engkau untuk tujuan-Nya yang termulia. (2 Timotius 2:21 FAYH)

Ada gereja yang tiap minggu dipenuhi jemaat. Tapi jumlah orang yang melayani di gereja itu hanya sedikit. Ada banyak jemaat yang tidak tahu  tugasnya dalam pembangunan gereja Tuhan.

Paulus mengambil ilustrasi perabot di dalam rumah. Tiap perabot punya fungsi masing-masing. Bagaimana caranya agar kita dapat dipakai untuk maksud yang mulia? Pertama, dengan menyucikan diri dari hal-hal jahat (ay. 21-22). Kedua, dengan menghindarkan diri dari perkataan kosong dan pertengkaran (ay. 23-24). Ketiga, membimbing orang dengan sabar agar bertobat (ay.25-26).

Sudahkah Anda menjadi perabot yang berkualitas terbaik untuk dipakai Allah demi tujuan mulia? [Purnawan].

SMS from God: Bila kita benar-benar serius bersedia dipakai Tuhan di dalam rumah-Nya, maka kita tentu akan memperoleh pertolongan-Nya.
Read More

Selasa, 25 November 2014

Api Asmara

Cinta itu buta. Mungkin ini pepatah yang tepat untuk menggambarkan pengorbanan seorang perempuan Rusia ini. Perempuan muda itu telah salah jatuh cinta kepada seorang pria berusia 25 tahun. Dia benar-benar jatuh cinta dan mengira telah menemukan pasangan sejati sampai-sampai dia memutuskan tunangannya. Padahal, mereka selangkah lagi menuju altar. Saking percaya, dia juga menyerahkan kunci mobil dan mengajak lelaki yang baru dikenal ini pindah ke apartemennya.

Suatu hari ketika dia pulang dari tempat kerjanya, dia mendapatkan lelaki itu menghilang. Hilang pula perhiasan, uang, komputer, dan benda-benda berharga lainnya. Apartemen itu jadi kosong melompong. Polisi kemudian melacak lelaki penipu itu yang ternyata telah menikah dan memiliki seorang anak. Dia sedang mengalami kesulitan keuangan.
“Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.” (Kidung Agung 8:7)

Nats  hari ini diucapkan oleh mempelai perempuan. Di sini mempelai perempuan menyatakannya dengan kata tandas, tegas lagi indah: Cinta mempunyai kekuatan tak terkalahkan; ia tidak tertahan dan nilainya tidak bertara.

Berusaha membeli cinta dengan uang adalah tindakan yang dipandang hina; itu tidak dapat dilakukan. Demikian pula, setiap pernikahan yang berlandaskan daya tarik harta milik duniawi dari suami atau istri pasti mengalami kegagalan.

Kiranya kita juga masih memiliki cinta yang menyala-nyala kepada pasangan Anda [purnawan].

 

SMS from God: Nyalakan lagi api cinta yang mulai redup, kepada pasangan Anda, bukan kepada orang lain.
Read More

Senin, 24 November 2014

Kemerdekaan

Siapa bilang hidup di luar penjara lebih enak? Bagi Rodney Dwayne Valentine, kehidupan di balik jeruji lebih menyenangkan. Rodney baru saja dibebaskan dari penjara di Rockingham, tetapi dia menolak meninggalkan penjara.

Polisi lalu menangkap dia dengan tuduhan memasuki lahan orang, lalu mengirimnya kembali ke sel penjara. Ketika dibebaskan awal pekan ini, dia menolak meninggalkan penjara setelah petugas menolak permintaannya untuk diantar ke motel terdekat. Petugas menyarankan agar dia naik taksi saja ke motel tersebut.
Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. (Galatia 5:13)

Kalau kita percaya pada karya keselamatan Yesus, maka kita seperti narapidana yang baru saja dikeluarkan dari penjara. Sebagian besar orang akan memutuskan untuk melanjutkan hidup baru. Mereka menyesal telah melakukan kejahatan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Namun demikian, ada orang Kristen yang jatuh-bangun di dalam dosa. Mereka seperti penjahat yang keluar-masuk penjara karena berkali-kali melakukan kejahatan. Sebagaimana Rodney, mereka belum menemukan kenikmatan sebagai orang merdeka.

Bagaimana caranya agar tidak masuk penjara dosa lagi? Nats kita mengungkap rahasianya, yaitu hidup dalam komunitas yang saling melayani. Di dalam komunitas yang peduli ini, kita akan diingatkan setiap kali tergoda untul berbuat dosa lagi. Nah, sudahkah Anda memiliki komunitas yang saling mengasihi? [purnawan].

 

SMS from God: Cari dan temukan kenikmatan sebagai orang merdeka. Maka Anda tidak mudah jatuh dalam dosa.
Read More

Titik Pendaratan

Letkol Elisa Manueke belum lama dalam menekuni olahraga paralayang. Sebelumnya, dia lebih lama menekuni cabang gantole. Saat mengikuti kejuaraan dunia di Montenegro, dia merasa grogi karena merasa seperti anak kemarin sore. Lawan-lawannya sudah sangat berpengalaman dan punya jam terbang tinggi. Dia ikut kejuaraan ketepatan mendarat.

“Bagaimana cara mengatasi grogi ini?” katanya dalam hati saat mengudara. Dia lalu ingat prinsip dalam bedah mata. Selain atlet, Elisa adalah dokter mata. Dalam membedah mata,  dokter harus memusatkan pandangan matanya kepada mata pasien dan mengkoordinasikan tangannya untuk membedah.

“Saya harus fokus pada titik pendaratan. Saya tidak memusingkan apakah bisa juara atau tidak. Tugas saya adalah mendarat di sasaran,” tekatnya dalam hati. Dengan kiat ini, akhirnya dia menempati ranking empat. Hanya berselisih 1 cm dengan juara III.

Elisa meneladani Yesus yang fokus pada tugas yang diberikan oleh Bapa-Nya. Mata-Nya tertuju ke kota Yerusalem, yaitu untuk menderita di atas kayu salib. Orang banyak sebenarnya ingin mengangkat Yesus sebagai pemimpin politik untuk melawan penjajah Romawi. Tetapi Yesus tidak tergoda. Tujuan-Nya sudah jelas.

Demikian juga kita, hendaknya mengetahui titik pendaratan kita. Jika kita tidak tahu di mana target kita, maka parasut kita akan melayang-layang tanpa arah. Hal itu menguras tenaga kita. Akibatnya kita menjadi lelah dan mudah menyerah [Purnawan].

 [fruitful_sep]
Read More

Sabtu, 20 September 2014

Harta yang tak Ternilai

Legenda kuno menceritakan seorang Petapa yang menemukan batu permata yang sangat berharga. Tak berapa lama, dia bertemu dengan seorang Pengembara yang minta sedekah kepadanya. Ketika Petapa membuka tasnya, Pengembara melihat kilauan batu permata. Dengan spontan dia meminta permata itu. Tak disangka, Petapa memberikan batu permata itu kepadanya.

Sang Pengembara berlalu dengan kegembiraan yang meluap-luap. Dia sudah membayangkan segepok uang dari hasil penjualan batu permata itu. Tapi beberapa hari kemudian, Pengembara itu menemui Petapa kembali. Dia batal menjual batu permata dan mengembalikannya kepada Petapa.

“Mengapa Anda mengembalikan batu permata yang berharga ini?” tanya Petapa.

“Saya ingin minta sesuatu yang lebih berharga dari batu permata ini,” jawab Pengembara.

“Apa itu?”

“Saya minta diajari supaya bisa memiliki kerelaan hati, seperti ketika Anda memberikan batu permata ini.”

Keluarga Blessing, dalam sebuah seminar, seorang pendeta bertanya, “Siapa yang ingin mendapat karunia rohani memberi?” Audiens tampak ragu-ragu. Pendeta lalu bertanya lagi,”Siapa yang ingin diberkati berupa harta yang melimpah?” Semua mengangkat tangan.

Pendeta itu tersenyum, lalu bekata. “Kalau Tuhan memberikan karunia rohani  memberi pada seseorang, tentu Dia akan memberinya berkat supaya dapat dibagi-bagikan pada orang lain.” Kalau kita memberika sesuatu dengan sukarela, maka pemberian itu akan memberi berkat pada si penerima dan si pemberi juga. Belajarlah memberi dengan sukarela[Purnawan].

SMS from God:Kita dapat memberikan sesuatu tanpa mengasihi, tapi kita tidak dapat mengasihi tanpa memberi.

 
Read More

Jumat, 19 September 2014

Komunitas Tidak Merokok

Saat ini setiap tahun ada 4,9 juta kematian akibat rokok. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi tahun 2020 penyakit akibat rokok akan menjadi masalah kesehatan utama dunia dengan 8,4 juta kematian tiap tahun, separuhnya terjadi di Asia.

Angka perkiraan konsumsi tembakau di Indonesua 28,7 persen. Jika penduduk Indonesia 220 juta, ada 63,14 juta perokok. Dampak negatif merokok antara lain kanker paru, penyakit jantung koroner, stroke, bronkitis kronik dan emfisema. Merokok juga mengakibatkan gangguan kesuburan dan impotensi.

Ada perokok yang berkilah, “Merokok adalah hak saya. Ini tubuh saya sendiri kok.” Pernyataannya tidak tepat, karena asap rokok juga membahayakan orang lain yang ikut mengisap asap rokok. Bahkan perokok pasif ini mendapat ancaman yang lebih besar. Pasalnya, perokok hanya mengisap 30 persen asap, sisanya terisap orang sekitarnya.
 “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33)

Gereja semestinya sudah mengantisipasi hal ini. Kalau saat ini banyak lembaga pelayanan Kristen yang membuka tempat rehabilitasi pecandu narkotika, ada baiknya juga mulai merintis tempat rehabilitasi untuk pecandu rokok.

