Kamis, 30 Desember 2004

Tips Konsumen: MEMILIH MICROWAVE OVEN

Dibanding pertama kali dipasarkan tahun 1975, harga microwave oven jauh lebih mu­rah sekarang. Tetapi selama 22 tahun usianya, masih saja dite­mui permasalahan klasik, yaitu kematangan makanan yang tidak merata,

I

dealnya magnetron (lebih populer dikenal sebagai microwave atau gelombang mikro) dapat menyebar dengan pola yang merata ke seluruh jenis makanan yang dimasak. Jika pola penyebaran gelombang mikro ini tidak merata maka pada makanan akan dijumpai bagian yang masih mentah tetapi di bagian lain sudah gosong.


Terlalu Otomatis

Dari tahun ke tahun bentuk dasar microwave oven tidak berubah banyak. Pabrik pem­buat oven ini lebih banyak memikirkan program‑program yang dipasang pada oven se­hingga dapat untuk memasak berbagai makanan secara otomatis.

Prinsip kerja dasar microwave oven adalah dengan menyambung dan memutuskan aliran tenaga (power) listrik dalam periode waktu ter­tentu (itulah mengapa terden­gar bunyi "klik" pada oven). Semakin rendah suhu pem­anasnya, maka periode"putus" (off) semakin lama

Program yang "biasa" mem­punyai pola putus‑sambung (off‑on) yang tetap dan teratur. Sedangkan pada program otomatis, terdapat serangkaian pola putus‑sambung yang lebih kompleks. Tujuannya untuk meratakan proses pemanasan tiap jenis makanan. Sayangnya, kebanyakan program otomatis ini kurang berfungsi dengan baik.


Keluhan Pemakai

Dari pengalaman pemakaian microwave selama 22 tahun timbul sejumlah keluhan-­keluhan dari konsumen. Dari sini, kita dapat memetik man­faat agar dapat terhindar dari keluhan tersebut karena salah pilih.

Keluhan itu diantaranya berupa tidak adanya penanda atau indikator bahwa oven telah atau masih panas. Ketidak-tahuan pemilik ter­hadap suhu oven bisa menye­babkan kedua tangannya ikut terpanggang ketika memasukkan atau mengambil makanan dari oven.

Pada beberapa jenis oven, ketika pintu menutup maka secara otomatis alat ini segera bekerja. Cara seperti ini me­mang praktis karena mengu­rangi penekanan tombol. Tetapi di ba!ik itu tersimpan potensi bahaya, sebab bisa saja si pemi­lik itu menutup pintu tanpa sengaja sehabis mengambil makanan yang telah masak. Tanpa disadari oven memanaskan diri tanpa ada makanan di dalamnya. Ini bisa menimbulkan kebakaran.


Kiat Pembelian

Setelah mengenali keluhan yang dilontarkan konsumen, berikut ini pedoman yang dapat dipakai sebagai pegangan ketika memilih microwave

· Mintalah kepada penjual­nya untuk memeragakan segala fasilitas yang dimiliki oleh microwave oven. Jangan malu untuk menanyakan segala sesuatu yang belum di­mengerti. Bila penjual belum tahu atau ragu‑ragu minta dia untuk mencarikan jawabannya. Misalnya dengan membuka buku petunjuk atau bertanya pada penyelianya (supervisor).

· Jangan terkecoh dengan banyaknya fasilitas atau kelebi­han yang dimiliki oven. Pilih fasilitas yang akan sering di­pakai saja. Semakin banyak fasilitas yang ditawarkan (bi­asanya) semakin mahal pula harganya .

· Bila penjual ngotot tidak mau menurunkan harga atau memberi diskon mungkin Anda bisa memakai siasat ini: Mintalah bonus aksesoris oven seperti kain lampin atau mangkok. Selain itu mungkin bisa mendapatkan jasa penghan­taran secara gratis.

· Microwave oven adalah pi­ranti elektronik ynng rumit. Dengan demikian semakin lama jangka waktu garansi yang diberikan maka akan lebih menguntungkan. Jangan lupa pastikan tempat reparasi yang harus dituju bila terjadi kerusakan .

· Bila ingin membeli secara kredit mintalah dulu perincian cicilan beserta bunganya secara tertulis. Kalau perlu band­ingkan dengan tingkat bunga pinjaman di tempat lain. Bila lebih ren­dah mengapa tidak meminjam di tempat lain saja ?


Fasilitas Microwave Oven

Kebanyakan kelengkapan atau feature yang dimiliki oleh microwavec oven susah dipahami karena ditulis dengan isti­lah asing. Berikut ini kegunaan feature yang biasa ada pada microwave oven

· Digital Timer: yaitu penanda waktu untuk menen­tukan lamanya proses pemasakan. Pada oven yang murah, timer yang digunakan masih manual (mirip jam weker). Bila dibandingkan, digitai timer jelas lebih akurat.

· Automatic Program, yaitu program untuk mencairkan (defroost) makanan beku dan untuk memanaskan ulang (re­heat) makanan. Feature ini kelihatan menarik dan berguna, tetapi banyak yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

· Boost/Quick Program, yaitu untuk memacu panas s­ecara cepat dan seketika. Biasanya untuk memanaskan air atau cairan lain.

· Programming Stage, suatu kemudahan yang membuat Anda dapat mencairkan makanan beku, kemudian sekali­gus memanaskannya tanpa perlu menekan program lagi.

· Child lock: suatu program proteksi. Demi keamanan, anak kecil tidak bisa mengoperasikan oven tanpal sepenge­tahuan orang dewasa. Ini bisa sajal terjadi karena anak ke­cil suka meniru perilaku orang dewasa, termasuk juga menekan-nekan tombol oven.

· Grill adalah alat pemanggang.

Baca Tulisan lainnya di blog Purnawan Kristanto [http://purnawan-kristanto.blogspot.com
]
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It