Senin, 14 November 2005

PMK Terjangkiti Minority Complex?

Saya mau berbagi sedikit soal pengalaman bersentuhan dengan Persekutuan Mahasiwa Kampus (PMK). Begitu diterima di Fisipol, UGM, sejak dari masa Opspek saya, saya dan teman seangkatan yang Kristen sudah 'digiring' untuk masuk PMK. Pada mulanya, saya merasakan asyik karena bisa berkumpul dengan teman-teman seiman. Tapi lama-kelamaan, saya merasakan persekutuan ini tidak lebih dari sekadar sebuah 'acara pergaulan' yang dibumbui dengan pujian dan Firman. Sebagian besar agenda kegiatannya adalah persekutuan, latihan vokal, retret dan pergi bareng-bareng.

Saya merasakan anggota PMK Fisipol terjangkiti mentalitas minority complex. Karena merasa sebagai 'kawanan domba' yang sedikit di antara segerombolan besar 'serigala', PMK malah mengalienansi diri. Sebagian besar anggotanya tidak terlibat aktif dalam aktivitas di kampus. Saya menduga, hal ini terjadi karena sejak awal kami masuk, para senior mengindoktrinasi dengan ideologi bahwa kami ini kelompok minoritas. Mereka selalu menghembus-hembuskan adanya 'hantu hijau' yang siap 'menindas' orang Kristen jika ikut beraktivitas di kampus. Mereka lalu menciptakan dikotomi Merah-Kristen.

Akibatnya, dalam perkuliahan maupun dalam aktivitas ekstra kurikuler saya memandang kelompok hijau itu sebagai lawan. Saya selalu curiga dan waspada kepada mereka, dan menganggap mereka seolah-olah menyimpan agenda tersembunyi bagi orang Kristen.

Hingga suatu saat, saya memutuskan meloncat keluar dari 'tempurung' ini. Saya justru malah bergaul dengan aktivis-aktivis hijau. Luarbiasa, ternyata mereka mau berteman dengan tulus. Yang saya kagumi, "PMK" versi mereka memiliki program pengkaderan yang sangat rapi. Mereka memiliki program 'mentoring' bagi mahasiswa-mahasiswa baru. Setiap 5-8 mahasiswa baru, mendapat satu 'mentor' yang siap membimbing mereka di dalam kuliah atau organisasi. Mereka juga punya pelatihan kepemimpinan. Di dalam acara 'persekutuan', mereka mengundang dosen-dosen Fisipol yang ternama, seperti Amin Rais, Sunyoto Usman, Affan Gaffar, Yahya Muhaimin dll, untuk memberikan ceramah. Mereka juga punya program training Jurnalistik dengan kurikulum yang bagus.

Sekarang saya tidak tahu, apakah PMK di Fisipol sudah mengalami metamorfose atau masih meneruskan pola-pola lama?


Purnawan Kristanto
-------------------------------------------
* Visit my personal homepage at:
http://www.Geocities.com/purnawankristanto
* Read my writings at:
http://purnawan-kristanto.blogspot.com
Baca Tulisan lainnya di blog Purnawan Kristanto [http://purnawan-kristanto.blogspot.com
]
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It