Selain itu, perlu juga kembangkan komunitas orang tidak merokok. Saya baru menyadari bahwa sebagian besar aktivis di gereja saya kebanyakan tidak merokok. Pergaulan sangat mempengaruhi sikap kita terhadap rokok. Sebagian besar orang mulai merokok karena bergaul dengan orang yang merokok. Jika begitu, bagaimana kalau prosesnya dibalik begini: Orang-orang memutuskan untuk tidak merokok karena bergaul dengan orang-orang yang tidak merokok [Purnawan].

SMS from God:

Ada bahaya besar tersembunyi di balik asap rokok. Ini dapat menghancurkan kehidupan manusia.

 
Read More

Kamis, 18 September 2014

Akal Bulus

Di wilayah perang, seorang serdadu menjual belatinya karena kehabisan uang. Supaya tidak ketahuan, dia menggantinya dengan belati kayu. Rencananya, kalau maju perang lagi, dia akan mengambil belati milik serdadu yang sudah mati.

Rencana belum terlaksana, tiba-tiba komandannya melakukan inspeksi. Komandan ingin memeriksa belatinya.

“Maaf Komandan,” jawab serdadu. “Saya sudah bersumpah pada ayah bahwa saya tidak akan mencabut belati ini dari sarungnya, kecuali jika akan dipakai untuk membunuh musuh.”

Namun Komandan tetap ngotot ingin memeriksa belatinya.

Sambil memandang ke langit, si Serdadu berkata, “Kiranya Tuhan mengubah belatiku menjadi kayu, karena aku telah melanggar sumpahku.”
 “Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu, dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu.” (Mazmur 90:8)

Daud berselingkuh dengan Batsyeba. Padahal Batsyeba sudah bersuami, yaitu Uria, salah satu tentara elit Daud. Akibat hubungan gelap itu, Batsyeba mengandung. Untuk menutupinya, Daud membuat rencana licik. Ia menyuruh Uria pulang. Harapannya, Uria berhubungan seks dengan isterinya sehingga nanti dia menganggap bayi di kandungan Batsyeba adalah anaknya sendiri.

Akan tetapi Uria menolak pulang. Maka dibuatlah rencana lain. Daud membuat Uria mabuk dan tidur dengan hamba-hambanya. Kemudian ia menyuruh Yoab supaya menempatkan Uria di wilayah pertempuran paling berbahaya sehingga dia tewas. Rencananya kelihatannya berhasil, tapi lewat nabi Natan, Allah menelanjangi dosa-dosa Daud. “Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN” (2 Samuel 11:27). Tidak ada yang tersembunyi dari pandangan Allah [Purnawan].

 

SMS from God: Serapi apa pun kita membungkus kebusukan kejahatan kita, suatu saat pasti akan dibeberkan oleh Allah
Read More

Rabu, 17 September 2014

Disiplin dan Disciple

Ben Carpenter adalah pemuda 21 tahun yang cacat fisik sehingga harus menggunakan kursi roda. Suatu sore, ketika menyeberang di sebuah perempatan di Michigan, AS, secara tidak sengaja pegangan kursi rodanya tersangkut bumper depan truk semitrailer.

Sopir truk tidak menyadari hal ini dan tetap menjalankan kendaraannya. Akibatnya Carpenter terdorong dengan kecepatan 80 km/jam. Untungnya ada pengendara lain yang melihat kejadian ini dan menelepon polisi. Polisi segera menghentikan truk ini.

Sisi baik dari peristiwa ini adalah Carpenter tidak tergilas truk dan tidak mengalami luka-luka. Kursi rodanya pun tidak mengalami kerusakan parah. Hanya sebagian bannya saja yang mengalami aus. Carpenter bisa selamat karena dia disiplin dalam menggunakan  sabuk pengaman ketika duduk di kursinya.
 “Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.” (1 Timotius 6:11)

Disiplin hampir mirip dengan kata disciple (murid). Apa persamaan di antara keduanya? Sama-sama patuh. Sama seperti murid patuh pada gurunya, orang yang berdisiplin adalah orang yang patuh pada peraturan.

Harus diakui tingkat kepatuhan kita pada hukum masih rendah. Seperti iklan rokok: “Taat hanya kalau ada yang lihat.” Memakai sabuk pengaman jika ada polisi. Membayar pajak jika sudah ditagih.

Hukum dibuat untuk menegakkan keadilan. Kepada Timotius, Paulus menasehati supaya ia mengejar keadilan. Karena hal itu merupakan ciri-ciri anak terang. “Karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran” (Ef.5:9). [Purnawan].

SMS from God: Sepanjang hukum itu demi keadilan, maka sebagai anak terang kita wajib mengejarnya
Read More

Selasa, 16 September 2014

Demi Kemanusiaan

Di sebuah lembaga pelayanan, salah satu stafnya meminta pinjaman kepada kantornya. Gajinya telah habis dipakai untuk memperbaiki rumah kontrakan supaya layak ditempati.

Kepala tata usaha menyampaikan hal ini pada pimpinannya. “Stafmu itu belum genap setahun bekerja di sini,”jawab pimpinan tegas. “Menurut peraturan, dia belum punya hak meminjam dari kantor.”

Kepala tata usaha menanggapi, “Saya sudah lebih dari setahun bekerja di sini. Berarti saya berhak meminjam uang sejumlah itu dari kantor, tapi saya akan meminjamkan lagi kepada staf saya. Menurut peraturan, itu boleh ‘kan?”

“Boleh,” jawab pimpinan singkat.

Dalam bacaan Alkitab kita, diceritakan Yesus diperhadapkan pada dua pilihan: menaati hukum Taurat tentang hari Sabat atau menyembuhkan orang sakit. Menurut Taurat, orang Yahudi dilarang melakukan pekerjaan. Termasuk juga menyembuhkan orang sakit.

Dalam Zakharia 7:9, kita melihat bahwa antara hukum dan kasih itu bagaikan dua sisi dalam satu mata uang.  Namun ketika harus membuat prioritas, Yesus menempatkan kasih di atas hukum. Meski melanggar Taurat, Yesus tetap menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya. Bagi Yesus, manusia itu lebih berharga dari apa pun yang ada dunia ini.

Hukum atau peraturan dibuat untuk menciptakan ketertiban dan keadilan. Sedapat mungkin kita harus menaati hukum dan peraturan. Namun ketika diperhadapkan pada pilihan: taat pada hukum atau melanggar hukum demi kemanusiaan, maka dengarkan hati nurani Anda. [Purnawan].

SMS from God: Manusia itu lebih berharga dari apa pun. Jika sudah menyangkut kemanusiaan, maka hal tersebut harus diutamakan.
Read More

Senin, 15 September 2014

Harga yang Harus Dibayar

Ada seorang pria yang mengendarai mobil semalaman. Menjelang pagi, dia berhenti di samping lapangan olahraga dan bersiap tidur. Belum lama memejamkan mata, terdengar ketukan di jendela mobilnya. “Ada apa?” tanya pria sambil menurunkan kaca mobil. Seorang berpakaian olahraga melongok ke dalam. “Maaf, pak. Numpang tanya, pukul berapa sekarang?” tanya orang itu. “6:15” jawab sopir singkat, lalu tidur lagi.

Sepuluh menit kemudian, terdengar ketukan lagi. “Numpang tanya, jam berapa sekarang?” tanya si pengetuk. “6:25!” jawab pengemudi kesal.  Dia memejamkan mata lagi. Supaya tidak diganggu lagi, maka si pengemudi mengambil secarik kertas dan menulis “Saya tidak tahu sekarang pukul berapa.” Ia menempelkannya di kaca mobil.

Tak berapa lama, terdengar ketukan lagi. “Ada apa?” tanya pengemudi semakin jengkel. “Maaf pak, saya membaca tulisan ini di mobil Bapak,”kata sang pengetuk. ”Saya mau memberitahu kalau sekarang ini pukul 6:45.”
 “Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.” (Markus 6:34)

Ada harga yang harus dibayar, saat kita memutuskan untuk melayani Tuhan. Salah satunya adalah berkurangnya kenyamanan dan wilayah privasi kita.  Misalnya, kalau Anda seorang pekerja, maka waktu yang seharusnya dipakai untuk bersantai tapi digunakan untuk pelayanan.

Yesus mengajak murid-murid-Nya ke tempat sunyi supaya dapat beristirahat. Akan tetapi ada banyak orang yang mengikuti-Nya. Melihat hal ini, Yesus tergerak oleh belas kasihan. Dia batal beristirahat dan melayani mereka. Jika kita sudah memiliki hati yang penuh belas kasihan (compassion), maka kita tidak merasa terganggu meski kenyamanan dan privasi kita terganggu [Purnawan].

 

SMS from God:Tanpa dilandasi belas kasihan, pelayanan yang Anda lakukan tidak akan bertahan lama.
Read More

Minggu, 14 September 2014

Terlalu Mudah

Sebuah perusahaan bernama Betty Crocker menjual kue instan. Cukup dengan menambahi air ke dalamnya, maka kue yang enak sudah dapat dinikmati. Ini cukup praktis di zaman modern ini.

Tapi apa yang terjadi? Inovasi ini ternyata tidak laku di pasar. Mengapa begitu? Setelah meneliti, perusahaan itu mendapat jawaban yang mengejutkan. Konsumen enggan membeli kue instan itu karena menganggap cara membuatnya terlalu mudah. Mereka juga ingin terlibat dalam proses pembuatannya.

Maka Betty Crocker pun mengubah formula produknya. Selain air, konsumen juga harus menambahkan telur. Ketika produk ini dijual, ternyata sukses terjual.

