Senin, 14 November 2005

Protes: Buku Jangan Diplastiki!

Sebagai konsumen, saya mau protes kepada penerbit. Jika saya mengunjungi toko buku, hampir semua buku yang dipajang dibungkus dan disegel dengan plastik. Akibatnya saya tidak bisa membaca isinya sebelum membelinya. Tadinya saya pikir hanya di toko buku Toga Mas saja yang diplastikin. Saya belum begitu ambil pusing, karena toh sudah dikompensasi dengan diskon yang lumayan gede [meskipun kalo datang di siang hari, saya sering protes dalam hati karena puaaaaanaaaas!]. Tapi, ternyata di toko buku yang lain pun juga berbuat serupa. Beberapa bulan yang lalu, Gramedia masih memajang buku yang tidak dibungkus plastik sebagai buku contoh untuk dibaca. Akan tetapi hari kemarin (26 Okt), aku datang ke Gramedia Jogja, ternyata hampir 80% bukunya dibungkus dengan plastik. Ketika saya meminati sebuah buku, saya kecewa karena tidak menemukan buku yang tidak dibungkus plastik.

Menurut UU Perlindungan Konsumen, konsumen memiliki hak atas informasi. Konsumen membutuhkan informasi yang benar dan dalam jumlah yang memadai sebagai dasar pengambilan keputusan dalam membeli sesuatu. Dalam hal ini, penerbit buku berarti telah melanggar hak-hak konsumen. Saya sebagai konsumen membutuhkan informasi tentang kualitas buku itu sebelum saya membelinya. Jika tertarik pada sebuah buku, pertama-tama saya akan membaca informasi di back cover. Setelah itu, saya membuka daftar isi buku itu. Jika kelihatannya sesuai dengan kebutuhan saya, maka saya akan membaca beberapa paragraf yang saya minati. Apakah penuturannya baik, lancar dan logis. Setelah itu mengamati kualitas cetaknya. Apakah terlihat jelas atau samar-samar. Setelah itu, jika sempat saya akan mengecek kelengkapan buku tesebut (jumlah halaman, lampiran-lampiran, CD/Disket yang disertakan--untuk majalah komputer).

Nah, jika buku tersebut dibungkus dengan plastik, bagaimana saya bisa melihat kualitas buku tersebut. Apakah saya hanya mengandalkan informasi dalam backcover, yang kadangkala agak bombastis itu? Bagaimana kalau kualitas cetaknya kurang bagus? Bagaimana kalau jumlah halamannya kurang? Memang sih, ada penerbit yang bersedia menukar buku yang cacat dengan buku yang lebih bagus. Tapi pembeli 'kan sudah dirugikan secara waktu dan ongkos untuk menghubungi penerbit!

Saya tidak tahu motivasi apa yang mendorong penerbit untuk membungkus buku dengan plastik. Apakah mereka tidak suka karena banyak orang yang hanya numpang baca buku mereka di toko buku, tapi akhirnya tidak jadi beli? Saya teringat ketika gedung Gramedia masih kecil dan masih jadi satu dengan gedung Bentara Budaya, Jogja. Suasananya sangat akrab. Ada banyak anak-anak kecil yang cekikan di pojokan rak komik. Mereka asyik membaca tanpa diusir oleh penjaga tojo atau satpam. Kemudian di sela-sela rak, kadang saya menemui mahasiswa yang duduk di lantai sambil menyalin beberapa bagian dari buku yang dipajang di sana. Mungkin mahasiswa itu tidak punya uang untuk beli buku. Tetapi suasana itu semakin hilang. Gramedia sudah sangat angkuh. Kalau ada orang yang jongkok di sela-sela rak buku, pasti ditegur oleh pegawainya, Anak-anak juga sudah menghilang di rak-rak buku untuk anak-anak.

Kemungkinan yang lain, penerbit membungkus bukunya supaya bukunya tidak rusak. Bisa jadi ini keputusan yang logis dan bisa dimengerti. Tapi apakah tidak ada cara lain yang dapat menghindari kerusakan buku? Misalnya dengan memberika lapisan tertentu pada cover, penjilidan yang kuat, cara pemajangan yang hati-hati dll.

Saya melihat ada cara elegan yang bisa menjadi jalan tengah. Sambil menunggu boarding, saya iseng-iseng mampir di toko buku 'Periplus' di bandara. Buku-buku yang dipajang disana hampir semuanya dibungkus plastik. Meski begitu, pihak toko memasang tulisan menyolok dalam bahasa Inggris. "Jika Anda ingin membaca isi buku, dengan senang hati kami akan membubakan bungkus plastiknya." Andaikata pun pengunjung urung membeli buku yang sudah dibuka itu, mereka tidak menunjukkan muka masam, apalagi ngedumel.


Purnawan Kristanto
-------------------------------------------
* Visit my personal homepage at:
http://www.Geocities.com/purnawankristanto
* Read my writings at:
http://purnawan-kristanto.blogspot.com
Baca Tulisan lainnya di blog Purnawan Kristanto [http://purnawan-kristanto.blogspot.com
]
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It