Senin, 06 Juni 2011

Ucapan Terimakasih

Kolose 3:18-4:6

“Ingatlah bahwa kalian akan menerima upah dari Tuhan. Apa yang disediakan Tuhan untuk umat-Nya, itulah yang akan diberikan kepadamu. Sebab majikan yang sebenarnya sedang dilayani oleh kalian adalah Kristus sendiri.” (Kolose 3:24 BIS)

 

Kotak kue yang dibeli Debra Rogoff dari toko berisi kejutan. Di dalamnya terdapat amplop berisi uang 10.000 dollar. Wanita ini amat heran, bagaimana uang sebanyak itu bisa ada di dalam sebuah kotak kue yang dibelinya? ”Kami berpikir, ini pasti uang milik seseorang. Kami tidak merasa enak hati menggunakannya,” kata Rogoff. Keluarganya kemudian menghubungi polisi.

Dari pemilik toko, polisi mendapatkan informasi milik seorang nenek yang pernah membeli barang di toko itu. Dia kembali toko itu dengan sangat histeris. Masalahnya, si nenek telah mengembalikan kotak makanan yang salah. Maksud hati, dia ingin mengembalikan kotak kue yang tidak disukainya dan menggantikannya dengan kue yang lain. Namun, si nenek mengembalikan kotak kue lain, tempat dia sebelumnya menempatkan uang sebesar 10.000 dollar AS, tabungan yang dikumpulkannya sepanjang hidup.

Nenek itu tidak percaya pada bank di AS. Maka dia menyimpan uangnya di kotak kue itu. Sungguh mulia perbuatan Rogoff. Namun dia tidak pernah mendengar ucapan terima kasih dari nenek itu dan tidak mendapatkan imbalan.

Pernahkah Anda berbuat baik pada seseorang, tapi orang tersebut tidak mengucapkan terimakasih kepada Anda? Kami pernah mengalaminya. Ketika mereka ditimpa musibah, maka kami membantu mereka selama berbulan-bulan. Namun ketika kami akan membangun kembali gereja yang hancur akibat bencana, sebagian kecil dari mereka menentangnya.

Secara batin ini menyakitkan karena merasa kebaikan kami tidak dihargai. Namun karena ingat bahwa upah kami telah disediakan Tuhan, maka hati kami mendapat penghiburan. [Purnawan]

 

SMS from God: Kita hanya pelayan Allah. Segala pujian dari pekerjaan kita adalah milik Majikan kita.

 

 
Read More

Kebohongan Itu Menular

1 Petrus 3:8-12

"Orang yang mau menikmati hidup dan mau mengalami hari-hari yang baik, harus menjaga mulutnya supaya tidak membicarakan hal-hal yang jahat dan tidak mengucapkan hal-hal yang dusta.” (1 Petrus 3:10--BIS)

 

Ketika mengantar ibunya, Ben dihentikan Polisi karena melanggar rambu. "Coba saya lihat surat-suratnya," ujar pak Polisi. Ben menunjukkan SIM dan STNK mobil.

"Lho, alamatnya di asrama, siapa yang polisi?" tanya pak Polisi.

"Oh yang polisi bapak saya, Pak," jawab Ben berbohong. Padahal, alamat pada SIM milik Ben hanyalah alamat pinjaman. Ayahnya sendiri adalah pengusaha. Pak Polisi lantas mengalihkan pertanyaannya kepada Ibunya.

"Anda ibunya?"

"Ooh bukan Pak, saya tetangganya," jawab sang ini berbohong.

Setelah beberapa lama terdiam, polisi itu membiarkan Ben jalan. Masalah tidak selesai. Ben tiba-tiba mempertanyakan sikap ibunya yang tidak mau mengakuinya sebagai anak. Dengan terbata-bata Elis menerangkan, "Kalau tadi mengaku sebagai ibumu, nanti kalau ditanya soal ibu-ibu Bayangkari [organisasi istri polisi], kan ibu enggak bisa jawab," kata sang ibu.

***

Orang yang menipu tidak akan dapat menikmati hidupnya. Dia tidak akan mengalami hari-hari yang baik. Meski bisa menyembunyikan kebohongannya tapi dia akan tetap dikejar-kejar perasaan bersalah. Hati kecilnya akan selalu was-was karena takut kebohongannya terbongkar.