Banyak orang yang tidak percaya bahwa supaya bisa masuk sorga cukup dengan percaya pada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Itu terlalu mudah. Mereka ingin berbuat sesuatu untuk mendapatkan keselamatan. Maka ada orang yang hidup asketis (hidup sangat sederhana), melakukan puasa, memberikan amal, melakukan perbuatan baik, dll. Seperti konsumen Betty Crocker, mereka ingin terlibat dalam proses mendapatkan keselamatan itu.
 “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.” (Efesus 2:8)

Akan tetapi Paulus menegaskan bahwa keselamatan itu adalah hadiah Tuhan. Tuhan tahu bahwa usaha manusia tidak akan pernah cukup untuk mendapatkan keselamatan.  Itu sebabnya, Dia telah menyiapkan keselamatan yang diberikan gratis kepada manusia. Yang perlu dilakukan oleh manusia adalah menerimanya. Semudah itu.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda masih merasa perlu berbuat sesuatu untuk mendapatkan keselamatan? Itu akan sia-sia saja. Anda cukup percaya bahwa Yesus mampu menyelamatkan Anda. [Purnawan]

 

SMS from God: Keselamatan itu gratis tapi bukan sesuatu yang murahan. Ia harus dibayar dengan darah yang mahal.

 
Read More

Sabtu, 13 September 2014

Tomas, si Peragu?

Jika saya menyebut nama Yudas Iskariot, kata apa yang segera terlintas di kepala Anda? Apakah kata yang terlintas adalah “pengkhianat”? Bagaimana jika saya menyebut Yakobus dan Yohanes? Apakah terlintas kata “anak guruh”? Bagaimana jika saya menyebut nama Tomas? Apakah dengan spontan Anda berkata dalam hati “si Peragu”?

Ketiga injil Sinoptik, hanya menyebut Tomas secara sepintas-lalu (Mat.10:3; Mrk.3:18;Luk.6:15). Akan tetapi dalam injil Yohanes, ia digambarkan sebagai pribadi yang unik. Ketika Yesus berjalan menuju Yerusalem, para murid khawatir bahwa hal itu akan mendatangkan kematian bagi mereka. Namun tanpa disangka-sangka Tomas berkata, "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia" (Yoh.11:16 ). Ini sebuah pernyataan yang berasal dari orang yang penuh keyakinan. Tapi mengapa kita hanya mengingatnya sebagai Tomas si Peragu?

Memang dalam injil Yohanes diceritakan bahwa Tomas tidak akan percaya akan kebangkitan Yesus kalau tidak mendapat bukti secara langsung. Namun ketika ia akhirnya bertemu langsung dengan Yesus yang hidup, Tomaslah yang memberikan pengakuan paling mendalam kepada Yesus.  Tomas berkata"Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yoh.20:28). Kata-kata yang tegas ini tidak mungkin berasal dari mulut orang yang ragu-ragu.

Kita kadang gegabah dalam memberi label pada seseorang: “si Pemarah”, “Pembohong Besar”, “si Gendut Pemalas” dll. Celakanya, label itu didasarkan pada satu sisi yang menonjol dari seseorang, sehingga kita gagal memahaminya sebagai manusia yang kompleks dan utuh [Purnawan].

SMS from God: Hati-hati dalam menilai seseorang. Dalamnya laut dapat kita duga, dalam hati manusia siapa tahu.
Read More

Jumat, 12 September 2014

Kebebasan Finansial

Tidak ada yang menyangka Alice Harris memiliki uang sangat banyak. Maklum perempuan berusia 97 tahun itu hanyalah seorang pemilik toko kecil yang menjual bahan makanan di sebuah pedesaan di negara bagian New York.  Karena itu, banyak tetangganya kaget ketika tahu bahwa Alice telah mewariskan uang 1 juta dollar atau hampir Rp. 9 miliar pada sebuah sekolah sebelum dia meninggal.

“Tidak seorang pun tahu bahwa dia punya uang sebanyak itu,”kata Becky Mosher yang membeli toko kecil itu dari Alice. Alice yang tidak punya anak ini dikenal sebagai orang yang hemat. “Dia tidak banyak menghabiskan uang dan tidak pernah pergi kemana-mana,” ujar Mosher.

Apa persamaan dan perbedaan antara hemat dan pelit? Keduanya sama-sama berusaha mengurangi pengeluaran uang sedikit mungkin. Bedanya, orang yang pelit adalah orang yang dikuasai oleh hartanya. Sedangkan orang hemat adalah orang yang mampu menguasai dan mengelola harta dengan bijak.

Saat ini ada istilah “kebebasan finansial”, yang artinya sebuah keadaan dimana seseorang telah mandiri dari sisi keuangan. Dengan kemandirian ini, kebutuhan hidup seseorang dapat tercukupi. Namun di balik keadaan ini, tersembunyi ancaman serius. Orang itu dapat diperbudak oleh uang.

Alice memberi kita teladan bagaimana dia bebas dari jeratan uang. Meski hartanya berlimpah, tapi dia menggunakannya seperlunya saja. Itu bukan karena dia pelit, melainkan karena punya tujuan lebih besar yaitu untuk memberkati orang lain [Purnawan].

SMS from God: Jika Tuhan menghendaki Anda menjadi berkat bagi orang lain, maka Dia akan lebih dulu memberkati Anda.
Read More

Kamis, 11 September 2014

Pelajaran Merendahkandiri

Ibu Inge (nama samaran) adalah pengikut Kristus yang taat. Usianya di atas 50 tahun dan sudah setahun menjanda. Suatu hari, dia menarik uang di bank. Di tempat parkir, tiba-tiba ada 3 orang yang menyapanya dengan sangat ramah, walau bu Inge sendiri merasa tidak kenal. “Sedang apa, Bu,” tanya salah seorang pria dengan hangat.

“Ambil uang,” jawab bu Inge. “Ambil berapa?” Bu Inge menyebutkan nilai nominal tertentu. “Ah, masih kurang. Ayo ambil lagi!” kata penyapa itu sambil menggamit lengan bu Inge dan mengajaknya kembali masuk bank.

Anehnya, bu Inge menurut saja. Dia kembali ke kasir dan mengambil seluruh tabungannya. Setelah itu, bu Inge ‘dibimbing’ masuk ke sebuah mobil. Di dalam mobil, mereka membujuk supaya bu Inge menitipkan segepok uang kepada mereka. Ini demi keamanan, kata mereka.  Mereka juga meminta perhiasan dan HP milik bu Inge.

Beberapa saat setelah diturunkan di pinggir jalan, bu Inge baru sadar bahwa telah ditipu habis-habisan. Dia segera melapor ke polisi.

“Tuhan, apa maksud-Mu atas semua ini?”tanya bu Inge dalam doa. Lalu suara hatinya berkata,”Kamu ambil uang itu untuk apa, sih?” Dia ingat sehari sebelumnya, tersinggung pada ucapan seseorang yang berkaitan dengan uang. Untuk menjaga harga dirinya, maka dia akan ‘menyumpal’ mulut orang itu dengan uang.

“Tuhan rupanya sedang mengajarkan tentang merendahkan diri kepadaku,”kata bu Inge kepada saya. “Memang benar, ucapan ini: yen pingin andhap asor, kowe kudu nganti ndlosor [Merendahkan diri itu harus sampai mencium tanah].” [Purnawan]

 

SMS from God: Yesus sudah memberi teladan dalam merendahkan diri. Sebagai hamba, Dia taat sampai mati.
Read More

Rabu, 10 September 2014

Mukjizat di Depan Mata

Salah satu anggota jemaat kami terserang penyakit demam berdarah. Jumlah trombosit dalam darahnya terus menurus dengan drastis. Pertama kali masuk rumah sakit, jumlah trombositnya hanya 50 ribu. Padahal angka minimalnya adalah 150 ribu.

Dia harus banyak minum jus buah jambu merah yang dipercaya dapat meningkatkan kadar trombosit. Akan tetapi belum terlihat perubahan yang berarti. Mengetahui hal ini, orangtua pasien mengirim SMS ke banyak anggota jemaat untuk meminta dukungan doa. Tengah malam itu, kami bersama-sama berdoa.

Beberapa jemaat yang bergolongan darah B dikontak untuk bersiap-siap, jika sewaktu-waktu diminta mendonorkan darahnya. Sehari kemudian kadar tombositnya semakin melorot ke angka 25 ribu, 19 ribu, bahkan sampai hanya 12 ribu.

Pada situasi ini, orangtua pasien sempat panik dan cemas. Mereka sudah bersungguh-sungguh meminta mukjizat dari Tuhan, tapi kadar trombosit anaknya malah terus menurun. Hingga suatu saat mereka menerima SMS ini: “Ambang batas minimal untuk kadar trombosit adalah 150 ribu. Anak Anda masih dapat bertahan dengan angka 12 ribu, bukankah itu sebuah mukjizat?” Mereka mendapat penguatan dari SMS ini.

Setelah ditransfusi, kadar trombosit pasien ini mulai naik dan sekarang sudah sembuh. Dalam acara persekutuan, orangtua pasien bersaksi: “Ketika kita minta mukjizat, kita sering memintanya harus sesuai dengan kehendak kita. Ketika mukjizat itu datang dalam bentuk yang tidak sesuai dengan keinginan kita, maka kita sering menganggapnya bukan sebagai mukjizat.

Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." (Yohanes 4:48)

[Purnawan]

 

SMS from God: Tuhan itu maha kreatif dan punya banyak cara untuk menyatakan kuasa-Nya. Diperlukan kepekaan rohani untuk mengetahuinya.

 
Read More

Selasa, 02 September 2014

Kesepian

Sebuah perusahaan makanan di Jepang, Takasaki, merekam suara wanita untuk menjelaskan produk-produk mereka. Rekaman suara ini dapat diakses melalui telepon bebas pulsa.

Adalah Riroyuki Namoto (38 th), salah satu orang yang menggunakan fasilitas ini. Dia telah menelepon sebanyak lebih dari 500 kali. Dia sebenarnya tidak berminat membeli produk itu, tapi hanya terobsesi pada suara wanita dalam rekaman itu. Akibatnya, perusahaan Takasaki harus membayar tagihan telepon sekitar Rp. 330 juta, dengan total panggilan 3.100 jam.

