Kamis, 30 Desember 2004

Tips Konsumen: Mesin Penjawab Telepon

Masih ingat heboh rekaman telepon Jaksa Agung Andi Ghalib dengan Presiden Habibie, saat itu? Ada pakar multimedia yang menduga kaset yang beredar luas saat itu direkam dengan alat penjawab telepon. Namun fungsi sebenarnya dari alat ini bukanlah untuk kerja spionase melainkan untuk merekam pesan penelepon selagi pemiliknya sedang pergi.



Begitu telepon berdering Alat Penjawab Telephone (APT) atau answering machine secara otomatis memperdengarkan rekaman suara pemiliknya. Setelah itu, alat ini merekam suara penelepon di seberang. Kemudian ketika pemiliknya pulang keseluruhan hasil rekaman ini dapat diputar ulang dan didengarkan pesannya.

Semua merek APT bekerja dengan prinsip ini, tetapi media rekam yang dipakai bisa berbeda-beda. Ada empat cara perekaman suara:

Pertama, Kaset Tunggal. Cara ini yang paling lazim dipakai karena cukup sederhana dan murah. Alat ini menggunakan satu buah kaset untuk merekam suara pemiliknya dan suara penelepon. Jadi ketika pemiliknya meninggalkan pesan” ...saya sedang tidak di rumah. Silahkan tinggalkan pesan setelah bunyi Thit”, suara ini direkam di bagian awal kaset. Setiap ada penelepon masuk, APT memutar bagian pesan ini, kemudian segera memutar cepat kaset untuk mencari bagian yang masih kosong. Kalau sudah ditemukan, APT siap merekam pesan dari penelepon. Cara ini cukup menyebalkan terutama bila sudah banyak penelepon masuk. Pasalnya, penelepon yang paling bontot itu mesti menunggu lama. Kalau tak sabar, ia segera menutup telepon dan batal meninggalkan pesan. Karena itu, pemilik APT ini harus rajin-rajin memeriksa pesan masuk, kemudian menghapus atau menggantinya dengan kaset baru.

Kedua, Kaset Ganda. Model ini menggunakan dua keping kaset. Yang satu untuk merekam suara pemiliknya, sedangkan kaset yang lain untuk merekam suara penelepon. Sama seperti model pertama, alat ini memperdengarkan suara pemiliknya dulu. Bedanya, penelepon bisa langsung meninggalkan pesan karena suaranya direkam dengan kaset yang lain.

Ketiga: Semi digital. Model ini menggunakan mikrochips untuk merekam suara pemilik secara digital. Namun untuk merekam suara penelepon yang masuk masih memanfaatkan jasa kaset. Dengan mikrochips, waktu bisa lebih dipersingkat lagi karena tidak perlu memutar kaset secara mekanis. Sayangnya, ruang simpan mikrochips terbatas. Artinya, si pemilik harus bicara singkat, padat dan jelas.

Keempat, Full Digital. Model ini sudah membuang kaset sebagai media rekamnya. Semua pesan,-pemilik atau penelepon-,direkam dalam mikrochips, sehingga bisa memperdengarkan dan merekam suara dengan kilat. Tapi kalau Anda sering menerima banyak pesan, sebaiknya jangan pilih model ini karena ruang simpannya terbatas. Tidak bisa menyimpan lebih dari 5 menit. Bandingkan dengan kapasitas kaset yang bisa merekam selama 30-45 menit.

Kiat Membeli

Aturan utama dalam membeli alat elektronik adalah mencobanya di toko. Mintalah pada penjualnya untuk memperagakan cara mengoperasikan alat itu. Jangan sungkan menanyakan fungsi tombol yang belum jelas.

Pada dasarnya ada dua jenis APT. Pertama, APT yang dikawinkan (built in) dengan pesawat telepon atau mesin fax. Anda dapat memilih jenis ini jika belum punya telepon atau mesin fax. Kedua, APT mandiri. Alat ini dijual terpisah dan dapat disambungkan dengan pesawat telepon yang ada di rumah atau kantor.

Kedua jenis APT ini memiliki feature (kelengkapan) yang sama. Berikut ini beberapa feature yang perlu diketahui:

· Message counter : menunjukkan jumlah penelepon yang sudah meninggalkan pesan.

· Full Indikator: Lampu indikator akan berkedip-kedip bila ruang simpan hampir penuh. Lampu ini memberi “perintah” untuk segera mendengarkan pesan masuk atau mengganti dengan kaset baru. Jika tidak maka pesan yang berikutnya tidak akan terekam.

· Remote Playback: Anda bisa mendengarkan pesan masuk dari tempat lain. Caranya dengan menelepon rumah/kantor dan menekan angka sandi.

· Remote On/Off. Suatu saat dalam perjalanan, Anda baru teringat bahwa lupa mengaktifkan APT. Tidak usah bingung dan tidak perlu balik. Anda cukup menelepon nomor telepon APT serta menekan angka tertentu, maka APT akan aktif. Cara yag sama juga bisa dipakai untuk mematikan APT.

· Memo: Fungsinya untuk merekam langsung suara pemilik yang ditujukan pada anggota keluarga yang lain.

· Time stamp, yaitu penanda waktu kapan penelepon tersebut meninggalkan pesan.

Biasanya APT akan non-aktif sendiri bila saat ada penelepon masuk, Anda mengangkat gagang telepon. Artinya pembicaraan Anda tidak akan terekam. Tetapi kalau di rumah atau kantor Anda ada sambungan paralel, kemudian Anda mengangkat telepon dari ruangan lain, ada kemungkinan APT masih aktif dan merekam pembicaraan dua arah. Jadi sebaiknya hati-hati agar tidak jadi korban seperti Andi Ghalib.***

Baca Tulisan lainnya di blog Purnawan Kristanto [http://purnawan-kristanto.blogspot.com
]
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It