Ketika orang lain mencium aroma kebohongan, maka dia akan membuat kebohongan lain untuk menutupi kebohongan yang lama. Keadaannya akan semakin kompleks dan rumit karena setiap kebohongan akan beranak-pinak berlipat-lipat. Hingga akhirnya dia tidak dapat mengendalikan komplikasi dari kebohongannya. [Purnawan]

SMS from God: Kebocoran besar biasanya didahului dengan kebocoran kecil yang tidak segera diperbaiki. Demikian juga kebohongan.

 
Read More

Memberi Maaf

Matius 6:5-15

“Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami” (Matius 6:12 )

 

Saat mengikuti rapat di luar kota, datang SMS dari isteri saya. Dia mengabarkan bahwa kening Kirana, anak kami, benjol. Kejadiannya di playgroup. Dia terjatuh karena didorong oleh temannya. Tidak jelas kepalanya terbentur oleh apa, tapi yang jelasnya keningnya lebam dan berdarah.

Sorenya, saya mengajak mengobrol Kirana. Dengan penuh semangat, menggunakan kata-kata yang sederhana dia menceritakan peristiwa itu. Ketika itu dia sedang main perosotan. Salah seorang temannya, yang memang sangat aktif, mendorong dia sampai jatuh.

"Apakah temanmu sudah meminta maaf?" tanya saya.

"Sudah," jawab Kirana.

"Apakah Kirana mau memaafkan?"

"Iya."

***

Sebagaimana meminta maaf, maka memberi maaf pun harus dibiasakan sejak kecil. Ini adalah bagian dari kehidupan yang sangat penting. Yesus mengajarkan bahwa di dalam memintakan ampun pada Bapa, terkandung juga dimensi pengampunan kepada sesama. Sebagaimana Bapa telah mengampuni kita, maka kita pun bersedia mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Sekalipun orang tersebut tidak merasa bersalah dan tidak meminta maaf.

Tuhan Yesus sudah memberi teladan bahwa mengampuni itu bukan tindakan reaksi, melainkan tindakan proaksi. Sekalipun para penyalib-Nya tidak meminta maaf, tetapi Yesus memintakan ampun bagi mereka kepada Bapa (Luk. 23:34). Sebelum memintakan ampun, Tuhan Yesus pasti lebih dulu mengampuni mereka [Purnawan].

SMS from God: Mengampuni adalah tindakan proaktif, bukan tindakan reaktif.

 

 
Read More

Menyembunyikan Perbuatan

Mazmur 69:1-37

Ya Allah, Engkau mengetahui kebodohanku, kesalahan-kesalahanku tidak tersembunyi bagi-Mu.” (Mazmur 69:5)

 

Paras cantik memang tak selamanya mencerminkan perilaku cantik. Gara-gara terungkap pernah melakukan penggelapan dengan kartu kredit, Miss World Singapore 2009 Ris Low (19 thn) terpaksa menyerahkan gelarnya. Perempuan tercantik Singapura ini memutuskan hal tersebut setelah media massa setempat memberitakan habis perbuatannya yang tak terpuji.

Menurut media lokal, Ris Low pernah melakukan tindak "pencurian" dengan tujuh kartu kredit saat ia bekerja di sebuah klinik medis. Ia pernah membeli berbagai keperluan, termasuk pakaian dalam wanita, gelang, dan telepon seluler senilai sekitar 8.000 dollar Singapura atau senilai hampir Rp 51 juta secara tidak sah dengan kartu kredit. Akibatnya, dia pernah divonis dua tahun hukuman percobaan karena tindak penggelapan dengan kartu kredit.

Rasa sesal selalu datang belakangan. Ris Low mungkin akan menyesali perbuatan konyolnya. Apa yang diperbuat pada masa lalu tidak akan mungkin dihapuskan. Sejarah akan mencatatnya demikian. Entah itu perbuatan terang atau kelam.

Itu sebabnya, pentinglah untuk selalu bijak dalam bertindak. Seseorang mungkin dapat menyimpan rapat kejahatan yang pernah diperbuatnya sehingga tak seorang pun yang tahu. Akan tetapi tidak ada kejahatan yang tak akan terbongkar. Tidak ada misteri yang tak terpecahkan. Mungkin bukan pada masa kehidupan di dunia ini. Yang pasti, Allah selalu mengetahui kebodohan perbuatan kita di dunia ini [Purnawan]

SMS from God: Setiap perbuatan kita di dunia fana ini memiliki dampak kekekalan. Jangan bertindak bodoh.