“Kesepian” itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kehidupan Riroyuki. Karena kesibukan kerja, dia tidak punya kesempatan untuk bersosialisasi. Hampir seluruh waktunya tersita untuk pekerjaan. Hal ini mengingkari kodrat dasar manusia sebagai makhluk sosial. Pada dasarnya, setiap manusia memiliki naluri alami untuk berhubungan dengan manusia yang lain.

Itu sebabnya, pusat-pusat hiburan ramai dikunjungi pada akhir pekan. Tujuan utamanya sebenarnya adalah untuk bertemu dan berteman dengan manusia yang lain. Inilah peluang bagi gereja yang ada di kota-kota besar. Gereja sebaiknya menjadi tempat untuk mencari teman dan menjalin persahabatan.

Sayangnya, kebanyakan jemaat buru-buru pulang begitu ibadah telah selesai. Hanya sedikit orang yang masih tinggal agak lama untuk sekadar bercakap-cakap. Hari ini, cobalah untuk memikirkan inovasi apa yang dapat Anda buat untuk gereja Anda. Jadikan gereja Anda sebagai pusat hiburan yang sehat [purnawan].

SMS from God: Hilangkan kesan bahwa gereja itu dingin dan angker. Buatlah jadi hangat dan ramah.
Read More

Minggu, 31 Agustus 2014

Bahasa tak Terkatakan

Pasangan Anda berkata, “Saya sehat, kok” tapi wajahnya terlihat pucat dan keringatan. Mana yang lebih Anda percayai? Pasti tanda-tanda yang terlihat. Inilah yang disebut bahasa nonverbal. Seperti kata pemazmur, orang yang “bertegang leher” adalah ciri orang yang sedang marah. Dengan mengetahui bahasa tubuh pasangan Anda, maka Anda dapat menghindari pertengkaran.

1. Perhatikan bahu pasangan Anda. Bahu yang membungkuk menandakan dia mengalah. Bahu yang tegap berarti dia siap “perang.” Dengan mengamati perubahan ini dapat menghindari pertengkaran.

2. Duduk dan condongkan kepala Anda ke depan jika bertanya apa yang membuat pasangan Anda sedih. Duduk menandakan Anda siap mendengar dan kepala yang condong ke depan menunjukkan minat Anda.

3. Ketika duduk bersama atau berboncengan, sandarkan Anda ke pasangan Anda. Hal ini menunjukkan Anda ingin lebih dekat padanya.

4. Bola mata membesar ketika melihat hal yang menarik. Tatap mata pasangan Anda untuk mengirimkan sinyal cinta.

5. Jika bertengkar, peganglah segelas air. Posisi tubuh mempengaruhi emosi. Jika pasangan Anda melipat tangan di dada, itu berarti dia sedang defensif. Bukalah itu dengan memberikan segelas air putih. Itu akan mengurangi ketegangan.

6. Tersenyum. Penelitian membuktikan bahwa senyum menimbulkan efek positif.

Dengan memperhatikan bahasa tubuh pasangan Anda dan menggunakan bahasa nonverbal yang tepat, maka rumah tangga Anda akan menjadi lebih harmonis.

SMS from God: Dengan lebih cermat melihat tanda-tanda nonverbal, Anda dapat mencegah “bencana” komunikasi.
Read More

Sabtu, 23 Agustus 2014

Layanan

Sewaktu kuliah, saya tinggal di kota lain, meski masih satu propinsi. Setiap hari Sabtu, saya pulang ke rumah. Ketika balik ke kost, ibu sering membekali saya dengan camilan sederhana buatannya sendiri. Biasanya penganan atau sambal tempe kering yang bisa awet lama.

Layanan ini menunjukkan bahasa kasih ibu kepada saya. Sedangkan layanan bapak saya adalah dengan membuatkan mainan kayu.  Meski bekerja sebagai guru, tapi bapak saya mewarisi keterampilan tukang kayu dari kakek. Mainan buatan bapak saya paling bagus dibanding mainan teman-teman saya.

Layanan ini membuat anak-anak merasa bermakna dan dicintai. Layanan yang dilakukan oleh orangtua akan ditiru oleh anak dalam hal melayani dan tanggungjawab. Jangan harap anak Anda bersedia untuk melayani orang lain jika dia dewasa, jika pada masa kecil dia tidak mendapat teladan dari orangtuanya.
“Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.” (1 Tesalonika 2:7)

Meskipun Anda memiliki pembantu atau babysitter, tapi alangkah baiknya jika berkaitan langsung dengan anak, maka Anda melakukannya sendiri. Misalnya, menyuapi, membuatkan minuman, membawa ke dokter, mendandani, dll. Hal ini tidak akan membuat anak menjadi manja, justru membuat anak merasa aman dan nyaman karena dikasihi. Layanan merupakan bahasa kasih yang mudah dimengerti oleh anak-anak [Purnawan].

 

SMS from God: Layanan yang Anda berikan pada anak, menunjukkan bahwa Anda mengasihi mereka.
Read More

Jumat, 22 Agustus 2014

Hadiah

Waktu kecil, setiap hari Kamis saya selalu menantikan ayah pulang dari mengajar. Ketika mendengar bunyi dering sepeda dibunyikan, saya segera  menghambur dan menyambut tas kerja ayah. Buru-buru saya membuka isi tas untuk mendapatkan majalah anak-anak edisi terbaru.

Pemberian hadiah merupakan salah satu bentuk ungkapan cinta dan diberikan gratis oleh orangtua. Hal ini dapat dipakai sebagai momentum untuk menunjukkan kasih karunia Allah. Para orangtua sering mengaitkan pemberian hadiah dengan syarat-syarat tertentu. “Ayah akan membelikan sepeda baru jika kamu naik kelas” atau “Mama akan memberi tas Gucci, kalau kamu mau ikut paduan suara.” Tampaknya tindakan ini dapat menimbulkan motivasi pada anak. Tapi sesungguhnya motivasinya adalah untuk mendapatkan hadiah itu, bukan demi kemajuannya.
“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” (Yakobus 1:17)

Selain itu, pemberian hadiah dengan bersyarat ini justru tidak mencerminkan kasih Bapa kepada anak-anak-Nya. Meski sebenarnya tak layak mendapat “hadiah” keselamatan, tapi Allah tetap memberikannya kepada manusia.  Karena itu, sebaiknya Anda memberikan hadiah kepada anak-anak karena Anda mengasihi mereka. Itu saja. Tidak perlu dikaitkan dengan prestasi atau syarat-syarat tertentu. Hal ini akan mengajarkan pada anak-anak merasakan kasih dari Bapa[Purnawan].

SMS from God: Kita telah mendapat hadiah gratis dari Bapa, maka kita juga memberikan gratis pada anak-anak.
Read More

Kamis, 21 Agustus 2014

Waktu Berkualitas

Seorang anak ingin sekali ditemani oleh papanya untuk bermain. Tapi papanya terlalu sibuk. “Berapa sih gaji papa untuk tiap jam?” tanya sang anak. Papanya menjawab, “Papa digaji 100 ribu/jam.”

“Saya punya uang 50 ribu. Maukah papa bermain denganku selama setengah jam?” tanya anak.

Ilustrasi ini menggambarkan perlunya waktu berkualitas bersama anak.  Waktu yang Anda berikan untuk mendampingi anak menunjukkan bahwa Anda menghargai dan kebersamaan mereka. Kehadiran fisik saja tidak cukup, jika perhatian Anda tercurah di tempat lain. Misalnya Anda mengajak anak bermain di kebun binatang, tapi Anda tetap mengurusi pekerjaan dengan handphone. Anda menemani anak belajar sambil membaca koran. Kebersamaan ini harus disertai dengan pencurahan perhatian sepenuhnya kepada anak. Ini yang disebut waktu berkualitas.

Kehadiran Anda merupakan hadiah yang tergantikan bagi anak-anak Anda. Anak membutuhkan orangtua untuk mendampingi dalam belajar, mengerjakan PR, mengajarkan sopan-santun, membacakan cerita, makan bersama, jalan-jalan santai, bergosip bersama dll. Hal ini akan menambah kedekatan emosional antara orangtua dengan anak.
“Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.” (Lukas 6:47-48)

Masa anak-anak membentuk pondasi bagi kehidupan manusia. Jika kita mendampingi anak pada masa emas ini, maka kita telah meletakkan dasar-dasar kehidupan yang kokoh bagi anak [Purnawan]

SMS from God: Masa anak tidak dapat diulang. Jika Anda melewatkannya, Anda membuang kesempatan emas.
Read More

Rabu, 20 Agustus 2014

Kata-kata Penegas

Sewaktu SMA, badan saya sangat kurus. Pada pelajaran olahraga, kami diharuskan memegang palang besi yang ada di atas kami. Kemudian mengangkat tubuh kami sehingga wajah melewati besi. Dengan susah payah saya sudah berusaha melakukannya, tapi malah ditertawakan oleh guru olahraga. Namun yang membuat saya sakit hati adalah ucapan sang guru. “Ha…ha…ha…kayak cacing,” komentar guru saya.

Meski saya sudah mengampuni sang guru itu, tapi ingatan saya masih merekam jelas peristiwa itu. Itulah kekuatan kata-kata. Tapi kata-kata juga punya kekuatan positif jika dipakai sebagai kata-kata penegas.

Kata-kata penegas adalah ucapan yang diberikan untuk memberi pujian, dorongan dan meneguhkan bahwa perbuatannya sudah benar. Ucapan ini bisa berupa pujian, “Kamu anak yang pintar.” Bisa juga berupa kata-kata yang membesarkan hati: “Ya, bagus. Kamu pasti bisa.” Atau kata-kata bimbingan: “Sini, ibu ajari.” Kata-kata seperti ini membuat anak bersemangat dan merasa dihargai.
“Dan hendaklah kita saling memperhatikan, supaya kita dapat saling memberi dorongan untuk mengasihi sesama dan melakukan hal-hal yang baik.” (Ibrani 10:24-BIS)

Seperti pengalaman saya, kata-kata yang negatif juga dapat menyebabkan luka-luka batin. Misalnya, ketika sedang mengajari anak-anak mengerjakan PR, kita mengucapkan komentar, “Begitu saja kok tidak bisa.” Jika kata-kata ini diulang-ulang maka anak akan menganggapnya sebagai kebenaran, sehingga membentuk citra diri yang negatif. “Aku memang anak yang bodoh. Belajar sekeras apa pun, tetap saja bodoh.”

