Senin, 30 Mei 2005

Menjalin Hubungan Seks yang Indah dan Intim

Judul        : Kehidupan Seks dalam Pernikahan; Bimbingan Seks bagi Suami Istri

Pengarang    : Tim @ Beverly LaHaye

Penerbit     : Yayasan ANDI dan Yayasan Kalam Hidup

Cetakan      : Ke-11/tahun 2003

Tebal        : 340 halaman

 

Suatu kali Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) meneliti tentang persepsi seks bebas dan kesehatan reproduksi remaja SMU se-DKI Jakarta(tahun 2002). Hasilnya,diketahui 37 persen responden wanita tidak mengetahui fungsi organ reproduksi pria, 36 persen responden pria tidak mengetahui fungsi organ reproduksi wanita, dan sebesar 34 persen tidak mengetahui apa itu penyakit menular seksual (PMS).

Hal ini terjadi karena seks masih dikonotasikan dengan hal yang tabu.  Masyarakat Indonesia masih enggan membicarakannya secara terbuka dan blak-blakkan. Jika terpaksa harus membincangkannya, mereka cenderung akan membahasnya dengan muka merah padam karena malu.  Hal yang sama dialami oleh para orang tua jika harus memberikan pendidikan seks kepada anak-anaknya.  Mereka merasa tidak nyaman jika harus mendiskusikan hal itu secara terbuka.  Akibatnya, anak-anak mencari sumber informasi lain secara sembunyi-sembunyi.  Salah satunya dari media massa. Penelitian di atas mengungkapkan bahwa 39 persen remaja SMU belajar seks dari TV dan majalah. Padahal informasi sekitar seks yang ditampilkan di media tidak bisa lepas dari bias komersialisasi dan mitos. Akibatnya mereka mendapat pemahaman seks yang keliru dan menyesatkan.

Karena Alkitab berulang-ulang mengecam keras penyalah-gunaan seks yang disebutnya dengan istilah "perzinahan" dan "percabulan", maka banyak orang Kristen lalu terlalu cepat mengambil kesimpulan yang salah, yaitu bahwa Allah mengutuk semua aktivitas seksual.  Padahal justru sebaliknya. Alkitab senantiasa menyatakan persetujuannya terhadap hubungan ini, dengan catatan hubungan seks itu dilakukan oleh pasangan suami-istri yang dilakukan dalam bingkai pernikahan. Buktinya, perintah pertama yang diberikan kepada manusia adalah "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi" (Kej. 1:28). Perintah ini diberikan sebelum kejatuhan manusia ke dalam dosa.

Berbeda dengan buku sejenis yang sering mengurai liku-liku aktivitas seksual secara gamblang, dalam bahasa yang kasar dan menganjurkan praktik yang dianggap tidak senonoh menurut norma-norma alkitabiah, buku yang dikarang pasangan suami-istri ini menguraikan kehidupan seks dalam terang Firman Tuhan. Tim LaHaye cukup kompeten dalam menulis buku ini karena selain sebagai presiden dari Family Life Seminary, dia juga telah mengkonseling ratusan pasangan yang bermasalah.

Dengan lebih dulu memberikan dasar-dasar tentang kesucian seks, Tim dan Beverly memaparkan pengetahuan yang berguna bagi suami-istri. Menurut mereka, persetubuhan dalam pernikahan merupakan pengalaman unik yang terus-menerus dinikmati oleh pasangan suami istri. 

Dalam pekerjaannya sehari-hari, setiap orang harus mau membagikan dirinya kepada banyak orang. Akan tetapi ketika bersetubuh dalam kamar tertutup, suami-istri dapat menikmati persatuan yang intim dan eksklusif, yang tidak turut dinikmati oleh pihak ketiga. Itulah sebabnya, persetubuhan punya pengaruh yang sangat kuat dalam mempersatukan dan memperkaya suami-istri.

Pengalaman yang mengesankan ini akan membuat suami-istri itu menghabiskan waktu bersama dalam keharmonisan mental dan emosional, sambil menantikan kesempatan persetubuhan berikutnya dengan antusias.

Mereka juga menguraikan fungsi organ reproduksi pria maupun wanita. Juga memaparkan kiat-kiat supaya pasangan suami-istri mendapatkan kepuasan dalam berhubungan seks. Di bagian akhir, mereka menempatkan F.A.Q (Frequent Ask Question) alias pertanyaan yang paling sering dilontarkan seputar kehidupan seksual. Misalnya tentang masturbasi, homoseks, aborsi, impotensi, frigiditas, seks oral, orgasme dll.

Tim dan Beverly menyimpulkan bahwa "Seni bermain cinta yang saling memuaskan tidaklah sulit untuk dipelajari, tetapi semuanya tidak berlangsung secara otomatis.  Tak ada seorang pun yang pandai bermain cinta secara alamiah."

Buku ini cocok dibaca oleh pasangan yang akan dan sudah menikah, serta mereka yang memberikan konseling kepada pasangan suami-istri. Mungkin karena tidak banyak penerbit Kristen yang mencetak buku sejenis ini, buku ini terbilang cukup laris.  Sayangnya, memasuki cetakan ke-11, penerbit hanya mengganti covernya saja, tetapi diikuti penyegaran lay out isi di dalamnya yang sudah terlihat ketinggalan zaman. Kekurangan lainnya, karena ditulis tahun 1970-an, buku ini juga tidak memuat isu-isu seksologi aktual, misalnya tentang penggunaan obat kuat (seperti Viagra), G-Spot, pedofilia dll. Meski begitu, buku ini tetap layak dijadikan referensi sehat bagi pasangan suami-istri.

Purnawan Kristanto

Baca Tulisan lainnya di blog Purnawan Kristanto [http://purnawan-kristanto.blogspot.com
]
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It