Selasa, 26 Agustus 2008

Buku Humor Terbaru

Telah terbit Buku Humorku jilid 7 dan 8. Setelah menunggu sekitar tiga tahun, akhirnya buku humorku terbit juga. Naskah ini sebenarnya sudah diserahkan ke penerbit pda bulan September 2005, namun karena berbagai alasan, akhirnya baru terbit sekarang. Naskah ini memegang rekor terlama dalam hal proses penerbitan bukuku. Tapi rekor ini masih akan terpecahkan. Soalnya, buku ini sebenarnya satu buku besar yang dipecah menjadi 3 judul buku kecil. Masih ada bagian ketiga yang masih belum terbit.

Covernya gaul banget dengan warna-warni ngejreng. Finishing menggunakan metode laminating plastik sehingga kelihatan mengkilap.

Berikut Pengantar Tawa buku tersebut:

"Dokter, telinga saya seperti mendengar bunyi deringan."
"Jangan diangkat!"

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tertawa itu berpengaruh baik untuk kesehatan. Artikel berjudul Science of Laughter, yang dimuat dalam Situs Discovery Health menulis: "Ketika kita tertawa, sel pembunuh alami yang membasmi tumor dan virus mengalami peningkatan, termasuk juga pertambahan Gamma-interferon (sebuah protein yang melawan penyakit), Sel-T (penting untuk sistem kekebalan tubuh) dan sel-B (yang meningkatkan antibodi). Selain menurunkan tekanan darah, tertawa juga dapat mempercepat proses penyembuhan."

Humor dapat meringankan sakit. Seorang yang tertawa akan melepaskan painkiller alami yang disebut endorphin. Sementara itu, guyonan baik yang dilakukan secara teratur dapat membantu pikiran fokus pada sesuatu dan mengesampingkan rasa sakit.
Manfaat tertawa paling spektakuler dialami oleh Norman Cousins. Dia menderita penyakit langka dan terbaring tak berdaya di rumah sakit. Ketika dokter mengatakan penyakitnya tak mungkin tersembuhkan, Cousins keluar dari Rumah Sakit. Dia berpikir, jika hati yang sedih berpengaruh buruk bagi kesehatan, maka hati yang gembira pasti punya efek sebaliknya. Maka, dia pun menyewa proyektor dan film-film lucu.
Tak berapa lama, dia segera mendapat manfaatnya. Hanya dengan tertawa selama 10 menit, ternyata dapat membuatnya tidur nyenyak selama dua jam. Secara ajaib, penyakitnya juga mulai mengalami kesembuhan. Setelah kisah hidupnya ini dimuat di New England Journal of Medicine, Cousins menerima lebih 3000 surat kekaguman dari para dokter di seluruh dunia.

Dokter berkata, "Anda akan hidup sampai usia 60 tahun."
"Sekarang saya berumur 60 tahun.!"
"Nah, betul 'kan kata saya?"

Tertawa juga bermanfaat bagi kesehatan mental karena dapat mengurangi tingkat stress, memadamkan amarah dan merukunkan keluarga pada masa-masa susah. Menertawakan diri sendiri atau sebuah kejadian dapat membantu kita melihat sebuah permasalahan dari sudut pandang yang berbeda. Hal ini akan meningkatkan objektivitas dan pemahaman dalam memandang sebuah peristiwa.
Tertawa merupakan jarak terpendek di antara dua orang. Demikian kata pepatah lama. Tertawa bersama dapat mempererat ikatan di antara dua orang. Pernikahan dan keluarga membutuhkan humor dalam kehidupan sehari-hari. Selain untuk mengakrabkan, humor juga dapat meringankan hati pada saat keluarga itu menjalani masa-masa kehidupan yang berat.

Seorang laki-laki bercakap-cakap dengan temannya.
“Aku baru saja bertengkar dengan istriku.”
“Oh, ya? Lalu bagaimana akhirnya?” tanya temannya.
“Begitu selesai bertengkar, istriku mendatangiku sambil berlutut dan menundukkan kepalanya.”
“Wah hebat, dong,” ujar temannya kagum, “lalu dia bilang apa?”
“Dia berkata begini: ‘Hei keluar dari bawah ranjang, pengecut!’”