Mulai hari ini, pergunakanlah Bahasa Kasih ini. Ucapkan kata-kata penegas untuk anak Anda [Purnawan].

SMS from God: Kata-kata penegas memberikan dorongan dan perhatian kepada anak.
Read More

Selasa, 19 Agustus 2014

Sentuhan Fisik

Dalam dunia psikologi kristiani, dikenal ada 5 Bahasa Kasih, yang terdiri dari: sentuhan fisik, kata-kata penegas, waktu berkualitas, hadiah dan layanan. Dengan mempraktikkan 5 Bahasa Kasih ini dapat menolong kita dalam menyatakan cinta tak bersyarat kepada anak-anak.

Sentuhan fisik adalah bahasa cinta yang paling mudah digunakan tanpa syarat. Orangtua tidak perlu mencari kesempatan khusus ataupun alasan bila hendak melakukan sentuhan fisik. Misalnya jika anak sedih, maka kita menggendongnya, maka anak merasa aman. Jika anak takut, kita memeluknya, maka anak merasa aman. Jika anak berprestasi, kita menepuk pundaknya, maka anak merasa mendapat pengakuan.

Akan tetapi sentuhan fisik juga dapat menimbulkan luka-luka batin pada anak-anak. Contohnya, dengan memukul, menampar, mencolek (yang melecehkan secara seksual), menendang dll. Luka-luka fisik mungkin akan sembuh hanya dalam beberapa hari. Namun luka-luka dalam batin akan membekas selama berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan mungkin sepanjang hidupnya.
“Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.” (Lukas 15:20)

Salah satu dari indra yang diberikan kepada kita adalah indra perasa. Rangsangan yang terjadi pada kulit kita dapat mempengaruhi emosi kita. Usap-usaplah punggung anak Anda, maka dia akan merasa aman. Dia merasa disayangi. [Purnawan]

SMS from God: Sentuhan fisik tidak butuh biaya atau keterampilan, tapi hasilnya luarbiasa. Cobalah!
Read More

Senin, 18 Agustus 2014

Dukungan Pasangan

Suatu hari seorang raja mengunjungi sebuah desa. Konon kaum istri di desa itu terkenal sangat dominan, sehingga membuat takut para suami. Raja ingin membuktikan kebenarannya. Dia mengumpulkan para suami di tengah lapangan, kemudian menarik garis panjang di tanah.

“Bagi suami-suami yang takut dan tunduk pada perintah istrinya, berdirilah di sebelah kiri garis!” perintah sang raja. Maka berbondong-bondonglah para suami ke sebelah kiri baris.

“Bagi suami-suami yang tidak takut dan tidak mau diperintah istrinya, berdirilah di sebelah kanan garis!” perintah sang raja lagi. Ternyata hanya satu pria yang ada di sana.

Sang raja penasaran dan menghampiri pria itu. “Apa rahasianya sehingga kamu berdiri di sebelah kanan?” tanya raja. “Saya tidak tahu,” jawab pria itu polos, “Saya hanya menuruti saja perintah istri saya.”

Humor ini memberikan pelajaran tentang perlunya kesetaraan dalam relasi suami-istri. Tidak ada yang lebih berkuasa atas yang lain. Yang terjadi adalah relasi yang saling melengkapi dan saling mendukung.
TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2:18)

Rev. Billy Graham sangat merasakan dukungan istrinya dalam pelayanannya. “Dia adalah partner hidup saya dan kami dipanggil Allah sebagai satu tim. Tidak ada orang lain yang sanggup menanggung beban yang dibawanya …. Pekerjaan saya selama bertahun-tahun mustahil dapat dilakukan tanpa dukungan dan dorongan dari dia,” kata Billy Graham mengenai Ruth, istrinya (64 tahun), yang meninggal pada 14 Juni 2007. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda menolong atau merongrong pasangan Anda?[Purnawan]

SMS from God: Anda dapat menjadi penolong atau perongrong pasangan Anda. Pilihan terletak di tangan Anda.
Read More

Minggu, 17 Agustus 2014

Kuasa Pujian

Teman saya, pak Xavier, mengajarkan untuk memuji orang lain untuk hal-hal yang sederhana. Contohnya, jika hidangan di warung makan enak, maka dia akan memberi pujian kepada tukang masak atau pemilik restoran. Saya pun meniru cara ini. Ternyata efeknya dahsyat. Pemilik warung merasa senang dan melayani saya dengan ramah setiap kali saya datang lagi.

Dalam buku “20 Surprisingly Simple Rules and Tools for a Great Marriage”, ada empat jenis pujian:

1. Pujian untuk kepemilikannya. Pujilah benda-benda miliknya, apalagi yang menjadi kesayangannya. "Saya suka gaun yang baru saja kamu beli" atau "Dasimu cocok sekali dengan jasmu.”  Meski kelihatannya dibuat-buat, tapi pujian ini dapat menjadi awal yang baik.

2. Pujian untuk penampilannya. Katakanlah, "Potongan rambutmu membuatmu semakin cantik” atau “Sepatu ini membuatmu tampak berwibawa.”

3. Pujian untuk perbuatannya. Orang akan merasa senang jika hasil pekerjaannya diakui dan dianggap baik. "Hmmm….masakanmu enak. Aku sampai kekenyangan” atau “Kamu rajin sekali membersihkan kamarmu, nak.” Pujian ini tidak hanya memberikan penghargaan tapi juga cinta.

4. Pujian untuk karakternya. Inilah pujian yang paling ampuh dan mengena. Misalnya, pujian untuk kebaikan hati, kemurahan, atau kebijaksanaanya. “Kamu adalah istri yang penyabar” atau “Aku beruntung punya engkau karena sangat mengasihi keluarga.”
“Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat” (Roma 12:10)

Dengan memberi pujian Anda secara langsung menyampaikan pesan kepada orang tersebut bahwa “Kehadiranmu memberi makna pada hidupku.” [Purnawan]

SMS from God: Setiap kata pujian yang tulus itu seperti batang kayu yang dilemparkan ke perapian.
Read More

Sabtu, 16 Agustus 2014

Gaya Komunikasi ala Burung (3)

Pada dua renungan sebelumnya kita sudah mengenali empat gaya komunikasi negatif: Gaya elang, merpati, burung hantu dan burung onta. Saya berharap Anda tidak termasuk dalam salah satu dari empat gaya komunikasi tersebut. Akan tetapi, jika ya, maka Anda tidak perlu cemas. Masih ada langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pola komunikasi Anda.

Pertama, mengetahui apakah Anda termasuk dalam salah satu ciri-ciri gaya komunikasi tersebut.

Kedua, mengakui bahwa hal tersebut tidak sehat. Katakan di depan cermin, “Aku adalah merpati. Caraku berkomunikasi ini menyakiti pasanganku.” Mengakui dengan cara ini mempermudah Anda mengakuinya nanti di depan pasangan Anda.

Ketiga, bertekad mengubah pola komunikasi. Allah memberi kebebasan pada manusia untuk membuat keputusan. Jika Anda memutuskan untuk berubah, Roh Kudus akan menolong.

Keempat, menggantikan pola lama dengan pola baru. “Merpati” perlu berkata dengan jujur dalam kasih. “Elang” belajar menerima tanggungjawab untuk perbuatannya. “Burung hantu” tidak hanya menggunakan akalnya, tapi juga memakai perasaannya. “Burung onta” bersedia diajak berbicara untuk menyelesaikan masalah.
“Aku harus berbicara, supaya merasa lega, aku harus membuka mulutku dan memberi sanggahan” (Ayub 32:20)

Dalam nats kita, Ayub memutuskan untuk mengangkat bicara. Hal ini dapat membuatnya lega. Dengan menggunakan pola komunikasi yang baik akan senantiasa membuat Anda lega [Purnawan].

 

SMS from God: “Usirlah semua gaya komunikasi ala burung ini, maka kehangatan pernikahan akan datang lagi”
Read More

Kamis, 14 Agustus 2014

Gaya Komunikasi ala Burung (2)

Pada renungan sebelumnya, kita sudah membahas tentang enam gaya komunikasi yang tidak sehat, yaitu saya merpati dan gaya elang. Sekarang kita akan melanjutkan dengan dua gaya berikutnya:

Gaya Burung Hantu. Burung hantu adalah lambang untuk ilmu pengetahuan. Gaya ini selalu memberikan jawaban logis untuk segala hal. Dia selalu memberikan jawaban yang masuk akal sehingga pasangannya enggan untuk berdebat dengannya. Jika pasangannya tampak emosional, dia tetap tenang dan menganalisis kejadian itu.

Seorang istri berkata, “Suami saya ngomong terus selama berjam-jam seolah-olah saya ini anak kecil. Meski saya diberi kesempatan bicara, tapi dia tidak mau mendengarkannya. Maka sekarang saya pilih diam saja.” Tidak ada gunanya mendebat orang yang bergaya burung hantu.