 
Read More

Tidak Cukup

Pengkhotbah 5:7-6:12

“ Orang yang mata duitan, tidak pernah cukup uangnya; orang yang gila harta, tidak pernah puas dengan laba. Semuanya sia-sia.” (Pengkhotbah 5:10 BIS)

 

Sudah biasa jika seorang konsumen meminta ganti rugi. Akan tetapi nasabah yang satu ini keterlaluan dalam meminta kompensasi atas ketidaknyamanan yang dialaminya. Dalton Chiscolm yang tidak puas dengan pelayanan Bank of America menuntut ganti rugi 1.784 miliar triliun dollar AS. Dia juga meminta dana tambahan sebesar 200.164.000 dollar AS.

Percobaan mengeruk keuntungan oleh Chiscolm ini tidak berhasil terwujud. Uang kompensasi yang diminta Chiscolm memang tidak masuk akal, lebih besar daripada sekstiliun dollar AS atau angka 1 dengan 21 nol di belakangnya. Jumlah itu lebih besar daripada produk domestik bruto AS perkiraan Bank Dunia yang sebesar 60 triliun dollar AS.

Kalau menuruti keinginan, kita pasti tidak akan pernah puas. Dahulu, kita menyangka sudah puas dengan HP yang hanya bisa untuk menelepon. Yang penting dapat tetap berkomunikasi dimana pun. Namun ketika ada fasilitas SMS, maka kita meninggalkan HP yang lama. Ini terus berlanjut ketika berbagai inovasi ditambahkan, mulai dari layar warna, dering polyphonic, bluetooth, infrared, kamera, agenda, java sampai dengan push email. Saya yakin, kebanyakan kita belum menggunakan fasilitas HP denan maksimal? Tengoklah HP Anda, apakah Anda telah memakai semua fasilitas itu? Apakah Anda telah membayar lebih mahal untuk fasilitas yang tidak pernah Anda pakai?

Kepada Timotius, Paulus menyarankan supaya mencukupkan diri dengan yang dia miliki. Menurut Paulus agama memberikan keuntungan yang besar, kalau orang puas dengan apa yang dipunyainya (1 Tim.6:6). Kata kuncinya adalah puas dan mensyukuri anugerah Allah [Purnawan].

SMS from God: Bersyukur itu artinya menggunakan dan menikmati anugerah Allah dengan penuh sukacita.

 
Read More

Non Proletisi

Matius 6:1-4

“ Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.” (Matius 6:3)

 

Saya yakin banyak orang yang belum memahami kata “nonproletisi." Menurut UU. no 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, salah satu prinsip dalam penanggulangan bencana adalah ‘nonproletisi.'  Nonproletisi adalah larangan untuk menyebarkan agama atau keyakinan pada saat keadaan darurat bencana, terutama melalui pemberian bantuan dan pelayanan darurat bencana.

Penyebaran agama itu bukan sesuatu yang buruk. Hampir semua agama mengajarkan supaya pemeluknya menyebarkan ajarannya kepada orang lain. Jika seseorang menemukan sesuatu yang baik dari suatu ajaran, maka tak ada salahnya jika dia memberitahukannya kepada orang lain. Bukankah ini hal yang baik.

Yang menjadi masalah adalah jika penyebaran agama itu dilakukan secara manipulatif. Dalam kondisi normal, perpindahan keyakinan sesungguhnya adalah hak setiap orang sepanjang hal itu dilakukan dengan kesadaran dan kerelaan orang itu sendiri. Namun dalam situasi darurat, ada kemungkinan orang ‘terpaksa’ meninggalkan keyakinannya yang lama karena iming-iming bantuan. Ini seperti Esau yang menyerahkan hak kesulungannya kepada Yakub demi semangkuk sup kacang merah.

Bantuan hendaknya diberikan dengan tulus tanpa ada agenda yang tersembunyi. Yesus mengajarkan “hendaklah tanganmu yang kiri tidak tahu apa yang diperbuat oleh tangan kananmu.” Itu artinya, kalau hendak menolong, maka tolonglah dengan sebenar-benarnya, berdasarkan belas kasihan. Bukan karena ada pamrih.

SMS from God: Biarlah Dia ada yang ada di tempat tersembunyi mengetahui perbuatan baik yang engkau lakukan.