Dalam kehidupan sosial, humor dapat digunakan untuk memecahkan suasana kebekuan dalam sebuah pertemuan. Sebuah rapat yang semula berlangsung alot, panas dan menuju pada deadlock, akhirnya menjadi cair dan mengalami kemajuan berkat campur tangan humor. Pengkhotbah, pembicara dan pendidik dapat memanfaatkan humor untuk memancing perhatian khalayak.
Saya berharap buku kecil ini dapat memancing inspirasi untuk selalu bersukacita dalam kehidupan sehari-hari. Hidup ini indah! Hidup ini terlalu singkat dan terlalu berharga untuk dijalani dengan muka cemberut. Bersukacitalah! Terimakasih saya kepada penerbit Metanoia yang setia menebarkan benih-benih sukacita ini pada semua orang.

"Hati yang gembira menyehatkan badan; hati yang murung mematahkan semangat." --
Amsal 17:22


Purnawan Kristanto

****

Sedangkan tulisan berikut ini terpampang di sampul belakangnya:
Kapan terakhir kali anda tertawa lepas tanpa terganggu oleh masalah yang sedang Anda hadapi ? rutinitas yang kita jalani setiap hari terkadang membuat kita lupa bahwa sekadar tertawa pun perlu kita lakukan setiap hari karena tertawa bisa membuat kita tetap gembira, lepas dari ketegangan, dan jauh stress. Tertawa tidak hanya memunculkan kegembiraan, tetapi juga bermanfaat dalam penyembuhan berbagai penyakit. Banyak penelitian menunjukkan bahwa tertawa memberikan efek positif pada kesehatan seseorang. Jadi sudahkah Anda tertawa hari?
Baca Tulisan lainnya di blog Purnawan Kristanto [http://purnawan-kristanto.blogspot.com
]
Read More

In memoriam pdt. Christian Nuryadi

Pertemuan saya dengan pdt. Christian Nuryadi masih dapat dihitung dengan jari-jari tangan. Pertemuan pertama terjadi saat beliau bertindak sebagai petugas pencatatan sipil pernikahan kami. Karena kebijaksanaan pemerintah yang rasis, maka pendeta di gereja kami tidak mungkin diangkat menjadi petugas pencatatan sipil. Oleh karena itu, jika ada pemberkatan pernikahan maka biasanya kami meminta tolong pak Nur.  Ketika itu, pendeta GKJ Klaten ini masih terbilang sehat. SUaranya pelan, tenang tapi tegas.

Beberapa minggu kemudian, kami bertamu ke rumah pastori pak Nur untuk mengambil surat kawin yang sudah jadi. Kondisinya sudah sangat berbeda. Pria kelahiran 9 Nopember 1948 ini baru saja mengalami serangan stroke yang pertama. Beliau masih bisa berjalan sendiri, tapi bicaranya sudah pelo.  Dia hanya bisa sepatah dua patah kata yang bahkan tidak dapat kami pahami maksudnya. Maka komunikasi hanya dilakukan dengan bahasa tubuh: mengangguk, tersenyum dan menggeleng kepala. Setelah itu, kami hanya sesekali bertemu dalam acara kondangan. Biasanya hanya menyapa beberapa patah kata, bersalaman, lalu berpisah.

Senin siang (25 Agustus), kami melayat ke keluarga adik bu Suyono. Di sana kami bertemu dengan pdt. Sugeng Prasetyo dari GKJ Klaten yang menginformasikan bahwa pak Nur dalam keadaan koma di R.S. Bethesda. Ada banyak cairan di otaknya, tapi tidak dapat segera dioperasi karena kondisi badan pak Nur mengalami demam sangat tinggi. "Kondisinya seperti buah simalakama," kata pak Sugeng.

Usai melayat kami segera mengarahkan sepeda motor ke R.S. Bethesda, Yogyakarta. Kami bergegas menuju paviliun Gardenia 5 melalui ruang UGD. Akan tetapi ketika melewati ruang operasi kami melihat ibu Sri Suprihantin, yaitu istri pak Nur dan Siwi, anaknya ada di ruang tunggu. Rupanya saat itu pak Nur sedang menjalani operasi traketomi, yaitu pembuatan lubang di leher untuk saluran pernapasan. Setelah ikut menunggu kurang dari 20 menit, operasi sudah selesai. Sekitar pukul 13.30, pak Nur dibawa kembali ke kamar perawatan. Mungkin karena pengaruh anestesi, matanya masih terpejam dan tidak menyadari kehadiran kami. Nafasnya masih tersengal-sengal dengan bantuan selang oksigen. Beberapa menit kemudian, ada seorang ibu, majelis dari GKI Gejayan datang untuk membezoek. Setelah mengobrol sejenak, terungkap bahwa ibu ini ternyata calon besan pak Nur.

