Senin, 17 September 2007

Jurnal Pelatihan Hari ke-3

Hari ketiga diawali dengan mengheningkan cipta untuk atas kejadian bencana gempa
yang terjadi di Bengkulu,Jambi dan Timor Leste. Yang menjadi fasilitator adalah Ade Andreawan. Ade lebih dulu memaparkan tentang arti penting kesiapsiagaan. Selanjutnya, ia memutarkan film dokumentasi dari pelatihan bencana yang dilakukan di sekolah dan di masyarakat.
Pertisipan kemudian dibentuk menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok mendapat tugas untuk membuat Peta Ancaman (Hazard Mapping). Sebelumnya, Ade menuliskan hal penting yang harus ada dalam sebuah peta ancaman:
- Batas wilayah
- Arah utara
- Guna lahan
- Fasum/fasos
- Daerah rawan
- Jalur evakuasi
- Legenda

Perencanaan Belajar
Dalam sessi ini Ade Andrewan menjelaskan tentang posisi fasilitator dalam sebuah pelatihan. Ade menjelaskan bahwa ketika akan memulai pelatihan maka fasilitator harus lebih dulu memperhatikan lingkungan sekitarnya dulu, barulah kemudian berinteraksi dengan masyarakat.
Itu sebabnya, sebelum melakukan pelatihan, maka seorang fasilitator harus lebih dulu mengetahui keadaan tempat pelatihan. Berdasarkan keadaan itu, maka fasilitator merancang pelatihan supaya berlangsung secara efektif. Ade memberikan penjelasan tentang bagaimana mendesain sebuah tempat pelatihan, baik dalam ruamgan maupun luar ruangan. Ia juga menjelaskan tentang perbedaan metode pelatihan antara anak-anak dan orang dewasa.
Ade kemudian membagi partisipan menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok mendapat tugas membuat rancangan tempat pelatihan di dalam ruangan (indoor) dan luar ruangan (outdoor). Masing-masing kelompok kemudian mempresentasikan hasil rancangan tempat pelatihan, sedangkan
kelompok lain memberikan tanggapan.
Sessi ini ditutup dengan permainan. Setiap kelompok membentuk lingkaran dan mendapat benang, ballpoint dan botol. Sempat benang diikat tepat di tengah-tengahnya. Pada bagian tengah benang digantungkan ballpoint. Keempat ujung benang dipegang oleh partisipan. Masing-masing memegang satu benang dengan menghadap keluar. Pada bagian bawah ballpoint diletakkan sebuah botol. Tugas setiap kelompok adalah memasukkan ballpoint ke dalam botol itu, berdasarkan aba-aba satu orang partisipan. Permainan ini untuk mengajarkan tentang kerjasama kelompok dan saling percaya antar anggota.
Baca Tulisan lainnya di blog Purnawan Kristanto [http://purnawan-kristanto.blogspot.com
]
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It