 
Read More

Apa Itu?

Efesus 6:1-9

“ Hormatilah ayahmu dan ibumu—ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:” (Efesus 6:2)

 

Dua orang, bapak dan anak, duduk di kursi taman depan rumah. Sang anak yang sudah jadi pria dewasa asyik membaca koran. Sang bapak yang beranjak sepuh memandang lepas ke depan. Tiba-tiba sang bapak bertanya, "Apa itu?"

"Itu burung pipit," jawab sang anak singkat.

"Apa itu?" tanya sang bapak lagi.

"Itu burung pipit, pak" jawab anaknya mulai jengkel. Si bapak terdiam.

"Apa itu?"

Dengan wajah kesal, sang anak membuang korannya.

"Itu burung pipit, pak," katanya dengan nada tinggi.  "Itu bu....rung...piiii....piiiit"," ulangnya seperti mengajari anak kecil.

Sang Bapak lalu masuk ke dalam rumah dan keluar lagi sambil membawa buku tulis lusuh. Dia membuka halaman tertentu dan memberikannya pada anaknya.

"Baca yang keras!" perintah bapaknya.

"Suatu hari aku bermain bersama anak laki-lakiku di sebuah taman," baca sang anak. "Anakku baru berumur 3 tahun. Dia bertanya tentang burung pipit sebanyak 21 kali. Aku pun menjawab sebanyak 21 kali pula."

Suara sang anak mulai tergetar. "Setiap kali dia bertanya, aku menjawab sambil memeluknya. Aku tidak pernah menjadi kesal karena berulang-ulang menjawab pertanyaan yang sama. Itu karena aku mengasihinya."

Sang anak tertegun usai membaca buku harian bapaknya. Dia memeluk bapaknya dengan penuh haru.

Ini adalah film pendek dari Yunani buatan tahun 2007. Film sederhana ini menggugat kesadaran kita betapa kita sering tidak sabar menghadapi orangtua kita. Padahal bila dibandingkan kelakuan masa kecil kita, mungkin perilaku kita ketika masih kanak-kanak lebih mengesalkan hati orangtua kita, bahkan membuat orang kita bersedih.

SMS from God: Tanpa ayah dan ibu, Anda tak akan ada di dunia ini. Maka kita wajib memberi hormat kepada mereka.

 
Read More

Cepat Mendengar

Yakobus 1:19-27

“Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah” (Yakobus 1:19)

 

Secara ilmiah dapat dibuktikan bahwa proses "mendengar" itu lebih cepat daripada berkata-kata dan marah. Dalam ilmu Psikologi dijelaskan tentang proses mendengar sebagai berikut: Pertama-tama manusia mendapat rangsangan berupa suara melalui telinganya. Rangsangan itu kemudian disalurkan ke otak untuk selanjutnya diolah menjadi informasi yang bermakna.

Sedangkan proses berkata-kata dimulai dari rangsangan melalui panca indra, kemudian disalurkan ke otak untuk diolah menjadi informasi. Informasi itu ditanggapi oleh otak dengan menyalurkan kepada otot-otot lidah dan mulut untuk bergerak mengucapkan kata-kata.  Proses kemarahan pun hampir sama dengan berkata-kata. Bedanya, tindakannya bukan hanya berkata-kata saja, tapi kadang juga menggerakkan anggota tubuh lain untuk menyakiti orang lain.

Rasul Yakobus menasihati supaya kita cepat mendengar. Artinya, kita mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tetapi tidak gegabah mengambil kesimpulan dan bertindak dengan sembrono. Berikan keleluasaan kepada kedua telinga kita untuk menyerap informasi, dan kendalikan mulut kita dengan baik.

Ketika kita melepaskan anak panah dari busur, kita masih mungkin mengambil anak panah itu kembali. Tapi goresan ujung panah itu tetap membekas. Demikian pula lontaran kata-kata yang menghujam batin orang lain. Kita mungkin dapat menariknya kembali tapi luka-luka batin itu akan tetap membekas [Wawan]

SMS from God: Kita diberi telinga dan satu mulut dengan maksud supaya kita lebih banyak mendengar daripada berbicara.