Gaya Burung Onta. Jika ada bahaya, burung ini menyembunyikan kepalanya ke dalam pasir dan sudah merasa aman.  Orang yang bergaya burung onta tidak pernah berkata terus terang kepada pasangannya. Dia berkata-kata dengan berputar-putar untuk menyatakan maksudnya.  Dia enggan diajak berbicara untuk menyelesaikan masalah. “Buat apa menghabiskan enerji untuk ngomongin masalah yang beres dengan sendirinya?” Demikian, alasan yang dikemukakannya. Allah mengajarkan kita untuk “berperkara”, yaitu berbicara bersama atas persoalan tertentu.
“Dengarkanlah Aku dengan berdiam diri, hai pulau-pulau; hendaklah bangsa-bangsa mendapat kekuatan baru! Biarlah mereka datang mendekat, kemudian berbicara; baiklah kita tampil bersama-sama untuk berperkara!” (Yesaya 41:1)

Apakah Anda sesuai dengan ciri-ciri dua gaya komunikasi tersebut? Anda tidak perlu enggan untuk mengakuinya, karena hal ini merupakan pertama untuk memperbaiki kualitas komunikasi Anda[Purnawan]

SMS from God: Gaya burung hantu dan gaya burung onta merusak komunikasi Anda. Enyahkanlah mereka.
Read More

Rabu, 13 Agustus 2014

Gaya Komunikasi ala Burung (1)

Jika ingin menjaga kelanggengan rumah tangga, maka Anda harus mengembangkan komunikasi yang sehat dengan pasangan Anda. Berkomunikasi itu seperti bernapas yang dilakukan terus-menerus. Jika berhenti, maka Anda akan mati.

Dalam berkomunikasi, sebaiknya Anda menghindari empat gaya komunikasi yang negatif berikut ini:

Gaya Merpati: gaya mengalah supaya pasangannya tidak marah. Dia berusaha selalu menyenangkan pasangannya, tidak pernah menentang dan  sering minta maaf meski hanya untuk kesalahan kecil. Biasanya dia berkata, “Terserah, yang penting kamu senang”, “Saya ikut saja keputusanmu

Untuk menghindari konflik, sang “merpati” berusaha menjauh dari keintiman. Ketika Anda berusaha menyimpan pendapat, perasaan atau keinginan Anda, hubungan Anda mungkin akan adem-ayem saja, tapi itu hanya tampak di permukaan saja. Hubungan mesra tidak akan terjadi jika Anda tidak membangun komunikasi yang terbuka dan jujur.

Gaya Elang: Sang elang tidak pernah mau disalahkan, bahkan akan menimpakan kesalahan itu pada pasangannya. Pernyataan yang biasa diucapkan oleh “sang elang” adalah, “Kamu nggak pernah mengerjakan dengan benar” atau “Jika tidak ada kamu, maka segalanya akan baik-baik saja.”

Si elang tampak kuat dan angker. Namun sesungguhnya dia menutupi kelemahan emosinya dengan mencari-cari kesalahan. “Sang elang” tidak peduli pada pendapat pasangannya. Hal ini seperti dalam  Amsal 18:2: “Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya”
“Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya.” (Amsal 18:2 )

Sekarang saatnya memeriksa diri. Apakah Anda termasuk salah satu dari gaya tersebut? Anda tidak perlu enggan untuk mengakuinya. Sebab ini adalah langkah pertama untuk memperbaiki kualitas komunikasi Anda [Purnawan]

 

SMS from God: Gaya merpati dan gaya elang merusak komunikasi Anda. Enyahkanlah mereka.

 
Read More

Selasa, 12 Agustus 2014

SMS Berantai

"Kartu GSM XXXX  sudah keluar: Rp.6/SMS; Rp. 60/menit; Rp. 600/SMS. Jika dijumlah 666, simbol antikris. Jangan dibeli. Itu kartu pendukung antikris. Sebarkan SMS ini."

Anda mungkin pernah mendapat SMS berantai seperti ini. Mengapa disebut “berantai”? Karena SMS ini berpindah dari satu pengguna HP ke pengguna lainnya. Banyak orang Kristen yang mengikuti saran untuk meneruskan SMS itu ke nomor yang lain. "Toh, aku cuma kehilangan beberapa rupiah.” Mungkin itulah pikir mereka.

Tapi pernahkah kita mengecek kebenaran informasi SMS tersebut sebelum mengirimkannya. Contohnya, pada isi SMS di atas, apakah kita benar-benar yakin bahwa operator seluler itu memang pendukung antikris? Jika informasi itu tidak akurat atau kita tidak yakin akan kebenarannya, maka kita ikut serta dalam dosa kebohongan. Kita telah menyebarkan fitnah.

Kami pernah menjadi korban SMS berantai. Setelah gempa tahun 2006, beredar SMS: “Mohon dukungan doa, pdt. Pelangi [istri saya] belum diketahui keadaannya. Sampai sekarang belum bisa dihubungi.”  Anehnya, tidak satu pun orang yang menanyakan langsung pada kami. Padahal telepon dan HP kami selalu bisa dihubungi.
“Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.” (Amsal 30:8)

Teknologi SMS itu ibarat pisau. Bisa digunakan untuk hal yang baik atau jahat. Ada seorang Kristen yang rajin mengirim kata-kata motivasi lewat SMS. “Pelayanan” ini ternyata memberi berkat pada orang lain [Purnawan]

 

SMS from God: Manfaatkanlah teknologi untuk mendukung pelayanan. Teknologi adalah berkat Tuhan juga.
Read More

Senin, 11 Agustus 2014

Andalkan Allah

Dalam doa terakhir Yesus ini terungkap seluruh keintiman relasi-Nya dengan Bapa. Lewat kata-kata ini, Yesus menyatakan penyerahan diri-Nya yang total (sebagai manusia) kepada Allah.
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya. (Lukas 23:46)

Kata-kata ini merupakan kutipan dari Mazmur 31:6. dalam konteks aslinya, seruan ini disampaikan Pemazmur yang meminta pembebasan dari musuh. Dia mengandalkan Allah. Ayat ini biasa diucapkan di kalangan Yahudi sebagai doa pendek pada malam hari sebelum tidur. Mereka menganggap tidur itu semacam dengan kematian. Itu sebabnya, sebelum tidur mereka menyerahkan nyawa mereka kepada Allah. Mereka percaya bahwa besok pagi mereka akan bangun lagi karena Allah membuat nyawa/roh mereka bekerja kembali lagi. Mereka mengandalkan Allah.

Yesus mengucapkan “doa tidur” ini sebab tahu bahwa Dia akan bangun lagi, pada hari ketiga. Dia mengucapkan kata-kata ini dengan suara yang nyaring. Ini menunjukkan bahwa Yesus tidak mati sebagai seorang yang lemah dan ketakutan, tetapi sebagai seorang yang telah menang dan mengandalkan Allah.

Kepada siapa Anda mengandalkan hidup Anda? Apakah Anda sudah mengandalkan Allah? Ataukah Anda masih mengandalkan harta benda, pengetahuan atau orang lain? Apakah Anda yakin besok pagi Anda masih bisa bangun lagi? Kiranya pertanyaan ini membantu Anda dalam merenungkan dan menghayati hari Paskah ini [purnawan].

SMS from God: Andalkan diri Anda pada Allah, karena Dia yang mengendalikan alam semesta.
Read More

Minggu, 10 Agustus 2014

Sudah Selesai

Dalam dua ucapan sebelumnya, terdapat nada kegetiran. Yesus merasa ditinggalkan oleh Bapa-Nya dan mengalami kehausan. Namun dua ucapan terakhir-Nya memiliki nada kemenangan.

Berabad-abad yang lalu, para nabi telah menubuatkan penderitaan yang akan dialami oleh Mesias. Dia berasal dari keturunan perempuan (Kej. 3:15) dilahirkan dari “seorang gadis” (Yes. 7:14-BIS).

Nubuatan juga mengatakan bahwa Dia berasal dari keturunan Abraham (Kej. 22:18) dan Daud(2 Sam. 7:12,13). Hal ini digenapi Yesus seperti tertulis dalam Matius 1:1 dst. Menurut nubuat, Dia sudah diberi nama sebelum lahir(Yes. 49:1), dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea (Mik. 5:2). Para nabi juga menubuatkan bahwa Dia akan diungsikan ke Mesir, tapi kembali lagi ke Palestina.

Pemazmur menubuatkan Dia akan menenangkan badai dan angin ribut (Mzm. 107:29). Nabi Zakaria menubuatkan Yesus akan masuk ke Yerusalem dengan dielu-elukan orang banyak (Zak. 9:9). Menurut Yesaya, Dia akan dihina dan menderita sengsara (Yes. 53:3) dan ditolak bangsa Yahudi (Yes. 8:14); Dia akan “dibenci tanpa alasan” (Mzm. 69:4). Hingga akhirnya Dia “dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas” (Yes.53:7)
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19:30)

Selama kurang-lebih 33 tahun, Yesus menggenapi semua nubuatan ini, satu demi satu. Itu sebabnya, dengan perasaan lega Yesus berkata bahwa tugas-Nya di dunia ini sudah selesai. Berkatalah Ia: "Sudah selesai." Dia telah mengerjakan tugas dari Bapa dengan tuntas [purnawan].

SMS from God: Kelegaan akan kita dapatkan jika kita telah menyelesaikan tugas dari Allah.
Read More

Sabtu, 09 Agustus 2014

Aku Haus

Ucapan Aku haus ini menunjuk pada dua ayat Mazmur. “Kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku” (22:15) dan  “ Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam” (69:2).

Dalam Markus 15:23 diceritakan Yesus menolak anggur bercampur mur yang diberikan kepada-Nya. Campuran ini dapat digunakan untuk meringankan rasa sakit. Yesus telah menetapkan hati untuk mati dengan pikiran yang jernih. Namun ketika diberi anggur asam, Yesus menerimanya. Anggur asam adalah minuman pahit yang biasa diminum oleh pekerja di ladang dan para tentara dari kelas rendah. Tentara Romawi yang berasal dari Italia merasakan udara yang sangat panas di Israel. Karena itu, ketika menjalankan tugas penyaliban itu, mereka membawa bekal air minum, yaitu air putih yang dicampur dengan anggur asam.

