Kamis, 24 Juli 2008

Tiga Jurus Menulis Buku

" Duapuluh tahun lagi sejak sekarang, engkau akan kecewa karena tidak melakukan apa yang seharusnya kau lakukan.  Angkatlah sauhmu. Tinggalkan dermaga aman. Kembangkanlah layarmu.  Jelajahi! Impikan! Temukan!"
--- Mark Twain
 
Saya terinspirasi ucapan Paulus Lie pada pertemuan pertama Sekolah Penulisan "Gloria" yang kemarin. Pendeta GKI Gejayan sekaligus ketua PGI DIY ini mengatakan bahwa kita tidak akan langsung menikmati buah dari penulisan buku. Kita baru bisa mulai menikmatinya beberapa tahun kemudian. Akan tetapi jika kita tidak memulainya dari sekarang, maka kita akan menyesal di kemudian hari. Hal yang sama dikatakan oleh Mark Twain. Jika Anda ingin melakukan sesuatu yang berarti, maka sekarang saatnya untuk memulai. Kita tidak pernah bisa memanen sesuatu jika tidak pernah mulai menaburkan benih dari sekarang. Sekarang saatnya untuk menabur. Sekarang saatnya mulai menulis buku.
Ada beberapa orang yang memang dapat menulis dengan sangat mudah. Setiap kali duduk dan mulai menulis, dia tidak akan berhenti menulis hingga dapat menyelesaikan tulisan. Contohnya Jack Kerouac yang menghasilkan novel On the Road dalam waktu empat puluh hari. Dia sengaja memasang kertas gulung (continous paper) di mesin ketiknya, supaya dapat terus-menerus mencurahkan kata demi kata tanpa harus terganggu dengan urusan mengganti kertas.
Akan tetapi sebagian besar orang tidak memiliki karunia seperti ini. Meskipun baru saja duduk di depan komputer atau mesin ketik, dia sudah menemukan kebuntuan. Hampir semua penulis pernah mengalami frustasi seperti ini. Menulis itu bukan pekerjaan atau jenis pelayanan mudah. Dibutuhkan ketrampilan dan disiplin tertentu untuk terjun ke dalamya. Akan tetapi banyak kesempatan yang terbuka di bidang pelayanan literatur ini. Yang perlu kita lakukan hanyalah mengembangkan sebuah keyakinan dan kepercayaan diri untuk mengatasi segala halangan frustasi di dalam penulisan.
Untungnya, kepercayaan diri ini tidak didapatkan secara misterius. Anda dapat dapat memperolehnya dengan kerja keras dan belajar dari pengalaman—baik diri sendiri maupun orang lain.
 
TAHAPAN PENULISAN
Jika Anda belum pernah menulis buku, bukan berarti Anda tidak dapat menulis buku. Yang perlu Anda ketahui adalah "jurus rahasia"  menulis buku. Ada tiga jurus rahasia yang harus dikuasai supaya dapat menjadi pendekar di dunia kepenulisan. Jurus pertama harus dilatih dan dikuasai lebih dulu sebelum berlatih jurus kedua. Demikian juga jurus kedua dan ketiga.

Jurus Pertama: Perencanaan
Perencanaan perlu dikuasai dan dilatih supaya kita memiliki pedoman dalam menulis. Ini yang akan menjadi bintang pemandu kita, seperti bintang yang telah memandu orang Majus sampai kepada bayi Yesus. Salah satu habit yang dirumuskan Stephen Covey, di antara Seven Habit for Highly Effective People, adalah "Beginning with the End". Artinya, dalam memulai sesuatu, kita perlu membayangkan lebih dulu hasil akhirnya akan seperti apa. Jika kita sudah memiliki bayangan yang jelas, maka kita tidak akan kehilangan arah dan kehilangan semangat dalam penulisan. Dengan membuat rencana tulisan berarti kita telah merumuskan mimpi kita.
Tahap perencanaan meliputi pemilihan tema, penentuan tujuan penulisan dan strategi yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
 
Jurus Kedua: Menulis Kasar (Drafting)
Menulis draft dapat diibaratkan layaknya pelukis yang menggambar sketsa. Dia menggores pena secara garis besar. Meski begitu, kita sudah bisa melihat perwujudan kasar dari lukisan yang akan dibuatnya. Pada tahapan ini, Anda mulai menyusun kerangka karangan. Pelajaran ini sudah kita dapatkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Meski begitu, alat ini masih ampuh dan belum ketinggalan zaman.
Begitu Anda sudah memiliki kerangka tulisan, maka Anda mulai mengumpulkan informasi-informasi yang dibutuhkan. Jika tema sudah digenggam, langkah berikutnya adalah mencari bahan-bahan informasi pendukungnya.  Seperti koki yang sudah memutuskan jenis masakan tertentu, dia lalu belanja bahan-bahan yang dibutuhkan. 
Sampai di sini, proses penulisan menjadi mudah. Yang kita lakukan adalah  menempelkan "daging" pada kerangka itu.  Artinya, kita tinggal menuliskan detil atau rincian dari setiap tulang kerangka.  Yang dibutuhkan di sini adalah sikap konsisten pada kerangka itu.
Setumpuk informasi yang terkumpul itu kemudian disusun sehingga membentuk sebuah tulisan yang utuh. Layaknya menyusun kain perca, Anda menggabungkan potongan demi potongan dengan cara menjahitkan antar kain perca. Pekerjaan merangkai sari informasi menjadi tulisan baru ini dikenal sebagai mengkompilasikan (merangkum bahan informasi).
Perangkuman ini mengandung dua tugas penting:
(1). Mencakup pelbagai pokok pernyataan
(2) Mengemukakan kembali kumpulan pernyataan itu dengan kata-kata lain dan kalimat baru secara ringkas.
Selama rangkuman itu tidak menunjukkan lebih dari satu sumber informasi, maka hasilnya belum bisa disebut rangkuman tetapi jiplakan yang diringkas. Agar rangkuman itu enak dibaca,  maka kumpulan informasi itu harus disusun berdasarkan urut-urutan tertentu (Kronologis, Lokal, Klimaks, Familiaritas, Akseptabilitas, Kausal, Logis dan Apresiatif. )
 
Jurus Ketiga: Revisi
Jurus revisi perlu dikuasai untuk meningkatkan kualitas tulisan kita. Sebagai jurus pamungkas, revisi menjadi andalan kita di dalam merobohkan tembok editor. Pada tahapan ini Anda perlu melakukan evaluasi dan memeriksa tulisan Anda. Apakah ada pengalimatan yang kurang tepat, ejaan yang masih salah, bagian tulisan yang pelu dibuang atau dikembangkan, dll. Dan yang tak kalah pentingnya adalah memeriksa apakah isi tulisan tersebut sudah sesuai dengan tujuan semula, atau tidak.
Tidak satu pun naskah buku yang sudah sempurna dan siap diterbitkan tanpa mengalami revisi.  Jika Anda sudah selesai menulis, simpanlah dulu naskah itu dan lupakan selama beberapa hari. Gantilah melakukan aktivitas lain.  Beberapa hari kemudian, bacalah kembali naskah itu dengan pikiran yang baru. Hampir pasti, Anda bakal menemukan kesalahan dan kekurangan yang sebelumnya Anda tidak sadari.
 
Pernah disampaikan pada Sekolah Penulisan Gloria, 2008
http://purnawan.web.id/
Baca Tulisan lainnya di blog Purnawan Kristanto [http://purnawan-kristanto.blogspot.com
]
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It