Kamis, 30 Desember 2004

Tips Konsumen: TIMER LISTRIK : BILA ANDA TAK ADA DI RUMAH

Setiap pecandu sepakbola tentu pernah mengalami hal ini : menahan kantuk hingga lewat tengah malam untuk menikmati pertandingan kelas dunia. Tetapi dengan timer, hal ini bukan masalah lagi. Anda tinggal memasukkan jam mulai acara pada alat itu, lalu ditinggal tidur. Saat pertandingan hendak dimulai, pesawat TV akan hidup sendiri, sehingga Anda bisa terbangun dan menonton tanpa terkantuk-kantuk.


Timer adalah suatu alat kecil pengatur waktu yang dapat menyambung dan mematikan arus listrik pada saat yang telah ditentukan oleh pengatur timer. Dengan mekanisme ini, timer bisa dipakai untuk menghidupkan dan mematikan berbagai alat listrik secara otomatis, seperti lampu taman, lampu rumah, AC, mesin cuci, pompa air, kulkas, dan peralatan listrik lainnya. Bahkan bila timer ini dikombinasikan dengan Video Cassette Recorder, Anda dapat merekam acara TV favorit bila Anda tidak sempat melihatnya.


Jenis Timer

Pada dasarnya hanya dua jenis timer yakni tipe Mekanik dan tipe elektronik. Timer tipe mekanik mempunyai semacam piringan bundar yang memuat angka-angka secara melingkar. Untuk mengatur saat hidup (on) dan mati (off ), tipe mekanik mempunyai dua cara. Ada yang dengan menekan salah satu bagian dari piringan itu (disebut metode segmen). Yang lain adalah dengan menusukkan jarum-jarum sepanjang lingkaran itu (disebut metode pin). Cara yang terakhir ini sering ada keluhan kehilangan jarum, walaupun dari pabriknya tentu juga telah disediakan jarum cadangan.

Timer tipe elektronik lebih mudah digunakan karena tinggal menekan tombol dan angkanya disajikan pada layar digital, seperti pada jam tangan digital. Tipe ini jelas lebih mahal.

Masing-masing jenis timer ini tersedia dalam dua model. Pertama, model 24-jam, yang menghidup-matikan arus listrik pada waktu yang sama, setiap hari. Kedua, model 7-hari, yang dapat mengatur waktu hidup-mati arus listrik yang berbeda untuk tiap-tiap hari dalam satu minggu.

Menentukan waktu pada timer, pada dasarnya adalah mengatur periode hidup-mati, yaitu jarak waktu dari saat hidup dan mati. Jumlah periode ini bervariasi, tergantung pada jenis dan model timer. Misalnya model 24-jam mempunyai jumlah periode maksimum 4 kali. Artinya dalam 24 jam alat ini hanya mampu menghidup-matikan listrik paling banyak 4 kali.


Kelengkapan Timer

Ada beberapa kelengkapan atau feature yang membuat timer mudah dan nyaman digunakan, misalnya :

· Program review

Berfungsi untuk melihat lagi program yang telah terpasang. Pada tipe mekanik, hal ini mudah dilakukan karena tinggal memeriksa angka-angka pada piringan bundar itu. Tetapi pada layar digital pemeriksaan ini agak sulit karena angka yang ditunjukkan adalah waktu yang sedang berjalan (current time). Untuk mengecek lagi, masih harus menekan tombol program review, baru kemudian dapat melihat waktu hidup-mati yang telah terpasang.

· Saklar acak (random)

Ketika rumah ditinggal kosong, fungsi ini akan menghidup-matikan lampu rumah secara acak. Ini untuk menciptakan kesan seolah-olah ada orang di dalam rumah. Tujuannya, tidak lain, adalah untuk mengecoh maling yang berniat jahat akan menggerayangi rumah.

· Advance switch

Fungsi ini akan menghidupkan aliran listrik pada stop kontak (socket) beberapa waktu sebelum periode “on” yang sebenarnya tiba. Gunanya misalnya, untuk menghidupkan AC lebih dulu, sehingga ketika Anda sampai di rumah, ruangan sudah cukup sejuk.

· Cadangan tenaga (power back up)

Bila aliran listrik di rumah sedang “byar-pet”, maka Anda harus lebih sering memprogram ulang timer. Tapi bila timer mempunyai tenaga cadangan maka program timer bisa selamat. Cadangan tenaga ini berupa baterai yang biasa terdapat pada timer elektronik. Sedangkan pada timer mekanik, Anda harus cocokkan waktu pada timer dengan waktu pada jam, seperti mencocokkan jam yang mati. Sedangkan program hidup-matinya sendiri tidak terpengaruh listrik mati.


Petunjuk Pembelian

Setiap jenis timer dirancang dan disesuaikan dengan penggunaan tertentu. Sebelum membeli, pikirkan dulu untuk keperluan apa itu nantinya. Timer mekanik cenderung kurang akurat pada waktu hidup-mati yang telah dipasang. Pada model 24-jam waktu hidup-mati dapat dipasang pada interval atau sela 15 menit. Tetapi model 7-hari sela ini meningkat sampai 2 jam. Artinya, bila Anda menginginkan ketepatan waktu, seperti untuk merekam acara radio, jenis mekanik kurang cocok. Jenis elektronik lebih sesuai untuk kebutuhan ini.

Dengan menggunakan teknologi digital, jenis elektronik jelas lebih akurat sampai mendekati hitungan menit. Akan tetapi untuk sekadar mengoperasikan lampu taman, jenis mekanik saja sudah memadai.

Sebagian besar petunjuk penggunaan tertulis dalam bahasa asing. Bila Anda tidak memahaminya, jangan malu-malu untuk menanyakan pada penjual. Kalau perlu mintalah peragaan penggunaan: cara mengatur/memasang program, mengubah program dan mencocokkan jam timer. Cobalah sendiri menggunakan timer, di bawah bimbingan penjualnya.

Bila Anda mempunyai anak kecil, sebaiknya memilih timer selain metode pin, yaitu timer mekanik segmen atau timer elektronik. Walau secara teoritis jarum itu tidak akan tersangkut di tenggorokan bila tertelan, tapi jarum itu bisa melukai anggota tubuh yang lain, misalnya masuk ke hidung atau mengenai mata.

Baca Tulisan lainnya di blog Purnawan Kristanto [http://purnawan-kristanto.blogspot.com
]
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It