Ucapan Yesus ini menunjukkan bahwa Yesus tidak hanya Allah yang sejati, tetapi juga manusia yang sejati. Dia mengalami rasa sakit dan kelemahan dalam tubuh-Nya. Setelah disiksa dan dipanggang di bawah terik matahari selama berjam-jam, tubuh Yesus mengalami dehidrasi (kekurangan cairan). Yesus mengalami penderitaan sebagai manusia. Itu sebabnya, penulis kitab Ibrani dengan sukacita menyatakan bahwa kita memiliki Imam Besar yang dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita (Ibrani 4:15). Dia dapat berempati pada keluhan dan tangisan penderitaan kita, karena Dia pernah mengalaminya [purnawan].

SMS from God: Yesus dapat memahami penderitaan manusia, karena Dia pernah menjadi manusia.
Read More

Jumat, 08 Agustus 2014

Hubungan Akrab

Hubungan Bapa dengan Anak-Nya itu sangat erat. Sebanyak dua kali Bapa telah mendengarkan suara-Nya bahwa Dia mengasihi Yesus. Yang pertama kali pada pembaptisan Yesus (Mrk. 1:11). Yang kedua ketika Yesus dimuliakan di atas gunung (Mrk. 9:7).

Yesus pun sangat mengasihi Bapa-Nya, sehingga Dia senantiasa melakukan kehendak-Nya. Kepada murid-murid-Nya, Dia memberitahukan bahwa “makanan-Nya” adalah melakukan kehendak Bapa (Yoh. 4:34). “ Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri… sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku” (Yoh. 5:30). Dalam Yohanes 14:31, dengan jelas Yesus berkata bahwa ia mengasihi Bapa: “ Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku.”
“ Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Markus 15:34)

Dengan mengetahui hubungan yang sangat akrab ini, maka kita dapat memahami perasaan Yesus pada waktu tergantung di kayu salib sehingga berseru: “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Kebenaran ini menyatakan betapa besar kasih Bapa kepada manusia. Dia begitu mengasihi Anak-Nya, tapi karena begitu besar kasih-Nya kepada dunia maka Dia mengutus Anak-nya ke dunia. Berapa besar pula kasih Yesus yang dengan rela hati menyerahkan nyawa-Nya karena kita. Memang seperti itulah makna anugerah. Allah memberikan keselamatan dan kehidupan dengan cuma-cuma kepada orang berdosa, yang seharusnya mendapat hukuman kekal [purnawan].

SMS from God: “Bapa begitu mengasihi Anak-Nya, tapi juga mengasihi manusia. Itu sebabnya Dia mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan manusia.”
Read More

Rabu, 06 Agustus 2014

Tanggungjawab Keluarga

Dari antara murid dan sahabat Yesus, hanya sedikit yang berani menunjukkan diri pada saat penyaliban. Yohanes menceritakan beberapa orang yang berani mendekati Yesus, yaitu “ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, istri Kleopas dan Maria Magdalena.”  Di sini kita melihat dukungan keluarga yang diberikan kepada Yesus. Tanpa memperhitungkan bahaya dan risiko lainnya, Maria tetap setia mendampingi anak-Nya.

Ketika Yesus melihat Maria, —ibu-Nya—yang didampingi oleh “murid yang dikasihi-Nya”, Dia berkata: "Ibu, inilah, anakmu!" Dan kepada pada murid, Yesus berkata: "Inilah ibumu!" Sajak saat itulah, murid itu lalu menerima Maria sebagai bagian dari anggota keluarga. Tindakan ini menunjukkan kepedulian Yesus kepada ibu-Nya, secara biologis. Dia ingin memastikan ada yang merawat ibu-Nya setelah kepergian-Nya.

Tindakan ini juga memiliki makna simbolik. Dengan melakukan “serah terima” ini, Yesus telah membentuk keluarga yang baru, yaitu kumpulan orang-orang percaya yang disebut dengan gereja. Inilah cikal bakal untuk jemaat yang baru.

Itu sebabnya, maka di antara anggota jemaat harus saling menjaga dan saling menolong, sebab pada dasarnya semuanya adalah satu keluarga. Setiap anggota jemaat memiliki tanggungjawab untuk menjaga anggota keluarga. Untuk saling menguatkan dan kalau perlu saling menegur. Sudahkah Anda menjadi bagian dari keluarga ini? [purnawan].

SMS from God: “c.”
Read More

Senin, 04 Agustus 2014

Berjalan di Taman

Penyaliban Yesus bersama dengan dua penjahat adalah sebuah kesengajaan. Para penguasa hendak menghina Yesus dengan menciptakan kesan bahwa Dia sederajat dengan para pelaku kriminal. Alkitab tidak mencatat nama kedua penjahat yang ada di kedua sisi Yesus ini, namun ada perbedaan sikap di antara mereka. Penjahat yang satu menghujat Dia, tapi penjahat yang lain mengakui Yesus sebagai Allah.

Bisa jadi, penjahat ini bersikap “baik” kepada Yesus karena berada dalam situasi terdesak. Mungkin dia berpikir, “Toh tak ada ruginya untuk meminta tolong kepada orang yang mengaku sebagai Allah. Siapa tahu, Dia memang Allah.” Tidak ada yang tahu motivasinya yang sesungguhnya. Namun jika mempertimbangkan tanggapan Yesus, penjahat ini memiliki niat yang baik. Yesus tentu mengenal isi hati penjahat ini.

Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”  Kata “Firdaus” berasal dari bahasa Persia. Artinya “sebuah taman yang bertembok.” Jika raja Persia ingin memberi penghormatan khusus kepada rakyatnya, maka dia akan mengundangnya untuk berjalan bersama-sama di dalam taman itu.

Janji Yesus kepada penjahat ini memiliki makna yang dalam. Yesus tahu bahwa Dia akan menang dan akan memerintah sebagai Raja. Hal itu pula yang diimani oleh penjahat tersebut, sehingga Yesus berkenan untuk mengundangnya berjalan bersama-sama Dia di taman Firdaus. Belum terlambat untuk bertobat[purnawan].

 

SMS from God: “Hidup berarti berada bersama Kristus, sebab di mana ada Kristus, di situlah kerajaan-Nya.” St. Ambrosius
Read More

Sabtu, 02 Agustus 2014

Ampunilah Mereka

Nats bacaan ini merupakan salah satu dari 7 Ucapan Yesus di Kayu Salib. Ucapan Yesus yang pertama ini berkaitan dengan pengampunan. Pengampunan merupakan salah satu tema utama dalam pengajaran-Nya. Dia pernah mengajarkan itu kepada murid-murid-Nya untuk mengasihi musuh dan mendoakan mereka (Mat 5:44). Kini, ketika berada pada situasi yang sesungguhnya, Yesus tetap konsisten pada ajaran-Nya itu. Dia tidak membalas kejahatan itu, tetapi justru memintakan pengampunan bagi orang yang telah menganiaya Dia.
Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. (Lukas 23:34)

Pada saat tubuh-Nya telah dipecah-pecahkan dan darah-Nya ditumpahkan, pada saat itulah Yesus bertindak sebagai Perantara antara Allah dan manusia dengan berdoa: “Bapa, ampunilah mereka….” Doa ini diucapkan pada momentum yang sangat pas, karena lewat pengorbanan Yesus di kayu salib, Allah memberikan pengampunan. Hubungan antara manusia dan Allah dipulihkan kembali.

Yesus telah memberi teladan dengan tepat. Ucapan Yesus di kayu salib ini merupakan doa syafaat untuk musuh-musuh-Nya. Dia tidak hanya mendoakan para prajurit Romawi yang menyalibkan-Nya tetapi juga kepada para pemuka agama Yahudi yang sangat membenci Yesus.

Dalam sebuah film, seorang tokoh berucap: “Revenge is sweet” (pembalasan itu nikmat). Namun hati kecil setiap orang yang melakukan pembalasan pasti terselip kekhawatiran munculnya pembalasan dari pihak musuh. Dia tidak merasakan damai sejahtera. [purnawan].

SMS from God: Pembalasan yang paling tepat untuk penganiayaan yang kita terima adalah pengampunan
Read More

Jumat, 01 Agustus 2014

Menangisi Yesus

Sejumlah besar orang yang gemar akan sensasi menggabungkan diri dengan rombongan yang berjalan menuju Golgota. Ada kemungkinan mereka berada dalam rombongan besar ini hanya karena memuaskan rasa ingin tahu saja, bukan karena bersimpati pada Yesus. Namun di antara kerumunan ini terdapat sejumlah perempuan, yaitu penduduk Yerusalem (namun bukan perempuan seperti tertulis pada ayat 49).
“Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia.” (Lukas 23:27)

Mereka menangisi dan mengaduh, sesuai dengan adat perkabungan di kalangan orang Yahudi. Ungkapan menangisi (Aslinya: memukul-mukuli dadanya) muncul juga dalam kisah pemungut cukai (Luk. 18:13). Ini sebuah tanda berkabung dan keprihatinan.

Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!” (ay. 28). Yesus pernah menangisi Yerusalem yang menolak Dia (Luk. 19:41). Kini, orang-orang yang pernah menolak ini akan mengalami kemalangan yang mengerikan. Yesus menubuatkan kehancuran yang akan dialami oleh penduduk Yerusalem.

 

Ketika melihat film tentang penyaliban Yesus, mungkin ada di antara kita yang ikut terharu dan merasa kasihan pada Yesus. Pertanyaannya, apakah kita pernah menangisi diri kita sendiri? Sebenarnya diri kita sendiri yang patut dikasihani. Kejahatan dan pemberontakan yang kita lakukan layak menerima murka Allah. Kita perlu menyesali dan menangisi diri sendiri dan anggota keluarga kita [purnawan].

SMS from God: Kita seharusnya menangisi kejahatan kita. Kini kita harus bergembira karena Allah menghapus hukuman kita.
Read More

Kamis, 31 Juli 2014

Dipaksa Memikul Salib

Menurut hukum Romawi, seorang hukuman biasanya diarak lebih dulu mengelilingi kota. Dia dikawal oleh empat serdadu di bawah pimpinan seorang centurio. Seorang serdadu berjalan paling depan membawa papan tulis yang mencantumkan perbuatan jahat orang tersebut.