Istri saya lalu minta izin untuk mendoakan pak Nur. Kami berenam menyatukan roh dan jiwa untuk meminta pertolongan dari Tuhan. Usai berdoa, kami berpamitan pulang.

Lewat pukul 17.00, istri saya mendapat SMS dari ibu Dewi Retno Murni bahwa pak Nur sudah dipanggil oleh Allah yang dilayani sebagai pendeta sejak 11 September 1984. Istri saya belum bisa percaya karena ketika kami tinggalkan, kondisinya masih stabil. Dia menelepon rumah pak Nur di Klaten, tapi tidak ada yang mengangkat. Dia lalu menghubungi pdt. Sutomo dari GKJ Gondangwinangun, Klaten dan mendapat konfirmasi bahwa berita itu benar. Tiga bulan lagi sebenarnya pak Nur akan memasuki masa emeritus. Namun Allah rupanya menghendaki pak Nur memasuki masa istirahatnya di sorga.

--***--

 

Ibadah Pangrukti Layon dilakaksanakan hari Selasa, 26 Agustus, pukul 13.0o, di GKJ Klaten. Ibadah ini dilayani  Pdt. (em) Djimanto Setyadi, dari GKJ Kebonarum. Dalam khotbah penghiburan, Pak Ji mengutip Roma 11:33,36: "O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!"

Semua orang pasti mati, demikian tutur pak Ji. Dia lalu mengutip ayat Pengkhotbah 8:8: "Tiada seorangpun berkuasa menahan angin dan tiada seorangpun berkuasa atas hari kematian. Tak ada istirahat dalam peperangan, dan kefasikan tidak melepaskan orang yang melakukannya."Meski sudah tahu bahwa kematian itu pasti ada dan tidak dapat ditolak, namun ketika saat kematian itu datang tak pelak masih menimbulkan perasaan bingung dan sedih.  Demikian juga dengan kematian pdt. Christian Nuryadi. Kematian ini tentu sangat mengejutkan karena kehadiran pak Nur masih dibutuhkan oleh keluarganya. Anaknya, Endah, sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan. Tentunya dia ingin didampingi oleh bapaknya ketika memasuki gerbang pernikahan itu.

Kebingungan mungkin juga dialami oleh jemaat GKJ Klaten. Saat ini mereka sedang mempersipkan diri untuk menyiapkan upacara ibadah emeritasi bagi pak Nur. Namun Allah sudah memanggil lebih dulu.

Meski begitu, orang percaya bahwa kehidupan dan kematian ada di tangan kedaulatan Allah. Tidak seorang pun yang dapat menduga kehendak Allah. Semuanya selalu menjadi misteri bagi manusia. Itu sebabnya, manusia hanya bisa pasrah dan kagum pada Allah, sebagaimana diucapkan oleh Paulus: "O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!"

Pada bagian lain, pak Djimanto mengungkapkan kenangan dalam pergaulannya dengan pak Nur. Menurutnya, pdt. Christian Nuryadi adalah sosok yang senang berteman. Dalam istilah Jawa disebut "sumadulur."  Pak Nur juga dapat mengendalikan emosi dengan baik. Ketika sedang marah, dia jarang sekali kelihatan sangat murka. Hal itu karena hatinya yang kaya dengan pengampunan. Dia tidak termasuk orang yang pendendam. Pak Djimanto lali menceritakan kisah lucu sewaktu dia dan pak Nur menjadi mahasiswa di Universitas Kristen Duta Wacana.

Saat itu mereka tinggal di asrama UKDW. Seperti biasa, setiap sore ada penjual jajanan gorengan yang menjajakan dagangan ke asrama gorengan. Selain itu, kadang-kadang ada penjual barang loak yang "kulakan" dagangan di sana. Para mahasiswa yang telat menerima kiriman uang dari orangtua, biasanya menjual baju atau celana kepada pedagang ini.

Suatu sore, Christian Nuryadi muda mencari-cari celananya yang ada di jemuran. Dia ingin mengambilnya untuk diseterika. Dicari kemana-mana tidak ketemu juga. Tiba-tiba, teman-temannya memanggil,"Nur, kesinilah. Ada gorengan nih. Kita santap ramai-ramai yuk," undang temannya. Dia pun mendekat dan ikut pesta gorengan.

