Selasa, 06 November 2007

Gereja pun Jadi Sasaran Penipuan

Para penipu sudah benar-benar nekat. Gereja pun sekarang menjadi target penipuan. Selasa sore (6 Nop), telepon di rumah kami berdering. "Apa betul ini (menyebut nama gereja kami)?" tanya penelepon. Dari suaranya, kelihatannya berdialek dari Indonesia bagian Timur.
"Ini rumah pastori. Silakan Bapak telepon kantor gereja," jawab saya.
"Apakah bisa bicara dengan pendetanya?" si penelepon tidak menggubris jawaban saya.
"Ini darimana?" tanya saya.
"Saya dari Depag," jawab suara di seberang [Cling.....! Saya teringat peristiwa serupa setahun yang lalu].
"Apa yang bisa saya bantu?" tanya saya.
"Apa bisa bicara dengan pendetanya?"
"Ya saya pendetanya," jawab saya berbohong. Padahal yang jadi pendeta itu isteri saya.
"Nama Bapak siapa?" tanyanya [Lho...Anda yang menelepon, tapi Anda tidak tahu siapa yang akan Anda telepon, batin saya]
"Lho Anda mencari siapa?" tanya saya mengelak.
"Saya mencari pendetanya"
"Ya saya pendetanya." [Isteri saya melihat sambil tersenyum-senyum]
"Oke, kalau begitu Bapak diminta untuk menelepon Dirjen Pembimas Kristen, Bapak....(menyebut seorang nama Jawa dengan nama baptis)."
"Ada perlu apa saya harus menelepon beliau?" tanya saya.
"Ada urusan yang sangat penting" jawabnya.
"Yang punya kepentingan itu 'kan dari Depag. Kalau memang itu sangat penting, mengapa bukan bapak dirjen Pembimas sendiri yang menelepon ke sini. Mengapa saya yang harus menelepon?" jawab saya.
Tuuuut...tuuuuut....tut!!! Telepon dimatikan.
Mungkin saya telah bersikap ketus dan kasar. Tapi ini bukan pengalaman yang pertama. Setahun yang lalu, isteri saya menerima telepon yang mengaku dari Depag.  Si penelepon mengatakan bahwa gereja kami akan menerima bantuan dari Depag. Namun ujung-ujungnya, mereka minta duit. Saat itu isteri saya menjawab, "Kalau bantuan itu memang benar, silakan kirim surat resmi ke Majelis Jemaat gereja. Nanti kami akan menanggapinya secara resmi." Saat itu juga telepon diputus.
Semoga kisah ini bermanfaat supaya kita tetap waspada.
Baca Tulisan lainnya di blog Purnawan Kristanto [http://purnawan-kristanto.blogspot.com
]
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It