Menurut kebiasaan, si terhukum sendiri yang harus mengusung salibnya. Mungkin karena sudah terlalu lemah, maka Yesus tidak kuat memikul kayu salib itu. Para serdadu lalu melihat sekeliling untuk melihat apakah ada orang yang dapat dipaksa untuk mengambil alih beban Yesus. Tetapi mereka tidak menemukan murid atau sahabat Yesus untuk menolong-Nya. Maka mereka memaksa Simon dari Kirene untuk memikul salib itu.
“ Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.” (Lukas 23:26)

Menurut Markus 15:20, Simon ini adalah ayah Alexander dan Rufus. Simon sedang dalam perjalanan pulang dari luar kota. Kota Kirene terletak di Afrika utara (kini Libia) dan menjadi pusat perantauan Yahudi pada abad I. [Menurut Kisah 2:10, hari raya Pentakosta digelar di Yerusalem yang dihadiri orang Kirene pula].

Lukas menggambarkan bahwa Simon menerima tugas itu begitu saja, tanpa berkata-kata. Dia tidak protes meski pemaksaan itu mungkin mengubah rencana dan tujuannya pada hari itu. Nats hari ini memberikan teladan bahwa ada waktunya kita “dipaksa” untuk memikul salib. Kita sudah punya rencana sendiri, tapi semua itu berantakan karena dipaksa untuk memikul salib. Namun meneladani Simon, hendaknya kita menjalaninya tanpa banyak mencari-cari alasan [purnawan].

SMS from God: Tidak ada satu pun salib yang enak dipikul. Kadang kita harus dipaksa supaya mau memikul salib.
Read More

Menyenangkan Banyak Orang

 

Pengadilan agama Yahudi telah menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus. Mereka menilai Yesus telah menghujat Yahwe. Menurut hukum agama Yahudi, hukumannya adalah dilempari batu hingga mati. Namun karena wilayah Yahudi  saat itu sedang dijajah oleh kekaisaran Roma, maka hukuman mati ini tidak dapat dilaksanakan tanpa persetujuan penguasa.

Maka mereka menghadapkan Yesus kepada Pilatus yang bertugas sebagai perfekt di Yudea. Namun Pilatus tidak menemukan alasan yang kuat untuk menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus. Karena perkara Yesus belum jelas, maka dia memanfaatkannya tradisi Yahudi untuk melepaskan diri dari persoalan ini. Setiap hari raya Yahudi, ada seorang narapidana yang dilepaskan “menurut permintaan orang banyak.” Pilatus lalu bertanya kepada orang banyak, siapa yang akan dibebaskan? Yesus atau Barabas? Pilatus rupanya salah perhitungan. Ternyata mereka memilih Barabas.

Pilatus semakin terpojok. Orang banyak menuntut supaya Yesus disalib.  Demi “memuaskan hati orang banyak”, maka Pilatus pun membebaskan Barabas dan menyerahkan Yesus untuk disiksa dan disalibkan.
“Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.” (Markus 15:15)

Demi menyelamatkan kedudukannya, Pilatus mengalah terhadap keinginan orang banyak. Situasi seperti ini pun masih sering ditemui dalam kehidupan modern. Di tengah masyarakat yang semakin sekuler, ketaatan kita pada Allah sering dianggap aneh dan ketinggalan zaman oleh kebanyakan orang lain.  Persoalannya, apakah karena ingin menyenangkan hati orang banyak, kita kemudian berkompromi dan menyembunyikan kekristenan kita? Semoga saja tidak! [purnawan]

SMS from God: Suara terbanyak belum tentu selalu yang benar. Kebenaran hanya terdapat pada Allah.
Read More

Selasa, 29 Juli 2014

Memikul Salib

Usai penghakiman, Yesus diserahkan kepada para prajurit Romawi untuk disesah. Yesus dicambuki menggunakan cemeti bertali-tali kulit yang diberi nama flagellum. Siksaan ini sangat melemahkan tubuh Yesus. Setelah itu, Dia harus memikul salib-Nya berjalan ke luar kota, menuju sebuah bukit.

Di sepanjang perjalanan, banyak orang berkerumun untuk melihat peristiwa ini. Ada bermacam reaksi di antara para ‘penonton’. Ada banyak orang yang ikut mencaci maki dan menghina Yesus. Tidak mustahil, di antara pencemooh ini terdapat juga orang-orang yang dulu pernah mengekor Yesus untuk mendengarkan pengajaran-Nya dan menyaksikkan mukjizat-Nya. Bahkan mungkin ada pula yang dulu mengelu-elukan Yesus ketika memasuki Yerusalem menggunakan keledai.
“Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.” (Yohanes 19:17)

Penderitaan yang dialami Yesus tidak hanya berupa sakit secara fisik saja, tetapi juga siksaan secara batin. Dimanakah para murid yang dulu pernah berjanji akan membela-Nya sampai mati? Di mana orang-orang sakit yang pernah disembuhkan-Nya? Di mana orang-orang yang pernah dilepaskan-Nya dari kuasa Iblis? Di mana pula ribuan orang yang pernah Dia beri makan siang gratis? Hanya sedikit orang yang memberikan dukungan ketika Yesus paling membutuhkan.

Ada pepatah mengatakan, “A friend in need, is a friend indeed”.  Teman yang memberikan bantuan pada saat yang paling dibutuhkan adalah sahabat yang sejati.  Pada saat kita sedang dalam situasi yang paling terpuruk, kita justru dapat mengetahui siapa saja sesungguhnya yang telah menjadi sahabat sejati. Yesus pernah mengalami situasi seperti ini. Itu sebabnya, Dia selalu menjadi Sobat kita yang setia, karena Dia tahu ketika dalam penderitaan, kita membutuhkan teman untuk berbagi beban[purnawan]

SMS from God: Teman sejati tidak pernah mengenal situasi. Dalam keadaan apa pun, dia tetap setia.
Read More

Minggu, 27 Juli 2014

Ratu Pemberani

Kitab Ester mirip dengan kitab Keluaran yang menceritakan tentang penindasan yang dialami oleh bangsa Israel. Kitab Ester mirip dengan Kidung Agung karena tidak mencantumkan nama Allah, tetapi “sidik jari” Allah tertera di dalamnya.

Bagian awal kitab ini menceritakan raja Ahasyweros yang mengadakan acara pesta selama enam bulan penuh. Dia ingin memamerkan kekayaan dan kekuasaannya. Yang diundang adalah para bangsawan, panglima militer dan pemimpin politik. Ahli sejarah memperkirakan ada sekitar 69.574 orang yang diundang. Sementara di luar istana, diadakan festival rakyat yang diperkirakan dihadiri 10 ribu orang.
“ Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda…. supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.  Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.” (Ester 1:10-12)

Setelah pesta berjalan seminggu, sang Raja, yang mungkin dalam keadaan mabuk, ingin memamerkan hal yang lain, yaitu kecantikan isterinya. Dia memerintahkan agar Wasti, sang ratu, menghadap raja dengan memakai mahkota kerajaan. Ada ahli sejarah yang menafsirkan bahwa dengan perintah ini berarti sang ratu harus menghadap hanya mengenakan mahkota kerajaan.

Sang ratu menolak perintah ini. Dia memutuskan untuk tidak mempermalukan diri di hadapan tamu-tamu yang sedang mabuk. Meskipun konsekuensinya dia harus dicopot dari kedudukan yang sangat terhormat, tapi Wasti berani berkata tegas: “Tidak!”

Ketika Anda diperintahkan untuk melakukan perbuatan yang salah, apa yang Anda lakukan? Apakah Anda akan melakukan kompromi, apalagi jika pekerjaan atau jabatan Anda menjadi taruhannya? Atau apakah Anda akan berdiri tegak dan menolaknya dengan tegas? [purnawan].

SMS from God: Apa pun taruhannya, jika harus mengorbankan martabat dan kehormatan, maka kita harus tegas menolak.
Read More

Sabtu, 26 Juli 2014

Memahami Pikiran Allah

Ilmuwan terkenal, Albert Einstein berkata, "Saya ingin tahu bagaimana Allah menciptakan dunia ini. Saya tidak tertarik pada fenomena ini atau itu; dalam spektrum ini atau elemen itu. Yang terutama ingin saya pahami adalah pikiran-Nya, maka yang lain akan mudah dipahami.”

Einstein adalah seorang jenius nomor wahid. Dia menciptakan teori relativitas, serta teori tentang ruang dan waktu yang menjelaskan dasar-dasar tentang alam semesta ini. Orang awam pasti kesulitan memahami teori ini, namun teorinya ini telah terbukti benar. Sebagian besar di antara kita pasti kesulitan memahami teori ini. Meskipun demikian, kita harus yakin bahwa teorinya itu benar.

Hal serupa dapat kita lakukan dalam memahami cara kerja Allah. Nats kita melukiskan perbedaan antara pikiran manusia dan pikiran Allah itu setinggi langit dan bumi. Dengan kata lain tak ada batasnya. Kita hampir mustahil memahami pikiran Allah. Kita pasti kesulitan dalam memahami cara atau jalan yang dipakai oleh Allah. Meski begitu, kita dapat meyakini kebenaran janji-Nya bahwa rancangan Allah selalu terbaik untuk kita.
“ Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.  Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:8-9)

Yang harus kita lakukan adalah menanggapinya dengan iman. Kita harus bersungguh-sungguh mencari dan berpaling kepada Allah. Penulis Ibrani (11:6), menyatakan bahwa Allah akan memberi hadiah kepada “orang yang sungguh-sungguh mencari Dia”. Kita tidak membutuhkan otak secerdas Albert Einstein untuk memahami rencana Allah. Yang perlu kita lakukan adalah berpaling kepada Allah, dan setelah itu melakukan kehendak-Nya[purnawan].

SMS from God: Jika Anda tidak mampu memahami rancangan Allah, terima saja dengan iman. Percayailah bahwa rancangan-Nya adalah yang terbaik.
Read More