 
Read More

Jeda

Markus 6:30-44

Banyak sekali orang yang datang dan pergi, sehingga untuk makan pun Yesus dan pengikut-pengikut-Nya tidak sempat. Sebab itu Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, "Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi, di mana kita bisa sendirian dan kalian dapat beristirahat sebentar.” (Markus 6:31--BIS)

 

Kalimatinisengajaditulistanpamenggunakanspasi. Bagaimana perasaan Anda membaca kalimat pertama ini?  Tentu ada perasaan tidak nyaman, sesak dan susah memahami maknanya. Itulah arti penting "spasi." Spasi adalah ruang kosong yang memisahkan satu kata dengan kata yang lain.

Meskipun "kosong", bukan berarti tidak ada artinya sama sekali. Ruang kosong ini memberi kesempatan kepada kita untuk berhenti sejenak, beristirahat dan berolah batin. Dalam musik kita mengenal interlude, yang memberi ruang kosong untuk memulai lagu berikutnya. Ruang kosong ini memberi kesempatan kepada batin untuk meresapi dan merasakan keindahan lagu tersebut.

Dalam syair-syair yang ditulis oleh pemazmur kita mengenal istilah "sela". Fungsinya pun hampir sama. Ia bukan sekadar pemanis kata. Ia berfungsi memberi ruang kepada jemaah untuk merenungkan dan mencerna syair-syair yang dilantunkan.

Hidup manusia juga membutuhkan jeda. Jika garis kehidupan kita itu ibarat perjalanan peziarah, sesungguhnya jejak-jejak kaki kita tak selamanya sejajar. Ada kalanya, tapak itu berbelok sejenak untuk beristirahat. Ini adalah kesempatan untuk memulihkan kekuatan, sekaligus melihat kembali apakah jalan yang ditempuh sudah tepat.

Yesus tahu bahwa banyak orang yang membutuhkan pelayanan-Nya. Tapi Dia juga menyadari sepenuhnya bahwa murid-murid-Nya juga butuh beristirahat. Maka Dia mengajak mereka untuk mengasingkan diri.  Sebagai murid Kristus, kita butuh istirahat. [Purnawan]

SMS from God: Kita butuh spasi dalam kehidupan kita supaya tidak terasa sumpek

 

 
Read More

Dua itu Lebih Baik

Pengkhotbah 4:7-16

“Dua orang yang bepergian bersama dapat menangkis serangan, tapi orang yang sendirian mudah dikalahkan. Tiga utas tali yang dijalin menjadi satu, sulit diputuskan.” (Pengkhotbah 4:12 BIS)

 

Terjadi keanehan saat kami bersiap pulang ke Yogyakarta menggunakan pesawat ultra ringan. Ketika pak Agus, pilot, mengecek tangki bahan bakar di sayap sebelah kiri, volumenya sudah berkurang. Namun saat mengukur tangki pada sayap sebelah kanan, isinya tidak berkurang. Anehnya justru bertambah banyak! Padahal pesawat itu sudah menempuh perjalanan dari Yogyakarta ke Tasikmalaya. Ada apa ini?

Semua instrumen sudah diperiksa dan semuanya berfungsi normal. Teknisi di landasan militer juga ikut memeriksa, tapi nihil. Pak Agus lalu menelepon temannya yang punya pesawat berjenis sama. Dia menceritakan persoalan yang dihadapinya. “Apakah kamu pernah mengalami hal ini?” tanya pak Agus.

“Coba periksa pesawatmu,” saran temannya, ”Apakah pesawatmu diparkir dengan kondisi miring?”

Pak Agus menurut. Dia memeriksa ketinggian sayap sebelah kanan, lalu dibandingkan dengan sayap kiri. Eureka!!! Kasus terpecahkan. Karena diparkir selama berjam-jam dengan kondisi miring, dan karena dua tangki itu berhubungan, maka cairan yang ada di tangki kanan mengalir ke tangki kiri.

Raja Salomo menulis, dua orang yang bepergian bersama-sama akan relatif lebih aman dari perampokan karena mereka bisa bahu-membahu membela diri. Demikian juga, gagasan dari banyak orang itu kadang lebih baik daripada satu orang saja. Orang lain dapat melihat dari sisi yang tidak kita perhatikan. Maka ketika menghadapi masalah, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan dan nasihat orang lain. Kita membutuhkan orang lain untuk menunjukkan selumbar di mata kita, yang tidak kita sadari [Mat. 7:3].[Purnawan]

SMS from God: Pepatah tua ini tetap bertuah: Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.
Read More