Usai menyantap gorengan, Nur muda bertanya pada teman-temannya, "Apakah ada yang melihat celanaku yang kujemur?"

"Lho kamu kira yang kamu makan itu apa?" tanya teman-temannya cengengesan,"kamu baru saja makan celanamu!"

Rupanya teman-temannya menjual celana panjang pada pedagang loak, lalu dibelikan gorengan. Meski dikerjai begitu, Nur muda tidak mengalami kepahitan.

--***--

Meskipun low profile, tapi pak Nur tidak segan-segan untuk memulai inisiatif. Ini yang diakui oleh rekan-rekan seangkatannya di UKDW. Di dalam reuni yang diadakan Paguyuban Angkatan 1970, pada tanggal 12 April 2002, ada usulan penggalangan dana untuk mendukung kemajuan almamater mereka, UKDW. Secara spontan, pak Nur merogoh kantongnya sebesar Rp. 100 ribu yang disumbangkan untuk membuka rekening tabungan atas nama pdt. Aristarkus Sukarto (GKMI/rektor Ukrida). Enam tahun kemudian, ketika diadakan reuni lagi, tepatnya 15 Juni 2008, dilaporkan bahwa dana di rekening itu sudah mencapai 300 juta rupiah! Dalam reuni itu juga diputuskan bahwa reuni tahun 2009 akan diselenggarakan di Bali. Dan sekali lagi pak Nur yang memulai memberikan sumbangan pertama. Namun Allah punya rencana tak terduga. Dia menghendaki pak Nur mengadakan reuni dengan-Nya di sorga.

--***--

Sekitar pukul 14:30, ibadah penghiburan selesai. Jenazah kemudian diberangkatkan menuju pemakaman Kristen di Sungkur. Upacara penguburan dipimpin oleh pdt. Pramadi Cahyono dari GKJ Delanggu

Baca Tulisan lainnya di blog Purnawan Kristanto [http://purnawan-kristanto.blogspot.com
]
Read More

Senin, 11 Agustus 2008

Pintar Menulis Buku Laris


Mengundang Anda sekalian untuk hadir dalam Seminar Penulisan “PINTAR MENULIS BUKU LARIS” yang akan diadakan pada:

Hari, Tanggal : Sabtu, 23 Agustus 2008

Tempat : Auditorium Universitas Kristen Dutawacana Yogyakarta

Waktu : 09.00 – 12.30 WIB

Menghadirkan dua penulis kondang, yaitu anak-anak Tuhan yang melakukan pelayanan literatur dan telah melahirkan karya-karya buku laris; Bp. Andrias Harefa (dalam kategori buku umum) dan Xavier Quentin Pranata (dalam kategori buku kristiani).

Dengan kontribusi yang terjangkau; Rp. 50.000,00 (umum) dan Rp 40.000,00 (mahasiswa), Anda dapat mengikuti seminar penulisan yang berkualitas. Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdri. Santhi di nomor 0274-565905, atau 0888 698 4034.

Kami sungguh rindu Anda dapat mengikuti acara ini dan mendapatkan banyak berkat yang tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga dapat dibagikan bagi orang yang lebih banyak lagi. Tuhan memberkati!

Salam,

Agustina W.

Ketua Panitia

SUSUNAN ACARA

SEMINAR PENULISAN

”PINTAR MENULIS BUKU LARIS”

09.00 – 09.10 : Sambutan pembukaan & doa


09.10 – 10.00 : Sesi 1: Menulis Itu Berdampak Besar! (Xavier Quentin Pranata)

Sesi ini bertujuan menolong peserta untuk:

* Mengetahui arti penting ”menulis”

* Mendapat tambahan informasi tentang proses kreatif dalam

menulis

* Tahu menangkap kebutuhan pasar dan menulis sesuai kebutuhan

(buku laris)

10.00 – 10.30 : Break

10.30 – 11.00 : Wisuda peserta Sekolah Penulisan Gloria (Angkatan Pertama)

11.00 – 12.00 : Sesi 2: Ayo Menulis! (Andrias Harefa)

Sesi ini bertujuan menolong peserta untuk:

* Termotivasi untuk menekuni kepenulisan sebagai pelayanan atau

penghidupan

* Berani menulis hingga berdampak bagi dunia

* Menjadi pintar menulis buku laris

12.00 – 12.30 : Floor tanya jawab peserta

Baca Tulisan lainnya di blog Purnawan Kristanto [http://purnawan-kristanto.blogspot.com
]
Read More